Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
52. Sekte Naga Putih


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian...


Sejak kejadian di dalam istana beberapa waktu Yang lalu, Ah Ying hanya menyibukkan diri di dalam kediaman tanpa keluar sedikitpun.


Dengan waktu yang cukup, Ah Ying sudah mendapatkan separuh Bukti kejahatan yang dilakukan Jendral Zhen dan Kaisar muda itu, tetapi Ia tidak ingin membalaskan langsung dari sekarang tetapi lebih tepatnya membuat mereka sengsara terlebih dahulu.


Keluarga Jendral Zhen adalah keluarga Besar kedua setelah keluarga Ibu Suri, sebelumnya di duduki oleh Keluarga Jendral Wu yang kini telah habis di bantai.


Keluarga Jendral Zhen mempunyai bisnis Kasino di berbagai kota di Negara Qin, ada sekitar Lima Belas Kasino yang didirikan Keluarga Zhen turun temurun.


Keluarga Wu sebelumnya juga mempunyai bisnis, yaitu beberapa Asosiasi besar yang berdiri di berbagai negara, hanya saja tidak ada yang mengetahui jika Keluarga Wu mempunyai Asosiasi perdagangan kelas atas. Disisi lain Tetua Keluarga Wu juga mendirikan sekte terkenal di perbatasan sebelah utara yang bernama Sekte Naga Putih.


Tetua keluarga Wu memilih menyendiri , tidak bergabung dengan keluarga Wu yang lain, sehingga tidak ikut di bantai saat pembantaian waktu itu. Dalang dari pembantaian tersebut yang tak lain adalah sang Kaisar Negara Qin sendiri tidak mengetahui keberadaan Tetua Keluarga Wu tersebut, sehingga pembantaian hanya berakir di dalam kediaman Wu.


Tetua Keluarga Wu yang Bernama Wu Yen, sebenarnya mengetahui pembantaian tersebut, hanya saja ia tidak akan secara langsung mendatangi dalang dari pembantaian tersebut.


Tetua Wu Yen memang tidak pernah sekalipun keluar dari Sekte, karena Ia memilih menyendiri dan tidak mau diperintah oleh siapapun, karena Wu Yen setara derajatnya dengan Kaisar Su Hao.


Di Kediaman Jendral Wu...


Ah Ying yang sedang membaca silsilah keluarga Wu menemukan nama Wu Yen yang kini mendirikan Sekte Di perbatasan daerah utara. Ia tertarik untuk memasuki sekte tersebut. Siapa tahu bisa meminta tolong sang kakek untuk membantunya membalas dendam.


"Mungkin aku harus ke Sekte Naga putih milik kakek, siapa tahu kakek sejalan denganku".


Ah Ying segera memasuki Dunia Artefaknya untuk sekedar berendam di Air Surgawi, karena sudah lama ia tidak berendam disana.


"Selamat datang nona". Ucap Bai Lu dan Qiqi bersamaan.


"Ya, dimana Go fu?".


"Go fu sedang berkultivasi nona". Jawab Qiqi, sembari mengambilkan buah spiritual untuk Ah Ying.


"Oh, lalu kalian kenapa tidak berkultivasi".


"Mungkin nanti Nona, bukankah nona akan ke sekte Naga putih? nanti selama nona disana kami akan berkultivasi setiap hari, karena energi yang masih sangat alami". Jelas Bai Lu.


"Kau benar Bai Lu, mungkin Lusa aku akan kesana".


"Ini nona, Apakah kau akan membawa pangeran Menyebalkan itu?". Ucap Qiqi sambil menyodorkan Buah spiritual di tangannya kepada Ah Ying.


"Terimakasih, aku tidak tahu. Kadang aku menolak pun sama saja dia tetap ikut kan".


"Kau benar nona, dia memang tidak punya malu". Ucap Qiqi

__ADS_1


"Hishh, tidak boleh berbicara seperti itu. Dia kan Dewa perang yang menyamar". Ucap Bai Lu .


"Mau Dewa perang atau Dewa yang lain pun, aku tidak peduli. Yang jelas dia begitu menyebalkan". Ucap Qiqi sembari memanyunkan bibirnya tanda ia sangat kesal.


"Sudah Jangan berteman seperti itu". Ucap Ah Ying memecahkan suasana .


"Ber Ran tam tau nona". Ucap Qiqi penuh penekanan.


"Ya itu". singkat Ah Ying.


