
Qiqi segera berteleportasi ke Alam Atas menggunakan kalung yang dikenakan Ah Ying, Dia sampai di gerbang perbatasan antara dunia atas dan dunia bawah, disambut ramah oleh penjaga gerbang.
"Selamat datang nona? apakah nona seorang kultivator yang sudah naik?".
"Aku Binatang spiritual, apakah kau tidak bisa mencium bauku".
"Maafkan penjaga ini yang tidak tahu tentang anda, apakah anda mempunyai Token atau semacamnya".
"Tidak perlu".
Kemudian Qiqi segera berubah menjadi sosok naga putih yang begitu besar dan membuat Penjaga gerbang terkejut melihat perwujudan asli Qiqi.
"Binatang Mitologi spiritual". Gumam penjaga satunya.
Qiqi segera berubah menjadi manusia kembali karena takut membuat keributan.
"Bagaimana?". Tanya Qiqi
"Silahkan masuk, silahkan".
Penjaga gerbang segera membukakan pintu agar Qiqi segera masuk ke dalam.
Dengan perlahan Qiqi berjalan menuju tempat yang sudah sangat lama ia tinggalkan semenjak pemilik lama meninggal.
"Rasanya rindu suasana di alam atas ini". Gumam Qiqi.
Qiqi segera meneruskan langkahnya menuju istana alam atas / alam langit terlebih dahulu.
Qiqi bersenandung pelan di perjalanan menuju istana yang tidak jauh dari pintu gerbang perbatasan alam atas dan bawah.
Membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit akhirnya Qiqi sampai di depan pintu gerbang Istana alam atas membuat penjaga sigap menanyai Qiqi.
"Ada yang bisa kami bantu nona?".
"Aku ingin bertemu Kaisar, ada hal penting yang ingin aku bicarakan, apakah Yang Mulia Kaisar ada di dalam?". Ucap Qiqi.
"Tentu nona, bisakah kami melihat tanda pengenal anda?"
"Huh dasar penjaga bodoh, apa kalian tidak mengenalku sama sekali?!". Ucap Qiqi mendengus kesal.
"Maaf nona, kami penjaga baru jadi kami tidak mengenal nona".
"Panggilkan saja penjaga senior disini, aku tidak ingin membuat keributan jika aku merubah wujud asliku".
Salah satu penjaga segera memanggil salah satu penjaga senior yang tak jauh dari tempatnya berjaga.
Tak butuh waktu lama salah satu penjaga senior datang dengan penjaga baru yang mencarinya tadi.
"Ini senior, nona yang saya maksud tadi".
Kemudian penjaga senior itu menoleh untuk melihat gadis yang dimaksud Prajurit baru itu, Ketika dia sudah melihat sosok yang dimaksud segera keringat dingin muncul dan badan tiba tiba sedikit bergetar.
"Salam kepada Naga Agung Ying, maaf bawahan ini sangat tidak sopan kepada anda karena tidak mengenali anda". Ucap penjaga itu yang kemudian bersujud di ikuti dua prajurit lainya dengan keterkejutan mereka.
"Bangunlah, jangan membuang waktuku, aku ingin menemui Yang Mulia Kaisar".
"Maafkan kami Naga Agung Ying, ". Ucap salah satu penjaga gerbang yang baru dengan badan yang bergetar.
__ADS_1
"Sudahlah lupakan, kalian berikan jalan saja Nona ku sudah menunggu lama". Ucap Qiqi dingin.
"Baik Naga Agung Ying silahkan memasuki istana, Yang Mulia Kaisar sedang berada di dalam, Mari saya antar".
Penjaga senior itu segera mengantar Qiqi menuju Istana tempat Kaisar Langit melewati banyak penjaga yang ditempatkan di berbagai lorong, Penjaga yang mengetahui siapa Qiqi sebenarnya segera membungkuk hormat saat Qiqi melewatinya.
