Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
83. Serangan mendadak


__ADS_3

Pagi hari di Dunia atas, Ah Ying dengan semangat membuka matanya yang kemudian segera membersihkan diri dan berganti pakaiannya, tak lupa cadar dan pewarna rambut yang ia sudah siapkan. Ribuan tahun Ah Ying meninggalkan Dunia atas ini dengan cara yang begitu tragisnya hingga kini ia berhasil menjajakkan kakinya di Dunia kelahiranya kembali.


"Bagaimana kabar ayah ya?". Gumam Ah Ying sembari memperhatikan Jendela kamarnya.


"Jika aku harus kembali ke dunia ini lagi, lalu untuk apa aku dulu dilahirkan di Dunia Modern?". Gumam Ah Ying lagi sembari menyangga kepalanya.


"Karena Sang Maha sudah menggariskan kehidupanmu Ying'er". Ucap Su Lian yang tiba tiba muncul dari balik pintu kamar Ah Ying.


"Sejak kapan kau disana?". Tanya Ah Ying.


"Aku baru saja masuk ke kamarmu ini, Ying'er".


"Hmm".


"Ayo, kita ketempat Tetua Ji Ying'er".


"Baiklah".


Mereka berdua pun segera berjalan menuju tempat Tetua Ji untuk ikut sarapan dan membahas beberapa Hal dengan Tetua Ji.


"Salam Tetua Ji". Ucap mereka berdua bersamaan.


"Duduklah , duduklah, mari kita makan bersama".


Mereka pun segera bergabung untuk sarapan bersama sembari berbincang satu sama lain.


Setelah selesai sarapan, Tetua Ji mengajak mereka untuk berbincang di Gasebo dekat kolam ikan di taman kediaman Tetua Ji .


"Bagaimana Su Qiang, eh maksudku Su Lian?". Ucap Tetua Ji.


"Sepertinya mereka lebih dulu memulainya Tetua".


"Siapa Yang kau maksud Lian?". Tanya Ah Ying.


"Pamanmu, Ying'er. Mungkin sebentar lagi akan ada kejutan untuk kita". Jawab Su Lian.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita sambut mereka dengan suka cita". Ucap Tetua Ji.


"Bukankah jika kita terlalu terburu buru maka akan mendapatkan hasil yang buruk Tetua". ucap Ah Ying.


"Memang benar apa katamu, maka dari itu kita harus merencanakannya dengan matang". Jawab Tetua Ji.

__ADS_1


Mereka pun segera membicarakan rencana mereka dengan matang, tetapi di tengah asiknya pembicaraan mereka, tiba tiba terdengar suara teriakan orang orang dari luar kediaman.


"Ada apa ini?, kenapa orang orang berlari ketakutan?". Tanya Ah Ying.


"Sudah kubilang, nanti akan ada kejutan tak terduga Ying'er, lebih baik kita bersiap". Jawab Su Lian.


"Tunggu, bawa pedang ini masing masing. Tidak mungkin kan kalian menggunakan pusaka kalian jika tidak ingin diketahui". Ucap Tetua Ji.


"Terimakasih Tetua". Ucap mereka bersama.


Ah Ying dan Su Lian segera berlari melawan arah orang orang yang sedang menyelamatkan diri, hingga mereka menemukan banyak sekali binatang iblis dengan Jumlah yang lumayan banyak.


Tanpa aba aba, Ah Ying dan Su Lian pun segera melawan para binatang iblis tersebut dengan keahlian berpedang dan beladirinya.


Satu persatu binatang iblis itu tumbang dengan raga yang tak utuh karena tebasan pedang mereka berdua. Hingga akhirnya Kaum Dewa Dewi pun baru datang ke tempat kejadian.


"Siapa mereka? Keahlian berpedangnya sangat luar biasa". Gumam salah satu Dewa.


"Entahlah siapa Mereka , hanya saja aku tidak bisa merasakan Aura dari kedua orang tersebut".


Para Dewa pun berbisik dengan jelas tentang siapa kedua manusia yang sedang melawan para binatang iblis dengan mudah. Hingga Akhirnya mereka berdua berhasil membasmi seluruh Binatang iblis itu.


