
Su Lian berjalan perlahan menuju Ruang Kerja Tetua Ji hingga akhirnya ia memasuki Ruang Kerja yang hanya terdapat Tetua Ji di dalamnya.
"Salam Tetua". Ucap Su Lian.
"Bagaimana? apa kau mendapatkan petunjuk?". Tanya Tetua Ji.
"Aku mendapatkan Ini". Jawab Su Lian sembari menyerahkan amplop coklat yang berisi bukti kecurangan dari Raja Iblis.
"Bagus, ini sudah cukup. Aku akan memasuki Istana untuk bertemu Kaisar".
"Ada beberapa yang perlu ku bicarakan Tetua".
"Katakanlah".
Su Lian segera bercerita tentang apa yang ia lihat ataupun dengar saat berada di Dunia Gelap, serta informasi tentang penyerangan yang lebih awal dari rencana awal. Sedangkan Tetua Ji mendengarkan dengan seksama sembari memilah kata kata yang keluar dari Su Lian.
"Besok kita akan memasuki Istana, apa kau siap ?". Tanya Tetua Ji.
"Apa tidak terlalu cepat Tetua?". Tanya Su Lian.
"Rencana awal mereka akan menyerang Lima hari dari sekarang, tetapi ini berbeda, mereka akan menyerang lebih awal jadi kita juga harus mempersiapkan juga lebih awal . Kau tenang saja, kita akan menemui Kaisar secara pribadi". Jelas Tetua Ji.
"Baiklah Tetua, lalu apakah Ah Yue akan kita bawa?".Tanya Su Lian .
"Jangan, Jangan kau publikasikan Dewi itu. Kau tahu, banyak Dewa penghianat di sekitar kita".
"Kau benar Tetua, Kalau begitu aku akan kembali terlebih dahulu dan bersiap untuk memasuki Istana besok pagi".
"Silahkan, nanti kau kemarilah dulu. Kita pergi bersama".
"Baik Tetua, kalau begitu aku pamit dulu".
Su Lian pun segera kembali ke kediamannya , tetapi sebelum Pergi ke kamarnya ia lebih memilih memasuki Kamar Ah Ying dan ikut tertidur di sampingnya.
......
Di istana Langit...
__ADS_1
"Bagaimana Kaisar, apa kau mendapat petunjuk?". Tanya Permaisuri.
"Belum, bola kristal ini tiba tiba padam dan tidak menyala". Jawab Kaisar tertunduk Lesu.
"Apa mungkin Ah Yue ku belum naik Ke Dunia Atas?". Ucap permaisuri yang terus memandangi bola kristal untuk mendeteksi keberadaan Sang Putri tercinta.
"Entahlah istriku, Aku pun berharap segera bertemu dengannya".
Kaisar dan Permaisuri saling pandang dengan sendu yang kemudian meninggalkan Ruangan Kusus yang berisi Kristal kehidupan dari Ah Ying. Yang ternyata selama ini mereka mengawasi Rengkarnasi sang putri lewat Bola Kristal tersebut, walaupun tidak bisa mengawasi gerak geriknya tapi paling tidak mereka bisa memastikan Sang Anak telah berengkarnasi.
Kaisar Xuang kini telah berjalan mondar mandir cukup lama untuk menunggu Kabar dari bawahannya yaitu Tetua Ji yang selalu setia mengabdi bersamanya selama Ratusan tahun. Tetapi, sampai malam tiba Tetua Ji tidak kunjung datang ke tempatnya sehingga Kaisar Xuang pun menjadi sangat gelisah .
Karena Tetua Ji tidak kunjung datang, Kaisar Xuang memilih untuk beristirahat lebih awal karena sudah lelah dengan semua pekerjaannya.
.....n
Pagi Hari....
Su Lian semakin mempererat pelukannya di pinggang ramping Ah Ying, hingga yang dipeluk kini merintih kesakitan dan terbangun karena merasa sulut bernafas.
"Hufh, kenapa sesak sekali. Pasti Su Lian pelakunya". Gumam Ah Ying setelah benar benar membuka matanya.
Awalnya Ah Ying ingin membangunkan Su Lian, tetapi setelah mengamati wajah tampannya Ah Ying mengurungkan niatnya untuk membangunkan si empunya. Melainkan ia terus memandangi wajah yang terpahat sempurna itu dengan betahnya.
