
Tepuk tangan meriah menghiasi akhir penampilan Pria bertopeng tersebut, Pria bertopeng tersebut segera menuruni panggung dan berjalan menuju Meja Ah Ying , yang membuat semua orang bertanya tanya siapa dia sebenarnya.
Sang Kaisar yang melihat Pria bertopeng yang berjalan menuju tempat duduk sang pujaan Hatinya , kini terlihat marah sambil mengepalkan tangannya.
Sedangkan Ah Ying yang sudah bisa menebak siapa Pria di balik topeng tersebut , karena terlihat beberapa helai rambut yang masih berwarna perak. Karena Pria tersebut mengikuti trik Ah Ying untuk menutupi warna rambutnya.
"Selamat Malam Nona Ying". Ucap pria bertopeng tersebut hingga membuat semua orang yang berada disana merasa sangat penasaran dengan wajah di balik topengnya.
"Malam". Ucap singkat Ah Ying.
"Heh, ternyata kakaku tersayang mengadakan Perjamuan makan malam tanpa mengundangku ". Ucap pria tersebut tanpa mengalihkan perhatiannya dengan Ah Ying.
Sontak semua orang saling memandang dan menebak nebak siapa Pria tersebut.
"Maaf Su Lian, aku tidak tahu bahwa kau sudah kembali ke Ibukota ".Ucap Sang Kaisar datar.
"Begitu kah, tentu saja aku sudah kembali bersamaan dengan Nona Ying yang sudah kembali pula".
Ah Ying yang mendengar ucapan Su Lian pun melotot tak percaya, bukankah Ia hanya mengantarnya dan pulang tetapi malah sebaliknya, Su Lian ikut kembali ke IbuKota.
"Ah Ya aku lupa adiku, bukankah tidak sopan jika kau tidak melepas topengmu itu". Jawab Kaisar dengan sedikit nada mengejek.
"Tentu Yang Mulia, aku akan melepaskan topengku ini. Nona Ying, bisakah anda membantuku membukakannya". Ucap Su Lian .
Kaisar Su Hao yang melihat Su Lian yang dengan terang terangan meminta Gadis incarannya untuk melepaskan Topengnya kini hanya bisa menahan Amarahnya karena tidak ingin merusak Reputasinya.
"Tentu, menunduklah". Jawab Ah Ying kemudian.
Su Lian pun segera menundukkan kepalanya agar lebih mudah melepaskan ikatan topengnya, Ah Ying segera melepaskan Tali tersebut tetapi Su Lian kini berhasil mendekatkan wajahnya hingga berdekatan dengan bibir merah muda Ah Ying yang membuat semua orang yang menonton terlihat gugup sendiri.
Setelah selesai melepaskan talinya, Su Lian masih saja menunduk hingga pandangan mereka saling bertemu satu sama lain.
Jantung mereka sama sama berdegup kencang hingga membuat mereka berdua merona malu.
Kaisar yang semakin marah melihat dua insan yang sedang jatuh cinta itu segera memecahkan suasana canggung di depannya.
"Su Lian adiku, apakah kau tidak malu di depan semua orang kau menggoda Nona Ying?".
"Ah Ya kakak, maafkan Pangeran yang tidak sopan ini". Ucap Su Lian dengan santainya.
"Kalau begitu kau duduklah di kursimu itu Adik".
"Nanti saja kakak, aku masih betah disini". Jawab Su Lian yang malah duduk di dekat Ah Ying dan keduanya.
Awas saja kau Su Lian, aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku. Berani beraninya kau mendekati Wanitaku di depan mataku. Gumam Kaisar Su Hao.
Suasana di Acara Jamuan makan malam menjadi canggung karena Ulah Su Lian dan Kaisar Su Hao. Membuat para tamu yang hadir menjadi tidak nyaman bahkan ada yang berbisik satu sama lain.
Sedangkan Ah Ying tidak peduli dengan keadaan, ia hanya meneruskan makannya saja .
Kaisar Su Hao yang menyadari ke canggungnya segera berbicara untuk mencairkan suasana.
__ADS_1
"Baiklah, untuk semua tamu yang hadir, silahkan menikmati makanannya, dan makanan utama akan segera tiba, semoga kalian menikmati acara malam ini".
Mendengar Sang Kaisar mulai berbicara, para tamu undangan kini mulai mencair kembali tanpa kecanggungan. Su Lian mendengar sang kakak berbicara seperti itu hanya tersenyum miring karena ia menang kali ini darinya.
Sedang Asik asiknya menikmati hidangan yang disajikan, tiba tiba ada satu panah meluncur dengan cepat ke Arah kaisar. Untung saja penjaga bayangan yang berjaga segera menangkap anak Panah tersebut sebelum mengenai Sang Kaisar.
"Prajurit, perketat penjagaan, Lindungi Kaisar dan keluarga kekaisaran". Ucap Kasim yang berada di dekat Pintu Aula.
Para prajurit istana segera memasuki Aula acara untuk melindungi orang orang yang berada di dalam Aula.
Tiba tiba dari arah barat muncul Semburan Api yang sangat besar, hingga menewaskan beberapa Prajurit Istana bahkan ada yang menjadi abu.
Para bangsawan yang tingkat Kultivasi cukup tinggi segera ikut andil melindungi istana demi mendapatkan sekedar pujian dari sang kaisar..
Dari arah Timur... Swusshhh..
Muncul Ratusan orang berpakaian hitam memasuki Aula Istana .
"Cepat bawa kaisar dan yang lainnya keluar ". Ucap Kasim tersebut.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun keluar dari tempat ini". Ucap salah satu orang berpakaian hitam itu.
