
Su Lian kini merenung di jendela sembari menatap langit yang mulai menghitam karena hari sudah malam .Dia menatap langit malam yang mulai terlihat bintang bintang mulai menyapa, merindukan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan.
"Salam Yang Mulia Pngeran". Ucap sosok pria berbaju hitam memecahkan lamunan Su Lian .
"Hmmm". Ucap Su Lian singkat.
"Maaf mengganggu waktu anda Yang Mulia, ada hal yang harus saya sampaikan segera". Ucap Pria itu.
"Katakan, dan Dimana Yufeng?". Ucap Su Lian sembari menanyakan Yufeng penjaga rahasia kepercayaanya.
"Kak Yufeng sedang mengalami luka cukup parah Yang Mulia".
"Katakan secara detail jangan bertele tele seperti itu!". Ucap Su Lian dengan wajah dingin.
"Ba.. baik Yang Mulia, Awalnya saat kami menjalankan tugas dari anda Yang mulia tiba tiba ada sekumpulan Tentara bayaran yang menghalangi kami, anehnya mereka seperti di kuasai sesuatu seperti bukan manusia pada umumnya Yang Mulia. Dan Kak Yufeng dan yang lainnya mencoba menghalangi mereka, tetapi banyak di antara kami yang Tewas begitupun Kak Yufeng yang sekarang dalam keadaan Kritis Yang Mulia". Jelas Pria Tersebut.
"Apa kau tahu sesuatu tentang penyerangan itu?".
"Yang saya ketahui hanya dari pedang yang mereka gunakan Yang Mulia, Pedang itu mempunyai simbol khas Prajurit Istana Qin". Jelas Pria itu lagi.
"Baiklah, cukup. Katakan pada Yufeng dan yang lainnya untuk Pindah ke Tempat YuenYang untuk berlindung sebelum aku kembali. Dan ini, Pil obat tingkat tinggi berikan pada Penjaga bayangan yang tersisa terutama Yufeng. Sekarang pergilah". Ucap Su Lian sembari memberikan satu botol porselen yang cukup besar berisikan Pil penyembuhan tingkat satu yang biasanya hanya orang dari Dunia Atas yang mempunyainya.
Penjaga bayangan tersebut segera pergi meninggalkan Su Lian yang kembali merenung di Jendela.
Su Lian segera menyusun rencana selanjutnya agar bisa membantu Ah Ying membalas dendam dan segera naik ke Dunia Atas.
"Aku harus menemui Tetua". Gumam Su Lian yang kemudian Segera beranjak pergi menemui Kakek Wu Yen.
_____
Di dalam Istana Kerajaan Qin...
"Bagaimana?".Tanya Kaisar.
"Kami telah berhasil membunuh beberapa penjaga Bayangan dan melukai Penjaga bayangan kepercayaan Pangeran Su Lian , Yang Mulia Kaisar". Ucap Pria berbaju hitam tersebut.
"Hahahha,, bagus .. bagus ..Sekarang aku mempunyai tugas untukmu".
"Apa itu Yang Mulia".
"Kau pergilah ke Sekte Naga Putih bersama dengan seluruh anak buahmu, kalau perlu bawa kelompok lain. Hancurkan Sekte tersebut, dan bawa Nona Ying dengan keadaan baik baik saja". Ucap Kaisar Hao yang tak lepas dari senyum Liciknya
__ADS_1
"Baik Yang Mulia, tetapi kami perlu satu minggu untuk mencapai Sekte Naga Putih Yang Mulia".
"Yah Kau benar, Tidak apa, Yang penting kau Bawa nona Ying kepadaku apapun yang terjadi".
"Baik Yang Mulia, Saya dan yang lainnya akan berangkat hari ini agar cepat sampai di sana, bawahan ini pamit undur diri Yang Mulia".
"Pergilah".
Kaisar Su Hao yang sedang bangga dengan rencanannya yang berhasil, Dia segera memberitahu sang ibu tentang keberhasilannya.
Kaisar Su Hao berjalan tergesa gesa melewati Lorong lorong istana demi segera menemui Sang Ibu yang selalu mendukungnya selama ini.
"Ibu,, Ibu... ". Teriak Kaisar Su Hao yang masih berada di Luar kediaman Sang Ibu.
"Hei ada apa kau teriak teriak seperti itu Su Hao?". Tanya Ibu Suri.
"Rencana kita berhasil Ibu, dan selanjutnya kita akan mengambil alih Sekte Naga Putih dari Orang Tua itu Ibu".
"Syukurlahhh,, Habisi saja Pak Tua dan adik sampahmu itu. Ibu sudah muak dengan mereka".
