
Su Lian terisak di dalam pelukan Ah Ying membuat Tabib Lao merasakan kesedihan saat melihat kedua insan yang sedang melepas rindu itu.
"Sudahlah, jangan menangis. Bukankah aku baik baik saja". Ucap Ah Ying dengan nada seraknya karena baru bangun dari tidur panjangnya.
" Tapi kau tadi hampir saja menghilang Ying'er". Ucap Su Lian sendu.
"Yang penting sekarang aku sudah disini kan".
"Ehemm.. maaf Yang Mulia , Nona Ying". Ucap Tabib Lao memecahkan kemesraan kedua insan di depan.
"Ada apa?".Jawab Su Lian dengan nada tidak suka.
"Ehh,, anu Yang Mulia, bolehkah saya memeriksa nona Ying terlebih dahulu". Ucap Sang Tabib sedikit tercekat.
Su Lian yang tersadar jika di dalam kamar itu tidak hanya mereka berdua saja segera berpura pura memasang ekspresi dinginnya untuk menutupi rasa malunya.
"Silahkan periksa dengan teliti".
"Baik Yang Mulia, Maaf Nona Ying bisa berikan tangan anda ".
Ah Ying pun memberikan Tangannya untuk diperiksa oleh Tabib Lao .
Sang Tabib segera mengernyitkan dahinya sepertinya dia menemukan sesuatu yang aneh dari tubuh Ah Ying.
"Apa ada Masalah Tabib Lao?".Tanya Su Lian.
"Tidak Yang Mulia hanya saja Energi Qi Nona Ying sangat berbeda dari kultivator yang lain".
"Berbeda bagaimana maksudmu?".
"Kultivator biasa hanya mempunyai satu atau dua dantian sehingga menghasilkan Satu energi Qi dengan arus selaras, tetapi Nona Ying mempunyai Tujuh Dantian dan empat diantaranya Dantian Emas sehingga mempunyai Satu energi Qi yang sangat besar dan arus yang dihasilkan menjadi seperti akar serabut yang bisa menciptakan kekuatan yang Luar Biasa Yang Mulia". Jelas Sang Tabib .
"Baiklah aku mengerti, dan untuk masalah kekuatan Ying'erku dan jumlah Dantian langka itu jangan sampai orang lain tahu, jika ada yang tahu ku pastikan kau akan terbunuh paling awal".
Tabib Lao pun kembali tercekat mendengar Ucapan ancaman Su Lian sehingga dia hanya bisa menjawab dengan Anggukan saja.
__ADS_1
"Baik Yang Mulia , tugas saya sudah selesai dan ini resep obat untuk Nona Ying yang harus meminumnya satu hari sekali agar cepat pulih. Saya undur diri Yang Mulia". Ucap Tabib sembari memberikan secarik kertas berisi bahan obat untuk Ah ying.
"Terimakasih, Ini Upahmu karena telah membantu Pangeran ini".
"Ini terlalu banyak Yang Mulia". Ucap Tabib Lao saat menerima Lima keping Koin emas dari Su Lian.
"Anggap saja aku sedang berbaik hati karena terlalu senang, ambilah jangan sungkan".
"Terimakasih Yang Mulia, saya pamit".
Tabib Lao pun segera pergi meninggalkan kedua orang yang sedang melepas Rindu tersebut .
Ah Ying yang sedari tadi hanya terdiam karena badannya masih terasa lemas kini mulai bangun perlahan untuk duduk menyender pada Ranjang besarnya agar lebih nyaman saat mengobrol dengan Su Lian.
Saat akan memanggil Su Lian tiba tiba kepala Ah Ying mulai berdengung kencang membuat secara naluri memegang kepalanya, Su Lian yang melihatnya segera menghampiri Ah Ying.
"Ying'er, kau kenapa lagi? jangan memaksakan untuk bangun jika belum sepenuhnya membaik". Ucap Su Lian dengan penuh kekhawatiran.
Ah Ying tidak menjawab Su Lian karena terlalu fokus pada ingatan ingatan masa lalunya yang akhirnya muncul kembali, dan kemudian dia tersadar kembali sembari mengangkat tangan kanannya yang ternyata dia sedang memegang Jepit Rambut yang sangat cantik berbentuk Phoenix putih yang sangat indah.
Ternyata semua itu adalah nyata, bukan Mimpi.. ibu.. aku merindukanmu. Gumam Ah Ying dari Dalam hati.
"Ehh.. aku tidak apa apa , hanya beberapa ingatanku sudah kembali".
