
Ah Ying selalu saja memperhatikan Gambar burung Phoenix ditangannya dengan rasa penasaran yang tinggi serta bingung bagaimana menggunakannya .
Kakek Wu Yen pun tersenyum dan segera mulai menjelaskan tentang gambar yang kini berada di tangan Ah Ying.
Ah Ying pun mendengarkan dengan seksama bagaimana tentang dan fungsi dari gambar di tangannya.
"Kakek, apa kakek akan ikut naik ke Dunia atas?". Tanya Ah Ying.
"Entahlah, tapi jika kau membutuhkan kakekmu ini maka kakek akan membantumu cucuku".
Ah Ying pun tersenyum hangat saat mendengar ucapan kakeknya.
Hari sudah menjelang petang, Ah Ying memutuskan untuk tinggal di Sekte sang Kakek karena tidak mungkin untuk kembali karena ia sudah begitu lelah.
_____
Pagi hari telah tiba , matahari mulai menyapa dari ufuk sebelah timur. Ah Ying dengan semangatnya terbangun dan segera berlari menuju Kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan diri Ah Ying pun segera berjalan ke Kamar Sang kakek untuk sarapan bersama .
Waktu berjalan begitu cepat, Ah Ying sudah selesai menyelesaikan Sarapannya . Ia segera berpamitan dengan Sang kakek untuk pulang ke kediamannya.
"Kakek, aku pamit dulu. Nanti jika aku butuh bantuan aku harap kakek bisa datang tepat waktu".
"Tentu saja Cucuku".
Dengan langkah lebar Ah Ying pun segera pergi meninggalkan Kakek Wu Yen.
Menggunakan Kalung untuk berteleportasi, Ah Ying dengan berkonsentrasi untuk segera berteleportasi.
Swushhh...
Dengan Cepat ia tiba di pintu gerbang Kediamannya. Dengan langkah lebar ia segera memasuki kediaman tanpa memperdulikan orang sekitarnya.
"Nona.... Nona Ying". Teriak Anchu dari balik punggung Ah Ying.
"Hmmm, ada apa kau berlari seperti itu?". Tanya Ah Ying.
"hufh hufh hufhh.. anda dari mana saja nona, Kami sangat mengkhawatirkanmu". Ucap Anchi sembari mengatur nafasnya.
"Aku dari tempat Kakek, ". Singkat Ah Ying.
"Ohh begitu nona, kalau begitu beristirahatlah nona".
__ADS_1
"Baiklah". Singkat Ah Ying yang kemudian segera berjalan menuju kamarnya.
Setelah sampai di kamar, Ah Ying segera duduk di tepi jendela untuk mengamati kembali gambar di tangan kanannya itu.
"Hmm, aku harus bertanya kepada Bai Lu dan Qiqi. Mungkin mereka sudah menyelesaikan Kultivasinya". Gumam Ah Ying.
Ah Ying pun segera memasuki dunia artefaknya untuk menemui Qiqi dan Bai Lu.
"Huh, dimana mereka". Gumam Ah Ying.
"Dewi...". Terdengar suara menggelegar dari balik pohon spiritual, membuat Ah Ying otomatis menoleh kearah sumber suara tersebut.
Setelah berhasil menemukan sumber Suara itu, Ah Ying kini di kejutkan dengan Sosok GoFu si phoenix Putih kecil kini menjadi Phoenix agung berwarna keemasan di bagian tubuhnya dan bagian ekornya yang berwarna perak, dengan bulu bulu yang begitu halus.
"Hei, kau ... Apa Kau Gofu?". Tanya Ah Ying sembari memperhatikan Phoenix unik di depanya.
"Iya Nona, ini Aku Gofu".
"Wahh,, kau mendapatkan perubahan besar". Ucap Ah Ying sembari mengelilingi Gofu.
"Tentu saja Nona, ini semua karena kau nona".
"Aku?, bagaimana bisa?". Tanya Ah Ying tak percaya.
"Ya, lalu apa hubungannya?".
"Tato itu menandakan, Kita sebagai Sang Agung yang sudah terikat darah maupun batin. Dan dengan tanda itu, berarti seluruh kekuatan kita yang sebenarnya telah keluar dari segelnya Nona". Jelas Gofu sembari bertengger di atas pohon.
"Lalu, bagaimana dengan Qiqi dan Bai Lu? apakah mereka sama sepertimu?".
"Anda bisa melihat mereka nanti Nona, karena mereka kini sedang berada di Mansion atas sana". Jawab Gofu.
