Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
26. Kultivator Hitam


__ADS_3

Setelah selesai memakan makanan, mereka segera bergegas menuju lapak yang sangat ramai orang itu.


Mereka segera ikut berdesak desakan untuk melihat apa terjadi didepan .


"Maaf tuan, ada apa di depan sana?". Tanya Ah Ying kepada salah satu warga yang ikut berkumpul.


"Kudengar ada seorang kultivator sedang menindas pedagang disana nona".


"Terimakasih tuan atas informasinya". Ucap Ah Ying yang kemudian masuk lebih dalam diantara kerumunan warga hingga dia dan Qiqi berhasil berada paling depan sekumpulan warga itu.


"Huh, akhirnya kita bisa bernafas nona".


"Kau benar Qiqi, coba lihatlah kenapa seorang kultivator menggunakan jubah hitam dan ditutupi wajahnya seperti itu". Ucap Ah Ying sambil menunjuk seorang yang tak jauh dari mereka berdiri.


"Kultivator Hitam". Gumam Ah Ying.


Mendengar kata Kultivator hitam Ah Ying segera menunduk mendekati Ah Ying dan berbisik.


"Apa maksudmu Kultivator Hitam itu Qiqi?". Bisik Ah Ying.


"Itu nona, Para kultivator yang menggunakan ilmu hitam, bahkan mereka juga menyerap Qi orang orang agar lebih cepat naik ke tingkat selanjutnya. Orang yang diserap Qi nya akan segera keriput menua bahkan mati nona. Kau lihat dua orang yang berada di dekat pedagang yang ketakutan itu?".


"Iya aku melihatnya".


"Itu adalah contoh akibat Qi nya diserap kultivator itu, pantas saja orang orang hanya melihat dari kejauhan tidak ada yang berani menolong".


"Jadi begitu, apa kau tahu kelemahannya ?".


"Kelemahan mereka adalah tangannya nona"


"Bukannya mudah jika hanya tangan". Bisik Ah Ying.


"Memang mudah tetapi mereka memakai sarung tangan besi nona jadi cukup sulit untuk melukai tangannya dan hanya yang berelemen logam yang bisa melukai tangan mereka".Jelas Qiqi


"Elemen logam? bukankah aku juga mempunyai elemen itu, bagaimana kita berolahraga malam Qiqi". Ucap Ah Ying


"Ahhh yaa aku hampir lupa nona, kalau kau menguasai semua elemen, baiklah aku akan membantumu nona". Ucap Qiqi sembari mengepal ngepalkan tangannya siap untuk bertarung.


"Ampunn.... Ampun tuan, tolong ampuni kami,kedua saudara kami sudah tuan habisi, sekarang tolong ampuni kami". Ucap Istri pedagang itu.


"Kalian pikir aku bodoh hah!!!. Kalian sudah membuatku marahh!!! aku akan menghabisi kalian!!". Ucap seseorang yang memakai jubah hitam kemungkinan laki laki .


FlashBack on...


*Seorang Pria bertopeng menggunakan jubah berjalan perlahan memasuki kerumunan di perayaan Festival Musim dingin yang diadakan di alun alun kota.


Semua orang yang melihat pria berjubah itu segera menyingkir memberi jalan karena sebagian dari mereka mengetahui bahwa orang yang memakai jubah dan bertopeng serta berpakaian serba hitam adalah Kultivator Hitam jadi mereka lebih baik menjauh dari orang orang itu.

__ADS_1


Hingga langkah sang kultivator hitam itu terhenti di sebuah lapak makanan pedas di tengah tengah acara festival, Pemilik lapak sebenarnya ketakutan akan tetapi dia mencoba ramah kepada pria berjubah hitam tersebut.


"Selamat datang tuan , ada yang bisa saya bantu?".


"Aku ingin membeli beberapa makanan". ucap pria berjubah itu .


"si.. silahkan dipilih tuan".


Pria berjubah hitam segera memilih makanan yang ada di depannya, saat mencoba salah satu makanan yang di jajar untuk di jual tiba tiba pria berjubah itu segera membuang semua makanan di depanya dengan membalikan meja lapak tersebut.


braaakkkk...


"Apa yang kau jual ini pedagang b*d*h!!!, makanan busuk seperti ini kau jual, apa kau ingin membunuhku dengan makananmu!!?. Ucap pria itu dengan keras sehingga mengundang beberapa warga untuk melihat apa yang terjadi ,tetapi tidak ada yang berani terlalu dekat dengannya.


"Maaf Tuan, sa.. sa... saya hanya menjual makanan pedas saja dan orang orang itu baik baik saja saat memakan dagangan saya". Jawab pedagang itu dengan tubuh bergetar.


"Kau Pikir aku berbohong!!!".


"Ampun tuanku, hamba hanya mengatakan apa adanya".


"Kau cari mati hahhh!!!".


Pedagang dan istrinya yang mendengar kata kata pria berjubah hitam tersebut segera berlutut memohon ampunan akan tetapi kedua saudara pedagang tersebut mendatangi mereka dengan membawa pedang di masing masing tangan yang bertujuan melawan pria berjubah itu.


"Hei kauu... Pria aneh, Saudaraku tidak pernah membuat makanan busuk!! jika kau tak suka maka tidak perlu menghancurkannya dan jika kau tidak punya uang kau tinggal meminta saja tidak perlu membuat masalah seperti itu!!". Ucap salah satu saudara pedagang itu.


