
Ah Ying yang melihat Pak Tua itu bersimpuh dikakinya mendadak bingung , ada apa dengan pak tua itu sehingga dengan cepat berubah sikapnya dengan cepat.
"Ampuni bawahan ini Dewi Agung, ampuni hamba yang tidak mengetahui bahwa anda adalah Dewi Agung yang diramalkan itu". Ucap Pak Tua tersebut.
"Kau kenal denganku?". Tanya Ah Ying yang masih bingung.
"Tentu saja dewi, Pusaka Langit yang berbentuk jepit rambut yang anda kenakan adalah milik Dewi Agung,dan menurut Ramalan bahwa Rengkarnasi Sang Dewi Agung akan kembali mengguncang Empat dunia". Jelas Pak Tua tersebut.
"Lalu siapa Kau?". Tanya Ah Ying.
"Hamba Dewa Pengendali yang menjaga Hutan Alam Berkabut ini Yang Mulia Dewi, Nama Hamba Yongrui".
" Bangunlah jangan seperti itu".
"Terimakasih dewi".
"Sekarang lebih baik carikan kami tempat bermalam, hari sudah semakin larut dan aku harus melanjutkan perjalanan besok". Ucap Ah Ying.
"Anda dan yang lain bisa beristirahat di Goaku Dewi".
"Tunggu sebentar, aku akan memanggil Yang Lainnya".
"Baik Dewi".
Ah Ying Pun segera menghampiri Su Lian yang masih dalam posisi duduk bersila untuk pemulihan.
Ah Ying yang melihatnya segera menjentikkan jarinya hingga muncul cahaya kecil sebesar kelereng yang kemudian ia masukkan lewat dahi Su Lian.
Su Lian yang menerima cahaya tersebut kini badannya bergetar hebat hingga mengeluarkan seteguk darah hitam dari mulutnya . Setelah mengeluarkan darah hitam, mata Su Lian kemudian terbuka. rasa sakit yang tadi ia rasakan kini sembuh dengan sendirinya , luka akibat serangan Kalajengking tadi juga menghilang tanpa bekas .
"Apa Kau yang melakukannya Ying'er?". Tanya Su Lian.
"Yah, seperti yang kau lihat. Ku kira kau ingat bahwa aku bisa menyembuhkanmu seperti Masa lalu itu".
"Hehe maafkan pangeran ini yang benar benar lupa Ying'er". Ucap Su Lian sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Huh dasar, sudahlah panggil prajuritmu itu lalu kita beristirahat di Goa Milik Dewa Pengendali yang menjaga Hutan Ini".
"Dewa pengendali? Tunggu sebentar..... Maksutmu Si Tua Yongrui itu?". Tanya Su Lian sambil mengingat ingat.
"Dan tebakanmu tidak salah Lian". Jawab Ah Ying dengan santai.
__ADS_1
"Jangan Bilang kalau Dewa rendahan itu yang ada di balik semua ini, awas saja akan ku injak injak batang hidungnya jika benar dia yang merencanakan semua ini". Ucap Su Lian dengan gemas ******* ***** tangannya sendiri.
Ah Ying yang melihat Su Lian seperti itu hanya bisa tertawa nyaring yang kemudian segera membantu Su Lian berdiri.
"Sudah, Hari sudah sangat larut cepat panggil semua prajuritmu itu. Aku lelah sekali.. Hhhhoooaasmmmm".Ucap Ah Ying sembari menguap karena kantuk mulai menyerangnya.
Su Lian yang melihat Ah Ying sudah mengantuk, segera ia memanggil para prajurit bawaannya untuk segera mengikuti mereka berdua.
"Yasudah Ayo aku antarkan ke Dewa Tua itu". Ucap Ah Ying yang kemudian memimpin jalan.
Setelah sampai di tempat Yongrui berada Su Lian segera memastikan benar benar orang tua yang berdiri tak jauh darinya.
"Salam Dewi Agung, Salam....... Eh... Dewa Perang tingkat Satu, Su Qiang" . Ucap Yongrui yang terkejut melihat Su Lian.
Su Lian yang dipanggil dengan nama Aslinya segera mendatangi Yongrui kemudian membekap mulutnya. Tak Lupa ia berbisik kepada Yongrui agar tidak ada yang mendengar mereka berdua.
"Hei Dewa B*d*h, jangan kau sebut nama asliku dan Ah Yue di depan orang orang Dunia Bawah , kami disini sebagai manusia biasa bukan makhluk abadi". Bisik Su Lian.
"Begitu ya, maaf Dewa, lalu aku bisa memanggil kalian apa?". Bisik Yongrui dengan wajah bodohnya.
