
Pagi hari di Pavilium JunYi.....
Para pelayan segera menyiapkan sarapan untuk Sang Pangeran dan tamunya, para penjaga juga berlalu lalang menyelesaikan tugasnya.
Yufeng penjaga bayangan Su Lian pun segera memasuki ruang kerja Su Lian untum menyampaikan sesuatu.
"Katakan". Singkat Su Lian.
"Baik Yang Mulia, Kekaisaran Luo memberikan surat ini untuk anda, dan Putra Mahkota setuju dengan rencana yang anda katakan sebelumnya, Mereka akan membantu anda sebisa mungkin. Dan Ini Yang Mulia Token Giok Putra Mahkota Luo". Jelas Yufeng sembari menyerahkan Token Giok berwarna kuning emas kepada sang Pangeran.
"Apakah kau sudah memberikan titipanku kepada Putra Mahkota Luo?".
"Sudah Yang Mulia".
"Bagus, sekarang kembalilah, aku akan pergi hari ini".
"Baik Yang Mulia, bawahan ini undur diri terlebih dahulu". Ucap Yufeng sembari meninggalkan ruangan Su Lian.
Tok..tok
Terdengar suara orang mengetuk pintu dari luar Ruangan Su Lian tempat.
"Masuklah". Jawab Su Lian
"Yang Mulia, sarapan sudah siap, dan para pangeran serta Nona Ying sudah berada ditempat makan Yang Mulia". Ucap pelayan kediaman sambil membungkukkan badannya.
"Baiklah, kau bisa pergi sekarang". Singkat Su Lian yang kemudian berjalan menuju ke Ruang makan dengan wajah datarnya.
"Pria genit itu lama sekali, setiap hari membuat susah saja". Gumam Ah Ying .
"Hei kakak ipar, sejak kapan kau kenal dengan kakak kedua?". Tanya Haocun tanpa berbasa basi.
"Mungkin semenjak aku keluar dari hutan kematian".
"Ehh kau dari hutan Kematian Kakak ipar? Bagaimana bisa kau bertahan di dalam hutan menakutkan itu?".
" Iya memangnya kenapa? bukankahh seperti hutan biasa?".
"Apa kau tidak tahu kalau hutan kematian itu banyak sekali dihuni binatang buas dengan tingkat spiritual yang lumayan tinggi, sedangkan di Dunia bawah ini Kultivator tertinggi adalah di Ranah Raja tingkat puncak, selebihnya hanya orang dari Dunia atas yang bisa menembus ranah tersebut". Jelas Haocun.
__ADS_1
"Binatang buas ya, selama aku disana aku tidak menemukan binatang apapun, bahkan banyak sekali tumbuhan obat langka yang tumbuh disana. Dan oh ya siapa kultivator tingkat Raja di Kekaisaran ini?". Jawab Ah Ying jujur apa adanya.
"Yang paling tinggi adalah Kakak Su Hao,dia mencapai Ranah Raja tingkat dua nona,sedangkan kami berada di tingkat satu Ranah Raja, Hanya Kakak Su Lian yang tidak bisa kami tebak di tingkat berapa kultivasinya". Jelas Haocun kembali.
"Begitu yaa, ".
Apa mungkin Su Lian tidak berkultivasi, ahh tidak mungkin, dia saja mempunyai elemen petir dan air. Atau jangan jangan Dia lebih tinggi dari tingkat kultivasiku? tapi bagaimana bisa diakan dari Dunia bawah? Apa dia orang atas yang menyamar?. gumm Ah Ying sembari mengernyitkan dahinya.
Dari balik pintu ruang makan tersebut terdengar langkah kaki yang akan memasuki ruangan tersebut.
"Kalian sudah disini?".Tanya Su Lian sembari menuju tempat duduk dekat Ah Ying .
"Kenapa kau Lama sekali.. kami lelah menunggumu". Ucap Ah Ying sedikit menggerutu .
"Maafkan Pangeran ini Ying'er, pangeran ini banyak sekali pekerjaan jadi datang terlambat". Jelas Su Lian.
"Yasudah karena kau sudah datang mari kita mulai sarapannya". Ucap Ah Ying dan diangguki semuannya.
Setelah selesai sarapan pagi Su Lian dan yang lain segera kekandang kuda untuk mengambil kuda untuk melakukan tugas masing masing.