Ah Ying menyingkirkan anak rambut berwarna perak yang menutupi wajah Su Lian agar wajah tampannya terlihat dengan jelas. Saat Ah Ying mengusap Pipi Su Lian, tiba tiba tangan Su Lian meraih dengan lembut tangan Ah Ying. Stelah mendapatkan tangan sang gadis Su Lian segera membuka matanya hingga kedua mata mereka saling bertatapan.
Ah Ying kini menjadi begitu merona hingga ia ingin mengalihkan pandangannya ke lain arah, akan tetapi Su Lian lebih dulu ******* bibir Mungil Ah Ying hingga yang Punya bibir kini terpaku karena terkejut akan reaksi Su Lian.
Su Lian dengan lembut memainkan lidahnya sedangkan Ah Ying tidak membalas ciuman itu karena masih terkejut akan kelakuan Su Lian.
Karena Ah Ying tidak membalas Ciumannya, Su Lian kini beralih mengecup leher giok Ah Ying dan sesekali ******* telinganya.
Ah Ying yang lama kelamaan terbawa suasanapun ikut larut dalam permainan lidah Su Lian hingga mereka melakukan hubungan intim hingga Memakan waktu Tiga jam.
Ah Ying yang kini sudah sadar akan apa yang mereka lakukan , kini tertunduk malu rasanya ingin berteriak sekencang mungkin tetapi tidak bisa.
Sedangkan Su Lian kini terlihat sangat senang serta selalu memandangi Ah Ying dengan penuh damba.
__ADS_1
"Ying'er, kau tidak perlu khawatir, aKu akan bertanggung jawab. Bukankah aku sudah janji padamu untuk segera menikahimu jika semuanya sudah berakhir?". Ucap Su Lian sembari memeluk Ah Ying dan menyandarkan kepala Ah Ying di dadanya.
"Aku tahu ". Singkat Ah Ying.
"Apa aku boleh memanggilmu Yue'er sekarang?". Tanya Su Lian.
"Tentu, ". Jawab Ah Ying yang masih saja sangat Singkat.
"Baiklah kalau begitu, kau boleh memanggil namaku yang Asli . Oh Ya Yue'er, hari ini aku akan ke istana untuk menemui Ayahmu. Apakah kau akan ikut?". Tanya Su Lian.
"Tidak, aku akan muncul ketika semuanya telah Tiba Qiang. Dan......, Aku akan menunggu lamaranmu ketika semua sudah selesai". Jawab Ah Ying alias Ah Yue dengan malu malu kepada Su Lian alias Su Qiang.
"Tentu aku akan segera melamarmu Xuang Ah Yue". Ucap Su Lian sembari tersenyum penuh kebahagiaan.
......
Su Qianh pun sudah siap untuk pergi Keistana karena ia sekarang dibantu bersiap oleh Sang kekasih hati. Setelah siap, ia pun berpamitan untuk menuju kediaman Tetua Ji terlebih dahulu.
"Aku pergi Dulu Yue'Er. Kau bisa berkultivasi selagi aku meninggalkanmu".
"Baik, berhati hatilah Su Qiang, aku akan menunggumu pulang". Ucap Ah Yue sembari mengecup Pipi Su Qiang dengan malu malu.
Su Qiang pun segera pergi menemui Tetua Ji yang sama sama sudah bersiap di kediamannya.
"Salam Tetua, apa kau sudah siap". Ucap Su Lian.
"Aku sudah siap, mari kita pergi bersama". Jawab Tetua Ji yang kemudian segera pergi ke Istana bersama dengan Su Lian (Su Qiang).
Sesampainya di Istana mereka disambut dengan baik oleh orang orang di dalamnya. Bahkan ada beberapa Dewa atau Dewi yang terkejut akan kedatangan Dewa Perang tingkat Satu yaitu Su Qiang yang sudah lama sekali tidak muncul di Dunia atas. Banyak yang berpikir bahwa Su Qiang sudah mati karena suatu alasan.
Mereka berdua tidak menghiraukan tatapan semua orang dan segera memasuki Ruang Kerja Kaisar Cuang yang sudah menunggu sedari tadi.
"Salam Yang Mulia Kaisar, semoga anda diberi umur panjang". Ucap Mereka berdua sembari membungkukkan badan.
"Bangunlah, dan duduklah kemari". Ucap Kaisar mempersilahkan mereka berdua.
"Apa kabarmu Dewa Perang Su Qiang?". Tanya Kaisar.
__ADS_1
"Kabar hamba sangat Baik Yang Mulia".
"Apa Kau sudah menemukan Rengkarnasi Putriku?". Tanya Kaisar membuat Su Qiang terdiam memikirkan alasan yang tepat untuk di bicarakan kepada Kaisar.