Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
66. Penangkapan Jendral Zhen.


__ADS_3

Kakek Wu Yen yang kini mengetahui tentang penyerangan dari Kaisar muda Su Hao kini mempersiapkan rencananya untuk menjebak seluruh prajurit yang dikirimkan untuk menyerang.


Kakek Wu Yen segera mengumpulkan para tetua dan Guru guru Sekte naga putih untuk membahas tentang penyerangan yang akan datang .


Kakek Wu Yen menceritakan semua tentang penyerangan yang akan datang kepada semua yang hadir di pertemuan mendadak itu.


"Tinggal 5 hari lagi, mereka pasti akan segera datang. Ku harap kalian semua bersiap untuk menghadapi mereka". Ucap kakek Wu Yen kepada seluruh tetua dan Guru yang telah hadir di Ruangannya.


"Baik Tetua pertama". Ucap Seluruh yang hadir.


Setelah selesai membahas tentang penyerangan yang akan terjadi kurang lebih 5 hari lagi , Kakek Wu Yen segera kembali ke Ruang kerjanya untuk mengurus sesuatu dan beberapa Dokumen yang belum selesai.


Sedangkan Ah Ying sedang menunggu laporan dari Penjaga bayangnya di kamarnya sendiri. Karena Su Lian yang sebagai guru baru Sekte Naga Putih kini sedang mengajar murid muridnya .


Di Ibu kota....


Hakim Agung Kerajaan Qin telah mendapat Dokumen dokumen tentang semua kejahatan dan kecurangan yang dilakukan oleh Jendral Zhen. Adapun tentang penggelapan uang Rakyat dan penimbunan bahan pangan serta masih banyak lagi kejahatan yang tercatat pada Dokumen dokumen yang entah darimana datangnya. Hakim Agung yang bernama Hakim Wang kini mengernyit heran , pasalnya semua kejahatan yang dilakukan Jendral Zhen adalah tuduhan yang ditujukan oleh mendiang Jendral Besar Wu waktu itu. Tetapi waktu itu hanya sebatas tuduhan tanpa bukti, Saat akan diusut Kaisar Hao langsung mengambil tindakan pembantaian tersebut.


"Ada yang aneh, ternyata Jendral Zhen memanipulasi semua ini. Lalu apa hubungannya dengan Kaisar?". Gumam Hakim Wang.


Kemudian Hakim Wang pun segera memeriksa kembali bukti bukti itu sekali lagi. Dan benar, semua bukti dengan jelas bahwa Semua dilakukan oleh Jendral Wang .


Hakim Wu pun segera mengumpulkan para Mentri dan hakim hakim bawahannya untuk membahas tentang Jendral Zhen ini. Hakim Wu membuat pertemuan Rahasia tanpa sepengetahuan Kaisar, karena dia berasumsi bahwa semua pasti ada hubungannya dengan Kaisar Negara Qin ini.


" Jadi aku mengumpulkan kalian semua hari ini adalah untuk membahas Kejahatan yang dilakukan Jendral Zhen secara diam diam. Dan semua kejahatan Jendral Zhen awalnya yang dia tuduhkan kepada Mendiang Jendral Wu". Jelas Hakim Wang.


"Jadi selama ini kita dibohongi oleh Jendral Zhen". Tanya salah saru hakim bawahannya.


"Pantas saja, dulu sebelum kita mengumpulkan bukti tiba tiba seluruh orang di kediaman Jendral Wu di bantai". Ucap Mentri lainnya


"Ya kalian benar, Dan semua dokumen ini adalah Bukti kejahatan Jendral Zhen".Ucap Hakim Wang sambil menunjukkan dokumen dokumennya.


Semua orang merasa di bodohi oleh Jendral Zhen , kini mereka menggeram marah . Umpatan umpatan kasar mulai keluar dari mulut mereka. Hingga Hakim Agung Wang segera mengakhiri pertemuan dan segera memerintahkan Prajurit pengadilan untuk menangkap seluruh Keluarga Jendral Zhen terutama Sang Jendral sendiri.

__ADS_1


"Tangkap semua Keluarga Jendral, lelaki maupun perempuan. Jika ada anaknya yang berada di akademi bawa sekalian . Penjarakan mereka di Penjara Lembah Harimau sebelum persidangan resmi dilakukan dan jangan lupa, perketat penjagaan". Titah Hakim Wang kepada Para prajuritnya.


"Lalu bagaimana dengan Kaisar, Hakim?". Tanya seorang mentri.


"Aku sendiri yang akan memberitahu kaisar". Ucap Hakim Wang yang kemudian meninggalkan Ruang pertemuan .