Bai Lu yang mendengarnya kini tertawa lepas, apalagi ditambah Ah Ying yang masa bodoh dan Qiqi dengan wajah yang sangat menggemaskan tambah membuat Bai Lu tertawa dengan kerasnya.


"Hei Bai Lu, berani tertawa lagi kusumpal mulutmu dengan tongkat ini !". Ucap Qiqi kesal.


"Ups maaf.. pfft". Ucap Bai Lu sambil menahan tawanya.


"Sudah sudah, diamlah kalian berdua. Aku mau berendam dahulu". Kata Ah Ying sembari merendamkan seluruh tubuhnya kedalam Air Surgawi.


Mereka berdua pun terdiam tetapi masih saling melempar ejekan satu sama lain, hingga Qiqi yang teramat kesal lebih memilih meninggalkan Bai Lu.


@@@@


Setelah selesai berendam , Ah Ying segera berganti pakaian kemudian keluar dari dunia Artefaknya, tanpa memperdulikan Bai Lu dan Qiqi .


Ah Ying bersiap ingin menemui Su Lian di kediamannya, tetapi sebelum ia melangkahkan kakinya terdengar suara orang bermain catur di depan kamarnya.


"Ahhh,, Kau ini penjaga atau Pemain Catur handal sih, kenapa aku kalah terus denganmu".


"Hehehe, sebelum menjadi penjaga saya memang suka bermain catur, dan itu sudah turunan dari Kakek nenek moyang saya Yang Mulia".


"Pantas saja, aku sudah yang ke Lima belas kali ini kalah denganmu, huh menyebalkan".


Ah Ying yang mendengar dua orang pria yang bermain catur ,Ia mengambil asal cadarnya dan segera keluar kamar untuk menghampiri mereka.


"Pantas sekali terdengar dari dalam, ternyata Kau Su Lian dan penjaga kediamanku yang bermain catur?".Tanya Ah Ying dari balik pintu kamar, hingga mengagetkan mereka berdua.


"Ehh, setan ,monyet, hantu, ehh ehh". Ucap penjaga itu dengan latah.


"Apa Yang hantu, ".


"Maaf Nona, saya latah". Ucap penjaga tersebut dengan rasa bersalahnya.


"Ying'er, ku kira kau tadi tidak ada di dalam. Jadi aku meminta dia untuk menemaniku bermain catur".

__ADS_1


"Tentu saja ada, hmm kau memainkan catur? ".


"Iya Nona, yang mulia bermain catur dengan saya dan kalah Lima belas kali". Jelas penjaga tersebut dengan bangga.


"Hei, kau.. jangan keras keras tau, ". ucap Su Lian .


"pfft... hahahahha... kau ini kalah atau sedang dapat sial kok sampai lima belas kali?". Ucap Ah Ying sambil tertawa terbahak bahak, sambil memegangi perutnya sakit karena tertawa terlalu keras.


"Biar saja, ". Elak Su Lian sembari berdiri dari duduknya.


"Ying'er mau kemana? kenapa pakaiannya begitu rapi, dan, wangi?".


"Aku ingin ke sekte Naga Putih".


"Sekte Naga Putih? ". Tanya Su Lian.


"Iya, Sekte yang berada di perbatasan utara Negara Qin ini".


"Nona, Yang Mulia, penjaga ini pamit undur diri dulu".


"Ya Pergilah". Jawab Ah Ying.


"Untuk Apa Ying'er ke Sekte tersebut?".


"Apa Kau tidak tahu, Sekte Naga Putih adalah Sekte milik keluarga Wu? Disana ada kakekku di Dunia Bawah ini, aku harus menemuinya".


"Aku tidak tahu kalau ayah Jendral Wu adalah pemilik Sekte tersebut. Hmm pantas saja saat pembantaian itu tidak ada yang mengetahuinya".


"Kau benar,". Singkat Ah Ying.


"Lalu, Kapan kau anak pergi Ying'er?".


"Lusa, aku akan pergi Lusa". Jawab Ah Ying.


"Apakah Pangeran Ini boleh mengikuti Sang Pujaan hati?". Tanya Su Lian dengan wajah berpura pura sendu.


"Terserah kau saja, jika pun aku menolak kau pasti akan tetap mengikutiku".


"Ying'er memang benar".


"Lalu, ada apa kau kemari Lian?".


"Ah aku hanya rindu padamu saja, sudah dua minggu aku di perbatasan dan saat ini aku sempatkan untuk menemuimu". Jelas Su Lian.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana dengan dua Saudaramu itu?".


"Maksudmu Haocun dan Tianzi? Mereka kembali ke Akademi".


__ADS_2