Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
33. Penyakit aneh Zhen Meimei


__ADS_3

Terdengar derap kaki dari tangga penginapan menuju kerumunan yang berada di depan kasir Penginapan.


"Lama tidak bertemu Tuan Kota Qinfan?". Ucap seorang pria dari balik kerumunan.


Zhen Qian segera teralihkan oleh suara seseorangdari balik kerumunan. Diapun menunggu sosok pria itu keluar dari balik kerumunan.


Setelah Sosok pria itu benar benar keluar dari kerumunan warga ,Zhen Qianfan terkejut ternyata dibalik suara pria itu adalah sosok Pangeran Agung Su Lian yang diikuti oleh kedua pangeran lainnya.


"Salam kepada Yang Mulia Pangeran Agung dan salam kepada paa ppangeran". Ucap Zhen Qianfan sembari membungkukan badan yang diikuti semua orang terkacuali Ah Ying yang masih berdiri dengan tenang .


"Ying'er, apa kau tidak apa apa?". Ucap Su Lian yang tidak menanggapi salam mereka.


"Seperti yang kau lihat, aku baik".


"Syukurlah, Kalian berdirilah".


"Maaf Yng Mulia apa anda kenal dengan nona ini?". Tanya Zhen Qianfan sedikit ragu.


"YA, Dia adalah calon istriku". Ucap Su LIan membuat Ah YIng melotot kaget tetapi tidak bisa mengelak sekarang karena malah akan mempermalukan dirinya sendiri.


"Ca ... Ca ... Clon istri,". Ucap Zhen Meimei yang terkejut mendengar ucapan SU Lian.


"KAu benar, dia adalah kakak iparku. Kenapa kau begitu ketakutan Nona Zhen". Uca Houcun menambahkan.


"Ti ... Tidak ,aku hanya memastikan saja".


"Coba jelaskan apa yang terjai Tuan Kota? Jelaskan secara rinci dari versmu, setelah itu dari para warga dan juga ku Ying'er".


"Baik Yang MUlia". Ucap Zhen Qianfan menjelaskan apa yang ia dengar dari sang adik.


Kemudian satu persatu menjelaskan kronologi kejadian secara detail termasuk Ah Ying. Dapat di lihat dari garis besar pernyataan orang orang itu bahwa Ah Ying Tidak bersalah sama sekali.


"JAdi bagaimana pendapatmu tentang Adikmu itu Tuan Kota?". Tanya Su Lian.


"MAafkan hamba yang tidak mengetahui kejadan sebenarnya, untuk adik hamba biarlah hamba yang menghukumnya untuk mengasingkan di aula leluhur selama satu bulan".


"Kau sbagai Tuan Kota seharusnya memberi contoh yang baik". Ucap Su Lian lagi.

__ADS_1


"Maafkan....". Ucap Qianfan yang tepotong karena sang adik mencekal lengannya dengan sangat kuat.


"Meimei, kenapa kau memegangku seperti itu?". Bisik Zhen Qianfan


Sang adik tiak menjawab pertanyaan QIanfan sang kakak karena merasakan tubuhnya yangsemakin melemah dan merasakan sensasiterbakar dari dalam tubuhnya.


Zhen Qianfan yang tidak mendapatkan jawaban dari sang adik segera mengalihkan perhatiannya pada Su Lian kembali.


"Maaf Yang Mula maafkan saya". Ucap Zhen Qianfan sembari membungkukkan badannya berkali kali.


Di sisi lain Ah Ying hanya memperhatikan gerak gerik dari Zhen Meimei yang sedari tadi merasa gelisah.


Saatnya pertunjukkan yang bagus, Jendral Zhen saatnya kau mmelihat penderitaan putri angkuhmu itu, Gumam Ah YIng dalam hati.


Disaat Su lian sedang tengah berbincang dengan Zhen Qianfan tiba tiba Zhen Meimei berteriak kesakitan.


"AAAAAAAAAAAA ...... PANAS...... PANAS..... Sakitttt". Teriak Zhen Meimei sembari mengusap badannya yang memerah seperti kepiting rebus.


"Mei'er ada apa denganmu kenapa baanmu panas sekali?". Tanya Zhen Qianfan sembari mengusap tangannya yang kepanasan setelah menyentuh sang adik.


"Kakak TOLONGGGG.... PANASSSS". Ucap Zhen Meimei merintih kesakitan.


Su LIan segera menoleh ketempat ah Ying berdiri, terlihat senyum mengejek dari diri Ah Ying membuat Su Lian tau bahwa Gadisnya berada dblik semua ini.


