
Tiba tiba rombongan Ah Ying dan Qiqi berpisah karena terhalang kabut.
Su Lian yang menyadari keanehan segera memberhentikan gerbongnya bersama para perajurit dan pengawal tersisa, karena mereka terpecah menjadi dua kelompok karena kabut tebal.
Su Lian yang menyadari rombongan para binatang spiritual dan juga beberapa penjaga menghilang segera memberi tahu kepada yang lain untuk saling berhati hati.
"Aku Harap kalian semua saling berhati hati dan waspada , karena kita memasuki desa dengan penuh ilusi".
"Baik Pangeran". ucap mereka serentak .
Dengan sigap mereka mulai bergandengan tangan satu sama lain agar tidak ada dari mereka yang tersesat.
Ah Ying yang mendengar Su Lian berbicara pada para pengawal pun segera terjaga dan memperhatikan sekelilingnya.
"Dimana ini? kenapa banyak sekali kabut? dan apa yang terjadi ?". Gumam Ah ying.
Kemudian Su Lian segera memasuki kembali gerbong keretanya untuk mengecek keadaan Ah Ying.
"Kau sudah bangun Ying'er?".
"Kau bisa lihat sendiri, dan apa yang terjadi di luar sana?"
"Kita memasuki Desa Ilusi, dan sayangnya gerbong kita terpisah dari gerbong binatang kontrak kita".
"Desa ilusi ? Desa seperti apa itu ?".
Tanya Ah Ying penuh pertanyaan.
"Desa ilusi adalah desa para siluman, yang hanya saat bulan purnama desa itu akan muncul, orang orang yang sudah masuk kedalam desa itu tidak akan bisa kembali, karena mereka akan jadi santapan para siluman itu?". Terang Su Lian.
" Lalu kenapa rombongan binatang kontrak kita bisa terpisah? dan siluman seperti apa yang bisa memakan manusia?".
"Mereka berpisah karena kabut tebal ini, kabut yang mengandung ilusi, kau tenang saja binatang spiritual kita lebih tinggi derajatnya dari para siluman itu. Dan untuk para siluman mereka tidak memakan daging manusia melainkan hati para manusia terutama kultivator tingkat tinggi".
Ah Ying yang mendengar pernyataan tersebut menjadi sedikit gelisah karena kultivator dengan ranah dan tingkatan tinggipun hatinya sangat berharga untuk para siluman itu.
"Apa yang mereka inginkan dengan memakan hati orang orang Su Lian?".
"Kudengar mereka ingin meningkatkan kultivasi mereka, karena dengan memakan hati kultivator maka sama saja dengan berkultivasi berbulan bulan".
Ah Ying bergidig ngeri mendengar penjelasan dari Su Lian.
Tiba tiba terdengar teriakan para prajurit di luar gerbong, membuat Ah Ying dan Su Lian segera keluar untuk memeriksa keadaan.
"Aaaaaaa tolong akuuuu". Teriak salah satu tentara.
"Cepat tolong dia!!!". ucap tentara lainya.
__ADS_1
"Aku tidak berani... kau saja sana".
Hingga Akhirnya Su Lian dan Ah Ying Keluar dari gerbong.
"Ada apa ini?". Tanya Su Lian dengan nada mengintimidasi.
"Maaf Yang Mulia Pangeran Agung, tiga tentara terseret oleh tangan dari kabut, dan kami tidak berani menolong mereka Pangeran".
"Kalian pasang posisi dan waspada, kita akan berhadapan dengan penghuni Desa Ilusi ini".
Para tentara yang tersisa meneguk ludahnya menahan rasa takut.
......................
Di Kelompok Binatang kontrak.....
"Kabutnya sangat tebal, aku tidak bisa memandang jauh kedepan, ". ucap Qiqi sembari menyapukan kabut di depan matanya.
"Kalian berhati hatilah, kita berada di Desa Ilusi". Ucap Hua Lin kepada para tentara yang tertinggal bersamanya.
"Desa ilusi??". Tanya Qiqi.
"Benar, Desa para siluman yang hanya akan muncul pAda malam purnama".
"Lalu, apa yang harus kita lakukan kawan?".
" Pertama, Kita harus selalu waspada karena mereka para siluman mempunyai banyak cara untuk mengelabuhi kita. Qiqi... bukankah kau seekor naga?".