"Ibu tenang saja, semua sudah ku atur sedemikian rupa.Kalau saja waktu pembantaian itu aku tahu kalau Mantan Jendral besar berada Di Sekte Naga Putih, mungkin sudah kuhabisi sekalian tanpa menunggu waktu lama".
"Tidak apa Su Hao, yang terpenting nantinya kau bisa mengambil alih Sekte itu".
Saat mereka sedang asik mengobrol, tanpa mereka sadari ada sosok Cahaya Putih yang menguping pembicaraan mereka. Setelah dirasa cukup mendengar, cahaya putih tersebut segera melesat dengan cepat menjauh dari Istana Qin.
_______
Ah Ying yang terbangun dari tidurnya karena merasakan Lapar Yang Luar biasa, karena dia belum makan malam sedari tadi. Dia segera bangun dan ingin berjalan menuju keluar kamar, tetapi sebelum benar benar keluar tiba tiba ada Cahaya putih yang menyilaukan memasuki kamarnya.
Cahaya putih tersebut segera berubah menjadi sosok Pria tampan berbadan kekar yang menggunakan baju serba putih memberi Hormat kepada Ah Ying.
"Salam Dewi". Ucap Pria tersebut.
"Sst, sudah kubilang Jangan memanggilku Dewi jika kita masih di Dunia Bawah ". Ucap Ah Ying sedikit berbisik.
"Hehe, maaf , baiklah Nona".
"Nahh begitu,.. Apa Yang kau dapatkan?". Tanya Ah Ying sambil berjalan menuju tempat duduk yang ada di dekat jendela.
"Kaisar Su Hao sudah memulai rencanannya Nona, Dia sudah menyuruh Tentara terpilih dari istana untuk menghabisi penjaga Bayangan dari Dewa Perang.. Ehh.. maksudku Pangeran Su Lian. Dan sekarang, dia berencana untuk menyerang Sekte Naga Putih ini dalam kurun waktu sepuluh hari dari sekarang Nona. Dan yang terakhir, Dia ingin menculik Nona hidup hidup". Jelas Pria itu yang masih bersimpuh.
__ADS_1
"kau berdirilah, jangan seperti itu. Hmm ternyata dia sudah memulainya, baiklah kalau begitu aku juga akan memulainya juga. Hei siapa nama mu, aku lupa?".
"Li Wang Nona".
"Yaa baiklah Li Wang, sekarang tugasmu bawa seluruh bukti ini ke pengadilan Ibu kota. Dan berikan ini kepada Hakim, katakan pada hakim untuk memberikan keadilan seadil adilnya dan beri dia penjagaan ketat sebelum persidangan".
"Baik Nona".
"Dan satu lagi, Apakah aku bisa meminta prajurit dari dunia atas?".
"Tentu saja anda bisa nona".
"Ehh tidak tidak, Kau panggilkan temanmu saja yang bisa mengendalikan Binatang buas atau spiritual , aku butuh orang kultivator pengendali". Ucap Ah Ying sembari memberikan dokumen yang berisi bukti kejahatan dari Jendral Zhen.
"Baik Nona, saya akan memberi tahu teman saya".
"Baiklah kalau begitu kau boleh pergi".
Pria berbaju serba putih tersebut segera pergi meninggalkan Kamar Ah Ying.
Sedangkan Ah Ying kini yang masih merasa Lapar pun segera keluar kamar untuk mencari Pelayan untuk menyiapkan makanannya.
Saat Pintu kamar terbuka, terlihat meja penuh dengan makanan yang kini di jaga oleh Su Lian yang tersenyum manis kearah Ah Ying.
"Aku sudah menduganya Ying'er, kalau kau pasti lapar". Ucap Su Lian yang masih tersenyum.
"Heheh iya, Sejak kapan kau menungguku?".
"Emm lumayan lama".
"Kalau begitu tadi kau mendengar obrolanku bersama seseorang?".
"Yaa dan tidak". Ucap Su Lian sembari mengetuk ngetuk pipinya.
"Maksutnya? kau ini selalu saja banyak teka teki".
"Hehhe , Aku mendengar beberapa saja tapi tidak jelas Ying'er".
"Emm begitu, Aku akan makan dulu, nanti kuceritakan padamu".
"Baiklah, silahkan makan Nona cantik". Ucap Su Lian sembari tersenyum tipis.
__ADS_1
Ah Ying yang sudah sangat lapar pun tidak menghiraukan Su Lian, Dia segera memakan apa saja yang disajikan di atas meja dengan sangat cepat. Sesekali dia bersendawa karena perut yang sudah penuh. Tetapi masih saja menghabiskan makanan hingga tak tersisa.