"Dasar Kau pria aneh, cepat pergi dari sini sebelum kami potong potong menjadi daging cincang!!!". Ucap saudara pedagang lainnya.


Pria berjubah itu mendengar perkataan saudara pedagang itu segera tersulut emosinya, sedangkan sang pedagang dan istri tidak bisa berkata kata saking ketakutannya.


Pria itu segera mengeluarkan Qi nya yang berwarna Hitam pekat di kedua tangannya kemudian dengan tenaga yang kuat kedua saudara tersebut sudah berada di kedua tangan pria berjubah tersebut dengan leher tercekik .


Pria berjubah segera menyerap energi Qi mereka melalui mulut mereka sehingga tubuh mereka hanya tersisa tulang dan kulit, bahkan satu saudara itu langsung mati ditempat membuat suami istri itu semakin gemetar ketakutan*.


Flashback off....


Ah Ying yang semakin tak tega melihat pedagang itu ditindas, dia segera mengeluarkan diam diam elemen logamnya untuk menghancurkan sarung tangan besi tersebut. Perlahan tapi pati elemen logam Ah Ying segera merayap perlahan di tangan pria berjubah itu, setelah sampai di tangannya segera dengan kekuatan penuh Ah Ying memelintir tangannya agar sarung tangan besi itu bisa hancur dengan kekuatan elemen logamnya.


Setelah usaha yang cukup sulit akhirnya Sarung tangan besi itu berhasil dihancurkan seraya fokus pria berjubah itu teralihkan ke tanganya.


"Sialan!!! siapa yang berani menyerang diam diam !!! akan ku bunuh kalian!!!".Geram pria itu yang tiba tiba menyeret salah satu warga dan kemudian menyerap Qi nya membuat warga lain yang melihatnya berlari tunggang langgang meninggalkan tempat itu.


"Dasar kau B*d*h!! menakuti warga saja, padahal aku tidak takut padamu". Suara Ejekan Ah Ying berhasil membuat Pria berjubah itu menoleh kearahnya.


"Hei Kau gadis , jangan sombong di depanku apa kau tidak tahu siapa aku hahh!!!".


"Kenapa aku harus tahu?.. Bukan urusanku". Ucap Ah Ying dengan santainya malah membuat pria berjubah itu semakin geram melihatnya.

__ADS_1


"Kauuu!!!!!!! .. akan kuhabisi kau seperti mereka dihadapan semua warga disini!!!". Ucap Pria itu sembari mengeluarkan cambuk hitam dari cincin penyimpanannya.


"Wahh cambuk yang panjang paman".


Ah Ying pun segera mengambil kedua Tusuk konde nya yang kemudian segera berubah menjadi dua pedang dengan dua elemen yang berbeda, yaitu elemen cahaya dan elemen petir.


"Senjata spiritual dewa tingkat langit". Gumam pria itu.


"Kau lihat paman, aku juga mempunyai senjata spiritual tingkat tinggi kan". aejek Ah Ying sembari mengayunkan kedua pedangnya bergantian.


"Nona aku akan menunggumu disini". bisik Qiqi.


Ah Ying dan pria itu segera memulai pertarungan mereka, Pria berjubah itu segera menyerang dengan membabi buta, akan tetapi hanya dihindari oleh Ah Ying tanpa perlawanan satupun.


"Kenapa!!! kau hanya menghindar??!! menyerahlah selagi aku masih baik baik padamu!!"


"Aku hanya pemanasan paman, sabarlahh sebentar".


Ah Ying terus menghindar dari serangan Pria berjubah itu hingga dia menemukan sedikit celah, dia segera mengumpulkan Qi nya di kedua pedangnya yang kemudian dengan kecepatan penuh kedua pedang itu mengarah tepat pada kedua tangan Pria berjubah itu .


Dan tanpa disadari pria itu ..Crashhhh.... Kedua tangannya terpotong oleh kedua pedang Ah Ying. Terdengar jeritan kesakitan dari mulut pria itu hingga muncul asap hitam dari mulut pria itu hingga menutupi seluruh tubuhnya.


"Qiqi, kenapa muncul asap hitam seperti itu?". Tanya Ah Ying penasaran.


"Aku tidak tahu nona".


Tiba tiba ratusan cahaya warna warni keluar dari dalam tubuh pria terswbut yang semakin lama semakin menyusut dan bushhh... hilang menjadi debu.


Cahaya cahaya warna warni tersebut berterbangan mendekati tubuh Ah Ying yang tak jauh dari hilangnya tubuh pria itu.


"Nona, bukalah telapak tanganmu, biarlah mereka masuk di dantianmu".


Tanpa bertanya Ah ying segera membuka telapak tangannya yang kemudian cahaya warna warni tersebut memasuki telapak tangannya.


Tubuh Ah Ying yang dimasuki cahaya warna warni tersebut segera melayang keudara hingga sebagian rambutnya berubah menjadi abu abu.


Setelah berubah sebagian rambutnya cahaya yang menyelimuti Ah Ying segera memudar.


"Nona, rambutmu... beberapa bagian berubah menjadi abu abu".


"Apa kau bisa jelaskan Qiqi".


"Tentu ketika nona bertemu pangeran Agung nona".


"Kenapa harus dia?".


"Karena semua ada hubungannya dengannya".

__ADS_1


Ah Ying pun terdiam mencerna ucapan Qiqi hingga dia mengingat akan alam bawah sadarnya beberapa waktu lalu.


__ADS_2