Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
29. Serangan Binatang Buas


__ADS_3

Di tengah perjalanan tiba tiba terdengar suara sesuatu yang berlari ke arah rombongan Su Lian.


"Suara apa itu kakak kedua?". tanya Houcun kepada Su Lian.


"Entahlah, cepat pergi dari sini, aku punya firasat buruk tentang ini".


"Baik kakak, hiatt hiatt".ucap kedua pangeran yang kemudian memacu kudanya agar lebih cepat berlarinya.


"Turunkan aku Su Lian, biarkan aku duduk sendiri".Ucap Ah Ying yang sedari awal duduk dipangkuan Su Lian.


"Aku tidak mau". Singkat Su Lian.


"Kauu.. Su liann". Teriak Ah ying dengan wajah yang mulai memerah karena menahan marah dan malu.


Rrraaawwww...


"Siall,, itu sekumpulan binatang Serigala perak". Gumam Su Tianzi


"Kakak, coba kau lihat kebelakang, ada banyak sekali Serigala perak mengejar kita, apa yang harus kita lakukan?". tanya Su Haocun.


"MENEPI!!". Teriak Su Lian kepada kedua adiknya.


Akhirnya mereka segera menepi ke belakang pohon besar terdekat, sebisa mungkin mereka menyembunyikan diri dan aura mereka agar tidak terdeteksi oleh para serigala perak itu.


"Tunggu, sepertinya mereka bukan mengejar kita melainkan mereka dikejar sesuatu yang lebih besar". Kata Ah Ying sembari melihat lihat sekitar hutan tersebut.


"Kau benar kakak ipar, lihatlah kearah sana ada banyak sekali Laba Laba Merah Raksasa, kita benar benar harus melarikan diri karena penciumannya lebih tajam dari serigala". Ucap Haocun sembari memacukan kudanya kembali dan diikuti kedua saudaranya.


"Nona, kau bisa menggunakan Tusuk kondemu untuk memunculkan ribuan anak panah, dan jangan lupa kau harus menyembunyikan elemenmu lainnya". Ucap Qiqi yang berada di dunia Artefak dengan menggunakan telepati.


"Tapi posisiku tidak memungkinkan Qiqi". Jawab Ah Ying menggunakan telepati sembari mendengus kesal terhadap Su Lian.


"Kuda kita semakin melambat, mungkin mereka kelelahan, dengan terpaksa kita harus melawan para laba laba merah raksasa itu". Kata Su Tianzi yang diangguki semuanya .


Akhirnya aku bisa terbebas dari Su Lian genit itu. Gumam Ah Ying dalam hati.


Mereka pun bersiap siap dengan senjata masing masing , begitupun dengan Ah Ying yang sudah mengambil salah satu tusuk kondenya yang berubah menjadi panah Api yang indah.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama para laba laba merah segera mendekati Su Lian dan yang lain, mereka segera berjibaku melawan para laba laba Merah itu.


Berbeda dengan yang lain, Ah Ying masih saja berbicara dengan Qiqi melalui telepatinya.


"Qiqi bagaimana aku bisa menciptakan anak panah yang cukup banyak untuk menumbuh para laba laba merah itu?".


"Nona kau harus memberikan sedikit darahmu di panah itu dan kemudian bayangkan bahwa kau mempunyai ribuan panah, setelah itu bidik salah satu laba laba itu maka dengan sendirinya panah itu akan menyebar dan membidik lawannya". Jelas Qiqi.


Ah Ying segera menyudahi telepatinya dan kembali membantu para laki laki yang sedang bertarung itu.


Dia segera menggigit jarinya agar keluar darah yang kemudian diarahkan ke panah yang dia pegang, kemudian dia segera membayangkan ribuan panah dan membidikan salah satu Laba laba merah yang ada di depannya, dan dengan sangat ajaib , satu anak panah yang di tembakkan kini berubah menjadi ribuan anak panah yang membidik para Laba laba meraha.


Satu persatu Laba laba itu tumbang karena terkena anak panah Api dari Ah Ying yang bisa melelehkan organ dalam, suara teriakan kesakitan terdengar sangat jelas pada para Laba laba Merah itu yang akhirnya mati terbakar .


"Wahh kakak ipar kau sangat hebat, bisakah kau mengajarkanku?". Ucap Haocun yang sangat kagum dengan cara bertarung Ah Ying.


"Tentu, saat aku sudah pulih sepenuhnya". Jawab Ah ying sembari tersenyum hangat.


"Kita beristirahat disini saja, Kita makan siang terlebih dahulu setelah itu kita lanjutkan perjalanan". Kata Su Lian sembari mengeluarkan beberapa makanan dan alas duduk dari Cincin penyimpanannya.