Ah Ying dan Su Lian yang masih dengan santainya duduk di mejanya tanpa memperdulikan apa yang saat ini terjadi.
"Nona, apa kau tidak tertarik untuk ikut andil?".Tanya Bai Lu.
"Tidak". Singkat Ah Ying.
"Nona, aku merasakan Naga iblis di sekitar Aula ini". Ucap Qiqi sembari mengendus endus sekitarnya.
"Naga iblis adalah Binatang kontrak Raja Iblis, dia mempunyai kekuatan yang luar biasa. Tetapi nona tenang saja, dia jauh di bawah kami".Ucap Qiqi dengan sombongnya.
"Kalian jangan gegabah, lebih baik kalian kembali ke dunia artefak saja, jangan lupa membawa makanan".Ucap Ah Ying yang kemudian berdiri merapikan bajunya.
"Ying'er apa kau ingin berolah raga?". Tanya Su Lian.
"Mungkin sedikit merenggangkan Otot ku yang kaku ini".
Su Lian dan Ah Ying segera melesat ke barisan depan untuk membantu yang lainnya yang sudah terlebih dahulu melawan para prajurit berbaju hitam tersebut.
Ah Ying mengeluarkan kipas ajaibnya, ia tidak ingin mengeluarkan pusaka langitnya karena takut ada yang mengetahuinya.
Dengan Kipas pemberian Su Lian yang di dalam kipas terdapat berbagai macam senjata sehingga dengan mudah menumbangkan banyak musuh.
Kaisar Su Hao yang melihat betapa lincahnya Ah Ying dalam bertarung menjadi sangat mengagumi dan ingin memiliki sosok Gadis cantik tersebut.
Dengan gerakan yang gesit Ah Ying berhasil menghindari serangan dan menyerang secara bersamaan, Ah Ying tidak ingin mengeluarkan Kekuatannya karena takut penyamarannya terbongkar.
Tak sengaja, Cadar Ah Ying terkena pedang lawan hingga terkoyak dan terlepas, dengan sigap Su Lian segera menangkap Ah Ying yang tanpa cadar sebelum orang lain mengetahuinya.
"Kau tidak apa apa Ying'er?". Tanya Su Lian dengan lembut.
__ADS_1
"Ya, aku baik baik saja".
"Gunakan topengku ini, Sebelum orang lain melihatmu".
"baik..".
Ah Ying segera mengenakan topeng Su Lian, kemudian segera melanjutkan pertarungannya.
Sang Kaisar yang melihat mereka segera mendengus kesal , Sehingga niatan untuk ikut bertarung di sisi Ah Ying mulai muncul.
"Aku akan ikut bertarung untuk mendapatkan hati Nona Ying". Gumam Kaisar Su Hao.
"Su Hao, kau mau kemana?".Tanya ibu suri saat melihat sang anak melangkah menuju Pertarungan di depannya.
"Aku sebagai pemimpin sangat tidak sopan melihat mereka bertaruh nyawa ibu, biarlah aku membantu mereka".
"Tidak,, ibu tidak mengijinkannya!!". Perintah Ibu Suri tetapi tidak dihiraukan oleh Kaisar Su Hao.
Sang Kaisar segera memasuki pertarungan yang tak jauh dari Ah Ying bertarung, tujuannya adalah untuk memperlihatkan kemampuannya kepada gadis pujaannya.
Ah Ying yang melihat Kaisar mulai ikut bertarung segera tersenyum sinis, tetapi tidak disadari oleh kaisar.
Kau Pikir aku tidak tahu Kaisar B*d*h, semua orang berpakaian hitam ini adalah bawahanmu kan? Heh.. trik yang sangat mudah ku baca. Gumam Ah Ying.
Ah Ying segera bertelepati kepada GoFu untuk membantunya menyelesaikan trik kaisar tersebut.
"Gofu, apa kau mendengarku?".
"Tentu Dewi,".
"Apa Kau bisa membantuku mengakiri trik Kaisar licik itu?".
"Tentu saja ya Dewi,".
"Baiklah , ikuti rencanaku, Kau kan bisa mengeluarkan api putih, kau semburkan apimu itu hingga mengenai Kaisar b*d*h itu, setelah itu aku akan menarik salah satu orang berpakaian serba hitam itu untuk diintrogasi".
"Baik Dewi, aku akan melakukannya".
Swushhh.. Tiba tiba keluarlah api putih(Dikenal dengan api surgawi) yang kini menyembur kearah pertarungan tanpa ada yang tahu siapa pemilik tubuh yang menyemburkan api tersebut.
"Aaaaaaaaaaaaaaahhhhh". Suara teriakan Kaisar Su Hao membuat orang orang yang sedang bertarung kini berhenti bertarung .
Terlihat Api Putih terkena tangan kanan Kaisar Su Hao ,sehingga secara perlahan tangan kanannya berubah perlahan menjadi abu. Hingga suara rintihan rasa sakit keluar dari mulut Kaisar Negara Qin tersebut.
"Aagghhhh... Sakittt".
Karna semua mata tertuju pada Kaisar, sehingga orang berpakaian Hitam hitam itu perlahan meninggalkan Aula Perjamuan.
Ah Ying dan Su Lian yang menyadarinya segera mengambil dua orang yang akan mencoba pergi untuk diintrogasi.
Ah Ying yang tidak ingin melihat Kaisar mati dengan mudah dengan Api Surgawi dari Gofu, kini menyuruh Gofu memadamkan Api putih tersebut.
__ADS_1
Setelah padam, terlihat tangan Sang Kaisar sudah hilang separuh tangan .
Kaisar Hao menangis meratapi tangan Kanannya menghilang separuh karena api putih yang tidak tahu asal muasalnya .