
Su Qiang kembali bertanya kepada Ling Xue dengan nada yang sudah mulai melunak.
"Bagaimana kau bisa membantuku?". Tanya Su Qiang.
Ling Xue pun segera berbisik tentang Rencana Ah Yue yang diberitahukan kepadanya Su Qiang Yang mendengarnya segera bersiap untuk pergi menuju Dunia Gelap.
"Kenapa kau membantuku?". Tanya Su Qiang.
" Karena aku tidak mau seseorang yang kusayang harus bersedih. Yah... walaupun tidak harus denganku. Aku Tahu kau sangat mencintai Dewi itu Qiang".
"Kalau begitu, tidak perlu membuang waktu secepat mungkin kita ke Dunia Gelap". Ucap Si Qiang.
"Tentu, ikuti aku". Ling Xue pun segera menunjukkan jalan yang terlihat berbeda dari tempat biasanya yang menuju Dunia Gelap. Su Qiang yang sebenarnya merasa curiga tetapi lebih memilih diam dan melihat apa yang akan dilakukan oleh Ling Xue tersebut.
Ling Xue pun berhenti di sebuah goa kecil seukuran manusia , ia segera mengeluarkan token hitamnya dan menggesekanya ke Goa tersebut hingga pintu Goa tersebut berubah menjadi sebuah pintu Kayu yang tidak terlalu besar.
Ling Xue pun memasuki pintu tersebut diikuti oleh Su Qiang.
Terlihat sebuah Hutan di atas Gunung di Dunia Gelap, Hutan yang sangat Familiar bagi Su Qiang .
"Hutan Tengkorak". Gumam Su Qiang.
"Kau benar Su Qiang, ini memang Hutan Tengkorak ".
Su Qiang melihat sekelilingnya dengan seksama hingga ia menemukan Goa kecil yang pernah ia lewati dengan Ah Yue waktu pengejaran lalu.
"Kita masuk ke Goa itu". Ucap Ling Xue sembari berjalan mendahului Su Qiang.
Tanpa Bertanya Su Qiang pun masih terdiam dan mengikuti Ling Xue dari belakang.
Mereka menyusuri Goa dalam diam hingga mereka menemukan Goa bercabang dan berhenti di tengah tengahnya.
" Di petunjuk, ada pintu rahasia di sekitar Goa ini.. Hmmm... Yang mana ya kira kira". Ucap Ling Xue sembari menyangga dagunya memperhatikan sekelilig Goa tersebut hingga matanya menangkap Sebuah lilin yang berbeda dari Yang Lainnya, kemudian ia pun segera melangkah mendekati Lilin tersebut.
__ADS_1
"Hei Dewa Qiang, kemarilah". Panggil Ling Xue kepada Su Qiang.
Su Qiang Pun segera mendekatinya tanpa bertanya apapun.
"Coba perhatikan, Lilin ini bukankah sangat berbeda dari yang Lainya". Tanya Ling Xue.
"Sepertinya begitu". Jawab Su Qiang dengan sangat singkat.
"Kalau begitu kau awasi sekitar, aku akan mencari tombol atau apapun itu disekitar lilin ini.. Hmm atau Lilin inilah kuncinya?". Ucap Ling Xue yang kemudian menarik lilin tersebut kebawah. Dan benar, Setelah lilin tersebut di tarik kebawah tembok di sampingnya mulai bergetar dan bergeser terbuka.
Mereka berdua segera memasuki pintu tersebut, karena dalamnya terlihat sangat gelap Su Qiang dan Ling Xue pun menjentikkan jari mereka hingga munculah api spiritual di tangannya seiring dengan pintu rahasia tersebut yang tertutup kembali.
Terlihatlah sebuah Ruangan rahasia yang di dalamnya terdapat banyak sekali senjata seperti pedang dan Yang lainnya, Terlihat senjata senjata tersebut berjajar rapi dan masih sangat terawat menandakan semua itu masih ada yang menjaganya.
Ling Xue pun berhenti mendadak hingga Su Qiang yang sedang mengamati menabrak Ling Xue hingga mereka hampir terjatuh bersama.
"Awww... Kau bisa lihat tidak di depanmu itu ada orang". protes Ling Xue.
"Ck, masih saja Acuh denganku.. Dengarkan aku, Aku hanya bisa mengantarmu disini. Aku punya tugas lain di Dunia Gelap ini, di pintu itu tempah Ah Yue di sekap. Aku akan Keluar menjalankan Tugas lain dari Wanitamu itu, untuk menyelamatkannya kuserahkan padamu saja. Ingat Kau harus berhati hati" Jelas Ling Xue kepada Su Qiang.
