Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
25. Festival Musim Dingin


__ADS_3

Hari semakin petang Kereta kuda Ah Ying segera memasuki kediamannya yang disambut oleh para penjaga tampan yang menjaga pintu gerbang dan para warga yang selalu ramai di depan pintu Gerbang kediaman.


Semenjak Mansion Ah Ying terdapat para penjaga tampat yang selalu memakai pakaian warna putih dengan rambut di kucir kuda semua membuat para warga selalu berlalu lalang di depan kediaman yang hanya ingin melihat mereka, karena berbeda dari para penjaga mansion lain , yang mempunyai rambut yang tidak terlalu panjang dan dengan wajah yang tidak begitu muda seperti penjaga mansion Ah Ying.


"Selamat datang nona". Ucap ramah penjaga gerbag tersebut.


Mereka segera membukakan gerbang , dan kereta kuda yang ditumpangi Ah Ying segera memasuki kediaman besar itu.


Setelah sampai mereka segera tirun dari kereta dan kemudian berjalan menuju kamar masing masing untuk membersihkan diri.


"Nona, apa kau tidak ingin memasuki dunia artefakmu?". tanya Qiqi.


"Ahh aku sangat ingin , tapi nanti setelah sampai di kamar".


"Baiklah nona".


"Bagaimana kabar burung Phoenix Go Fu?".


"Nanti kau akan tahu sendiri nona".


"huh dasar pelit, tidak mau memberi tahuku".


Mereka segera berjalan menuju kamar Ah Ying dengan langkah cepat agar cepat sampai.


Sesampainya di kamar Qiqi langsung memasuki dunia artefak milik Ah Ying.


Ah Ying yang melihat itu segera mendengus kesal tanpa alasan.


"Huh, dasar binatang kontrak menyebalkan , kenapa setiap pergi tidak pernah mengajakku".


Ah Ying menggerutu terus menerus sambil menghentakkan kakinya menandakan kekesalan dirinya, Qiqi yang mengetahui tidak memperdulikannya sama sekali.


Ah Ying yang menyadari dia menggerutu tidak jelas kemudian segera memusatkan pikirannya untuk memasuki dunia Artefaknya.


"Selamat datang nona". Ucap Qiqi tersenyum .


"Ya ya ya, terserah padamu, aku ingin berendam di air surgawi dahulu, kau jangan mengangguku".


"huh dasar pemarah". Ucap Qiqi sedikit mengejek.


Ah Ying yang masih bisa mendengar ucapan Qiqi hanya mendengus kesal .


Dengan langkah yang di buat buat Ah Ying mulai memasuki kolam air surgawi untuk memulihkan diri.


"Ahh segarnyaa .. rasanya badanku lelah sekali". Gumam Ah Ying sambil perlahan bersandar di pinggiran kolam.


Ah Ying yan sudah bersandar dengan nyamanya mulai mengamati dunia Artefak yang ditinggalkan Ibunya pada dirinya.


Dia melihat perlahan lahan tempat tersebut, hingga berhenti pada sebuah tangga misterius yang menjulang tinggi menuju ke awan tanpa batas. Pandangannya segera mencari ujung tangga melayang itu yang nyatanya tidak terlihat karena tertutup awan.

__ADS_1


"Tangga apa itu?,kenapa bisa melayang dan ujungnya pun tak terlihat". Gumam Ah Ying sambil mengetuk ngetukan jarinya dipinggiran kolam.


Ah Ying yang terus memperhatikan tangga misterius itu membuat Qiqi juga ikut memperhatikan dan kemudian berbicara....


"Apa kau tidak ingin bertanya tentang tangga itu nona?". Ucap Qiqi sambil menaik turunkan alisnya.


"huhh kau sudah tahu aku akan bertanya, kenapa malah bertanya?" . Ucap Ah Ying yang tanpa sadar membuat Qiqi tertawa dengan keras mendengar kata kata yang di lontarkan Ah Ying.


"hahahahah".


"Kau ini malah tertawa , awas saja nanti kalau kau minta makanan dari mansionku". Ucap Ah Ying mengancam.


"heheh tidak tidak nona, janganlah begitu, janganlah marah marah. Aku akan menjelaskan tentang tangga itu tapi saat kau sudah mencapai Ranah surga".


"kenapa tidak sekarang?". tanya Ah Ying tidak sabaran.


"Kalau sekarang , kau akan terlambat melihat Festival nona".


"Kau benar..". Ah Ying mulai mengangguk anggukan kepalanya hingga dia menyadari sesuatu.


"Ehh tunggu lalu apa hubungannya aku harus mencapai di Ranah surga dahulu dengan terlambat ke Festival?". Tanya Ah Ying.