Ah Ying yang merasa familiar dengan suara tersebut segera menoleh sembari menahan air matanya yang akan jatuh.


"Salam Yang Mulia Kaisar, maafkan kelancangan kami". Ucap Ah Ying sedikit tercekat.


"Tidak apa apa, oh ya siapa nama kalian?".


"Nama saya Wu Ah Ying Yang Mulia dan ini Su Lian, kami baru saja naik ke Dunia Atas ini". Jelas Ah Ying sembari menunjukkan siapa dirinya dan Su Lian.


"Pantas saja, aku baru melihat kalian".


"Benar Yang Mulia". Jawab Ah Ying sambil tertunduk karena menahan tangisannya.


Rasa Rindu bercampur menjadi satu, tetapi Ah Ying tetao Kokoh dengan Rencana Balas dendamnya yang sebentar lagi akan segera terbalaskan.


Kaisar Langit pun segera menghampiri mereka berdua untuk mengajak kedua orang itu masuk kedalam Istananya.


"Tidak Perlu Yang Mulia, Jika ada waktu kami pasti akan hadir ke istana. Hari ini kami akan berkeliling terlebih dahulu Yang Mulia Kaisar". Jawab Su Lian Kali ini.


"Baiklah kalau kalian menolak, aku akan menunggu kedatangan kalian kapanpun. Terimakasih sudah membunuh para binatang iblis menjijikkan ini Nona dan Tuan Muda".

__ADS_1


"Sama sama Yang Mulia, kami mohon undur diri terlebih dahulu". Jawab Ah Ying.


Kemudian Ah Ying dan Su Lian segera pamit undur diri agar tidak mendapat ribuan pertanyaan dari para Dewa Dewi yang ada.


Mereka berdua berjalan menyusuri jalan setapak berbatu rapi menuju sebuah kediaman tertinggal di pinggiran Kota.


"Untuk apa kita kemari?". Tanya Ah Ying.


"Ikuti dan Lihat saja, nanti kau akan terkejut Ying'er". Ucap Su Lian tersenyum genit.


"Kau ini sangat mencurigakan". Gerutu Ah Ying.


Su Lian hanya tersenyum yang kemudian mendekati Kediaman tak terawat tersebut , kemudian ia mengeluarkan token Giok berwarna Putih yang ditempelkan di pintu kediaman Yang rusak itu.


Awalnya Ah Ying terlihat begitu kebingungan, yang akhirnya semuanya terjawab sudah. Ketika Token Giok tersebut di konfirmasi, Kediaman Rusak itu kini menjadi Sebuah kediaman Mewah nan besar bak istana.


"Bagaimana Ying'er?".


"Lumayan... Kau yang merancang semua ini?". Tanya Ah Ying.


"Tentu saja, ayo kita masuk dahulu".


Mereka pun segera memasuki tempat tersebut, disana terdapat taman bunga yang indah ditengahnya terdapat kolam ikan serta jembatan di atasnya.


"Ini akan menjadi tempat persembunyian kita Ying'er". Ucap Su Lian.


Ah Ying segera duduk di kursi batu yang berada di bawah pohon besar yang sangat Rindang. Ia mengamati dengan seksama suasana di dalam Tempat barunya itu.


"Hmm lelah". Gumam Ah Ying.


"Istirahatlah Ying'er". Ucap Su Lian sembari duduk di sebelah Ah Ying.


" Nanti saja, aku ingin menikmati suasana ini dulu". Jawab Ah Yung sembari bersedekap dada.


Saking lelahnya, Ah Ying pun perlahan mulai menutup kedua matanya. Su Lian yang melihatnya pun segera menggendong ala bridal Ah Ying menuju Kamar yang sudah di persiapkan .


"Kau tidurlah, aku akan kembali nanti". Ucap Su Lian yang kemudian pergi meninggalkan Ah Ying yang terlelap di kamarnya.


Su Lian pun segera memasang arai agar Ah Ying tidak ada yang mengganggu, sedangkan Su Lian setelah memasang Arai segera pergi dengan cepat ketempat yang tidak diketahui siapapun.


"Salam Yang Mulia". Ucap orang orang berjubah hitam kepada Su Lian yang baru saja tiba di tempat mereka.

__ADS_1


__ADS_2