"Iya, Terimakasih". Singkat Su Qiang yang kemudian berlalu dari hadapan Ling Xue hingga membuat Ling Xue melotot tak percaya dengan sikap Dewa Perang yang awalnya ia dambakan menjadi Suaminya.
"Aghh terserah, mau kau acuh atau tidak aku tidak peduli. Huhh dasar Es". Ucap Ling Xue yang kemudian ikut berlalu dari tempat tersebut.
"Huh, kenapa aku dulu bisa sesuka itu dengannya.. ". Runtuk Ling Xue di perjalanan keluar Tempat tersebut.
Sedangkan Su Qiang pun segera berjalan menuju tempat yang dimaksudkan Ling Xue. Dengan perlahan ia membuka knock pintunya, setelah terbuka terlihatlah sosok Gadis yang dirantai tangan dan kakinya dengan pakaian yang sudah tercabik cabik berlumuran darah.
"Yue'er..". Ucap Su Qiang yang kemudian segera menghampiri Ah Yue yang terlihat Pingsan.
"Yue'er, kumohon bangunlah, apa kau bisa mendengarku ?". Ucap Su Lian sambil menggoncang tubuh Ah Yue.
Dengan kekuatannya, Su Qiang segera melepas ikatan tangan dan kaki Ah Yue kemudian segera memangkunya untuk membangunkannya.
__ADS_1
"Akhirnya kau datang juga Su Qiang". Ucap Ah Yue dengan suara Parau.
"Kau ,, bagaimana keadaanmu Yue'er?". Tanya Su Qiang khawatir.
"Hhh aku tidak apa apa". Jawab Ah Yue yang kemudian terbangun dan berdiri menggerak gerakkan badannya.
Su Qiang pun melihatnya bingung dan kemudian ikut berdiri dan mendekati Ah Yue.
"Tapi lukamu Yue'er?". Tanya Su Qiang.
"Sstt lihatlah". Ah Yue kemudian mengeluarkan kekuatannya hingga luka luka di tubuhnya menghilang, dan pakaian yang ia kenakan tadi berubah menjadi pakaian yang sangat indah.
"Bagaimana bisa?". Tanya Su Qiang yang masih saja bingung.
"Nanti ku ceritakan, karna kau sudah datang maka ikuti aku. Kita harus segera menyelesaikan semua ini Dewa Qiang". Ucap Ah Yue.
"Baiklah, kau berhutang penjelasan kepadaku".
Mereka berdua segera keluar dari ruangan tersebut sembari Ah Ying menceritakan Rencananya itu, Mereka mengendap endap saat melihat Para prajurit yang sedang bersantai dan dengan secepat kilat mereka berdua berhasil melumpuhkan Para Prajurit tersebut.
Setelah prajurit itu mati, mereka melanjutkan dengan semua prajurit yang mereka temui. Satu persatu penjaga telah di lumpuhkan oleh mereka berdua. Sedangkan di dalam Istana Raja Iblis tidak mengetahui penyerangan diam diam tersebut, hingga masih saja meneruskan makan malam mereka.
Tidak membutuhkan waktu Yang Lama, mereka berdua berhasil melumpuhkan hampir semua prajurit Kerajaan Iblis tersebut, hingga mereka berhenti Di sebuah Ruangan yang di dalamnya terdapat Raja Iblis dan Para bangsawan dan menteri yang sedang mengadakan Rapat Tertutup.
"Kalian tenang, aku sudah melumpuhkan Dewi itu. Ck .. kukira Dia gadis yang tangguh ternyata tidak. Jadi Kalian tidak perlu Khawatir". Ucap Raja Iblis kepada para bangsawan tersebut.
"Anda Memang Hebat Yang Mulia, dengan begitu kita akan lebih mudah merebut Tahta Kekaisaran Langit".
"hahahha, kalian benar, dengan lumpuhnya Gadis itu kita bisa membuatnya menjadi sandera agar Kaisar Tua itu mau menyerahkan Tahtanya kepadaku.. Hahhaha".
"Hidup Yang Mulia Kaisar Iblis...". Ucap Para orang yang hadir secara serentak.
Sedangkan di Luar Ruangan Ah Yue dan Su Qiang pun tersenyum miring mendengar Apa yang diucapkan di dalam sana.
__ADS_1