
Langit sudah menjelang malam, sedangkan Ah Ying kini malah mulai membuka kedua matanya dari tidur panjangnya.
"Hoammm... Hmm sudah malam ". Gumam Ah Ying sembari merenggangkan ototnya.
"Dimana Su Lian". Gumam Ah Ying lagi.
Ah Ying pun segera keluar kamar untuk mencari sosok Su Lian.
.......
"Salam Yang Mulia". Ucap orang orang berjubah Hitam kepada Su Lian.
"Bangunlah,". Jawab. Su Lian.
" Selamat datang kembali Dewa". Ucap Sosok Pria paruh baya dari balik pintu.
"Lama tidak bertemu Paman". Jawab Su Lian.
"Hahaha, Lama tidak bertemu keponakanku.. Akhirnya kau kembali".
" Paman Cao, bisakah kita bicara empat mata".
"Tentu saja, ikutilah aku".
Mereka pun segera pergi ketempat rahasia Paman Cao Tanpa Ventilasi dan hanya sedikit penerangan dari lilin lilin kecil.
" Kau tenang saja, aku sudah mengurusnya Su Qiang". Ucap Paman Cao.
"Bagus kalau begitu paman, Lalu bagaimana dengan Kaisar?".
"Aku sudah menyuruh orang kepercayaanku untuk mengawasi Kaisar dan seluruh Keluarga Kekaisaran".
Su Lian pun mengangguk anggukan kepalanya , kemudian Su Lian segera mengeluarkan sesuatu dari Cincin penyimpanannya.
"Ini.. Aku baru menemukannya Paman". Ucap Su Lian sembari menyerahkan sebuah Kristal hitam pekat kepada Paman Cao.
"Hahaha, hebat hebat. Dengan Ini, kita bisa memusnahkan mereka. Tapi kau harus berhati hati, karena Dia pasti akan segera memberontak kembali. Kuharap Kau juga persiapkan dirimu". Terang Paman Cao.
"Aku juga mengetahui itu paman, aku sudah mempunyai rencana yang matang Paman begitupun dengan Yue'er".
""Yue'er?, siapa dia?". Tanya Paman Cao.
"Apa paman tidak mengetahuinya? ".
"Tidak, jadi tolong ceritakan kepada pamanmu ini ".
Su Lian pum bercerita tentang Ah Yue yang telah berengkarnasi menjadi Ah Ying yang sekarang.
__ADS_1
Cerita demi cerita Su Lian lontarkan, sedangkan Paman Cao mencoba meresapi cerita dari Su Lian dengan cermat.
Setelah selesai bercerita Kini Su Lian dan paman Cao mempunyai pikiran yang sama tentang Ah Ying yang telah berengkarnasi.
"Sungguh sang Maha mempercayakan Tahta itu kepada gadis itu". Gumam Paman Cao.
"Aku juga berpikiran seperti itu Paman. Ah Ying sudah melewati banyak dunia dan Akhirnya ia kembali bersama kita, dan hanya Dewi pilihan yang bisa berengkarnasi". Ucap Su Lian.
"Benar sekali, jika pedang itu mengenai Dewa atau Dewi lainya maka jiwa dan raganya sudah dipastikan Hancur berkeping keping".
......
Di Taman ...
Ah Ying berjalan jalan sembari menikmati udara segar di pagi hari, hingga dia terhenti di jembatan kecil di atas kolam untuk melihat ikan ikan yang sedang berenang ke sana kemari.
Setelah mengamati ikan beberapa saat, Ah Ying kembali dikejutkan dengan para Pelayan yang tiba tiba ada di Tempat persembunyiannya atau lebih tepatnya Kediaman megah tempat persembunyian.
"Eitt,, sejak kapan ada banyak pelayan disini? bukankah semalam tidak ada orang satupun?". gumam Ah Ying.
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Ah Ying pun lebih memilih tidak memikirkannya karena sudah dipastikan semua ulah Su Lian.
