Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
102 .Tang Huan


__ADS_3

Hari demi hari sudah berganti, kini terlihat seorang gadis cantik berambut perak yang kini berada di depan cermin Rias.


Ia terlihat begitu mempesona dengan riasan tipis tetapi terlihat sangat berbeda dan cantik.


Gaunnya berwarna Perak dengan Motif Emas dipadukan dengan Jubah Luar berwarna Emas serta rambut panjangnya yang disanggul separo yang tidak terlalu rumit memberikan kesan wanita bangsawan jika orang orang melihatnya.


Gadis itu yang tak lain adalah Ah Yue kini sudah keluar dari kamarnya dan segera menuju ke tempat perayaan serta penobatan dirinya. Ia berjalan dengan anggun hingga membuat semua orang yang melihatnya begitu terpesona.


Di tempat perayaan, Su Qiang pun tak kalah mempesonanya. Dengan berpakaian berwarna biru tua dengan motif yang rumit membuatnya begitu tampan dan menawan ditambah dengan Jubah senada dengan pakaianya.


Semua Dewa Dewi sudah berkumpul di dalam aula acara, kini tinggal menunggu Sang Dewi Yue yang belum hadir di dalamnya.


Kaisar dan para Dewa Dewi yang sedang asik dalam perbincangan ringan mereka kini berhenti sejenak saat melihat seorang gadis cantik berambut perak dengan sangat agung dan mempesona memasuki Tempat acara.


"Sungguh keindahan".


"Ayah, bisakah kau dekatkanku dengannya?".


"Coba saja aku seorang Dewa Tingkat tinggi pasti akan langsung kunikahi dia".


Terdengar suara berbisik tentang keindahan yang memasuki tempat tersebut.


Banyak sekali pasang mata yang melihatnya dengan kagum ,dan tak sedikit yang iri dengan penampilanya.


Su Qiang yang kini duduk di tempatnya ,kini berdiri untuk menyambut Wanitanya yang terlihat luar biasa begitupun Kaisar dan permaisuri serta selir beserta anak selir Kaisar Xuang.


"Salam Ayah, salam Ibu , salam para bibi dan salam saidaraku".


"Kau sungguh luar biasa Anakku". Puji sang Ayah tercinta.


"Terimakasih Ayah". Jawab Ah Yue tersipu malu.

__ADS_1


"Kemarilah duklah di samping ibumu".


Ah Yue pun kini segera duduk di samping sang ibu dengan pandangan yang tak lepas dari Su Qiang yang sedari tadi juga memandangnya.


Dari arah pintu kini Masuklah kembali Seorang pria tampan beserta sang ayah yang berjalan dengan angkuhnya memasuki Tempat tersebut.


"Salam Yang Mulia, salam permaisuri, salam Dewi Ah Yue". Ucap kedua ayah dan anak tersebut.


"Bangunlah, tidak perlu terlalu sopan seperti itu. Silahkan duduk di tempat yang disediakan". Ucap Kaisar Xuang.


"Terimakasih Yang Mulia, tapi sebelum kami duduk ke tempat kami. Bisakah kita membahas tentang perjodohan Tang Huan dengan Ah Yue Yang Mulia?". Ucap Ayah Tang Huan mengingatkan perjodohan ribuan tahun lalu.


"Hahaha, kau ini apakah kau lupa Tang Sue Min? anakmu duku menolak Yue'erku ". Ucap Kaisar dengan santai.


"I.. itu karena Tang Huan dulu melakukan kesalahan Yang Mulia. Jadi bisakah kita lanjutkan Perjodohan ini?".


Kaisar Xuang pun terdiam begitupun Ah Yue , untung saja Para Dewa Dewi Yang hadir tidak memperhatikan Dewa Api dan Dewa penjaga tersebut.


Ah Yue pun saling memandang dengan Su Lian memberi isyarat untuk mengikuti sandiwara kedua Dewa Ayah dan anak tersebut.


"Maaf Dewa Qiang, janganlah kau bicara omong kosong dan memfitnah anakku. Bukankah itu termasuk Sebuah kesalahan?". Ucap Tang Sue Min yang membela sang anak.


