
Setelah selesai memberitahu rencana dan tugasnya kepada Ji Hong, Ah Ying segera bangkit dari duduknya bersiap untuk memanggil para binatang di hutan kematian ini.
Suara melengking dari terompet Ji Hong mulai terdengar, para binatang buas pun segera berlari kearah suara terompet yang di bunyikan oleh Ji Hong.
Berbagai jenis binatang buas berkumpul di sekitar Ji Hong dan Ah Ying, mereka terduduk dengan wajah menggemaskan sambil menjulurkan lidah seperti anjing.
"Sudah Ya Dewi, lalu apa selanjutnya". tanya Ji Hong kepada Ah Ying.
" Ikuti aku, dan nanti aku akan menjelaskan padamu di perjalanan nanti". Ucap Ah Yung sembari berjalan mendahului.
Para Hewan hewan tersebut segera mengikuti Ah Ying , Ji Hong dan penjaga bayangan yang tadi mengantar Ah Ying ke tempat di mana Ji Hong berada.
....
Di sisi lain..
Di Sekte naga putih, Kakek Wu yen segera menyusun siasat dengan para tetua dengan tugas masing masing sebelum Chen Feng kembali.
Kakek Wu Yen mengajak para tetua dan para murid terpilih untuk menunggu tentara yang akan menyerang Sekte di padang bunga untuk mengejutkan mereka.
"Jadi bagaimana Tetua pertama?, apakah kau benar benar akan menyambut mereka di padang bunga?". Tanya guru Du mewakili yang lainnya.
"Ya Kau benar, aku sendiri yang akan menunggu mereka. Jika semuanya di mulai maka kalian keluarlah tanpa harus dikomando". Ucap Kakek Wu Yen sembari mengelus jenggot putihnya yang panjang.
"Baiklah tetua pertama, lalu bagaimana dengan murid Chen?".
"Ku serahkan dia padamu , karena dia adalah muridmu Guru Du". Jawab Kakek Wu Yen.
"Baiklah Tetua pertama, biarlah dia jadi urusanku ".
Mereka semua segera memposisikan diri masing masing untuk menunggu para penyerang itu.
Sebelum mereka berangkat , tak lupa untuk makan terlebih dahulu. Karena sudah dipastikan mereka akan melewatkan jam makan malam karena bertarung.
Di Asosiasi Kota Thongfang.
"Sudahlah, hari sudah mulai petang, cepat antarkan kami memasuki Sekte itu". Ucap Pria berbaju merah itu kepada Chen Feng.
__ADS_1
"Baiklah, mari ku antar. Tapi... Dimana pasukanmu?". Tanya Chen Feng.
"Kau tenang saja, mereka sudah menunggu di kaki bukit . Ayo kita langsung saja ketempat itu".
Mereka semua bergegas mengikuti Chen Feng yang berjalan terlebih dahulu menuju kaki bukit tempat dimana Sekte Naga putih berada.
Setelah sampai di kaki bukit, terlihatlah tentara khusus berbaju besi dengan pedang di tangan masing masing tanda mereka siap berperang.
Tentara yang berjumlah seribu orang dengan tingkat Kultivasi Ranah Bumi puncak yang termasuk dalam tentara pilihan terbaik di kerajaan Qin.
Dengan baju baja yang di desain khusus untuk Kultivator , serangan dari seorang kultivator di ranah Langit pun tidak bisa menghabisi mereka karena baju baja yang terbuat dari baja kusus.
"Aku akan membuka penghalang ini, tapi setelah itu kalian tunggulah sebentar di tangga setelah memasuki penghalang. Biarkan aku memastikan terlebih dahulu. Dan ingat,penghalang ini hanya terbuka tiga menit lamanya, kuharap tidak ada yang tertinggal". Ucap Chen Feng.
Mereka semua segera bersiap memasuki Gerbang awal Sekte Naga putih dengan berjejer dan bergandengan satu sama lain agar tidak tertinggal di luar penghalang.
.....
Kakek Wu Yen kini sudah siap di kursi singgasana putih dengan ukiran yang sangat indah. Dia sudah siap di tengah tengah padang bunga bersama dua tetua saja, karena yang lain kini sedang bersembunyi agar musuh terkecoh oleh ketiga tertua tersebut.
"Hufh, lama sekali mereka.. aku mulai bosan". Gumam Kakek Wu Yen.
Kakek Wu Yen segera menyipitkan matanya untuk memastikan di depannya dengan penuh kewaspadaan. Saat ia melihat sekeliling Padang rumput di depannya, dia kini melihat seorang pria muda yang sedang berjalan sembari menoleh kanan kiri bahkan belakang.