Teringat dengan Su Lian, Ah Ying pun segera kembali mencari pria tampan tersebut sembari memberanikan bertanya kepada salah satu pelayan.
"Salam Dewi". ucap salah satu pelayan.
"Terimakasih Dewi".
"Apa kalian tahu dimana tuan muda ?".
"Ohh maksud Dewi, Dewa perang Qiang? Dewa berpesan jika dia sedang membahas suatu hal Dewi. Dan Kami ditugaskan untuk menjaga anda untuk membantu menyiapkan keperluan anda Dewi" .
"Yasudah kalau begitu, tolong siapkan air hangat aku ingin berendam".
"Baik Dewi".
Sambil menunggu air hangatnya siap Ah Ying kembali berjalan jalan sekaligus mencari keberadaan Su Lian, yah walau sudah diberitahu pelayan itu.
Udara pagi yang masih sangat segar membuat dengan lembutnya menerpa wajah cantik seputih giok dari Ah Ying sehingga terlihat sangat menawan.
"Dewi , air hangat sudah siap". Ucap pelayan yang tiba tiba sudah berada si belakang Ah Ying,
"Terimakasih, sebentar aku akan segera kssana". Ucap Ah Ying yang kemudian segera pergi untuk berendam dengan air hangaT .
Selesai berendam, Ah Ying kini terduduk di tepi ranjang besarnya untuk memikirkan sesuatu.
"Qiqi, Bai Lu dan Gofu ada yang ingin kubicarakan kepada kalian". Ucap Ah Ying.
__ADS_1
Tak Lama kemudian Bai Lu dan Qiqi segera kembali menjadi dua sosok yang cantik dan tampan, sedangkan Gofu lebih memilih menjadi Burung kecil berwarna putih.
"Ada apa Nona?". Tanya Qiqh.
"Ada tugas untuk kalian". Jawab Ah Ying dengan santainya.
"Apa Nona?".
"Tolong cari tahu tentang Rumah Bordil Kenanga dan berikan aku informasi tentang apapun yang menvurigakan ". Ucap Ah Ying dengan. Lirih.
"Aku saja yang pergi".Ucap Qiqi akhirnya.
"Kalau begitu berhati hatilah"
Lihat saja , aku akan mengalahkanmu dan merebut kembali apa yang mustinya milikku
....
Kerajaan Iblis...
"Aaaaaaggggghhhhh.... Siallll..... kenapa mereka sudah naik ke Dunia Atas?". Teriak Raja Iblis dengan sangat murka , sehingga membuat para pelayan dan orang orang di dalam ruangannya merasa takut dan bergidig ngeri.
"Katakan, dimana mereka berada?". Tanya Raja Iblis lagi kepada pembawa berita.
"Kudengar mereka berada di Rumah Tetua Ji Yang Mulia".
"Kalau begitu, siapkan sedikit anak buahmu dan bawa gadis itu ke hadapanku hidup hidup". Titah Raja Iblis.
"Baik Yang Mulian".
Raja Iblis kini dengan arogannya meninggalkan singgasananya dan segera pergi menuju kamarnya untuk sekedar beristirahat.
Dengan merebahkan badannya, Raja Iblis mencoba memejamkan matanya tetapi tidak bisa karena terus terfikirkan dengan gadis kecil yang bernama Ah ying tersebut.
"Sial, kenapa aku bisa kelolosan seperti ini". Ucap raja iblis sembari memukul jendela kamar karena saking marahnya.
'Aku harus cepat cepat bertemu dengan gadis itu".
Disisi lain...
Hachhyyyuuhhhh.. haachyuh..
Ah Ying tiba tiba bersin tanpa ada gejala apapu ,
" Ada apa Sih ini? pasti ada yang membicarakan ku". Gumam Ah Ying.
Ah Ying memilih tidak peduli dan akhirnya lebih memilih untuk makan siang sendiri.
__ADS_1