
Setelah berbincang sebentar dengan Yongrui, mereka segera di antarkan keruang makan untuk sarapan bersama.
Ah Ying yang melihat dengan jelas setiap bangunan dan Ruangan yang ia lewati kini merasa sangat mengaguminya karena kemegahannya .
"Yongrui, kenapa kau membuat kediaman semegah ini di hutan menakutkan ini?". Tanya Ah Ying memecahkan suasana.
"Itu karena Kaisar mempercayakan ku untuk menjaga hutan ini karena didalam hutan terdapat banyak sekali binatang yang harus ku lindungi Nona". Jelas Yongrui.
"Begitu ya, pantas saja".
"Yongrui, apa kau mengetahui kabar dari Dunia atas?". Tanya Su Lian kali ini.
Yongrui pun tampak berfikir tentang apa yang ditanyakan Su Lian, hingga ia mengingat sesuatu kemudian memberitahukan kepada Su Lian.
"Ah ya, aku ingat. Beberapa waktu lalu kudengar ada sedikit masalah dengan alam iblis, mungkin dalam waktu dekat pihak Raja Iblis akan memberontak jadi Kaisar kini menugaskan semua dewa untuk selalu berjaga jaga, bahkan banyak Dewa Dewi turun ke dunia Bawah Untuk sekedar mencuri informasi". Jelas Yongrui.
"bagaimana kabar Ayahku Yongrui?". Tanya Ah Ying.
"Kaisar baik baik saja Dewi, hanya saja Ratu hingga kini jatuh sakit semenjak kepergian mu ".
Ayah, aku janji akan segera menyelesaikan urusanku di Dunia Bawah ini. Aku akan segera naik untuk membantumu menghabisi para biadap itu. Gumam Ah Ying dalam Hati.
"Mari masuk,". Ucap Yongrui memecahkan lamunan Ah Ying.
Mereka pun masuk kedalam ruang makan tersebut dan mulai makan bersama dalam diam.
Setelah selesai Sarapan Ah Ying dan Su Lian segera berpamitan untuk segera melanjutkan perjalanannya ke Sekte Naga Putih.
"Terimakasih Yongrui, tapi kami harus melanjutkan perjalanan ke Sekte Naga Putih , ". Ucap Ah Ying.
"Apa kalian tidak ingin tinggal satu malam lagi?". Tanya Yongrui.
"Tidak Yongrui, Aku harus segera tiba disana untuk menyelesaikan urusanku".
"Baiklah kalau begitu, Nanti biarkan aku mengantar kalian keluar dari sini".
"Terimakasih". Mereka pun segera menemui para prajurit Bawahan Su Lian untuk segera pergi dari kediaman Yongrui.
Setelah semua berkumpul, Yongrui segera memimpin jalan untuk mengantar mereka keluar , tetapi jalan yang ia tunjukkan berbeda dengan saat awal mereka masuk kekediaman.
__ADS_1
Mereka pun tidak ada yang ingin bertanya karena sudah percaya dengan Yongrui. Setelah sampai di Gapura yang besar Yongrui pun berhenti.
"Kalian keluarlah lewat Gapura ini, Nanti kalian akan langsung keluar dari Hutan Alam Berkabut dan kalian akan menemukan Kota Thongfang kota kecil dekat dengan Sekte Naga Putih". Jelas Yongrui.
"Terimakasih sebelumnya, dan sampai jumpa". Ucap Ah Ying sembari berjalan menuju Gapura di depannya diikuti oleh semuanya. Tak Lupa mereka menyempatkan untuk berterimakasih pada Yongrui.
Setelah memasuki Gapura tersebut kini mereka benar benar sampai di Luar Hutan dan di depan mereka terdapat Gerbang Kota Thongfang yang kini sudah banyak yang mengantri untuk masuk.
Orang orang yang mengenali baju yang dikenakan para Prajurit Su Lian kini segera minggir untuk memberi mereka jalan.
"Selamat datang di kota Thongfang Yang Mulia". Sapa penjaga gerbang tersebut.
Su Lian hanya menganggukkan kepalanya kemudian Penjaga gerbang segera membukakan Pintu agar Rombongan Su Lian segera masuk kedalam Kota.
