Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
79. Pusaka Nirwana


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu semenjak kejadian pemberontakan yang dilakukan Su Lian dan saudaranya itu.


Kaisar Tua yang memimpin membuat perubahan besar hanya dalam kurun waktu Satu bulan saja, banyak para warga yang merasa lega dan senang serta antusias saat pemimpin mereka kembali kepada pemimpin yang adil.


Banyak toko dan kedai kedai didirikan untuk memberikan peluang kepada para warga untuk berkontribusi.


Keluarga Bangsawan pun tak kalah antusiasnya. Dengan dipimpinnya kembali oleh Kaisar Tua, mereka pun berlomba lomba untuk menunjukkan bakat sekaligus menawarkan Putra dan putri mereka siapa tahu dijodohkan oleh anak Kaisar yang masih melajang.


Kaisar Tua hanya mempunyai Empat Pangeran dan satu putri kecil dari selir muda yang memang tidak pernah muncul di awal cerita. Namanya Su Xiaxia ,yang berumur empat belas tahun. Dia kini berada di Akademi untuk menyelesaikan pendidikannya. Su Xiaxia adalah gadis yang baik hati , lembut dan ramah sama seperti Sang Ibu.


Mendengar Sang Ayah telah kembali Su Xiaxia pun meminta libur agar bisa pulang untuk bertemu dengan Ayahandanya itu.


"Ayah!!". Teriak Su Xiaxia dari balik pintu kamar Kaisar Tua.


"Hei, Gadis kecil ayah sudah pulang".


"Ehm.. Ayah kemana saja, aku merindukanmu tau!!". Rengek Su Xiaxia.


"Eheheh, duduklah ayah akan sedikit bercerita padamu".


Su Xiaxia pun segera duduk di samping ayahnya, dan dengan seksama mendengarkan cerita sang ayah sembari memperhatikan wajah letih Ayahnya.


Kaisar Tua menceritakan dengan detail kejadian yang ia alami akhir akhir ini, termasuk berperang dengan Permaisuri dan anaknya sendiri .


Su Xiaxia mendengar seluruh cerita Ayahnya pun menggeram marah, tetapi ia bingung harus melampiaskan kemana.


"Jahat sekali mereka berdua!!.. andai saja dia masih hidup akan aku cincang , akan ku koyak koyak wajahnya". Ucap Su Xiaxia sembari meremasi pakaiannya sendiri sehingga terlihat menggemaskan


"Sudahlah putriku, Lagian kalau mereka masih hidup ayahmu tidak akan seperti ini lagi".


"Ahh betul juga, Oh ya Ayah, Kapan aku bisa bertemu Kakak Ipar?". Tanya Si Xiaxia yang diceritakan tentang Ah Ying.


"Nanti , kau bilang lah dengan Kakakmu agar kau bisa bertemu Kakak iparmu itu".


"Apa dia cantik ayah?".


"Tentu saja sangat cantik, ".


"Bagus, berarti dia memang jodoh dengan kakak tampanku yang kaku itu". Ucap Su Xiaxia dengan senyum mengembang.


Mereka berdua pun segera berbincang hangat melepas rindu satu sama lain dengan sesekali bercanda dan tertawa bersama.


____

__ADS_1


Kaisar Tua Su kini mengumpulkan seluruh selir dan anak anaknya untuk memberikan Pengumuman penting untuk mereka semua.


"Baik, karena semua sudah berkumpul disini. Aku ingin mengumumkan siapa yang menggantikan posisi Permaisuri dan Putra Mahkota Negara Qin ini.". Jeda Kaisar membuat semua sedikit tegang.


"Untuk menggantikan posisi Permaisuri, Kuberikan kepercayaan kepada Selir Kedua Rong Jia. Dan untuk putra mahkota, Kuberikan kepada anaku kedua Su Lian". Ucap Kaisar yang disambut tepuk tangan oleh seluruh orang yang ada di Ruangan tersebut.


Selir Kedua pun segera bangkit dan segera memberi hormat dan berterimakasih kepada Kaisar . Dia pun tak lupa untuk memberi hormat kepada selir ketiga dan para gundik di belakangnya.


"Dan Untuk Selir mudaku, selir Ketiga. Kau ku nobatkan Sebagai Selir Agung Wang".


Suara tepuk tangan kembali menggema, Selir Agung Wang pun melakukan hal yang sama seperti Permaisuri Rong.


Penobatan tersebut berakhir dengan acara makan makan satu istana, serta pemberian makanan kepada warga sekitarnya.