"Kau panggil aku pangeran agung Su Lian, dan dia, panggil Nona Ying saja". bisik Su Lian lagi.
"Oke, oke".
"Kalian jangan hiraukan kata kata pak tua yang sering berkhayal ini, Maaf Pangeran orang tua ini tidak tahu kedatangan anda dan Nona Ying". Ucap Yongrui kikuk.
"Tidak apa, sekarang pimpin jalan". Ucap Su Lian kemudian mengekor dibelakang Yongrui diikuti Ah Ying yang sedari tadi menahan kantuknya dan para prajurit bawaan Su Lian.
Merekapun segera berjalan ke Gua tempat tinggal Yongrui yang ternyata tidak jauh dari tempat mereka tadi. Setelah Sampai, Yongrui segera membuka pintu dimensi di depan mulut Goa. Setelah Yongrui selesai merapalkan mantra, Muncullah cahaya transparan yang berada di Mulut Goa tersebut.
"Mari masuk, Pangeran, Nona Ying dan Yang lainnya". Ucap Yongrui mempersilahkan masuk.
Mereka semua pun memasuki cahaya transparan yang berada di Mulut Goa tersebut, setelah mereka benar benar memasukinya , alangkah terkejutnya mereka yang ternyata dibalik cahaya transparan itu bukanlah Goa, melainkan kediaman yang begitu megah seperti Istana Kaisar, tetapi ini lebih megah dari Istana.
Ah Ying yang tadinya mengantuk kini terbelalak matanya karena melihat kemewahan dan keindahan Mansion megah dibalik Goa yang begitu menakutkan.
"Ini Kediamanmu pak tua?" Tanya Ah Ying.
"Benar Nona, ini tempat tinggal Sederhanaku, silahkan masuk". Ucap Yongrui dengan merendah.
"Kau ini jangan terlalu merendah, ini tidak layak disebut kediaman melainkan Istana Yongrui". Ucap Su Lian yang memang mengagumi Kediaman Yongrui.
__ADS_1
"Ah anda bisa saja Pangeran". Ucap Yongrui tersipu malu.
Mereka segera memasuki kediaman megah tersebut. Di dalam terdapat banyak sekali pelayan yang masih berlalu lalang untuk menyiapkan kamar untuk tamu dadakan malam ini.
"Pangeran, Ini kamar anda dan yang disebelah untuk Nona Ying. Dan Untuk para prajurit kalian ikuti pelayanku satu ini , dia akan menunjukan kamar kalian masing masing". Jelas Yongrui.
"Terimakasih pak Tua". Ucap Ah Ying yang langsung masuk ke kamarnya.
"Kalau begitu saya permisi pangeran".
"Pergilah, aku juga akan beristirahat".
Yongrui pun pergi meninggalkan mereka dan segera menuju kamarnya sendiri untuk beristirahat, karena sudah tengah malam dan besok masih banyak tugas yang akan dilakukan.
####
Pagi mulai menyapa, burung burung mulai berkicau dan matahari sudah mulai meninggi. Ah Ying yang baru bangun dari mimpi indahnya kini berjalan menuju jendela kamarnya untuk melihat suasana pagi di tempat Dewa Pengendali tersebut.
"Kupikir ini Goa yang menakutkan, nyatanya tidak. Indah sekalii". Gumam Ah Ying.
Ah Ying yang selesai menikmati pemandangan dan segarnya udara pagi segera ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, Ah Ying segera keluar kamar untuk pergi menemui Su Lian. Setelah membuka pintu kamar ternyata Su Lian sudah berdiri tegak di depan pintu kamarnya dengan senyum genitnya yang membuat Ah Ying mual.
"Kupikir tadi kau masih asik dengan mimpimu". Ucap Ah Ying.
"Tentu saja tidak Ying'er, untuk apa bermimpi jika impianku ada di depanku". Ucap Su Lian menggombal .
"Dasar genit". Singkat Ah Ying.
Ah Ying pun segera berjalan keluar dari Kediaman itu menuju halaman yang dimana Yongrui sudah asik berkutat dengan para binatang peliharaannya.
"Selamat pagi Yongrui". Ucap Ah Ying.
"Pagi nona, anda sudah bangun rupanya". Sapa Yongrui.
"Tentu saja, ini semua peliharaanmu?". Tanya Ah Ying.
"Iya Nona, bukankah mereka sangat menggemaskan". Ucap Yongrui.
"Menggemaskan apanya, mereka sangat menakutkan bagiku". Ucap Su Lian dari belakang Ah Ying .
__ADS_1
Memang benar, peliharaan Yongrui adalah para siluman , binatang buas sehingga siapa saja yang melihatnya akan ketakutan , apa lagi binatang tersebut sudah berada di ranah yang cukup tinggi.