
Pelayan itu kini gemetar ketakutan hingga ia pun menangis membuat semua bingung dengannya.
"Katakan saja, tak perlu takut. Biar Aku yang tamggung jawab". Ucap Ah Yue yang kini semakin jengkel.
Kemudian Pelayan Itupun hanya menggeleng dan kembali kebelakang untuk menenangkan Diri.
Tang Huan dan Ayahnya kini sedikit bernafas lega karena ia berhasil membuat pelayan itu tutup mulut.
Kemudian Kaisar menyuruh pelayan satunya lagi untuk maju kedepan, tetapi dia tetap saja berdiri di tempat karena ketakutan.
Ah Yue yang melihatnya kini sedikit jengkel dengan kedua pelayan itu, akan tetapi ia kini tersenyum penuh arti yang kemudian meminta keempat penjaga itu untuk berkata di depan Kaisar.
"Katakan sejujurnya". Ucap Kaisar.
"Ampun Yang Mulia, hamba hanya bawahan . Hamba memang sering melihat Dewa Api Huan dan Dewa Penjaga Tang sering keluar masuk di pintu perbatasan dan tujuan mereka adalah dunia gelap. Awalnya kami tidak begitu peduli, akan tetapi mereka begitu sering mengunjungi Dunia Gelap Yang Mulia". Jelas penjaga itu yang ternyata penjaga gerbang perbatasan.
"Omong kosong!!! jangan kau membuat cerita yang tidak masuk akal". Sangkal Tang Sue min.
"Diamlah kau Tang Sue Min!!, cepat lanjutkan". Bentak Kaisar Xuang.
"Kami tidak omong kosong, Yang Mulia anda bisa menanyakan kepada Penjaga Perbatasan di Dunia Gelap sana". Sangkal prajurit itu lagi.
"Itu Tidak benar Yang Mulia, mereka hanya ingin menjatuhkanku agar perjodohan anak kita gagal". Ucap Tang Sue Min.
"Apa kau bisa menjelaskannya Tang Sue Min?". Tanya Kaisar .
"Yang Mulia, hamba tidak pernah melakukannya. Tolong beri keadilan kepada hamba Yang Mulia, hamba difitnah". Tang Sue Min bersujud memohon kepada Kaisar sembari membenturkan kepalanya hingga berdarah di dahinya.
"Ayah ,sudahlah mereka takkan percaya dengan kita. Mereka sudah sangat membenci kita ayah". Ucap Tang Huan memprovokasi sehingga banyak Dewa Dewi yang saling berbisik tentang Keluarga kerajaan yang memfitnah sekaligus menindas Dewa tingkat tiga itu.
Tang Huan tertunduk tetapi ia tersenyum penuh kemenangan sembari membantu Sang Ayah berdiri.
Kini Ah Yue pun berdiri menghampiri Ayah dan anak itu sembari bertepuk tangan kembali. ia tertawa miris saat melihat sandiwara Ayah Dan anak yang begitu sempurna di matanya .
"Apa Kalian tidak lelah bersandiwara Tuan Dewa?". Tanya Ah Yue sembari mencondongkan sedikit badanya ke depan kedua Dewa itu.
__ADS_1
"Ah Yue, sudahlah kami tahu kami salah. Kami pun sudah meminta maaf, tetapi tidaklah kau memfitnah kami seperti ini". Tang Huan masang wajah sendunya agar mendapat simpati dari Para Tamu Yang hadir.
"Sudahlah jangan banyak membual, lihatlah aku mempunyai bukti lain untuk kalian".
"Bawa kemari semua bukti itu". Ucap Ah Yue kepada Kasim yang tadi membawa para saksi tersebut.
Kasim itu membawa setumpuk dokumen dan segera di berikan kepada Kaisar untuk dibaca, sedangkan Kedua Ayah Dan anak itu masih saja tenang .
Kaisar kini terlihat tidak baik baik saja saat membaca beberapa Dokumen yang ternyata surat rahasia yang tak sengaja di temukan oleh Ah Yue waktu ia dan Su Qiang pergi ke Dunia gelap.
Kaisar melempar Surat surat itu kedepan Tang Huan dan Ayahnya, hingga membuat mereka berdua melotot kaget saat melihat surat surat itu di depannya .
"Coba kalian jelaskan!!! apa kalian bisa mengelak dengan mudah hah!!!". Bentak kaisar yang tak habis Pikir .
