
Suara gemercik air dari kolam ikan dekat gazebo tempat Ah Ying bersantai membuat suasana semakin asri dan nyaman.
Ah Ying yang kini sedang merajut layaknya Para Putri bangsawan di kejutkan oleh Su Lian yang tiba tiba datang dari arah belakang.
"Apa aku mengganggumu Ying'er?". Tanya Su Lian.
"Tidak, Duduklah". Singkat Ah Ying.
"Ada yang ingin ku bicara kan denganmu Ying'er".
"Biar kutebak, kau ingin ke Dunia Gelap kan? Dunia para Iblis?". Ucap Ah Ying sembari tersenyum penuh kemenangan.
"Ya seperti yang kau ucapkan Ying'er". Jawab Su Lian.
"Kalau begitu, ayo kita berangkat". Ucap Ah Ying sangat Antusias.
Su Lian melihat Ah Ying yang ternyata sudah berkemas dan bersiap untuk pergi Kedunia Gelap, dengan menggunakan Pakaian perang Ah Ying dengan riasan sederhana dan rambut yang hanya di kucir kuda menggunakan tali sutra berwarna perak.
"Baiklah, mari kita berangkat". Ucap Ah Yung lagi.
"Apa kau akan memperlihatkan tato Dewi mu itu Ying'er?".
"Ehh,, aku hampir melupakannya. Sebentar, aku harus menggunakan jubah ini untuk menutupinya". Ah Ying pun segera mengambil Jubah berwarna senada untuk menutupi tato tangannya itu.
.....
Di perjalanan...
Su Lian tak hentinya memperhatikan Ah Ying dalam diam di setiap perjalanannya. Rasa Rindu, gemas dan sayang menjadi satu di Hati Su Lian.
Xuang Ah Yue, aku akan melamarmu setelah semua ini selesai. Gumam Su Lian dari dalam hati.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh mereka akhirnya sampai di gerbang perbatasan Dunia Atas dengan Dunia Gelap.
"Ying'er, lebih baik kita sembunyikan Aura Dewa Dewi kita agar bisa melewati gerbang itu dengan Mudah".
"Hmm baiklah.. ". Ucap Ah Ying .
Setelah selesai menyembunyikan Aura mereka segera berjalan dengan tenang menuju Gerbang perbatasan Dua Dunia tersebut.
__ADS_1
"Silahkan berhenti terlebih dahulu Tuan dan Nona". Ucap Penjaga Gerbang Dunia Gelap.
Ah Ying dan Su Lian Pun segera berhenti tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada para penjaga Gerbang itu.
"Maaf Tuan, Nona. apa kalian bisa menunjukkan identitas kalian?". Tanya Penjaga itu.
"Ini, aku dan pelayan ku ada urusan dengan salah satu Keluarga Bangsawan di Dunia Gelap". Ucap Su Lian sembari memberikan Token berwarna Hitam.
Ck.. Pelayan.. awas saja kalau nanti , aku akan menggilingmu menjadi adonan jika sudah berada di dalam. Runtuk Ah Ying di dalam hati .
"Baiklah, kalian silahkan masuk". Ucap Penjaga itu.
"Tunggu!!". Ucap Penjaga yang satu sembari mengamati Su Lian dan Ah Ying dari ujung rambut sampai kaki dengan curiga.
"Ada apa Tuan?". Tanya Ah Ying.
"Sudahlah, kukira kalian Dewa Dewi yang menyamar".
"Kami hanya orang dari Dunia Bawah yang naik ke dunia atas, dan mendapat tugas bertemu kawan lama yang berada Di Dunia Gelap" . Jelas Ah Ying dengan wajah yang ia buat sesendu mungkin.
"Yayay kami percaya, kalau begitu cepat masuklah". Ucap penjaga itu sembari membuka Pintu Dunia Gelap tersebut.
Terlihat perbedaan yang sangat mencolok antara Dunia Atas dan Dunia Gelap. Di sana tidak terdapat tumbuhan hijau satupun, yang ada hanya tumbuhan kering dan gersang. Serta terlihat sangat gelap dan panas, seperti malam hari, hanya saja siang ataupun malam sama saja tidak ada bedanya.
"Hei, Ying'er.. Kenapa kau meninggalkan Pangeran ini?". Teriak Su Lian, tetapi tidak ditanggapi oleh Ah Ying.