"Coba kau cari bau siluman siluman itu".
"Untuk apa mencari mereka Hua Lin?".Ucap Qiqi Heran.
"Jika kita menemukan mereka dahulu dan menghajar para siluman itu , kita akan dapat segera keluar dari desa ilusi ini, karena jika tidak, kitalah yang menjadi santapan mereka Qiqi.....".
"Baiklah , akan ku coba".
Qiqi berubah menjadi seekor naga putih kecil dan mulai menggendus untuk mencari para siluman.
Hua Lin segera memperingati para prajurit agar menguti mereka berdua, agar tidak ada yang tertinggal.
"Tinggalkan gerbong itu dahulu, ikuti aku dan naga kecil itu, malam ini kita akan berburu bersama".
Mendengar perintah Hua Lin para prajurit segera mengkutinya dari belakang, tak lupa mereka segera bergandengan tangan agar tidak ada yang tertinggal.
Mereka mengendap endap dalam kabut tebal, dengan perlahan Qiqi dalam wujud naga kecilnya segera berhenti di sebuah manssion mewah di tengah kabut.
"Manssion mewah di tengah kabut, sangat aneh". Gumam Hua Lin
__ADS_1
Perlahan mereka mengintip di jendela yang sedikit terbuka. Terlihat 3 ekor siluman rubah dengan beragam jumlah ekor sedang menyantap hati para prajurit yang di bawa dari kelompok Su Lian.
Qiqi dan Hua Lin pun terkejut begitu juga dengan para prajurit yang ilih brganti melihat menahan gejolak isi perut mereka yang akan keluar.
"Ternyata hanya bawahan rubah berekor sembilan, bagaimana menurutmu Hua Lin?".
"Kau benar, tapi kita harus tetap berhati hati,walaupun mereka tidak bisa mendeteksi kita etapi bisa mencium bau para prajurit".
Para prajurit yang mendengarnya langsung berkeringat digin karena takut salah satu dari mereka bernasib sama dengn ketiga prajurit itu.
Qiqi yang melihat para prajurit yang ketakuta segerah berubah kembali menjadi manusia.
Qiqi meminta belati kepada salah satu prajurit , setelah mendapat belati tersebut Qiqi segera menggoreskan pada jarinya hingga keluar darah segar dari jarinya.
"Usapkan darahku kewajah kalian, agar mereka tidak mencium bau kalian".
Semua prajurit segera menuruti perkataan Qiqi dngan mengoleskan darahnya kewajah.
"Apa rencanamu Hua Lin?".
"Biarkan para prajurit disini, toh sudah tidak bisa terdeteksi, jadi kita seang perlahan dari belakang bersama sama".
"Aku setuju, tapi tunggu dua diantaranya pergi dari ruangan itu, atau mungkin mencari mangsa lagi?". Ucap Qiqi
"Mungkin, Kita mulai dari Dia yang didalam ruangan".
"Baik, ayo kita mulai".
Mreka berdua segera mngendaap endap menuju belakang rubah yang berada di ruangan tersebut, dengan belati yang dipinjam dari paara prajurit mereka berdua pun dengan gesit menggoen kepala siluman rubah dari dua arah hingga akhirnya siluman itu mati dengan kepala terputus.
......................
Kabut Tebal yang menyelimuti Desa Ilusi kini mulai berkurang, pandangan pun segera membaik.
Walaupun kabut masih ada tetapi jarak pandang lebih jau sekarang.
"Kenapa kabutnya mulai berkurang?". Tanya Ah Ying.
"Mungkin salah satu darii mereka berhasil dibunuh". Jawab Su Lian santai.
"Ataukah Binatang kontrakmu dan binatangku yang melakukannya?".
"Tentu, Baiklah kalian bersiap siaplah karna para siluman itu semakin dekat dengan kita". Ucap Su Lian sembari mengeluarkan pedang kesayanganya.
seandainya aku punya pedang atau semacamnya, pasti aku bisa membantu mereka. Gumam Ah Ying dalam hati.
Tiba tiba terdengar suara auman dari sisi kiri mereeka berdiri, mereka pun segera bersiap dengan posisi dan pedang masing masing.
__ADS_1
Akan tetapi Ah Ying dengan Ragu ragu mencabut tusuk kondenya perlagan dari rambutnya.
"Semoga Tusuk konde ini bisa berguna".