Dasar gadis ceroboh. Gumam Su Lian dalam hati.


"Cepat bawa nona Zhen ke kereta dan kau cepat panggilkan tabib!!!". Perintah Zhen Qianfan kepada bawahannya.


Tanpa mempedulikan ketiga pangeran Tuan Kota segera pergi meninggalkan penginapan tersebut untuk segera mencari tabib agar memeriksa sang adik.


Sedangkan para warga yang berkerumun segera meninggalkan lokasi yang beriringan membawa serangkaian rumor bahwa Zhen Meimei mempunyai penyakit aneh.


Ah Ying yang melihat semuanya sudah selesai segera kembali kemeja yang tadi dia tempati diikuti ketiga pria tampan itu.


"Lelah sekali hari ini". Gumam Ah Ying sembari duduk di kursi kedai.


"Ying'er, apa kau bisa bercerita sesuatu pada kami?". Tanya Su Lian.

__ADS_1


"Bercerita tentang apa?, bukankah tadi sudah jelas ya?".


Sebelum Su Lian meneruskan bicaranya, Semua makanan yang dipesan Ah Ying sudah siap yang dibawa beberapa pelayan Penginapan.


"Wahh... aku sudah tidak sabar, masalah tadi benar benar menguras perutku". Ucap Ah Ying yang berbinar melihat makanan yang sudah rapi diatas meja.


"Hei kakak ipar, untung saja kami datang tepat waktu, kalau tidak, kau sudah jadi bulan bulanan Zhen Qiafan itu". Ucap Haocun sembari mengambil lauk di depannya.


"Adik keempat benar kakak ipar, Keluarga Zhen terkenal arogan, tanpa pandang bulu mereka selalu menggunakan cara licik, dan kau pasti tahu Jendral Zhen yang sekarang menjadi kaki tangan Kaisar sudah membantai Habis Keluarga Jendral Wu". Ucap Tianzi menambahi.


Ah Ying yang mendengar ucapan Tianzi sedikit tercekat saat akan memulai berbicara, serangkai kejadian pembantaian itu muncul kembali yang membuat dua tetes bening dari mata Ah Ying meluncur keluar dengan bebas.


Su Lian yang memperhatikannya segera menggenggam erat tangan Ah Ying untuk menguatkannya dan memberi isyarat agar tidak menangis dan membuat kedua adiknya mencurigainya.


Ah Ying yang menyadari tangan Su Lian yang menggenggam erat tangannya segera menyeka air matanya yang akan keluar.


"Sudah sudah, cepat makan dan kemudian beristirahat, besok kita masih harus menempuh perjalanan jauh". Ucap Su Lian.


Mereka segera makan malam dalam diam tanpa ada yang memulai pembicaraan karena mereka benar benar sudah lelah.


Setelah selesai makan malam mereka segera membayar dan kemudian naik ke kamar masing masing untuk beristirahat.


Ah Ying memasuki kamarnya dengan tatapan kosong, Su Lian yang melihatnya menjadi tidak tega kemudian segera membawa Ah Ying kedalam pelukannya.


"Su Qiang, biarkan aku mengingatmu lagi aku mohon". Ucap Ah Ying lirih tetapi masih bisa didengar oleh Su Lian.


"Aku akan membantumu mengingatku kembali Yue'er". Jawab Su Lian dengan Lirih juga.


Ah Ying yang merasa nyaman di pelukan Su Lian segera memejamkan mata untuk merasakan kehangatan dari pria berambut perak didepannya itu.


Hingga tanpa sadar Ah Ying tertidur dalam pelukan hangat Su Lian. Su Lian yang melihatnya, dengan sangat hati hati segera merebahkan tubuh tinggi Ah Ying di ranjang besar panginapan yang kemudian disusul oleh Su Lian yang merebahkan tubuhnya di samping Ah Ying.


"Aku akan menunggu kau mengingatku sampai kapanpun Yue'er, aku akan membantumu membalaskan dendam mu, jadi jangan meninggalkan aku lagi ". Gumam Su Lian sembari memandangi wajah Ah Ying yang sedang tertidur pulas.


Tangan kekar Su Lian segera mengusap lembut wajah Gadis yang selama ini ia nantikan walaupun harus menentang sang Maha.


"Cantik". Gumam Su Lian Lagi.

__ADS_1


Karena asik membelai wajah cantik Ah Ying akhirnya Su Lian juga ikut terlelap dalam mimpi masing masing.


__ADS_2