
"Baik nona, ehh nona,, apakah kau juga membutuhkan penjaga?".
"Penjaga Ya.... Sebenarnya butuh tapi sulit jika mencari penjaga di perdagangan budak".
"Aku akan membantumu nona, dengan menggunakan penjaga alam atas maka tidak ada yang bisa mengganggu kita".
"Ehhh apakah bisa Qiqi? Apa tidak menyalahi aturan?". Tanya Ah Ying Heran.
"Tentu saja tidak nona, sudahlah nanti akan aku selesaikan masalah penjaga itu nona".
"Baiklah , kuserahkan padamu.. sebaiknya kita makan siang dulu Qiqi sedari pagi kita belum makan kan , setelah itu baru kita membeli budak".
Mereka pun segera pergi mencari kedai makan terdekat untuk mengisi perut kosong mereka.
" Itu dia kedai makan yang terlihat enak dipandang". Gumam Ah Ying yang masih bisa didengar Qiqi.
"Ayo kita kesana nona". Ucap Qiqi kemudian segera menggandeng tangan Ah Ying agar lebih cepat memasuki kedai tersebut.
"Nona silahkan masuk, dan nikmati pelayanan kami". Ucap pelayan yang bertugas menerima tamu.
" Baiklah, apa kami bisa pesan sekarang?".
"Tentu nona, silahkan melihat menu di kedai makan kami".ucap pelayan sambil menyodorkan buku menu kepada Ah Ying dan Qiqi.
"Aku pesan ayam bakar, ikan bakar, rica bebek, dan sup jangan lupa makanan penutup dan buah buahan".
"Baik nona, silahkan memilih tempat duduk yang nyaman sambil menunggu pesanan nona tiba".
Mereka berdua segera mencari tempat duduk di dekat jendela agar bisa melihat para warga yang berlalu lalang.
"Nona , apa rencana nona selanjutnya?".tanya Qiqi.
" Kau carikan dulu penjaga mansion dan juga jangan lupa penjaga bayangan, setelah itu aku akan pikirkan cara bagaimana membalas Kaisar biadab itu".
" Nona tenang saja nanti aku akan pergi sebentar mencarikan penjaga untukmu nona".
"Hooaammm,... Terserah kau Qiqj, aku akan menunggu hasilnya".
Makanan yang mereka pesan pun sudah datang dan sudah berjejer rapi di meja makan mereka berdua, tanpa berbasa basi mereka segera menyantap makanan di depanya hingga menyisakan tulang tulangnya saja.
" Ahhh akhirnya aku kenyang". Gumam Ah Ying.
"Ayo nona kita pergi".
"Tunggulah sebentar Qiqi... Biarlah makananku turun dahulu baru kita beli budak".
__ADS_1
Setelah beristirahat cukup mereka segera membayar dan pergi dari kedai makan tersebut dan menuju penjualan budak.
Setalah berjalan cukup jauh akhirnya mereka menemukan tempat penjualan budak.
"Tuan,, ". Seru Ah Ying memanggil penjual tersebut.
"Ada apa nona?".
" Berapa budak yang kau punya tuan?". Tanya Ah Ying kembali.
"Hari ini aku mempunyai sekitar dua puluh budak perempuan dan dua puluh lima budak laki laki nona, apakah anda akan membeli budak?".
"Tentu saja, Berapa harga setiap budak tuan?".
"Setiap Budak mempunyai patokan harga yang berbeda tergantung umur, kualitas bekerja dan yang lainya". Jelas pedagang tersebut.
" Kalau begitu aku ingin semua budak itu Tuan, berapa totalnya".
Pedagang itupun melongo terkejut mendengar permintaan Ah Ying yang menginginkan semua budaknya.
"To.. totalnya Lima puluh koin emas nona".
ah Ying segera mengeluarkan kantong yang berisi koin emas.
" Ini tuan Lima puluh koin emas, kau bisa menghitungnya lagi".
"Ini nona Surat identitas dan surat perjanjian mereka".
"Terimakasih tuan, ".
Ah Ying dan Qiqi segera menghampiri para budak yang sudah mereka beli.