Rumor tentang Permaisuri baru dan yang lainnya kini dengan cepat sampai ditelinga Para Warga. Semua Warga begitu menerima posisi yang sekarang di bandingkan dengan yang lama.


Ah Ying yang sudah cukup lama tidak keluar Kediaman , kini ia sempatkan hanya untuk membeli beberapa keperluan kecil sembari mendengar Rumor rumor yang baru baru ini beredar.


"Akhirnya, Pangeran Su Lian resmi menjadi Pangeran Mahkota".


" Kau benar, Coba dari dulu, mungkin kita tidak akan terlalu ditindas".


"Kau benar". Ucap beberapa Warga Yang lewat didekat Ah Ying.


Ah Ying pun dengan mantap segera berteleportasi kembali ke Sekte Naga Putih untuk menemui Kakeknya serta menanyakan kejadian waktu itu.


"Kakek.. Kakekk....". Teriak Ah Ying dengan suara menggema di kamar Kakek Wu Yen.


"Kecilkan sedikit suaramu itu Cucuku..". Ucap Kakek Wu yang datang dari balik pintu.


" Heheh, maaf kek. Akhirnya kita ketemu lagi".


"Dimana Pria itu?". Tanya Kakek Wu.


"Maksud kakek Su Lian?".


"Iya, tumben tidak mengekor denganmu".


"hehe, Dia sibuk sekarang kek, karena sekarang sudah menjadi Putra Mahkota".


"Pantas saja, Oh Ya cucu, Kapan Kau akan naik?".


"Entahlah kek, Apa aku benar benar siap atau belum". Jawab Ah Ying dengan Ragu.

__ADS_1


"Siap tidak siap kau harus siap Cucuku, disana kau harus melindungi Ayah dan keluargamu. Kau tahu Hong Fei pasti akan kembali memberontak untuk merebut Tahta".


"Aku tahu, tapi kakek juga tahu kalau Dunia atas sangat jauh berbeda dengan Dunia Bawah ini. Kakek, menurutmu apa yang harus kulakukan agar aku siap Naik?".


"Coba berikan Jepit Rambutmu itu". Ucap Kakek Wu Yen sembari meminta Jepit Rambut Ah Ying.


Kakek Wu Yen dengan Lihai membuat Pola sihir dengan menggunakan Jepit rambut Ah Ying.


Pola yang begitu rumit sehingga membuat Ah Ying yang melihatnya bingung karena rumitnya pola tersebut.


Setelah pola selesai, munculah cahaya ungu di pola yang dibuat Kakek Wu Yen itu.


"Sekarang masukan tanganmu di pola sihir ini". Ucap Kakek Wu Yen.


"Baik Kek" . Jawab Ah Ying yang kemudian segera memasukan tangannya kedalam Pola itu.


Setelah tangan Ah Ying memasuki pola, tiba tiba merasakan sakit dan rasa terbakar yang teramat sangat. Ah Ying pun kini meringis kesakitan karena rasa sakit tersebut.


"Kau harus bertahan Cucuku, jika kau ingin segera naik kembali kau harus bisa bertahan". Ucap Kakek Wu Yen menyemangati.


Ah Ying tidak menanggapinya karena merasakan sakit yang teramat sangat di tangannya.


Setelah cahaya pola sihir itu memudar, kini tangan Ah Ying pun juga sudah tidak merasakan Rasa Sakit.


"Akhirnya kek". Ucap Ah Ying bernafas lega.


"Sekarang pegang Jepitmu ini". Ucap Kakek Wu Yen sembari menyerahkan Jepit Rambut itu kepada Sang cucu.


Setelah Jepit itu di pegang Ah Ying, dengan ajaibnya tiba tiba menghilang membuat Qh Ying terkejut melihatnya.


"Ehh menghilang kakej".


"Coba kau lihat tanganmu itu".


Ah Yong pun spontan melihat tangan Kanannya yang ia masukan ke pola sihir tadi. Alangkah terkejutnya setelah melihat tangannya muncul gambar Dua naga dengan tengahnya Burung phoenix agung.


"Apa Ini Kek?". Tanya Ah Ying.


"Itu namanya Pusaka Nirwana, dia bisa berubah ubah sesuai keinginanmu, dan pastinya dengan gambar itu kau bisa memasuki Ribuan Dunia tanpa menggunakan Token Giok". Jelas Kakek Wu Yen.


"Lalu Jepitku tadi kek?".


"Dia sudah menyatu ditubuhmu dan menjadi Gambar (Tato) di tanganmu ini".

__ADS_1


__ADS_2