"Karenaa..... kau hanya bisa menaikinya saat sudah berada di tingkatan itu nona".


"Kau ini membuatku pusing saja".


Ah Ying segera menyelesaikan berendamnya , sedangkan Qiqi menyelesaikan membersihkan diri di air terjun di dunia artefak itu. Setelah semua selesai mereka berdua segera keluar dari dunia artefak itu, Namun sebelum mereka keluar tiba tiba muncul burung kecil berwarna putih hinggap di pundak Ah Ying.


"Ini aku nona, Go Fu". ucap burung itu melalui telepati.


"Go Fu? kenapa kau menjadi kecil seperti ini?".


"Karena aku bisa berubah wujud nona untuk menyembunyikan diriku".


"Pantas, sedari tadi aku tidak melihatmu".


"Nona apakah aku boleh ikut denganmu?".


"Bagaimana kalau mereka mengenalimu?".


"Tidak akan nona jika dalam wujud kecil seperti ini, hanya kultivator di ranah surga yang bisa mendeteksi diriku".


"Baiklah jika seperti itu, kau tetaplah didekatku, kita akan melihat Festival".


"Baik Nona".


"Ayolah nona kau lama sekali,". Ucap Qiqi yang sedari tadi menunggu Ah Ying dan Go Fu.


"Iya Iya, kita keluar dulu".

__ADS_1


Mereka pun akhirnya keluar dari dunia artefak milik Ah Ying, setelah keluar mereka meminta bantuan Anchi dan Anchu untuk merapikan rambut mereka dan untuk berganti pakaian .


Ah Ying berganti pakaian dengan warna ungu muda yang indah, dengan motif bunga anggrek dari benang ungu Tua membuat semakin tegas di pandang mata.


Di tambah Jubah dan sepatu boat Ungu senada membuat penampilannya semakin anggun.


Sedangkan Qiqi masih memakai pakaian berwarna putih tetapi bermotif rumit dengan dengan menggunakan benang merah dan hitam , tak lupa Jubah Bulu yang tebal dan sepatu boat senada.


"Mari berangkatt....". Ucap Qiqi bersemangat.


"Nona, kalian tidakkah makan malam dahulu?".


"Tidak, kami akan membeli makanan di festival saja ".


"Baiklah nona, ".


"Kalian pergilah sendiri bersama para pelayan lain,aku sudah memberikan uang kepada Kepala pelayan, untuk di bagi kepada kalian agar bisa melihat festival".


"Terimakasih nona, kalian baik sekali".


Akhirnya mereka pun segera berpisah dan berjalan ke festival musim dingin yang hanya berjarak sekitar setengah kilo dari kediaman, tidak lupa dengan cadar kesayangan mereka.


"Rasanya seperti pasar malam di duniaku dulu". Gumam Ah Ying hampir tidak terdengar.


Terlintas ingatan pada Dunianya dulu sebelum bertransmigrasi di dunianya sekarang, kasih sayang teman teman agennya walaupun dia yatim piatu dan tidak mempunyai saudara tetapi teman teman Ah Ying sangatlah baik padanya.


Tanpa Sadar Ah Ying meneteskan air mata saat mengenang teman teman agennya di dunianya dulu.


"Sudah sampai...". Ucap Qiqi membuyarkan lamunan Ah Ying.


" Nona nona, ayo kita cari makanan atau semacamnya". Sambung Qiqi sembari menarik lengan baju Ah Ying menuju para penjual makanan di tengah tengah Festival.


Ah Ying yang ditarik hanya menurut saja pada Qiqi, Hingga dia menangkap sosok mata yang menurutnya familiar.


"Su Qiang". Gumam Ah Ying


Tetapi Qiqi semakin menyeretnya memasuki kerumunan hingga tidak melihat sosok itu lagi.


"Nona aku ingin itu.. itu.... dan ituuu". Ucap Qiqi sembari menghampiri lapak lapak yang membuatnya tergiur.


"Kau ini...".


Mereka berdua segera membeli makanan yang menurut mereka enak, hingga kedua tangan penuh dengan makanan.


Mereka segera mencari tempat kosong untuk sekedar menghabiskan makanan mereka hingga ada suatu keramaian da suatu lapak mencuri perhatian mereka berdua.


"Nona, ada apa di sana kenapa lapak satu itu sangat ramai pengunjung".


"Entahlah, habiskan dulu makananmu setelah itu kita lihat kesana".

__ADS_1


"Baik Nona".


Mereka segera menghabiskan makanan mereka satu persatu agar bisa segera ke lapak yang ramai pengunjung itu.


__ADS_2