"Benarkah? apakah kau sudah mengenalku?".
"Aku mengenalmu Su Qiang aku mengingatmu,". Ucap Ah Ying sambil tersenyum penuh haru.
Tetes demi tetes Air mata Ah Ying mulai membasahi pipi gioknya , sehingga membuat Su Lian yang melihatnya segera memeluk tubuh Ah Ying dan mengusap perlahan punggungnya agar lebih tenang.
"Maafkan aku Ying'er yang tidak bisa menjagamu dengan baik, Maafkan aku membiarkanmu mati di tangan bedebah itu. Maaf...". Ucap Su Lian yang akhirnya tidak tahan untuk tidak menangis. Tangisan bahagia dan haru yang kini mereka rasakan sehingga membuat suasana begitu sendu.
"Kau tidak salah Su Lian, kau sudah membuktikan ketulusanmu dan menungguku berengkarnasi hingga ribuan tahun lamanya. Terimakasih untuk semua yang telah kau lakukan padaku. Terimakasih". Ucap Ah ying sembari melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Su Lian yang masih mengalir deras dipipinya.
Mereka berdua pun bercerita tentang masa lalu mereka, tentang tragedi dan banyak yang terjadi di masa lalu, sehingga tanpa mereka sadari ada sosok bayangan hitam yang diam diam mengintai mereka dari balik pepohonan.
__ADS_1
"Kau Jangan senang dulu Ah Yue, aku akan menghancurkan mu dan kekasihmu itu bagaimanapun caranya, tunggu saja permainanku.. heh". Ucap Sosok bayangan hitam yang berada di balik pohon yang kemudian melesat pergi dari Kediaman Su Lian dengan secepat kilat.
__________
Di Alam iblis....
Raja iblis yang bernama Hong Fei sedang duduk bersantai di singgasananya dengan dilayani para pelayan istana dengan tubuh hanya berbalut kain yang sangat tipis sehingga memamerkan lekuk tubuh yang begitu indah.
Tiba tiba datanglah pria berpakaian hitam yang langsung menghadap pada Sang Raja Iblis.
"Salam Yang Mulia Raja, semoga anda diberikan umur panjang seribu tahun lagi". Ucap pria itu.
"Berdirilah, katakan jangan banyak basa-basi.".
"Baik Yang Mulia, Keponakan Yang Mulia Dewi dari segala dewi sekarang telah mendapatkan ingatan dan kekuatannya kembali Yang Mulia. Dan Yang mendampinginya di Dunia bawah adalah Sang Dewa Perang Su Qiang ".
"Heh,, jadi gadis b*d*h itu berhasil berengkarnasi , Jika gadis b*d*h itu masih hidup maka akan sulit bagi diriku untuk merebut tahta Kaisar Langit yang Agung, Kau persiapkan beberapa tentara bayanganmu untuk membunuh Anak kaisar Langit itu secepatnya sebelum dia benar benar pulih". Ucap Raja Iblis Hong Fei dengan penuh amarah.
"Baik Yang Mulia, saya pamit undur diri".
"Tunggu..!".
"Ada apa lagi Yang Mulia?".
"Kau gunakanlah cara halus agar tidak di curigai para Dewa Dewi yang menyamar di dunia Bawah itu, sebelum Gadis itu mendapatkan tubuh abadinya, kau harus benar benar menyingkirkannya!!".
"Baik Yang Mulia , Bawahan mengerti".
Pria berpakaian hitam tersebut akhirnya meninggalkan Sang Raja Iblis dengan keadaan yang masih marah.
Sedikit bercerita....
Raja Iblis Hong fei awalnya adalah adik dari Kaisar langit, Dia di butakan akan kekuatan dan tahta sehingga membuatnya serakah ingin menguasai kekaisaran langit,.
Hong Fei melakukan pemberontakan yang mengakibatkan Ah Yue meninggal karena pedangnya sehingga dia diusir dari alam langit dan di buang di Alam iblis ini.
__ADS_1
Karena Hong Feng termasuk Kultivator tertinggi di alam Iblis jadi para warga Iblis mengangkatnya sebagai raja kaum iblis.
Dengan bersembunyi ribuan tahun untuk mengumpulkan pasukan kembali agar bisa menghancurkan alam langit , dia secara rahasia merekrut banyak makhluk aneh dari alam iblis dan dilatihnya kultivasi sehingga banyak makhluk yang sudah bermutasi menjadi begitu kuat.