"Anda bisa bilang kalau saya memfitnah jika tidak ada saksi saat itu, bukankah begitu Yang Mulia permaisuri?".


Permaisuri yang kini terintruksi oleh Su Qiang pun segera mengiyakan di depan Tang Huan dan sang ayah.


"Ya benar, aku pun begitu sakit hati saat itu . Dewa Tang anakmu sungguh bermulut tajam, padahal putriku sangat mencintai putramu waktu itu". Ucap Permaisuri dengan Sinisnya, karena memang ia tidak menyukai keluarga Tang yang sudah merendahkan Putrinya hanya karena waktu itu sang Putri belum bisa berkultivasi.


"Maafkan Hamba Yang Mulia, waktu itu hamba Kilaf tidak mencerna dengan baik kata kata hamba. Dan Kali ini hamba menyesal". Ucap Tang Huan sembari bersujud di hadapan Kaisar dan yang lainya hingga membuat seluruh Dewa Dewi yang hadir memperhatikannya .


Kaisar terlihat tidak suka dengan tindakan Tang Huan, Sedangkan Ah Yue yang sedari tadi hanya melihat dengan seksama Sandiwara Anak dan Ayah tersebut kini malah bertepuk tangan hingga membuat suasana hening.

__ADS_1


"Wahh, kalian patut di jadikan Aktor yang hebat. Bagaimana Dewa Tang ? apakah kau berminat?". Tanya Ah Yue yang angkat bicara.


"Tolong sopan santunmu Dewi". Jawab Tang Sue Min dengan sedikit nada tidak suka.


"Hebat ya, Ayah apakah kau ingin tahu siapa penghianat Kekaisaran ini? Hingga Paman Hong Fei mengetahui semua rencana kita?". Tanya Ah Yue mengalihkan pandangannya dengan sang Ayah.


"Siapa itu Putriku?". Tanya Kaisar sembari mengernyitkan dahinya.


"Ayah bisa meminta penjelasan dari Dewa Penjaga kita, Dewa Tang. Bukankah begitu Dewa Tang?". Tanya Ah Yue penuh menelisik.


"Apa Maksudmu Dewi? jangan menuduhku tanpa ada bukti apapun?". Elak Tang Sue Min yang masih tenang dan penuh kesombongan, yah walau sebenarnya Jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Ahh kau benar Dewa Tang, aku harus mempunyai bukti":. Jawab Ah Yue sembari menyangga kepalanya dengan tangan kanan.


"Lalu apakah kau punya bukti Putriku?". Tanya Kaisar.


"hmmm, sebentar Ayah. Sepertinya aku punya. Kasim bawa mereka kemari". Ucap Ah Yue.


Kemudian Sang Kasim pun membawa dua pelayan dan empat penjaga yang kini terikat dan di bawa masuk ke dalam Aula acara.


Tang Huan dan sang ayah yang melihat kedua pelayan kediamannya pun mulai merubah ekspresi wajahnya menjadi sedikit gugup, akan tetapi mereka mencoba setenang mungkin agar tidak di curigai.


"Bawa Mereka mendekat". Titah Kaisar.


"Tang Huan apakah kau mengenal mereka? paling tidak kedua pelayan itu?". Tanya Ah Yue dengan senyum mengejek.


"Apa Maksudmu? kami tidak mengenal mereka". Jawab Tang Huan sedikit gugup sembari mengalihkan pandangannya dari Ah Yue .


"Ck, lalu kenapa kau gugup sekali. Cobalah lihat dengan seksama, kenal tidak dengan mereka?". Tanya Ah Yue sekali lagi.


"Tidak.... tidak .. kami tidak mengenal". Elak Tang Sue Min.

__ADS_1


"Baiklah kalau kalian tidak mau mengakui, biarlah mereka yang mengakui. Katakan semua, jangan takut kepada mereka kalian akan aman setelah berkata jujur".


Satu pelayan maju kedepan sambil tertunduk dan sesekali melirik kedua majikannya yang berpura pura tidak mengenalnya, Sedangkan Tang Huan dan Sang Ayah pun memberi kode kepada pelayan itu untuk tidak membongkar semuanya tetapi tanpa mereka sadari mereka selalu diperhatikan Ah Yue dan Kaisar Xuang.


__ADS_2