Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
22. Memasuki Istana.


__ADS_3

memasuki dan berkumpul di halaman kediaman Ah Ying mulai memperkenalkan diri dan menjelaskan peraturan yang dia buat.


Para pelayan yang sudah terbangun segera ikut berkumpul melihat para penjaga baru yang parasnya sangat tampan malah membuat mereka histeris sekaligus antusias atas kedatangan mereka.


"Wahhh tampan tampan sekali, darimana nona mendapatkan semua penjaga tampan ini?".


"Kau benar, mereka sangat tampan, bahkan para pangeran pun kalah dengan mereka".


"Ahhhh beruntung sekali kita mengikuti nona".


Para pelayan itu segera memposisikan diri, menunjukan sikap genit dan menggoda berharap para penjaga tampan itu melirik mereka.


Akan tetapi para penjaga baru itu tetap khidmat mendengarkan penjelasan Tuan rumah.


"Baiklah itu dia peraturan di kediaman ini, aku berharap kalian semua setia terhadapku , dan ada saran atau masukan lainya kalian bisa bicara denganku".


"Baik nona". Ucap salah satu penjaga yang kemudian maju ke depan untuk sekedar bertanya.


"Maaf nona, jika saya boleh bertanya, Jika nantinya nona mendapatkan keabadian dan pergi ke Dunia Atas akankah kami juga mengikuti nona?".


"Tentu, karena kalian dari alam atas kan, tentu kalian harus mengikutinya".


"Terimakasih nona". Ucap salah satu penjaga tersebut .


"Ada yang ingin bertanya lagi?". Tanya Ah Ying memastikannya.


"Tidak nona". Ucap mereka serentak.


"Baiklah kalian boleh memposisikan diri kalian, dan untuk penjaga bayangan kalian ikut aku ke mansion utama, ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian".


"Baik nona". Ucap mereka serempak.


Para penjaga berpakaian putih itu sebagian segera memposisikan diri mereka sedangkan sebagian beristirahat di mansion yang telah disediakan.


Para pelayan yang melihat penjaga penjaga itu pergi dari halaman mansion segera bubar kembali ke pekerjaannya masing masing sambil bergosip ria.


Sedangkan Para penjaga bayangan segera mengikuti langkah Ah Ying menuju mansion utama .


Setelah sampai di mansion utama mereka memposisikan diri masing masing untuk mendengarkan Ah Ying selaku pemilik kediaman.

__ADS_1


"Karena semua sudah berkumpul maka aku tidak akan basa basi kembali, Siapa pemimpin kelompok kalian?".


"Saya nona,nama saya Tiazy".


"Baiklah aku serahkan padamu tanggung jawab tugas penting ini, Hari ini aku akan memasuki istana kekaisaran Qin, aku harap kau dan beberapa anak buahmu mengikuti ku dan sisanya dikediaman , Tugasmu cukup mudah tetapi berbahaya. Aku ingin kau menyelidiki latar belakang dan kelemahan kaisar Qin begitu juga seluruh anggota kekaisaran, sisanya bisa mengawasi ku saat aku berada di istana. Apa kalian mengerti?". Tanya Ah Ying kepada penjaga bayangan.


"Mengerti Nona". Jawab mereka serempak.


"Baiklah kalian makanlah terlebih dahulu, Anchu antar mereka dan para penjaga baru sarapan pagi dan Anchi kau bantu aku berdandan , dan minta pelayan lain untuk menyiapkan sarapan untukku". Ucap Ah Ying yang kemudian di angguki oleh kedua pelayan kembar tersebut.


"Qiqi kau harus ikut oke, aku sebenarnya sangatlah malas bertemu bedebah itu, hufh". Ucap Ah Ying dengan nada lesutak berdaya.


"Kau tenang saja nona kita akan memulai permainannya".


"Kau benar...".


"Ayo kita membersihkan diri dulu nona, lalu berdandan , lalu makan pagi... hahhh aku laparrr". Ucap Qiqi dengan mengelus elus perut kecilnya yang mengeluarkan suara gemuruh tanda dia sedang lapar.


Ah Ying yang melihat tingkah laku Qiqi pun tertawa saking gemasnya tak lupa mencubit pipi mungil Binatang kontraknya itu.


Mereka berdua segera bersiap untuk menghadiri undangan Kaisar negara Qin, Ah Ying mengenakan pakaian yang tidak terlalu mewah tetapi masih tampil mempesona.


Ah Ying mengenakan pakaian dengan warna biru laut bergambar sebuah burung Phoenix es di sudut pakaiannya ditambah jubah Biru Sedikit tua yang sama mempunyai motif phoenix es di bagian pundak dan belakang jubah , Rambut panjangnya disanggul setengah dengan sederhana tak lupa kedua Tusuk Konde senjata spiritualnya yang selalu dia bawa, dan hanya diberi hiasan sederhana di samping kanan rambut yang menambah kesan elegan bak seorang dewi es yang turun saat musim dingin.