Hakim Wang Segera kembali ke ruang kerjanya untuk menyimpan salinan Bukti yang juga di berikan padanya, takut takutnya nanti ada yang mencuri atau semacamnya.


Saat Hakim Wang memasuki Ruang Kerjanya, terlihat sosok Pria berambut perak yang menjuntai dengan Baju Hitam , serta menggunakan topeng , kini menunggunya duduk di kursi kerja hakim Wang.


"Apa kabar Hakim Wang". Ucap Pria itu.


"Siapa anda?". Tanya Hakim Wang penuh kecurigaan .


Kemudian orang itu segera membuka Topengnya dan meletakkannya di meja kerja.


"Pangeran Agung Su Lian, Maaf hamba tidak mengetahui bahwa anda akan datang secara pribadi seperti ini". Ucap Hakim Wang sembari membungkukkan badannya.


"Yang Mulia tidak perlu khawatir, aku akan menjaganya dengan aman".


"Baguslah kalau begitu".


"Pangeran, maaf lancang. ada yang ingin saya tanyakan padamu". Ucap Hakim Wang sedikit ragu.


"Duduklah dan tanyakan saja". Ucap Su Lian sembari menyilangkan tangannya di dada.


"Dari semua bukti itu sepertinya ada yang aneh Pangeran, dari penilaian saya semua mengarah kepada Kaisar Su Hao. Tetapi , tidak ada bukti yang kuat jika kita langsung mengarah pada Kaisar".


"Kau benar, semua itu memang ada hubungannya dengan Kakakku itu. Jika kau kekurangan Bukti, Ini... Ambillah". Ucap Su Lian yang menyerahkan Dokumen lain yang berisi bukti bukti kejahatan Kaisar Su Hao.


"Ini....".


"Ambilah dan bacalah, aku akan menunggumu". Ucap Su Lian sembari memejamkan matanya di kursi Hakim Wang.

__ADS_1


Hakim Wang pun segera membaca Dokumen berisi bukti tersebut dengan teliti. Tak butuh waktu lama Hakim Wang pun selesai membaca dokumen tersebut dengan raut wajah yang tidak begitu menyenangkan.


"Pangeran, Jika kita langsung tangkap Kaisar maka akan ada pertumpahan darah. Tetapi jika kita tidak segera menangkapnya maka akan ada korban yang dikambing hitamkan selanjutnya".


"Kau benar, tetapi kau tidak perlu menangkapnya. Hanya perlu berbicara pada orang orang yang kau percayai untuk tidak membantu Kaisar jika ada pemberontakan yang akan terjadi nantinya". Ucap Su Lian


"Baiklah pangeran , saya akan mengirimkan Surat secara rahasia kepada para keluarga bangsawan dan yang lainnya.".Ucap Hakim Wang dengan yakinnya.


"Baiklah tunggulah 5 hari lagi, kalian harus bersembunyi dari pertumpahan darah yang akan terjadi". Ucap Su Lian memperingati.


"Baiklah Yang Mulia".


"Kalau begitu, aku pergi dulu". Su Lian pun segera pergi meninggalkan Hakim Wang sendiri .


Hakim Wang pun segera menyimpan semua Bukti tersebut di cincin Penyimpanannya agar lebih aman dan tidak ada yang berani mengusik bukti bukti itu .


Setelah selesai, Hakim Wang pun segera menuju Istana untuk menemui Kaisar Su Hao untuk melaporkan tentang Jendral Zhen.


"Salam Yang Mulia Kaisar, semoga anda di berikan panjang umur". Sapa Hakim Wang .


"Bangunlah, Apa yang membuatmu kemari Hakim Wang?". Tanya Kaisar Su Hao.


"Hamba ingin memberitahukan kepada Anda Yang Mulia, Bahwa semua bukti kehahatan Jendral Zhen sudah berada di pengadilan. Dan Sekarang Bawahan saya sedang menangkap Jendral Zhen di kediamannya". Jelas Hakim Wang.


Deggg..


Kaisar yang mendengar bahwa bukti bukti dan Penangkapan Jendral Zhen kini membuat raut wajah ketakutannya muncul, tetapi ia mencoba menenangkan hatinya agar tidak terbaca oleh Hakim Wang.


"Benarkah, kalau begitu baguslah kalau pelaku sebenarnya tertangkap". Ucap Kaisar dengan senyum yang di buat buat .


"Kalau begitu hamba pamit undur diri dulu Kaisar, ada banyak yang masih hamba kerjakan". Ucap Hakim Wang yang kemudian pergi dari tempat Kaisar.


"Sial, kenapa Jendral Sampah itu ketahuan sih.. awas saja kalau dia membocorkan semuanya". Gumam Kaisar Su Hao sembari mengepalkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2