Mereka segera berkumpul bersama Su Lian untuk makan siang bersama sama.


"Aku juga tidak tahu, mungkin mereka tadinya sedang memperebutkan sesuatu dan salah satu dari mereka kalah, atau mungkin memperebutkan makanan". Jawab Tianzi sambil mengangkat bahunya.


"Ahh kau ini kak mengada ada saja, dua jenis binatang yang berbeda tidak mungkin memperebutkan makanan seperti katamu itu, atau mungkin memperebutkan betina ". Ucap Haocun malah mendapat tonyoran di kepalanya dari Su Lian.


"Aw kenapa kau menoyor kepalaku seperti itu kakak kedua?". Ucap Houcun menggerutu.


"Karena kau sangat bodoh adik keempat".


"Sudah sudah , kalian ini membuatku pusing saja. Cepat makanlah atau para binatang buas itu akan datang memakan kalian terlebih dahulu". Ucap Ah Yingsambil memelototi ketiganya.


Mereka segera memakan makanannya dalam diam , tidak ada yang berani berbicara karena diperhatikan oleh Ah Ying.


"Hoammm,, Kenyangnya". Ucap Houcun yang kemudian mendapat tonyoran dari kedua kakaknya.


"Aww ... Kenapa lagi sih kakak kakak kuu, apa salahku?".

__ADS_1


"Jika kau kenyang bukan begitu, jika kau menguap itu namanya mengantuk Houcun". Ucap Tianzi kesal.


"Pfft... ". Tawa Ah Ying setelah ditahan sedari tadi kini pecah melihat tingkah kakak adik di depannya.


Berbeda dengan Su Lian Yang hanya tersenyum melihat para adik yang sedang berdebat itu.


"Sudahlah, mari kita kembali melakukan perjalanan, paling tidak kita sampai di desa terdekat, karena hari semakin sore". Ucap Ah Ying memecahkan suasana.


Mereka segera menunggangi kuda masing masing termasuk Su Lian dan Ah Ying yang menunggangi satu kuda.


Awalnya Ah Ying sedikit ragu menerima uluran tangan Su Lian, tetapi kemudian dia segera menerima uluran Su Lian dan duduk di depan Pangeran Agung .


Dengan Jantung yang berdebar kencang Ah Ying mencoba menjaga jarak duduknya dengan Su Lian agar tidak terdengar olehnya.


Lain halnya Su Lian yang selalu tersenyum melihat tingkah Ah Ying.


Mereka segera melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda, suara derap kuda memenuhi hutan yang dilewatinya. Tidak ada suara satupun dari mereka membuat hutan yang luas itu terlihat sangat sunyi.


Perjalanan cukup panjang bagi mereka, hingga mereka mendengarkan suara auman dari berbagai arah lagi, suara sahut sahutan seperti menandakan bahaya yang sedang mengintai mereka.


"Ahh Sial, kenapa lagi.. Apa kalian mendengarnya? Kali ini saranya sangatlah beragam". Tanya Houcun kepada semua.


"Kau benar, Lebih baik kita bersembunyi di atas pohon saja karena akau mendengar suara itu dari tiga arah didepan". Ucap Tianzi memberi saran.


Mereka semua pun menyetujui saran dari Tianzi, Para Kuda yang di tumpangi mereka segera disembunyikan menggunakan kekuatan Su LIan, sehingga Para kuda itu tidak bisa terdeteksi oleh para binatang tersebut.


Setelah menyembunyikan KUda kuda tersebut, mereka segera memanjat pohon untuk melihat pergerakan binatang buas tersebut.


Dan benar adanya setelah menunggu cukup lama munculah segerombolan binatang buas dari arah kiri mereka dan muncul lagi dari arah depan mereka.


Selang beberapa waktu dari arah Kanan muncul juga beberapa rombongan binatang buas lagi yang semua mengarah kearah datangnya rombongan Su Lian tadi.


"Kenapa mereka berlari kearah yang sama? Apa yang mengejar mereka hingga ketakutan seperti itu?". Gumam Ah Ying.


Setelah Rombongan binatang buas itu pergi mereka segera turun dari pohon yang mereka naiki.


"Kakak, kita lewat mana kali ini, ada tiga cabang jalannya sekarang". Tanya Houcun.

__ADS_1


"Kita lewat jalur kanan saja". Jawab Su lian dengan singkat.


Mereka akirnya memilih jalur kanan yang menurut Su Lian lebih sedikit binatang buas yang melewatinya.


__ADS_2