"Untuk semua, perkenalkan aku Ah Ying dan ini saudaraku Qiqi, aku membeli kalian dengan tujuan memperkerjakan kalian di mansion baruku, dengan gaji tentunya, untuk kalian yang berniat bekerja untuk kami , maka kami akan memberikan satu koin emas untuk berbelanja keperluan kalian akan tetapi jika kalian tidak bersedia, aku akan memberikan tiga koin emas untuk kompensasi, agar kalian bisa hidup dengan layak, silahkan kalian memilih. Jangan lupa, jika bekerja denganku, aku akan menggaji kalian tidak seperti yang lain yang tidak memberikan gaji apa kalian mengerti?". Jelas Ah Ying panjang lebar.
Terlihat ada sedikit keraguan kepada para budak yang ada hingga akhirnya Ah Ying angkat bicara lagi.
"Qiqi kau siapkan koin untuk mereka, tiga koin untuk yang tidak mau bekerja dan 1 koin untuk yang bersedia bekerja. ".
"Baik nona".
Qiqi segera menyiapkan koin untuk para budak budak itu.
"Nona, maaf apa aku boleh bertanya?". Tanya salah satu budak perempuan.
"Tentu, bertanyalah".
__ADS_1
" Jika kami bekerja di tempat nona apakah boleh suatu saat mengunjungi keluarga kami? Dan jika kami sudah lanjut usia apakah kami mendapatkan tunjangan dan di istirahatkan di rumah ?".
" Tentu,, aku tidak akan mengekang kalian, kalian boleh dengan senang hati mengunjungi keluarga kalian asalkan kalian setia dengan kami, tetapi jika kalian tidak setia aku tidak akan segan segan menghukum kalian". Jawab Ah Ying dengan intonasi sedikit mengancam.
"Terimakasih nona kami paham". Ucap budak itu lagi.
Kemudian beberapa budak segera menghampiri Qiqi fan meminta satu koin emas padanya kemudian berkumpul di dekat Ah Ying.
Hingga menyisakan lima budak , dua perempuan dan tiga laki laki, hingga akhirnya mereka memilih tidak bekerja dengan Ah Ying, kemudian pergi.
"Baik, terimakasih kalian mau bekerja denganku, Satu koin emas itu gunakan untuk berbelanja perlengkapan kalian, aku tunggu disini". Ucap Ah Ying yang kemudian diangguki semua budak tersebut.
Mereka segera menuju toko toko yang menjual pakaian dan perlengkapan lainya sedangkan Ah Ying dan Qiqi menunggu di tempat dekat dengan tempat penjualan budak.
" nona, apakah mereka bisa dipercaya?". Tanya Qiqi sedikit ragu.
"Kita Lihat saja nanti, ". Ucap Ah Ying singkat.
" Nona, anda masih disini?". Tanya pemilik kedai .
"Iya Paman,".
" Jika nona memerlukan Budak yang lebih banyak, nona bisa kembali dua hari lagi" .
"Terimakasih paman, aku akan kembali lagi dua hari lagi,tetapi sekarang aku menunggu mereka disini apakah anda tidak keberatan?".
" Tentu saja tidak nona silahkan".
Ah Ying segera tersenyum ramah kepada pemilik tempat, akan tetapi tidak terlihat karena memakai cadar.
Pemilik tempat penjualan budak segera pergi meninggalkan Ah Ying dan Qiqi yang sedang menunggu para budak yang dibelinya.
Selang beberapa lama Para budak segera kembali membawa tentengan belanjaan masing masing, kembali ketempat Ah Ying menunggu.
"Salam Nona Ah Ying". ucap mereka serentak.
"Salam nona Qiqi".
"Baik lah karena kalian sudah berkumpul mari ikut aku pulang ke kediaman".
"Baik Nona".
Mereka segera berjalan menuju kediaman Jendral Wu yang sudah dibeli Ah Ying.
Ketika mereka sampai di kediaman, mereka segera terkejut karena mereka akan bekerja di tempat bekas pembantaian yang menurut rumor yang mereka dengarkan.
__ADS_1
"Kalian tenang saja, kediaman ini sudah ku beli dengan harga mahal, pemilik asli sudah lama mati". Jelas Ah Ying .
Tanpa Ragu para budak segera memasuki kediaman satu persatu dan Ah Ying segera memberi tempat tinggal masing masing agar mereka bisa beristirahat.