Setelah sampai di dalam Kota Thongfang Mereka disambut dengan pemandangan bangunan kota yang estetik sangat berbeda dengan Bangunan di Ibukota.
"Begitu ramai ternyata". Gumam Ah Ying.
"Kota Thongfang adalah kota kecil yang setara dengan Desa desa lain , tetapi di sini lebih maju dan ramai. Karena Kita ini sebagai kota Pemasok bahan pangan terbanyak dari kota lain". Jelas Su Lian.
"Pantas saja". Ucap Ah Ying.
Mereka segera berjalan melewati indahnya kota Thongfang yang sangat teramat Ramai berbeda dari kota lainnya di Negara Qin ini.
"Kalian berhentilah, !". Ucap Salah satu pria berbaju hitam itu.
Su Lian dan Yang lainnya pun berhenti dan segera turun dari kuda masing masing.
"Jangan menghalangi jalanku tuan, Kami sedang terburu buru". Ucap Ah Ying.
"Heh, Gadis, berikan dulu senjata kalian. baru kami akan melepaskan kalian"
"Senjata apanya?"m Tanya Ah Ying bingung.
"Kalian kultivator kan? jadi kalian berikan benda berharga seperti senjata spiritual kalian" . Ucap Salah satu pria berjubah tersebut.
"Perampok rupanya". Gumam Ah Ying.
"Ying'er, biarlah pangeran ini yang menghadapinya". Ucap Su Lian.
__ADS_1
Su Lian segera membuat serangan kecil yang diarahkan kepada Para Pria berjubah tersebut, hingga mereka tidak menyadari bahwa sudah ada jarum kecil kecil yang menempel di leher mereka.
"Kalian menyingkirlah, Jika tidak menyingkir aku akan memotong motong badan kalian". Gertak Su Lian yang tidak di hiraukan oleh para Pria Berjubah hitams
.
"Sombong sekali, serang dia". Ucap Salah satu Pria berjubah itu.
Para Pria berjubah segera serentak menyerang Su Lian dengan Senjata masing masing yang juga sudah siap di tangan mereka masing masing .
Su Lian yang sudah siap segera menghindar serangan demi serangan dari para Pria berjubah hitam tersebut. Dibantu para prajurit yang ia bawa.
Tebasan demi tebasan terlihat dari Pria berjubah Hitam yang ditujukan Su Lian masih saja bisa dengan mudah dihindarinya.Dalam waktu singkat Seluruh Pria berjubah hitam yang jumlahnya sekitar Lima belas orang kini tumbang hanya dengan satu serangan yang ia dilakukan.
"Selesai". Gumam Su Lian Sembari membersihkan tangannya.
"Ying'er, bagaimana penampilanku?". Tanya Su Lian
"Bagus bagus , tingkatkan". Ucap Ah Ying sembari mengacungkan jempolnya ke arah Su Lian.
Orang orang yamg melihat kegaduhan yang dibuat Su Lian kini mulai perlahan kembali ke aktivitasnya masing masing.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan yang tertunda". Ucap Su Lian.
"Tunggu, lebih baik kita makan Siang dahulu. Bukankah ini sudah waktunya makan siang?". Tanya Ah Ying sembari mengamati matahari yang terik.
"Baiklah, Apakah Ying'erku ini kelaparan?".
"Tentu saja, kita kan baru sarapan tadi pagi". Rengek Ah Ying.
Kemudian mereka segera mencari kedai makan terdekat untuk makan siang bersama, sedangkan para prajurit segera mencari kedai lain untuk makan bersama.
"Kedai ini begitu ramai, pasti menjual makanan yang enak enak". Gumam Ah Ying.
"Kau ini, hanya terfikir kan Makanan. Apakah tidak ingin memikirkan ku yang tampan ini?". Tanya Su Lian dengan percaya diri.
"Kau kan tidak penting, yang penting makan dahulu saja". Ucap Ah Ying yang kemudian segera melenggang memasuki kedai yang ia rasa enak tadi.
"Dasar kau ini, sangat menggemaskan". Ucao Su Lian sembari menvmcubit kecil pipi Ah Ying.
__ADS_1
Ah Ying dan Su Lian pun segera mencari Meja Kosong untuk mereka tempati.
Kedai yang begitu ramai membuat Ah Ying sedikit kuwalahan memanggil pelayan Kedai.