Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
109.Kematian


__ADS_3

Angin berhembus semakin kencang, langit pun semakin menghitam di iringi rentetan kilat yang bergantian keluar dari langit.


Orcsi sang Dewa Iblis kini bersiap untuk menghancurkan kekaisaran langit, begitupun Ah Yue dan Su Qiang yang sudah bersiap menyerang Dewa iblis tersebut.


Orcsi mengeluarkan Bola bola asap berwarna hitam yang siap di arahkan ke Su Qiang , dengan seringai menakutkannya ia pun bersiap untuk menyerang.


"Kau harus mati bersama Dewa Dewi B*doh itu!!! tapi tidak dengan Dewi ku ini!!". Ucap Orcsi yang kemudian menyerang Su Qiang dengan bola bola Asap tersebut.


Su Qiang pun dengan lincah berkelit menghindari bola bola asap itu hingga serangan itu mengenai pohon dan bangunan sekitarnya hingga meleleh.


Ternyata Bola asal itu sangat panas hingga bisa melelehkan apapun, bayangkan jika itu terkena Manusia bahkan Dewa dewi pun akan musnah seketika.


Orcsi yang melihat serangannya tidak mengenai target, segera merubah posisinya menjadi kuda kuda siap menyerang. Ia mengeluarkan Pedang Inti hati berwarna Hitam, Dengan corak tengkorak di pegangam pedang itu.


Dengan sangat cepat Orcsi mengeluarkan jurus ilmu pedang mematikan dan segera menyerang Su Qiang bertubi tubi tanpa celah sedikitpun. Su Qiang hampir saja Kuwalahan menangani serangan Dewa Iblis itu, Hingga ia beringsut mundur cukup jauh untuk sekedar beristirahat.


Sedangkan Ah Yue kini mengamati pertarungan antara sang kekasih dengan Dewa Iblis , ia mencari titik lemah Orcsi agar tidak terlalu lama bertarung dan menimbulkan banyak korban.


Su Qiang kini mengeluarkan pedang Naga Ilahi pedang spiritualnya untuk melawan Dewa Iblis itu, mereka berdua bertarung sangat sengit bahkan saling mengeluarkan Jurus jurus pedang yang langka..


Banyak Dewa Dewi yang ingin membantu tapi di cegah oleh Kaisar, karena Kaisar tahu benar siapa Dewa Iblis itu.


"Yang Mulia, kenapa kami tidak boleh membantu Dewa Qiang Dan Dewi Ah Yue?". tanya salah satu Dewa.


"Kalian tenanglah, dia bukan tandingan kalian. Jika waktu mendesak maka apa boleh buat. Dewa Iblis sangat licik, dia bisa merasuki tubuh dewa lainya untuk kepentingan kebangkitannya sendiri, maka kalian harus berhati hati. Ingat jangan keluar dari garis yang ku buat ini , atau kalian akan terhipnotis dan menjadi Iblis bawahan Dewa Iblis itu". Jelas Kaisar, mereka segera berungsut mundur serta bergidig ngeri dengan Dewa Iblis yang sudah lama mati tetapi kini sedang berada di hadapan mereka.


Di atas Istana..


Dentingan pedang terdengar semakin sering, Su Qiang kini sudah mulai lelah menghadapi Dewa Iblis itu. Sedangkan Ah Yue kini tersenyum penuh arti dan segera mengambil alih pertarungan. Ia memerintahkan Su Qiang untuk istirahat , agar dia segera pulih kembali.


"Ck, baru sebentar kau sudah lelah". Gumam Orcsi.


"Permulaan yang cukup bagus Dewa Iblis. Yah kau masih sama seperti dulu, selalu licik". Ucap Ah Yue sambil menyeringai


"Hahahah, kau menyanjungku Dewi. Karena kini hanya ada kau dan aku, bagaimana kalau kita membuat kesepakatan".

__ADS_1


"Kesepakatan apa maksudmu?". Tanya Ah Yue.


"Aku akan melepaskan mereka semua, tapi kau harus menjadi Permaisuriku". Jawab Dewa Iblis penuh dengan kebanggaan.


"Licik, Apa kau tidak melihat bahwa aku sudah akan bertunanangan dan menikah? Dasar tidak tahu malu".


"Kau!!!".


Dewja Iblis sangat marah mendengar Ah Yue menolak kerja samanya. Tetapi ia tidak menyeran Ah Yue, melainkan terbang tinggi menuju awan Gelap itu.