Tang Huan memungut salah satu surat dan membacanya, betapa terkejutnya saat ia melihat surat tersebut ternyata dikirim oleh Sang ayah untuk Raja Iblis waktu itu. Surat itu berisi rencana , masalah dan kemajuan dari Kekaisaran Dunia atas.
Sudah dipastikan siapa saja yang membacanya pasti akan paham jika Tang Sue Min adalah penghianat Kekaisaran Langit.
"Ayah, bagaimana mungkin?". Tanya Tang Huan dengan wajah memucat dan gemetaran saat memperlihatkan surat itu kepada sang ayah.
"Yang Mulia, saya bisa jelaskan.. Saya Di Je...".
Kedua Ayah Dan anak tersebut segera di bawa oleh penjaga Istana untuk menjalankan hukuman masing masing. Tang Sue Min pun segera di bawa ke tiang gantung di atas Sumur pemisah Jiwa, yang siapa saja dihukum disana tidak akan pernah berengkarnasi sama sekali.
Sedangkan Kaisar Xuang kini mencoba menetralkan suasana hatinya agar acara tersebut berjalan semestinya.
"Maaf untuk semua Dewa Dewi yang hadir atas masalah tadi dan ketidak nyamanan nya, dan untuk selanjutnya mari kita lanjutkan acara yang tertunda". Ucap Kaisar meminta maaf kepada Para Dewa Dewi.
"Anda tidak perlu mempermasalahkannya Yang Mulia, yang terpenting semuanya sudah jelas ". Ucap Dewa Tanah mewakili seluruh yang hadir.
"Baiklah langsung saja, kita mulai acara penobatannya . Yue'er kau bisa berdiri".
"Tentu Ayah".
"Ambilkan mustika itu Kasum Yu".
__ADS_1
"Baik Yang Mulia".
Acara penobatan pun di mulai, Ah Yue duduk bersimpuh di bawah Kaisar Xuang untuk bersiap menerima Mustika Agung yang kini di bawa oleh Kaisar Xuang.
Setelah Mustika Itu bersatu di dahi Ah Yue, terlihat pancaran cahaya yang menyilaukan pada Ah Yue hingga perlahan tubuh Ah Yue melayang keudara.
Cahaya itupun mulai meredup hingga menampakkan Ah Yue dengan penampilan yang berbeda dari sebelum ia di beri Mustika Itu.
Ah Yue yang awalnya berambut perak kini berubah menjadi putih bersinar pakaianya putih tetapi dengan model yang begitu rumit, matanya kini berubah menjadi berwarna abu abu serta terdapat mahkota besar di rambutnya. Dan kini terlihat tongkat berukirkan burung Phoenix serta naga Yin dan Yang di pegang Ah Yue di tangan kanannya.
Ah Yue yang kini sudah menapakkan kakinya ke permukaan kini duduk bersimpuh kembali di hadapan sang ayah.
"Berdirilah Putriku".
"Terimakasih Ayah".
"Dengan ini Aku sebagai Kaisar tertinggi Dunia atas, menobatkan Kau Xuang Ah Yue sebagai Dewi tertinggi (agung ) dari para Dewa Dan Dewi. Apa ada yang keberatan, jika ada berdirilah". Ucap Kaisar mengumumkan gelar untuk Ah Yue sang anak tercinta.
Untuk beberapa menit tidak ada yang memprotes keputusan Kaisar, karena mereka semua sejatinya memang mengagumi perubahan Ah Yue setelah ia berengkarnasi.
Tetapi tak luput dari itu, ada satu orang yang tiba tiba berdiri hingga membuat semua perhatian tertuju padanya.
"Maaf Yang Mulia".
"Tidak apa, apakah kau keberatan? dan apa yang membuatmu keberatan".
"Maaf sebelumnya Yang Mulia, hamba sebenarnya Tidak keberatan. Hanya saja, bisakah hamba bersalaman dengan Yang Mulia Dewi Agung , karena saya sangat mengagumi beliau?".
"Kemarilah,". Ucap Kaisar dengan senyum lembutnya.
Dengan Girangnya orang itu yang tak lain seorang Dewi bunga kini berjalan setengah berlari untuk menuju ke tempat Ah Yue berdiri, perasaan senang dan gugup kini bercampur menjadi satu.
Setelah Sampai di depan Ah Yue, Dewi Bunga itu segera menundukkan kepalanya karena malu.
"Siapa Namamu dewi?". Tanya Ah Yue.
__ADS_1
"Liu Lian Yang Mulia, apakah saya boleh berjabat tangan dengan anda?".
"Kemarilah".