"Astaga... kenapa kau mendiamiku seperti itu Ah Yue". Ucap Su Lian kembali, membuat Ah Ying menghentikan Langkahnya.
"Kau ini, jaga ucapanmu. Nanti kalau ada yang dengar siapa diriku, sudah kupastikan kau kubunuh terlebih dahulu". Ucap Ah Ying sedikit mengancam.
"Ayolah, Ying'er. Janganlah seperti itu.. ". Rengek Su Lian.
"Ck.. Lalu aku harus seperti apa? Pelayan hah?". Jawab Ah Ying dengan Ketus.
Su Lian sempat berpikir sejenak tentang ucapan Ah Ying, hingga akhirnya dia pun tersadar akan kesalahannya .
"Ah Yue, maafkan aku, jika aku tidak berbicara seperti itu sudah dipastikan kita tidak akan bisa masuk dengan mudah". Jelas Su Lian.
"Terserah!!". Singkat Ah Ying yang kemudian mempercepat langkahnya meninggalkan Su Lian.
__ADS_1
Sedangkan Su Lian mendengus berat melihat gadisnya yang marah karena ucapannya sendiri.
Su Lian segera mengejar Ah Ying dari ketertinggalannya, hingga Ah Ying memberhentikan Langkahnya di sebuah kedai makan yang terlihat cukup ramai.
"Ying'er, lebih baik kita memilih kedai makan dan penginapan dengan teliti. Karena Di Dunia Gelap banyak berisi Tipu Muslihat". Ucap Su Lian yang mengetahui isi hati Ah Ying.
"Iya tau". Jawab Ah Ying yang masih saja acuh tak acuh.
Mereka pun segera melanjutkan perjalanannya , hingga tiba di sebuah pasar yang bernama pasar Ganhan mereka pun memutuskan mencari penginapan di sekitar pasar tersebut.
"Kita akan mengambil penginapan di sebrang sana Ying'er". Ucap Su Lian..
Tanpa menjawab , Ah Ying pun segera berjalan menuju penginapan yang di tunjuk Su Lian.
Su Lian pun memesankan kamar untuk mereka berdua ,tepatnya hanya satu kamar hingga membuat Ah Ying kembali marah karena hanya satu kamar yang dipesan.
"Kenapa Hanya satu kamar? Ish, aku akan memesannya sendiri". Ucap Ah Ying yang akan kembali menuju ke meja resepsionis.
"Ying'er, jika kita berdua memesan dua kamar, maka jika ada bahaya aku tidak bisa selalu ada untukmu". Bisik Su Lian.
"Tapi.....".
"Ssttt.. sudah, ayo kita naik. Nanti ada yang mencurigai kita". Su Lian pun segera menggandeng Ah Ying menuju kamar mereka yang berada di lantai dua penginapan.
Mereka memasuki kamar dengan ekspresi berbeda, terutama Ah Ying yang sedari tadi wajahnya kusut karena sebal dengan Su Lian.
"Kau tidur di ranjang, dan aku akan tidur di kursi panjang itu". Ucap Ah Ying .
"Tidak, kau saja yang tidur diranjang. Aku akan tidur dikursi ini". Elak Su Lian
"Baiklah kalau itu maumu.. Aku akan tidur dulu". Ucap Ah Ying yang kemudian melompat keatas ranjang dan tertidur.
Su Lian yang memastikan Ah Ying tertidur segera ikut naik ke atas ranjang untuk merebahkan badannya di samping Ah Ying tanpa sepengetahuannya.
Su Lian selalu saja memperhatikan Ah Ying yang tertidur dengan teliti, sesekali ia menyentuh pipi dan rambut Ah Ying hingga akhirnya ia pun ikut tertidur.
Mereka berdua tertidur cukup lama hingga cacing di perut mereka membangunkan mereka dari mimpi indahnya.
Pertama Ah Ying yang terbangun mulai mengerjapkan matanya dan kemudian merenggangkan ototnya yang kaku sembari mengubah posisi tidurnya hingga tatapannya bertemu dengan sosok wajah tampan yang dengan damai tidur di samping Ah Ying.
__ADS_1
Ah Ying terperanjat kaget karena melihat Su Lian di sampingnya, tak lama kemudian ia pun segera mencubit pipi tampan itu hingga meninggalkan bekas merah.
"Bangun... bukankah tadi kau bilang akan tidur di kursi panjang itu". Ucap Ah Ying sembari mencubit pipi Su Lian.