"Lalu, apakah kau bisa berubah menjadi manusia seperti mereka?". Tanya Ah Ying.
"Tentu saja bisa nona, hanya saja Saya tidak tertarik berubah menjadi manusia. Tetapi saya bisa keluar dari dunia artefak ini dengan menjelma menjadi manik manik untukmu nona, atau mungkin Burung kecil". Jawab Gofu.
"Baiklah, tak apa, nanti kalau aku sudah keluar dari Dunia artefak ini, kau bisa ikut denganku".
"Terimakasih nona".
"Kalau begitu aku akan ke mansion itu dulu" .
Ah Ying pun segera berjalan menuju Tangga melayang yang menuju pada Mansion yang berada di atas awan yang cukup besar itu. Hingga ia pun berhenti di depan tangga untuk bertanya kepada Gofu kembali.
__ADS_1
"Hei, Gofu. Apa aku sudah bisa menaiki tangga ini?". Tanya Ah Ying.
"Tentu saja bisa nona, sekarang kau bisa menaiki tangga itu sampai ke ujung sana". Jawab Gofu sambil sedikit berteriak.
Ah Ying pun segera melangkahkan kakinya untuk menaiki Tangga menuju Mansion tersebut, Dia berjalan perlahan menaiki tangga dengan perlahan hingga dengan waktu singkat ia sampai di halaman Mansion. Tetapi saat ia menoleh kembali keatas, terlihat kembali tangga melayang yang entah dimana ujungnya, membuat Ah Ying semakin penasaran untuk naik Keatas sana hingga mengurungkan niatnya untuk ke mansion menemui Qiqi dan Bai Lu.
"Wah, masih ada tangga lagi, bagaimana kalau aku keatas sana. Mungkin ada sesuatu yang belum pernah kutemui". Gumam Ah Ying.
Dengan penuh rasa penasaran Ah Ying pun segera melangkahkan kakinya untuk menaiki tangga tersebut, kali ini dengan langkah yang begitu cepat.
Semakin tinggi ia menaiki tangga itu, semakin indah pula pemandangan yang terlihat, seperti warna awan yang semakin berbeda ketika ia menaiki tangga semakin tinggi.
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Ah Ying menemukan Ujung Tangga yang kini tak jauh dari pandangannya .
"Akhirnya, Sampai ke ujung. Hufh.. Hufh..".Gumam Ah Ying.
"Ehh,, apa ini?". Gumam Ah Ying kembali setelah melihat pemandangan di ujung tangga itu.
Terlihat dengan jelas saat Ah Ying tiba di atas, Sebuah hamparan salju yang begitu luas kini terpampang nyata di depan matanya. Kedua mata sipit itu membelalak saat melihat keindahan yang belum pernah ia temukan. Bagaimana tidak, Di tengah Hamparan salju terdapat berbagai macam buah buahan spiritual es yang berjajar rapi. Ada pula sungai kecil bening yang juga terdapat berbagai macam ikan, hanya saja ikan yang berada di sungai kecil itu adalah Ikan es.
"Wahh, indah sekali". Gumam Ah Ying.
"Ehemm". Terdengar Suara dehaman yang kini berada tak jauh dari Ah Ying berdiri.
"Siapa disana?".
"Aku Goran, penunggu bukit es Surgawi ini".
Ah Ying pun segera menoleh pada asal suara yang membuatnya penasaran.. Ketika ia sudah menemukan Foran yang ternyata ia adalah sosok Kelinci es yang kini berdiri di belakang Ah Ying..
"Kau Goran? kenapa aku baru mengetahuinya?". Tanya Ah Ying.
"Tentu saja nona, karena kini nona sudah benar benar mendapatkan restu dari sang maha melalui tato di tangan Nona itu maka aku bisa kau temui begitu juga dengan pusaka yang aku jaga selama ini Nona". Jelas Goran.
"Pusaka apa lagi itu?". Tanya Ah Ying yang semakin bingung.
"Ayo, ikuti aku". Ucap Goran memimpin jalan yang kemudian diikuti Ah Ying.
Mereka berdua berjalan dalam diam tanpa ada yang membuka suara satupun. Hingga mereka memasuki sebuah pembatas transparan yang tanpa disadari oleh Ah Ying.
Ah Ying pun dengan kagumnya terpesona melihat pemandangan Langit di atas salju itu hingga ia tidak menyadari bahwa mereka telah sampai di sebuah Gua yang tidak terlalu besar.
"Mari masuk Nona". ucap Goran sembari mempersilahkan masuk.
__ADS_1