Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
62. Kecemburuan.


__ADS_3

Hari hari berlalu dengan cepat, Ah Ying dan Su Lian tak terasa sudah satu minggu ia di Sekte Naga Putih. Hingga Ah Ying melupakan tujuannya masuk kedalam Sekte tersebut.


Hari yang cerah, Ah Ying berjalan menuju Ruang kerja Sang kakek untuk meluruskan tujuannya kemari. Dia dengan perlahan membuka pintu ruang kerja sembari mencari keberadaan Sang kakek.


"Masuklah cucuku, kenapa malah mengendap endap seperti itu?". Tanya Kakek Wu Yen yang ternyata berada di balik pintu.


"Astaga kakek, mengagetkanku saja". Ucap Ah Ying sembari mengelus dadanya karena terkejut.


"Hh, Kau ini mengendap endap seperti pencuri".


"Heheh kakek maaf, aku kira tadi kakek tidak ada disini".


"Ya sudah masuklah, dan katakan apa yang cucuku ini inginkan". Ucap Kakek Wu sembari duduk di kursi kerjanya, diikuti Ah Ying yang duduk di seberang meja.


"Apa kakek tidak sibuk?". Tanya Ah Ying.


"Tidak, ".


"Baiklah, aku akan memulainya kek".


"Baik , kakek akan mendengarkannya".


Ah Ying pun mulai memposisikan duduknya untuk memulai pembicaraan serius dengan Sang Kakek, setelah dirasa sudah siap dia pun mulai berkata pada Kakek Wu.


"Kakek sudah mendengar tentang pembantaian Seluruh penghuni kediaman Jendral Wu?".


"Kakek mengetahuinya, hanya saja kakek belum bisa berbuat apa apa karena kakek tidak menemukan cukup bukti Yingying". Jawab kakek dengan nada sendu.


"Kakek tenang saja, aku sudah mengumpulkan cukup bukti untuk menjatuhkan Jendral Zhen perlahan dan tentunya dengan akarnya".Ucap Ah Ying penuh dengan semangat.


"Akarnya? siapa Akarnya?".


"Kakek pasti tidak akan percaya jika aku menceritakannya".


"Siapa? dan bagaimana kau bisa menemukan bukti bukti itu Yingying". Tanya Kakek Wu Yen penasaran.


"Kaisar Su Hao akarnya, dan untuk bukti aku menggunakan caraku sendiri untuk mencuri bukti dari dalam Istana kakek".


"Kaisar Su Hao. Sudah kuduga dari awal cucuku dan bagaimana bisa bukti penting tidak berada di pengadilan melainkan Di Istana?".


"Karena semua itu adalah ulah Ibu Suri kakek".


"Pantas saja, mungkinkah ada campur tangan dari dunia atas?". Gumam Kakek Wu Yen yang hampir tidak terdengar.


"Kakek , apa yang kakek bicarakan?". Tanya Ah Ying .


"Ah tidak penting cucuku. Oh ya apa kau menyelidiki Latar belakang Ibu Suri?".


"Aku belum menyelidikinya, tetapi aku sudah mempunyai catatan tentangnya hanya saja belum sempat membacanya kek".

__ADS_1


"Kalau begitu biar kakek periksa".


Ah Ying pun segera mengeluarkan Dokumen dokumen yang berisikan tentang asal usul dan yang lainnya dari Ibu Suri.


"Fang Liwei, sepertinya cukup familiar". Gumam Kakek Wu Yen.


"Itu marga Ibu Suri ya, marga Fang.".


Mereka pun segera terdiam sejenak mengingat ingat dimana mereka pernah mendengar keluarga Fang tersebut.


"Fang Ca". Ucap Ah Ying dan Kakek Wu Yen bersamaan.


"Keluarga Fang adalah keluarga dari Dunia atas, berarti Fang Liwei atau Ibu suri itu kemungkinan anak dari Fang Ca". Ucap kakek Wu Yen sembari mengetuk ngetuk meja dengan jarinya.


"Kau benar kakek, Keluarga Fang adalah salah satu keluarga besar di Dunia atas, Kakek apakah kau sependapat denganku?". Ucap Ah Ying setelah mengetahui sesuatu.


"Ya kakek sependapat denganmu, jika kita bisa menghancurkan Fang Liwei dan putranya maka kita juga bisa menghancurkan keluarga Fang si penghianat itu nantinya".


"Aku Setuju denganmu kek, Kalau begitu Aku ingin Kakek mendukungku untuk membalas mereka semua".


"Tentu saja kakekmu ini akan mendukungmu, Ceritakan rencanannya".


Ah Ying pun segera menceritakan rencanannya kepada Kakek Wu Yen dengan perlahan dan detail, dan Kakek Wu Yen pun mendengar dengan seksama Rencana sang cucu tersebut.


"Baiklah, kakek ikuti rencanamu". Ucap Kakek Wu


"Pergilah".