Sedangkan Qiqi yang selalu memakai pakaian berwarna putih tidak kalah menawannya , Dia memakai pakaian putih dan dibalut jubah putih yang bermotif naga yang menggunakan benang emas menambah kesan mewah jika dipakainya, tak lupa sepatu boat senada dan diberi motif Dua naga segera menyelimuti kaki kecilnya, Tak lupa Rambut panjang yang menjuntai itu di sanggul setengah sepertu Ah Ying yang hanya disanggul sederhana, tak lupa menggunakan Jepit rambut yang berbentuk seekor naga.


Setelah selesai bersiap dan sarapan, mereka segera menuju Istana menggunakan kereta kuda Jendral Wu yang sedikit di modifikasi hampir seperti gerbong dari istana.


"Nona apakah kau sudah siap!!?". Teriak Qiqi dari balik pintu kamar Ah Ying.


"Tentu, sebentar aku akan berjalankesana".


"Nona, apakah nona akan membawa kami atau salah satu dari kami?". Tanya Anchi kepada Ah Ying.


"Ah ya aku hampir lupa, Aku akan membawa kalian berdua, Ini pakailah pakaian ini, aku tidak ingin kalian berpakaian sederhana seperti itu". Ucap Ah Ying sembari menyodorkan dua pakaian yang sederhana namun terkesan indah dengan kain sutra pilihan dan berwarna merah membuat pelayan itu seperti para putri bangsawan .


"Tapi Nona ini terlalu indah".Ucap Anchu


"Aku tidak menerima penolakan, cepat berganti lah, aku akan menunggu kalian diluar" . Ucap Ah Ying kembali sembari meninggalkan kamar menuju Qiqi diluar Kamar

__ADS_1


"Kau sangat lama nona".


"Maaf Qiqi aku harus mendandani mereka berdua agar pantas mengikuti kita, yasudah kita tunggu didepan saja ayo".


"Baiklahh Tuan Putrii". Ledek Qiqi membuat Ah Ying gemas ingin mencubit Pipinya tetapi karena Qiqi berlari Ah Ying mengurungkan niatnya.


Setelah sepuluh menit berlalu akhirnya Anchi dan Anchu segera menyusul kedua nonanya yang sudah terlebih dahulu menunggu di depan kediaman.


"Huh huhh maaf nona , kami terlambat". Ucap Anchi yang ngos ngosan karena berlarian agar tidak lama menunggu mereka.


"Sudahlah , ayo kita berangkat". Ucap Ah Ying diangguki pelayan kembar itu sembari membantu Qiqi dan Ah Ying menaiki gerbongnya.


"Nona maafkan kami ya". Ucap Anchu kali ini setelah sama sama memasuki gerbong.


"Kalian ini, sudahlah tidak perlu merasa ketakutan, kami bukan seperti orang orang yang sombong itu". Ucap Qiqi yang diangguki oleh Ah Ying.


"Tidak apa apa, kalian tidak usah takut, aku tidak akan menghukum sembarangan karena kesalahan kecil".


"Terimakasih nona". Ucap si kembar bersama-sama dengan bernafas lega.


Di dalam perjalanan mereka bersenda gurau tidak melihat setatus satu sama lain, membuat kehangatan tersendiri bagi Tuan dan para pelayan itu.


Lima belas menit sudah mereka melakukan perjalanan dan akhirnya sampai di depan Gerbang besar yang menjulang tinggi.


"Akhirnya kita sampai nona, wahhh tinggi sekali gerbangnya". Ucap Anchi terkagum kagum.


"Ssstt,, masukan kepalamu Anchi, nanti kita dapat teguran". Kata Anchu sambul sedikit menarik bahu Anchi.


"Sudahlahh kita bersiap memasuki istana"


Merekapun terdiam menunggu perintah dari sang tuan.


"Maaf Nona, mohon tunjukan token atau yang lainnya nona". Ucap salah satu penjaga.


"Ini". singkat Ah Ying sembari menyerahkan Gulungan undangan dari sang Kaisar.


Penjaga yang melihat undangan tersebut segera mempersilahkan masuk rombongan Ah Ying.


"Nona silahkan masuk, tetapi kereta kuda hanya bisa sampai di gerbang berikutnya nona, nanti akan anda pelayan yang menjemput nona".

__ADS_1


"Baik, rmterimakasih".


Rombongan itu segera berjalan kembali menuju gerbang berikutnya, setelah sampai Kereta kuda dan kusir menunggu di luar gerbang sedangkan Ah Ying dan yang lainnya segera memasuki istana dengan pelayan istana yang sudah menunggunya.


__ADS_2