Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
60. Chen feng


__ADS_3

Matahari mulai menyapa pagi di Sekte Naga Putih, Liburan musim semi pun sudah berakhir dan para murid Sekte


Naga Putih mulai kembali ke sekte untuk mulai aktivitas kembali.


Hanya Ada beberapa ratus orang siswa di sekte, yang terbagi dari beberapa keahlian seperti Alkemis, Seni Bela diri, dan beberapa keahlian lainnya. Masuk ke sekte Naga Putih memanglah sangat Sulit karena perlu beberapa seleksi ketat untuk para Siswa baru yang akan memasukinya.


Matahari yang sudah berada di atas kepala tepatnya Tengah hari, Ah Ying baru beranjak bangun dari tidur nyenyak nya. Tidak ada yang membangunkannya sejak pagi. Dia terbangun sendiri karena perutnya mulai berbunyi tanda merasa dia Kelaparan.


"Hoammm.. sudah Siang ternyata, Uhhh aku lapar sekali". Ucap Ah Ying sembari mengusap perut tipisnya.


"Tapi malas sekali jika harus keluar.. Hoammm" . Gumam Ah Ying.


Kemudian terdengar Suara Derit pintu terbuka yang memperlihatkan Dua pelayan yang membawakan dua nampan besar yang berisi makanan .


"Selamat Siang Nona, silahkan anda makan siang terlebih dahulu". Icap salah satu pelayan tersebut.


"Terimakasih, ternyata Kalian mengetahui bahwa aku sangatlah lapar". Ucap Ah Ying sembari mengambil mangkuk nasinya dan kemudian mulai makan.


"Kalau begitu, kami pamit undur diri Nona".


"Silahkan, Oh ya , setelah alu selesai makan. Tolong siapkan Air hangat ya, aku ingin berendam".


"Baik Nona".


Dua pelayan itu segera pergi meninggalkan Ah Ying yang sedang Fokus menyantap semua makanan di atas dua nampan besar tersebut.


Seperti seorang yang lama tidak makan, Ah Ying memakan makanannya tanpa ada kata anggun di setiap suapnya, sehingga hidangan sebanyak itu sudah habis dalam waktu yang sangat singkat.


"Kenyannngggg....". Gumam Ah Ying sembari bersendawa.


Tepat setelah ia Selesai makan siang, Pelayan tadi sudah selesai menyiapkan Air Hangat yang ditaburi Minyak mawar dan juga bunganya .


"Nona, Air anda sudah siap".


"Terimakasih, ".


Ah Ying segera memasuki kamar mandi untuk berendam menyegarkan dirinya yang beberapa hari lalu tidak sempat karena perjalanan ke sekte yang lumayan jauh.

__ADS_1


Di Aula Sekte...


Terlihat semua murid sudah berkumpul di dalam Ruangan yang cukup besar tersebut, mereka semua saling pandang satu sama lain tentang apa yang menyebabkan mereka berkumpul di Aula utama itu.


"Ada apa Tetua mengumpulkan kita? apa ada sesuatu yang baru ya?".


"Entahlah, Kudengar dari pelayan Tetua Pemilik, Cucu nya kini berada di Sekte kita".


"Cucu?, bukankah Keluarga Jendral Wu Sudah mati semua,jangan jangan irang itu hanya mengaku ngaku".


Para murid saling berbisik satu sama lain, yang tak sedikit kata kata yang kurang menyenangkan terdengar di telinga Kakek Wu Yen, tetapi tidak pernah Ia Pikirkan dengan serius.


"Baiklah Semua,,mohon perhatiannya". Ucap Salah satu guru di Sekte tersebut .


"Saat ini kami mengumpulkan kalian untuk memperkenalkan kalian Guru baru di Sekte kita ini. Dan memperkenalkan Sang Cucu pewaris Sekte ini".


Mereka yang mendengarnya semakin penasaran akan apa yang dikatakan Salah satu Guru di Sekte Naga Putih.


Kemudian terlihatlah seorang Pria gagah nan tampan berjalan menuju depan kerumunan para Siswa, dengan menggunakan Baju berwarna Ungu tua dengan Motif naga perak membuat si pemakai terlihat begitu Gagah dan mempesona.


"Wahh,, bukankah itu Pangeran Agung yang tampan itu, siapa namanya.. Su.. Suu.. Su Lian ya Su Lian?". Ucap salah satu murid , membuat seluruh orang memperhatikan Su Lian berjalan dengan Anggun.


