
Setelah memasuki Lorong Goa sebelah kanan, mereka menemukan sebuah pintu yang tidak terlalu besar di ujung lorong tersebut. Perlahan mereka membuka pintu tersebut dengan hati hati, hingga terlihatlah sebuah Dapur Kerajaan yang berisikan orang orang yang berlalu lalang.
Ah Ying dan Su Lian menghentikan sejenak langkahnya untuk melihat keadaan di dalam dapur kerajaan tersebut.
"Keluarkan bunga beracun yang kau temui di hutan berdarah itu Ying'er". Ucap Su Lian.
"Sebentar, tapi bagaimana caranya kita bisa memasukkannya di tungku makanan itu?". Tanya Ah Ying.
"Siapkan Saja, biar aku yang mengurusnya".
"Ini, awas hati hati". Ucap Ah Ying sembari memberikan bunga beracun yang ia petik dari Hutan Berdarah tersebut.
Su Lian kemudian segera melumuri tangannya dengan cairan aneh yang entah dari mana ia dapatkan sebelum menerima bunga beracun tersebut.
Su Lian segera membakar bunga tersebut dengan kekuatanya yang kemudian setelah menjadi bubuk bunga itu segera dilemparkan kedalam tungku nasi tanpa ada yang mengetahuinya.
"Hei Su Lian, bukankah kita hanya menyelidiki orang orang di Dunia Gelap ini? kenapa malah meracuninya?". Tanya Ah Ying.
"Racun halusinasi dari bunga beracun itu akan berefek setelah lima hari Ying'er. Dan kau tahu, lima hari lagi adalah pemberontakan kembali oleh Raja Iblis kepada Dunia Atas". Jelas Su Lian.
"Kenapa aku tidak tahu tentang pemberontakan itu? mereka kurang bekerja keras, hufh". Gumam Ah Ying.
"Berarti, kau sudah merencanakan semuanya terutama melewati Hutan berdarah dan menemukan Bunga beracun itu?". Tanya Ah Ying kepada Su Lian
"Kurang lebih seperti itu Ying'er".
"Pantas saja, semua serba kebetulan".
"Kalau begitu, karna sudah memasukan Racun kedalam tungku orang orang itu. Mari kita kembali ke jalan yang tadi untuk memilih lorong selanjutnya". Ucap Su Lian yang diangguki oleh Ah Ying.
Dengan perlahan mereka menutup pintu dapur tersebut dan segera pergi meninggalkannya menuju jalan bercabang yang tadi mereka lewati.
Setelah sampai di jalan bercabang tersebut, mereka segera memilih jalan yang tengah untuk melihat kearah mana ujung jalan tersebut .
"Hati hati, dan pelan pelan saja. Takutnya ada yang memasuki jalan ini". Ucap Ah Ying memperingatkan.
"Kau tenang saja Ying'er, aku adalah Dewa Perang sudah pasti pendengaranku tajam, jadi kau jangan khawatir". Jawab Su Lian .
__ADS_1
Jarak Lorong tengah ini tidak terlalu jauh dari awal jalan bercabang tersebut, sehingga mereka berdua sudah berada di ujung lorong yang terdapat pintu usang kecil.
Dengan perlahan Su Lian membuka pintu tersebut dan mengintip sedikit dengan apa yang berada di dalam sana.
"Ruang Kerja". Gumam Su Lian yang masih bisa di dengar oleh Ah Ying.
"Mungkin itu adalah Ruang Kerja Raja Iblis". Sahut Ah Ying.
"Kalau begitu aku akan memastikan dulu Ying'er, baru kita masuk".
"Ehm". Singkat Ah Ying.
Su Lian perlahan membuka lebih lebar pintu kecil itu, hingga memperlihatkan Ruang kerja yang sangat besar dan menyeramkan, yang hanya di sinari oleh beberapa Lilin yang mulai meredup .
Setelah cukup aman dan tidak ada orang di dalam Ruang kerja itu, Su Lian segera memasukinya diikuti oleh Ah Ying yang mengekor di belakangnya. Mereka mulai membuka satu persatu dokumen yang berjajar rapi di meja dan rak di samping meja kerja tersebut.
Dengan hati hati mereka membuka perlahan Dokumen itu agar tidak terdengar di Luar Ruangan, karena sudah dipastikan jika Ruang kerja Itu pasti dijaga Ketat Oleh Para penjaga.
Sedang asiknya mencari bukti, tiba tiba terdengar suara langkah kaki menuju Ruang kerja tersebut, hingga membuat Ah Ying dan Su Lian terkesiap dengan orang yang tiba tiba memasuki Ruang kerja itu. Untung saja mereka berdiri di dekat pintu rahasia yang mereka lewati, jadi mereka segera bersembunyi di balik pintu kecil tersebut.