"Naga Agung Ying, ini Ruangan Yang Mulia, saya hanya bisa mengantarkan anda sampai disini, Biarlah Kasim Fang yang menyampaikan pesan anda. Kasim Fang kuserahkan selanjutnya padamu". Ucap penjaga yang kemudian pergi dari depan ruangan Sang Kaisar dan tak lupa untuk membungkukkan badan kepada Qiqi.
"Salam kepada Naga Agung Ying , silahkan tunggu terlebih dahulu saya akan menyampaikannya kepada Yang Mulia".
"Baik, cepatlah".
Sang Kasim Fang pun segera memasuki Ruangan Kaisar untuk menyampaikan kedatangan Qiqi .
"Salam Hamba Yang Mulia Kaisar Agung semoga selalu diberi umur panjang". Ucap Kasim Fang sambil membungkukkan badannya.
"Berdirilah, Ada apa kau datang kemari ?". Tanya sang Kaisar.
"Maaf Yang Mulia , Saya hanya menyampaikan bahwa Sang Naga Agung Yang sedang berada diluar untuk menemui anda".
"Biarkan dia masuk".
"Baik Yang Mulia, saya permisi dahulu".
Sang Kasim segera keluar ruangan untuk menyampaikan kepada Qiqi yang menunggu diluar.
"Bagaimana?". Tanya Qiqi.
"Silahkan masuk Naga Agung Yang".
"Terimakasih, kau bisa kembali ke tugasmu". Ucap Qiqi yang kemudian memasuki Ruangan Sang Kaisar.
"Berdirilah".
"Terimakasih Yang Mulia".
"Apa yang membawamu Kemari ?". Tanya Kaisar tanpa basa basi.
"Hamba telah menemukan Rengkarnasi putri anda Yang Mulia".
"Apakah kau benar adanya?, Dimana dia sekarang?".
"Dia sedang di Kekaisaran Qin, keluarganya di dunia bawah habis di bantai, dan Jiwa Yang mulia Ratu telah kembali ke alam atas".(Singkat cerita, Jiwa Ratu awalnya memasuki tubuh Nyonya Gu sang istri Jendral Wu , yang kini telah kembali ketubuh aslinya sebagai permaisuri Kaisar langit. Sang permaisuri rela melepaskan Jiwanya sementara agar bisa melahirkan kembali Sang Dewi Agung, dengan banyak kehidupan dan akhirnya kali ini berhasil melahirkan Rengkarnasi Sang Dewi Agung lewat tubuh Nyonya Gu istri Jendral Wu).
"Lalu kenapa dia tidak bersamamu ? Dan dimana Naga Agung Yin?".
"Ingatan Dewi saat ini tersegel Yang Mulia, Jadi dia tidak mengingat apapun tentang semua di Dunia Atas, dan untuk Naga Agung Yin dia sedang berevolusi ketahap Langit Yang Mulia".
"Jadi begitu, Baiklah .... Kau jaga baik baik sampai ingatannya benar benar pulih. Lalu apa tujuanmu kemari?". Ucap Yang Mulia Kaisar yang sudah bernafas Lega.
"Hamba menginginkan penjaga di tingkat Kultivasi tinggi Yang Mulia".
"Akan aku siapkan, bahkan jika kau dan putriku meminta ribuan prajurit".
" Jika waktunya tiba mungkin akan membutuhkannya Yang Mulia?".
"Apa maksudmu Naga Yang?".
__ADS_1
" Dewi berencana membalaskan dendam keluarga Jendral Wu kepada Kaisar Qin Yang Mulia, dan saat ini Dewi juga sedang diincar oleh orang orang dari Dunia Atas". Jelas Qiqi.
"Membalas dendam dengan cara apa? kenapa tidak meminta bantuan ku untuk menghancurkan seluruh kekaisaran itu?".
"Maaf Yang Mulia, Dewi mempunyai rencananya sendiri, maka dari itu hamba meminta penjaga atau pengawal kepada anda".
Sang Kaisar mulai memikirkan apa yang di rencanakan Rengkarnasi putrinya itu, dan yang menjadi ganjalan siapa dalang yang mengincar sang Putri kesayangannya .
