Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
27. Mencari kebenaran


__ADS_3

Setelah kejadian itu Ah Ying menyudahi melihat festival musim dinginnya , ia segera pulang karena banyak yang ingin ia pertanyakan kepada Qiqi .


Mereka segera kembali ke kediaman dalam diam, Qiqi yang melihat Ah Ying diam saja membuatnya semakin gelisah ingin memulai berbicara agar tidak merasa canggung tetapi Qiqi mengurungkan niatnya.


"Qiqi, aku akan keistana sekarang". Ucap Ah Ying kemudian.


"Sekarang nona?".


"Ya, Aku harus menemuinya secepat mungkin. Kau tahu ada sesuatu yang sedang terjadi disaat aku tidak mengingat masa laluku, aku harus cepat sebelum mereka menyerang terlebih dahulu".


"Baiklah nona, tetapi ini sudah malam . Kita harus melewati beberapa penjaga dan tentunya harus memanjat tembok tinggi itu".


"Aku Tahu, kita harus bekerjasama. Pertama kita harus mencari dimana letak istana yang di tempati oleh Su Lian dan itu akan merepotkanmu Qiqi,".


"Tidak masalah nona".


Mereka segera menuju ke istana dengan ilmu meringankan tubuhnya agar lebih cepat sampainya.


Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di sebrang jalan di samping istana Kekaisaran Qin.


" Qiqi aku serahkan padamu dahulu". Ucap Ah Ying dan di angguki oleh Qiqi.


Qiqi segera merubah dirinya menjadi naga putih kecil dan terbang menuju kedalam istana untuk mencari istana Su Lian.


Qiqi segera terbang dengan sedang agar lebih mudah menemukan tempat tinggal Su Lian, setelah memperhatikan seksama posisi para penjaga istana dan para penjaga bayangan Qiqi segera melanjutkan mencari Istana Su Lian.


Hingga dia menemukan bangunan yang cukup megah dengan penjagaan yang tidak begitu ketat seperti istana lainnya .


"Mungkinkah itu tempatnya? aku akan turun untuk memastikan". Gumam Qiqi sembari menukikan badannya agar terbang lebih rendah dan melihat kedalam istana melalui celah kecil.


"Yahh tepat sekali, sungguh jenius sekali .. aku akan kembali mengatakan pada Nonaku". Gumam Qiqi membanggakan diri.


Diapun segera terbang tinggi kembali untuk segera melaporkannya kepada Ah Ying , dengan kecepatan tinggi akhirnya Qiqi segera sampai ketempat persembunyian Ah Ying.


swushhh...


Qiqi segera merubah dirinya menjadi gadis seumuran 10 tahun kembali.


"Bagaimana?". Tanya Ah Ying yang tidak sabaran.


"Aku sudah menemukannya nona, dan aku juga telah memperhatikan formasi penjagaan para penjaga istana dan penjaga bayangan, kita akan mudah melewatinya apa lagi istana pangeran kedua yang tidak begitu ketat penjagaanya nona". Jelas Qiqi.


"Baik, ayo tunjukan jalan".


Mereka berdua segera mengendap endap dan kemudian melompati benteng istana yang cukup tinggi dengan ilmu meringankan tubuhnya.

__ADS_1


Dengan berbekal ilmu beladiri yang cukup mumpuni, mereka berdua berhasil menghindar dari penjaga penjaga istana bahkan penjaga bayangan sekalipun.


Mereka melompat dari atap keatap dengan menutupi aura keberadaan mereka, Hingga mereka menemukan pohon besar di depan istana yang katanya istana Su Lian.


Mereka segera melompat ke pohon besar itu untuk bersembunyi sebentar .


"Qiqi kita tunggu kedua penjaga itu lewat lalu ikuti aku masuk ke jendela lantai dua itu ". Jelas Ah Ying.


Setelah dirasa aman mereka segera berlari dan melompat ke jendela kamar dilantai dua yang terbuka.


Setelah kaki mereka menginjakkan di lantai dua tersebut tiba tiba ada suara pria yang membuat mereka terkejut bersama.


"Kenapa harus melewati jendela Ying'er, atau mungkin kau merindukan pangeran ini?". Ucap Su Lian mengagetkan kedua gadis itu.


Su Lian tersenyum menggoda kepada Ah Ying, hingga wajah gadis tersebut memerah seperti kepiting rebus.


"Siapa yang merindukanmu , Huh, sangat percaya diri sekali". Dalih Ah Ying.


"heheh aku menunggumu dari tadi Ying'er, tetapi kau sangat lama sekali, binatangmu itu sangat lambat".


"Kauuu!!!". Umpat Qiqi.


"Jadi kau mengetahui aku akan menyelinap ke tempatmu?".Tanya Ah Ying.


"Tentu, bukankah binatang kontrakmu b*doh, satu penjaga bayangan saja dia tidak bisa mendeteksi". Ucap Su Lian¹ sembari tersenyum penuh kebanggan.


"Hei kalian maun kemana?". Ah Ying pun segera menggunakan telepati untuk kedua binatang kontraknya yang tiba tiba menghilang.


"Nona, kau saja yang mengurusnya, kami akan menunggumu di dunia artefak saja". ucap Qiqi melalui telepati.