Ah Yue tidak tinggal dial, dia segera melesat terbang menyusul Dewa Iblis.


Dengan kekuatannya yang sekarang, Ah Yue akan dengan mudah mengalahkan Dewa Iblis itu.


Ia memanggil tiga binatang spiritualnya , dan Mengeluarkan Pusaka Nirwana yang belum pernah ia gunakan sama sekali.


Pusaka nirwana berbentuk pedang panjang berwarna emas dan perak membuat desain yang begitu elegan, apa lagi dengan ukiran Naga Yin dan Yang.


"Pusaka Nirwana? Darimana kau mendapatkannya??". Tanya Dewa Iblis.


"Rahasia". Singkat Ah Yue yang kemudian melesat cepat memulai serangannya kembali .


Walaupun begitu, masih banyak serangan Ah Yue yang meleset tapi tidak sedikit juga yang mengenai Dewa Iblis .


Dewa Iblis menjadi semakin marah karena ia berhasil dilukai oleh Dewi Agung di depannya, bahkan Nafasnya kini sudah tidak teratur karena energinya mulai terkuras tetapi tidak dengan Ah Yue yang masih bersemangat menyerang.


"Sial, aku tidak mungkin bisa mengalahkannya jika ada Pusaka Nirwana ditangannya, Aku harus pergi". Gumam Dewa Iblis.


Ah Yue yang melihat gerak gerih Dewa Iblis yang akan pergi , kini ia segera memusatkan energi Qi nya ke pedang Pusaka nirwana di tangannya. Dan Saat Dewa Iblis berbalik pergi, Ah Yue dengan cepat menghunuskan pedangnya tepat pada jantungnya.


"Sudah kubilang, kau akan kembali mati di tangannku Orcsi". Bisik Ah Yue.


"Kau....". Kemudian Orcsi pun memuntahkan darah hitam dari mulutnya kemudian perlahan menghilang menjadi debu.


Setelah Orcsi di kalahkan, Awan Hitam yang menyelimuti Kekaisaran Langit pun segera menghilang digantikan awan biru yang sangat cerah.

__ADS_1


Ah Yue pun segera turun dan menghampiri Keluarganya untuk memastikan mereka baik baik saja.


"Ayah , apa kalian baik baik saja?". Tanya Ah Yue.


"Kami baik Yue'er".


"Syukurlah, Ayah, bisakah kau memaafkan keluarga Liu?".


"Itu tergantung padamu Yue'er". Jawab Kaisar


"Kalau begitu lepaskan mereka Ayah, aku sudah tidak apa apa".


Setelah selesai berbicara dengan Ayahnya, Ah Yue kini berjalan mendekati Liu Congfei yang tertunduk lesu menahan tangisnya sembari memegang jasad sang ayah yang sudah menjadi semakin kering.


"Dewa Liu Congfei,". Panggil Ah Yue.


Liu Congfei pun mengangkat kepalanya untuk melihat Ah Yue.


"Ya Dewi, ".


"Biarlah Ayah dan adikmu pergi dengan tenang, aku sudah memaafkan semua kesalahan mereka. Ku harap kau bisa memaafkanku juga kali ini". Ucap Ah Yue tulus .


"Terimakasih Dewi, dan anda tidak perlu meminta maaf. Semua ini sudah digariskan oleh sang maha, jika ada kehidupan selanjutnya aku akan menjaga mereka dengan hati hati".


"Kalau begitu aku pergi dulu, biarlah Dewa Dewi kematian yang mengurus jasad Ayah dan adikmu".


"Terimakasih Dewi".


Ah Yue pun pergi meninggalkan Liu Congfei , ia berjalan menjauhi tempat tersebut dan segera menghampiri Sang kekasih yang sudah menunggu di tepi Aula.


"Su Qiang, apa kau lelah menungguku?". Tanya Ah Yue.


"tentu tidak Yue'er, Kemarilah". Jawab Su Qiang yang kemudian merentangkan tangannya untuk menyambut pelukan Ah Yue.


Ah Yue pun segera berlari dan memeluk Su Qiang dengan erat tanpa memperdulikan orang banyak yang masih ada di sekitarnya. Rasa Rindu yang amat sangat kini ia benar benar rasakan.

__ADS_1


"Aku sangat merindukanmu ". Bisik Su Qiang di telinga Ah Yue


"Aku juga merindukanmu". Jawab Ah Yue yang kemudian wajahnya menjadi bersemu merah.


__ADS_2