Dengan tangan mengepal Kakek Wu Yen menahan amarahnya saat melihat Chen Feng dengan santainya berjalan tanpa dosa menuju kearahnya.
Saat tatapan mereka bertemu, Chen Feng mulai kikuk dengan tingkahnya kali ini. Pasalnya, di dunia nya dulu dia hanya sebagai pembantu misi para Agen senior.
Saat dia mendekati Kakek Wu Yen, Dia langsung membungkuk memberi salam.
"Salam Tetua pertama". ucap Chen Feng sembari membungkukan badan.
"Untuk apa kau kembali lagi Chen Feng?". Tanya Guru Du dengan sinisnya.
"Apa maksud Guru?, saya hanya ingin kembali ke Sekte". Jawab Chen Feng.
"Masih berani kau menginjakkan kakimu Si sekte ini?". Ucap Guru Du dengan penuh penekanan.
__ADS_1
"Heh, guru Du kau tidak perlu menakutiku seperti itu. Kau pikir aku akan takut? Hahhaha ". Ucap Chen Feng yang kemudian tertawa lepas.
Guru Du yang mendengar ejekan Chen Feng pun mulai tersulut emosi, tetapi untung saja di hemtikan oleh Kakek Wu Yen.
"Sudahlah , kau bisa mengajarinya sopan santun nanti guru Du". Ucap Kakek Wu Yen yang kemudian segera berdiri dari kursi singgasanannya.
"Darimana saja Kau murid Chen?". Tanya Kakek Wu Yen.
"Anda tidak perlu tahu darimana aku pergi Tetua Pertama". Jawab Chen Feng dengan berlagak.
"Lancang!! dimana Sopan santunmu selama ini !!". Ucap Guru Du yang sudah sangat emosi.
Chen Feng pun hanya tertawa miring melihat para tetua di depannya. Dengan jentikan tangan Chen Feng memberikan Singal kepada para pasukan yang dikirim oleh Kaisar untuk menyerang Sekte Naga Putih itu.
Para Prajurit dan Jendral yang memimpin kini bergegas memasuki Padang Bunga dengan membabat bunga bunga yang menghalangi jalan mereka. Tetapi Kakek Wu Yen yang melihat para prajurit yang berjumlah seribu orang itu tidak bergeming sama sekali, malah dia tersenyum saat melihat mereka benar benar sudah berada tak jauh dari hadapannya.
"Hei kakek tua, jika kau menyerahkan Sekte Naga putih kepada Yang Mulia Kaisar, maka kami tidak akan membuat kerusuhan. ". Ucao Salah satu pria yang menunggangi kuda di depan para prajurit.
"Siapa kau? apa hubungannya denganku? bukankah aku tidak pernah ikut campur dengan urusan negara ini, lalu kenapa aku
harus menyerahkan Sekte yang susah payah ku bangun ini?". Jawab Kakek Wu Yen yang kembali duduk di Kursinya.
"Aku adalah kaki tangan Kaisar, dan Kaisar ingin menguasai Sekte Naga Putih untuk mendukung dirinya". Ucap Pria itu lagi.
"Sudahlah Tetua, serahkan saja daripada banyak korban yang berjatuhan lebih baik cari aman saja. Kaisar pasti akan mengganti Rugi Sektemu itu". Ucap Chem Feng menambahi.
"Chen Feng, jadi kau ada di antara mereka??!!!". Tanya Guru Du yang kembali emosi saat Chen Feng dengan Mudahnya berbicara untuk menyerahkan Sekte Naga Putih dengan mudahnya
"Jika ya , lalu kau akan berbuat apa hah??". Bentak Chen Feng yang kemudian berjalan menuju Gerombolan para prajurit istana tersebut dengan penuh rasa bangga.
Kakek Wu Yen tetap tidak bergeming, malah dengan santainya Dia menanggapi kepercayaan kaisar tersebut .
"Jika aku tidak mau, lalu kau mau apa?". Tanya Kakek Wu Yen dengan nada mengejek...
"Jika kau tidak mau menyerahkannya, maka jangan salahkan kami untuk memulai pertumpahan darah di tempatmu ini". Ucap Pria itu dengan nada mengancam.
Kakek Wu Yen hanya kembali tersenyum mendengar obsesi bawahan Kaisar itu. Dengan malasnya, Ia pun mulai berdiri dan berjalan perlahan menuju Pria yang sedang menunggang kuda itu.
__ADS_1