Siapa yang mengincar Yue'erku, Dari alam atas ya... apa mungkin Dia.. Jika Dia Masih hidup kemungkinan benar adanya.. Gumam Kaisar dalam hati.
Qiqi yang merasa di diamkan Kaisar Langit segera memecahkan keheningan yang terjadi.
"Maaf Yang Mulia, bisakah saya membawa mereka sekarang?".
"Ahh yaya, sebentar akan aku siapkan".Ucap Kaisar kemudian memanggil salah satu pengawal untuk menyiapkan sekitar Dua Ratus pengawal terpilih untuk mengikuti Qiqi, dan sepuluh penjaga bayangan yang sudah berada di Ranah Dewa menengah .
"Baik terimakasih Yang Mulia, Hamba pamit undur diri.. ". Ucap Qiqi yang diikuti semua pengawal yang dibawanya.
"Pergilah, Kalian semua harus benar benar menjaga Dewi , keselamatannya aku serahkan kepada kalian". Perintah Sang Kaisar kepada penjaga yang dipilihnya.
"Baik Yang Mulia". Ucap mereka serentak.
Mereka semua segera meninggalkan Istana Langit menuju gerbang perbatasan agar cepat sampai ke kediaman Ah Ying.
Qiqi segera menjelaskan tentang Ah Ying dan kediaman serta orang orang yang berada di kekaisaran Qin sambil berjalan menuju gerbang.
Sepuluh menit berlalu mereka segera sampai di depan gerbang perbatasan , Penjaga Yang melihat segera memberi hormat kepada Qiqi dan kemudian membukakan gerbang Antar Dunia Atas dan Dunia Bawah.
......................
Pagi telah tiba, burung burung mulai riuh siap untuk beraktivitas.
Ah Ying yang masih tertidur pulas diselimuti oleh selimut bulu yang hangat, karena mulai memasuki musim dingin dan salju mulai turun membuat Ah Ying betah bergelut dengan selimut yang hangat itu.
Hingga Anchi dan Anchu mulai membangunkan Ah Ying karena ada keramaian di depan kediaman , membuat para pelayan kediaman ricuh melihat para pria tampan berbaju perang berwarna putih berjumlah ratusan sedang berada di depan kediaman.
"Nona,, nona,, cepat bangun".
"Enggggggg... kalian mengganggu saja, aku malas keluar". Jawab Ah Ying yang masih mengantuk.
"Ayolah nona, sebentar saja, di depan ada banyak pria berbaju putihh , Ratusan mungkin, ya Anchu". Ucap Anchi yang diangguki Anchu dengan antusias.
"Hoaammmmm,, baiklah Ayo kita kesana". Ucap Ah Ying Akhirnya , dengan mengenakan Jubah biru tanpa mengikat rambut membuat Ah Ying terlihat mempesona, walaupun belum membersihkan dirinya.
Mereka segera keluar kamar dan berjalan menuju depan kediaman yang sudah ramai .
Sesampainya di sana Ah Ying pun terkejut melihat banyaknya pria berbaju perang berwarna putih, berparas tampan tampan bak para dewa.
"Salam kepada Nona Ah Ying,". Ucap mereka serentak.
Ah Ying dan kedua pelayannya terlihat terkejut dengan apa yang di ucapkan semua pria tampan itu.
"Siapa Kalian?". Tanya Ah Ying.
"Ahh Apakah nona lupa, Mereka adalah para penjaga yang aku janjikan". Ucap Qiqi dari balik kerumunan para penjaga yang di maksud.
"Ohh iya aku lupa, tapiii mereka.. sangat tampan, tidak terlihat garang, malah semua orang akan berbondong bondong kemari untuk hanya bertemu mereka". ucap Ah Ying sambil menggarukan kepala yang tidak gatal.
__ADS_1
"Kau tenang saja nona, mereka tidak akan tergoda, biarkan mereka masuk, nanti malah menarik perhatian para warga".
"Kau benar, bawa mereka masuk". Ucap Ah Ying sembari memimpin jalan untuk menuju halaman kediaman yang cukup besar.