Ah Ying segera memberi salam kepada Kakeknya kemudian segera pergi dari Ruang Kerja Sang kakek.


Setelah keluar dari Ruangan, Ah Ying memutuskan untuk sedikit melihat lihat Sekte yang akan diwariskan untuknya itu .


Saat melewati jembatan penghubung dari Sekte ke Kediaman Sang Kakek Ah Ying kembali bertemu dengan Chen Feng yang tak sengaja berpapasan .


"Ah Ying". Sapa Chen Feng.


"Ada apa?". Tanya Ah Ying dengan acuhnya.


"Tidak, hanya saja kau semakin cantik". Puji Chen Feng tetapi tidak membuat Ah Ying tersipu sama sekali.


"Terimakasih, yasudah kau lanjutkan aktivitasmu aku ingin berjalan jalan". Ucap Ah Ying yang kemudian akan beranjak pergi dari Hadapan Chen Feng.


"Tunggu Ah Ying". Ucap Chen Feng sembari menarik Ah Ying Cukup keras sehingga Ah Ying jatuh ke dalam pelukan Chen Feng.


Chen Feng yang memang sengaja pun segera memeluk erat Ah Ying yang sudah dalam pelukannya.


"Chen Feng, lepaskann". Ucap Ah Ying memberontak.


"Biarkan seperti ini sejenak , kumohon". Ucap Chen Feng memelas.

__ADS_1


"Tidak, Tolong lepaskan" . Ucap Ah Ying yang semakin memberontak.


"Aku tidak akan melepaskanmu lagi Ah Ying, aku tidak akan membuat kau meninggalkanku lagi". Ucap Chen Feng yang semakin erat memeluk Ah Ying.


Ah Ying yang semakin kesakitan karena pelukan yang terlalu erat itu, sehingga datanglah seseorang dari belakang Chen Feng.


"Lepaskan Nona Ying". Ucap Pria Tersebut.


"Siapa kau!! Bukan urusanmu!!". Bentak Chen Feng.


"Lian tolong aku". Ucap Ah Ying meminta tolong.


"Kau bisa mendengarkan Ying'erku kan? dia tidak nyaman seperti itu". Ucap Su Lian tidak kalah menakutkan.


"Cihh, jangan ikut campur urusanku. Dia adalah kekasihku jadi aku berhak melakukan apapun dengannya". Ucap Chen Feng membuat Su Lian tertegun mendengar kata 'Kekasih'.


"Tidak Lian,dia....". Ucap Ah Ying terputus karena tiba tiba Chen Feng membungkam mulut Ah Ying dengan ciumannya.


Su Lian yang melihatnya tidak tahan dan ingin pergi dari tempat itu tetapi Hati nuraninya mengatakan harus menolong Ah Ying.


Su Lian segera berbalik dan kemudiam segera menarik paksa Ah Ying yang berada di pelukan Chen Feng hingga akhirnya Ah Ying berada di pelukannya dengan meneteskan air mata.


"Berani beraninya kau menggangguku saja!! ". Ucap Chen Feng yang kemudian mengeluarkan Pedangnya dari cincin penyimpanannya.


Su Lian yang sudah siap pun segera menangkis serangannya dengan pedangnya dengan tangan kiri , sedangkan tangan kanannya masih memeluk tubuh Ah Ying yang masih bergetar .


Suara adu pedang yang cukup keras kini terdengar oleh banyak orang. Segera Kakek Wu Yen dan beberapa Guru dan tetua yang mendengarnya segera datang ke tempat kejadian tersebut.


"Berhentii!!!". Ucap Guru Du sebagai guru Pribadi Chen Feng.


"Cukup, berhenti kalian berhenti!!!". Ucap Kakek Wu Yen kemudian.


Mereka berdua segera menyelesaikan adu pedangnya dan segera menyimpan pedangnya ke cincin penyimpanan masing masing.


"Ada apa ini Chen Feng ?". Tanya Guru Du kepada Chen Feng.


"Itu.. hanya kesalah pahaman Guru". Ucap Chen Feng yang bingung mencari alasan".


"Ada apa Ini pangeran?". Tanya Guru Du kepada Su Lian.


Chen Femg yang mendengar bahwa dia adalah Pangeran Agung Su Lian yang saat ini sebagai guru baru di Sekte Naga putih pun segera tersadar akan kebodohannya.


"Kau tanyakan kepada Dia". Ucap Su Lian dengan dingin.


"Pangeran ,maafkan hamba, maafkan atas kesalahan hamba ". Ucap Chen Feng sembari bersujud di depan kaki Su Lian.


Tetapi Su Lian pun tidak menanggapi apa yang dilakukan Chen Feng.


"Cucuku, kenapa kau menangis?". Tanya Kakek Wu Yen yang melihat Ah Ying menangis dan bergetar di pelukan Su Lian.

__ADS_1


__ADS_2