"Kalian berdua pergilah ke kamp para tentara, aku akan pergi ke Hutan Matahari dahulu bersama Nona Ying, kalian tunggulah disana , setelah selesai kami akan menyusul kalian".
"Apakah kami tidak boleh ikut ke Hutan Matahari kakak?". Tanya Haocun.
"Baiklah kami mengerti". Ucap Tianzi sembari menaiki kudanya .
"Kalian berdua berhati hatilah, mungkin setengah hari kalian akan sampai di kamp para tentara, bilang pada mereka bahwa aku akan datang terlambat".
"Baik kakak, kalian pun juga berhati hatilah dijalan, kami pamit dulu". Ucap Haocun dan Tianzi sembari meninggalkan kediaman Su Lian di desa Hao.
Kedua pangeran segera memacu kudanya untuk menuju perbatasan, sedangkan Ah Ying segera berganti pakaiannya menjadi pakaian bertarung, yang kemudian menunggu Su Lian di depan gerbang kediaman.
"Nona Ying kami pamit, kami berangkat dulu,". Teriak Haocun yang sudah cukup jauh dari tempat berdirinya Ah Ying.
"Kalian Hati hati dijalan". Ucap Ah Ying sambil berteriak.
Tak butuh waktu lama Su Lian segera menghampiri Ah Ying di dekat Gerbang kediamannya dengan menaiki kuda Hitamnya yang gagah dan tinggi.
"Ying'er, ayo kita pergi". Ucap Su Lian sembari mengulurkan tangannya kepada Ah Ying yang masih belum menaiki kuda.
__ADS_1
"Butuh waktu berapa lama menuju hutan itu?".
"Mungkin Lima belas menit".
"Cukup dekat yaa,". Singkat Ah Ying sembari menerima uluran tangan Su Lian kemudian duduk di depan Su Lian .
Mereka berdua segera pergi meninggalkan Kediaman menuju Hutan Matahari yang tak jauh dari Desa Hao.
Setelah menempuh kurang lebih Lima belas menit merekapun sampai di depan Hutan matahari yang ditumbuhi pohon yang begitu tinggi tinggi.
"Sudah sampai Ying'er". Ucap Su Lian.
" Apa kita akan masuk?". Tanya Ah Ying.
"Tentuh,, kita harus memasuki hutan Matahari hingga di tengah tengah hutan lebat itu, baru kita mulai membuka segelmu Ying'er" .
"Hmm ya ya ya".
Mereka berdua segera berjalan kaki menuju tengah hutan matahari,Kuda mereka di tali di bawah pohon besar pinggiran hutan.
Setelah menempuh perjalanan sekitar Satu jam lebih mereka akhirnya menemukan tengah tengah hutan Matahari itu yang bertandakan batu gepeng yang cukup besar di tempat itu.
"Kita sudah sampai, dan kau lihat batu besar itu Ying'er, kita akan membuka segelmu disana". Ucap Su Lian sembari menunjuk Batu besar yang dimaksud.
"Baiklah , aku akan naik ke batu itu". Jawab Ah Ying yang kemudian melangkah menuju batu besar itu dan naik menggunakan Ilmu meringankan tubuh.
Su Lian yang melihat Ah Ying sudah berada di atas batu , segera diamelakuka. hal 6ang sama untuk menyusulnya.
Ah Ying segera duduk bersila dengan menopang tangannya di atas pahanya, begitupun deNgan Su Lian, hanya saja tangan Su Lian menangkup kedua tangan Ah Ying yang terbuka tersebut .
"Apa Kau siap merasakan sedikit rasa sakit Ying'er?".
"Aku siap dan aku akan menahannya". ucap Ah Ying dengan mantap.
"Aku berharap kau bisa bertahan Ying'er".
"Tentu, jangan meragukanku". Jawab Ah Ying pasti.
"Ying'er, apapun yang terjadi jika kau mendapat ingatanmu kembali, kumohon jangan tinggalkan aku lagi".
__ADS_1
"Aku berjanji, jika aku mengingat semuanya aku tidak akan meninggalkanmu lagi". Ucap Ah Ying tanpa sadar mengatakan kata kata tersebut di depan Su Lian.
Akhirnya mereka berdua memulai berkultivasi ganda untuk membuka segel ingatan dan kekuatan yang menyegel di diri Ah Ying.