
Sang Ibu dari Kaisar Su Hao segera mendekati sang anak yang menangis karena kehilangan tangan kanannya.
Sedangkan Ah Ying dan Su Lian dengan sigap membawa dua Pria berbaju hitam menuju depan singgasana.
Brukkk...
Suara orang berlutut membuat semua orang melihat ke arah tersebut. Setelah melihat ke arah sumber suara, ternyata dua orang berbaju serba hitam berhasil di tangkap oleh Pangeran Agung dan Nona Ying membuat mereka teralihkan dari Kaisar.
"Hebat sekali mereka, bisa menangkap pemberontak itu".
"Ya, sungguh pasangan yang tangguh".
Pujian demi pujian terlontar dari para tamu undangan kepada Ah Ying dan Su Lian, banyak yang tidak menyangka bahwa Su Lian yang awalnya mereka anggap tidak berguna tetapi sekarang malah sebaliknya.
Ibu Suri yang melihat perhatian semua orang tertuju pada Su Lian dan Ah Ying menggeram marah , dan kemudian segera berteriak untuk segera mencari Tabib kerajaan.
"Tabib... carikan Tabib cepat!!! Kaisar Kalian sedang terluka parah, cepat carikan Tabib Kerajaan!!". Teriak Ibu Suri yang memecahkan lamunan para tamu.
Akhirnya Kasim kerajaan segera mencari Seorang Tabib , sedangkan Su Lian Dan Ah Ying bersiap akan mengintrogasi kedua tangkapannya tersebut.
"Yang Mulia Ibu suri, sambil kita menunggu Tabib tersebut, bisakah kita mengintrogasi kedua pemberontak ini?". Tanya Su Lian dengan Tegas.
"Emm,, bisakah nanti saja, apa kau tidak lihat kakakmu sedang terluka ?". Jawab Ibu Suri terlihat cemas.
"Tapi Yang Mulia, jika kita tidak segera mengintrogasi mereka, takutnya pelaku sebenarnya akan benar benar kabur. Aku yakin ada orang di balik semua ini". Ucap Su Lian selanjutnya hingga membuat semua orang yang berada di Aula mengangguk setuju.
Ibu Suri yang tercekat tidak bisa berkata apa apa, ia melirik sang anak yang hanya merintih kesakitan tanpa bisa diajak berbicara.
Ibu Suri yang mulai mengeluarkan keringat dingin kini berpura pura tenang dan mulai berkata kepada semuanya, agar tidak dicurigai.
"Baiklah, lakukan". Ucap Ibu Suri sedikit terlihat gugup .
"Sekarang kita mulai , sebelum mulai bertanya bisakah kita membuka penutup muka mereka". Ucap Su Lian menyeringai.
Su Lian perlahan membuka penutup mereka, tak sengaja sebuah medali keluar dari kantung salah satunya.
Ah Ying yang melihat ada sesuatu yang terjatuh segera mengambilnya dan melihat apa benda yang terjatuh tersebut.
"Medali? medali apa ini?". Tanya Ah Ying.
__ADS_1
Su Lian yang mendengar Ah Ying membicarakan medali segera menghampirinya dan melihat medali tersebut.
"Coba Pangeran ini yang melihat Ying'er".
"Ini..". Ucap Ah Ying sembari menyerahkan Medali yang ia dapat dari salah satu orang berjubah hitam tersebut .
"Medali penghargaan , biasanya prajurit istana terpilih yang mendapatkan medali seperti ini. Jangan jangan ada pemberontak dari istana". Ucap Su Lian dengan lantang membuat Ibu Suri semakin cemas.
"Coba kau pastikan sekali lagi Lian, siapa tahu kau salah melihat". Ucap Ibu Suri kemudian.
"Aku tentu tidak salah lihat Yang Mulia Ibu Suri, coba kau panggilkan Panglima Yufan, dia pasti tahu akan ini". Ucap Su Lian penuh keyakinan.
"Yufan, kemarilah, aku ingin kau memastikan Medali di tanganku ini". Ucap Su Lian lagi .
Seorang pria bernama Yufan segera mendatangi Su Lian dan mengambil medali yang berada di tangannya.
Yufan melihat dengan sangat teliti karena takut jika melakukan kesalahan walau sedikitpun.
"Maaf Yang Mulia Ibu Suri, ini benar medali dari kekaisaran kita, dan pria berbaju hitam tersebut adalah salah satu dari prajurit dalan Yang Mulia".Kata Yufan yang diiringi senyuman oleh Su Lian .
"Jadi benar apa kataku Yang Mulia Ibu Suri, bahwa ada pemberontak di kerajaan ini".
"Tabib kerajaan telah tiba". Ucap Kasim memberitahu bahwa tabib telah tiba hingga berhasil memotong ucapan Ibu Suri.
Ibu Suri pun segera bernafas dengan lega dan segera mengalihkan perhatiannya kepada Tabib kerajaan untuk mengobati sang putra tercinta.
"Tolong Tabib , segera periksa anaku, ". Ucap Ibu suri.