"Huhh mengebalkan". Gumam Ah Ying.


Su Lian yang sedari tadi memperhatikan Ah Ying yang hanya diam saja segera berdiri berniat menghampirinya, tapi sebelum menghampirinya dia sudah dihentikan oleh Ah Ying.


"Berhenti..!! Aku yang akan datang, ada yang ingin aku tanyakan kepadamu".


"Baiklah Ying'er, aku akan menunggumu disini, dan kau duduklah disini". Ucap Su Lian sembari menunjuk kursi disebelahnya untuk Ah Ying duduki.


Ah Ying segera melangkahkan kakinya menuju kursi yang disiapkan untuknya dan kemudian duduk dengan memasang wajah seriusnya untuk mendapatkan jawaban dari apa yang ingin ddia ketahui.


"Su lian, apakah aku bisa bertanya tentang beberapa pertanyaan padamu?".


"Tentu, silahkan, aku akan menjawabnya jujur".


"Apa kau mengetahui siapa aku sebenarnya?"

__ADS_1


"Aku mengetahui semua tentangmu Ying'er,". Jjawab Su Lian tulus.


"Apakah kau bisa menceritakan garis besar tentang diriku di masa lalu?".


"Belum waktunya Ying'er, aku belum bisa menceritakannya ".


"Kenapa? Apa karena ingstsnku belum sepenuhnya pulih? Bukankah kau ingin aku segera mengingat siapa diriku dan siapa dirimu bukan?".


Su Lian terdiam sesaat memang benar adanya , bohong jika Su Lian tidak ingin Ah Ying cepat mengingatnya, Dia sangat berharap bahwa Ah Ying segera mengingatnya.


"Kau benaar, aku ingin kau segera mengingat semuanya tapi... Aku tidak ingin menyakitimu Ying'er karena memaksakan mengingatnya".


"Aku siapp segala konsekuensinya, pertama jawablah tentang para kultivator hitam terlebih dahulu".


"Kultivator hitam ya, mereka sebenarnya kultivator dari dunia atas tetapi karena pemberontakan beberapa ratus tahun yang lalu yang menyebabkan Ah Yue mati dan membuat Kaisar langit murka hingga mengutuk mereka dan tidak bisa kembali ke alam atas sebelum mencapai tingkat dimana harus menyamai sang Kaisar, maka dari itu mereka menggunakan trik kotor seperti menyerap Qi dari para kultivator dunia bawah agar lebih cepat naik ke dunia atas kembali". Jelas Su Lian dengan merasakan sakit yang teramat sangat.


Ah Ying yang mendengar pun juga merasakan sakit yang sama seperti Su Lian.


"Berarti yang mengintaiku menggunakan pakaian serba hitam adalah sebagian dari mereka". Gumam Ah Ying yang masih bisa di dengar oleh Su Lian.


"Apa? Mereka mengincar Ying'er?".


"Ya, waktu di gang desa Wushu beberapa waktu lalu".


"Kau harus hati hati Ying'er, karena kau adala titik lemah dari Sang Kaisar.''.


''Maksudnya bagaimana?''.


''Baiklah akuakan menjelaskan perlahan secara garis besar seperti yang diminta Ying'er''.


Su Lian segera mengambil nafas dengan berat karena dia sangat takut jika harus menyakiti Ah Ying karena harus memaksa mengingat semua.


'' Ah Ying, sebenarnya kau adalah Rengkarnasi Sang Dewi Gung yang sudah pernah aku ceritakan waktu itu. Awalnya sulit untuk dipercaya, pertama kau bisa dengan cepat menguasai semua elemen dalam berkultivasi, kedua Dewi Agung mempunyai dua naga Yin dan Yang dan kau mempunyai mereka, ketiga Tusuk konde yang kau pakai sebenarnya milik Dewi tetapi kau tanpa mengikat kontrak dengan kedua tusuk konde itu kau sudah bisa menggunakannya, keempat Aku tahu bahwa kau dipilih oleh Phoenix Putih sang legendaris. Dan yang terakhir, aku tahu Jiwamu yang sekarang adalah jiwamu dimasa depan yang sengaja ditukar oleh ibumu agar kau tumbuh kuat dan menjadi Dewi Agung kembali''. Jelas Su Lian meyakinkan Ah Ying.


''Apa Kau yakin dengan semua itu? Dan kenapa para kultivator Hitam itu mengetahui bahwa aku adalah Rengkanasi Dewi Agung?''.


''Mungkin Karena Naga Gung Yang sedang bersamamu''.


''Maksudmu Qiqi?''.


''Kau benar Ying'er''.


"Apa mungkin mimpi beberapa waktu terakhir adalah serpihan ingatanku?". Tanya Ah YIng.


"Mimpi seperti apa?".

__ADS_1


"Aku bermimpi mempunyai rambut dengan warna sepertimu, menggunakan mahkota dengan rambut digerai bebas, menggunakan gaun dengan warna putih yang bermotifkan burung phoenik Putih, dan aku mengingat nama Su Qiqng , Ah Yue".


Su Lian yang mendengarnya seketika tercengang. Dia mencoba menenangkan diri karena merasa senang bahwa orang yang dia sayang sudah mengingat sedikit tentangnya,yah hanya sedikit.


__ADS_2