"Jadi, apa kau sudah menyiapkan semua Long wu?". Tanya Raja Iblis.
"Bagus, jangan sampai berita ini terdengar oleh Rengkarnasi dari dewi bod*h itu".
"Tentu saja tidak Yang Mulia, karena penjagaan kita sudah diperketat sehingga tidak ada yang bisa membocorkan Informasi". Ucap Long Wu Sembari menundukan wajahnya.
"Lalu bagaimana dengan Lebah beracun itu? Apa kau sudah menyiapkannya?". Tanya Raja Iblis lagi.
"Tentu saja Sudah Yang Mulia, Para Lebah sudah disiapkan di tempat khusus. Hanya tinggal menunggu Titah anda Yang Mulia".
"Bagus, kalau begitu kirim surat kepada Kaisar Agung Dunia Atas tentang kedatanganku Lima hari lagi Tepat di Bulan Purnama. Tapi kau jangan bilang bahwa aku datang untuk berperang, jadi mereka pasti tidak akan bersiap dengan semua ini". Ucap Raja Iblis.
"Baik Tuanku , Bawahan ini akan melaksanakan tugas dari Anda, Hamba mohon undur diri".
"Pergilah". Perintah Raja Iblis yang kemudian segera duduk di Kursi kerjanya.
Ada yang tidak beres, Raja Iblis segera mengendus meja Kerjanya yang ia curigai ada orang yang sudah memasuki Ruang Kerjanya tanpa Izinnya.
__ADS_1
"Siapa yang baru saja memasuki Ruang Kerjaku ini". Geram Raja Iblis.
"Prajurit!!!! cepat Kemari!!!". Teriak Raja Iblis kepada Prajurit penjaga Ruang Kerjanya.
"Salam Yang Mulia".
"Cepat tutup semua pintu masuk , dan cari penyusup yang sudah menyusup di Ruang kerjaku ini. Aku mencium Dewa Dewi yang menyamar di Kerajaan ini.. Cepat!!! Vari mereka dan bunuh saja tanpa menungguku". Titah Raja Iblis kepada Prajuritnya.
Para Prajurit itu segera melaksanakan Tugasnya yang diperintahkan Raja Iblis. Sedangkan Sang Raja Sendiri berkeliling Ruang Kerjanya untuk mencium dan melihat yang menurutnya mencurigakan, hingga ia menemukan Pintu Kecil Yang Usang dan segera menghampirinya.
Ah Ying yang tak sengaja menginjak ranting kering pun kini terlihat panik, apa lagi Raja Iblis menyadari keberadaan Mereka.
Raja Iblis yang mendengar suara di balik Pintu kecil tersebut segera membuka Pintu hingga terbuka lebar yang ternyata tidak ada siapapun di dalamnya, hanya saja terlihat Lorong rahasia yang entah darimana asalnya.
"Lorong Rahasia? Darimana lorong ini muncul, kenapa aku baru menyadarinya?" Gumam Raja Iblis.
"Prajurit!!! cepat kalian periksa Lorong ini dan katakan apa yang ada di dalam Lorong ini padaku". Teriak Raja Iblis memanggil prajurit untuk memeriksa Lorong.
"Baik Yang Mulia". Ucap Salah satu prajurit yang kemudian segera memasuki Lorong Rahasia tersebut.
Sedangkan Prajurit Lain yang tadi melaksanakan Perintah Raja Iblis itu segera melapor kepadanya tentang Situasinya.
"Maaf mengganggu Yang Mulia Raja, Seluruh Pintu masuk sudah di tutup. Dan para prajurit sedang mencari penyusup itu Yang Mulia. Dan satu Lagi, ada penjaga Gerbang Yang ingin melaporkan sesuatu kepada anda Yang Mulia".
"Suruh dia masuk".
"Baik Yang Mulia". Prajurit itupun segera menyuruh Prajurit penjaga Gerbang perbatasan untuk memasuki ruang kerja Sang Raja.
"Salam Yang Mulia".
"Katakan, jangan banyak omong kosong".
" Baik Yang Mulia, Beberapa Hari Yang Lalu ada Turis dari Dunia Bawah Yang mencurigakan memasuki Dunia Gelap Ini Yang Mulia, Mereka perempuan dan laki laki. Tapi kami tidak bisa melihat wajahnya, karena mereka memakai topeng dan cadar".
"Apa Mereka dari Kalangan Dewa?".
"Kurasa tidak Yang Mulia, mereka hanya mempunyai aura manusia yang baru saja naik Ke Dunia Atas dan bukan Aura Dewa Yang Mulia". Jelas Prajurit penjaga Pintu perbatasan tersebut.
__ADS_1
"Yasudah Kau boleh pergi".