"Bangunlah, Senior tidak perlu terlalu sopan kepada pangeran ini".


"Itu sudah menjadi kebiasaan kami pangeran". Jawab guru itu yang diangguki oleh rekan rekannya.


"Baiklah, lain kali panggil saja Guru Lian".


"Baik Pangeran".


Su Lian segera duduk di kursi yang sudah di persiapkan, tepatnya di dekat pemilik Sekte.


"Selamat datang Pangeran". Sapa Guru tertua yang bernama Chen An atau biasa dipanggil Guru An atau Tetua An.


"Terimakasih Tetua An, Lama tidak bertemu denganmu".


"Hhhe, kau ini pasti sangat sibuk membantu kakakmu yang B*d*h itu".

__ADS_1


"Tentu saja tidak , aku lebih senang dengan urusanku sendiri dari pada ikut campur urusan Orang itu Tetua" ...


"Kau benar, itu lebih bisa membuatmu lebih tenang".


Mereka berdua saling berbincang dan bertukar pengalaman satu sama lain tanpa menghiraukan orang orang disekitarnya, hingga Sang pembawa acara memanggil nama Su Lian untuk maju ke depan para Siswa yang menunggu..


"Baiklah, mari kita mulai. Di mohon untuk Pangeran Su Lian untuk berdiri disini". Ucap Pembawa Acara tersebut .


Setelah berdiri sejajar dengan pembawa Acara, Su Lian kemudian tersenyum ramah kepada para Siswa yang berada di dalam ruangan tersebut, hingga membuat siswa perempuan histeris melihat senyum tampannya..


"Baiklah, perkenalkan Ini adalah Pangeran Agung Negeri Qin. Mungkin kalian sudah mengenalnya. Kabar baiknya, dia akan menjadi Guru baru Di sekte kita".


Sorak gembira para murid membuat sedikit kegaduhan di dalam Ruangan, sehingga pembawa acara tersebut segera menghentikan kegaduhan mereka.


"Sudah sudah Hentikann, biar Saya lanjutkan kembali". Ucap Pembawa acara sedikit berteriak , hingga membuat siswa siswa tersebut berhenti sejenak.


Seiring mereka Terdiam, terdengarlah suara langkah kaki menuju Ruangan yang mereka tempati saat ini.


Kakek Wu Yen yang tahu siapa pemilik langkah kaki itu hanya tersenyum di atas kursi kebesarannya, berbeda dengan para murid yang masih menebak nebak siapa pemilik langkah kaki tersebut.


Setelah beberapa saat akhirnya pemilik langkah kaki tersebut kini sudah terlihat. Ah Ying yang menggunakan Gaun cantik senada dengan Warna baju Su Lian sehingga mereka terlihat serasi.


"Cantik sekalii".


"Ohh apakah ini yang di namakan Dewi turun dari langit?".


" Gadis yang sangat cantik, bisakah aku berteman dengannya" .


Para siswa pun juga saling berbisik tentang Ah Ying yang tidak menggunakan Cadar seperti biasanya. Kecantikan Ah Ying yang memanglah seorang Dewi , menghipnotis mata para Pria yang melihatnya,bahkan para Wanita juga mengagumi kecantikan Ah Ying .


Ah Ying berjalan santai menuju tempat duduk di dekat Sang Kakek yang berada tepat di sebelah Su Lian. Setelah Sampai , ia pun tak lupa memberi salam kepada para guru dan tetua pemilik sekte.


"Salam para Tetua, Salam kakek".


Kakek? Mereka semua terkejut mendengar Ah Ying memanggil Tetua pemilik dengan sebutan Kakek, Yang ternyata salah satu Anak Jendral Wu masih hidup sampai sekarang. Sayangnya para murid segera di beritahukan bahwa tidak boleh membocorkan tentang identitas Ah Ying . Jika semua itu Bocor, maka mereka akan mendapat hukuman.


Ah Ying segera mengedarkan pandangannya hingga ia menemukan sosok Pria tampan yang juga sedang memandangnya di tempatnya sekarang.

__ADS_1


"Bukankah itu Chen Fen? Teman agenku di Duniaku dulu". Gumam Ah Yong sembari menggaruk kepala yang tidak gatal.


__ADS_2