"Baik Yang Mulia".
Su Lian yang melihat Ibu Suri tidak lagi memperdulikannya, kini ia segera dengan kejam membunuh dua orang berbaju hitam tersebut hingga perhatian kembali padanya.
"Kenapa anda membunuhnya pangeran?". Tanya seorang mentri.
"Ya benar, kenapa Anda membunuhnya? bukankah kita belum tahu siapa yang menyuruhnya?".
"Aku melakukan ini untuk memberi waktu yang menyuruh mereka untuk menyerahkan diri". Ucap Su Lian Santai.
"Hei, b*d*h, kenapa kau membunuh mereka?". Protes Ah Ying.
__ADS_1
"Ying'er, percuma mengintrogasi mereka jika orang dibalik semua itu adalah yang mempunyai wewenang yang tinggi. Kita dipastikan akan kalah". Jawab Su Lian dengan Lantang hingga membuat Ibu Suri dan Kaisar Hao meradang mendengarnya.
Para bangsawan dan menteri yang mendengarnya segera saling berpandangan menebak nebak siapa yang dimaksud Adik Kaisar ini. Hingga Separuh lebih Tamu disana sudah bisa menebak siapa Pelakunya, tetapi tidak berani mengutarakan langsung karena takut akan konsekuensinya, jadi mereka hanya diam saja.
"Sudahlah Yang Mulia Ibu Suri, anda tidak perlu khawatir mendengar mereka mengatakan dengan jujur, toh mereka sudah mati. Sekarang Anda hanya fokuskan kepada kesehatan Yang Mulia Kaisar saja, jadi yang tenang ya". Kata Su Lian dengan lembut tetapi mengandung kata kata sindiran yang kuat bagi Ibu Dan Anak itu.
Ibu dan Anak Itu masih saja memendam Emosinya demi Reputasi mereka dihadapan Para Tamu undangan.
Hingga Su Lian kembali angkat bicara untuk membubarkan acara tersebut.
"Kepada seluruh tamu undangan, Saya Selaku mewakili Sang Kaisar meminta maaf atas apa yang terjadi hari ini. Dan Saya memberi Ijin kepada para tamu undangan untuk membubarkan diri dengan hati hati dari Aula Ini. Terimakasih". Ucap Su Lian sembari membungkukkan badan, dan dibalas oleh semua tamu undangan sebelum pergi meninggalkan Aula Istana tersebut.
"Ying'er, aku akan mengantarmu, tetapi tunggulah di depan Aula".
"Baik,Lian aku pergi dulu".
Su Lian Segera berbalik menatap Ibu Suri dan Sang kakak secara bergantian dengan wajah yang sangat berbeda dari Su Lian yang sedang bersama Ah Ying. Wajah penuh amarah dan kekecewaan.
"Kakak, Ibunda, Bukankah aku sudah pernah bilang dengan kalian. Aku tidak akan pernah menyerahkan Ah Ying kepada Kalian!!... Aku tidak akan mengalah untuk kali ini!!.. Dan kalian harus tahu, cepat atau lambat aku akan membongkar siapa kalian sebenarnya!!". Ucap Su Lian dengan penuh penekanan, kemudian meninggalkan mereka tanpa menghiraukan kata kata umpatan dari mereka.
Su Lian segera bergegas keluar dari Aula dan menemui Ah Ying karena sudah berjanji akan mengantarnya.
Di dalam Istana, Tabib Kerajaan sudah selesai memeriksa dan segera menuliskan resep obat untuk diminum oleh Kaisar Su Hao .
"Yang Mulia ini resepnya, Yang Mulia terkena Api surga atau disebut Api abadi dari sang Phoenix, tetapi ini adalah api putih dan hanya seorang Dewi terpilih dari Dunia atas yang menjalin kontrak dengannya. Saya berharap Yang Mulia jangan menyinggung orang yang salah, takutnya ia lebih kuat daripada kita". Ucap Tabib itu sembari menyerahkan Resepnya.
"Sudah, cepat pergilah". Ketus Kaisar Hao.
"Saya Pamit undur diri Yang Mulia".
"Hemm".
Kaisar Su Hao segera dipindahkan ke kamarnya ,diikuti oleh Ibu Suri yang sudah tak sabar meluapkan Amarahnya yang sedari tadi ia tahan.
"Ah Hao, kenapa kau begitu ceroboh, hampir saja prajurit itu mengaku".
"Ibu, aku juga tidak tahu itu. Tujuanku awalnya untuk merebut hati Nona Ying, tapi tidak disangka Si B*d*h itu kembali tanpa sepengetahuanku ibu. ".
"Huh, kau lihat anak durhaka itu, dengan berani sekarang mencoba melawan kita. Ibu tidak sabar ingin melihatnya terpuruk kembali".
__ADS_1
"Ibu tenang saja, aku akan melakukan cara apapun untuk menjatuhkannya". Ucap Kaisar Su Hao dengan seringai menyeramkanya., membuat siapa saja yang melihatnya akan lari ketakutan.