Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
82. Persiapan


__ADS_3

Setelah Ah Ying menyelesaikan Urusannya di Kediamannya, ia pun segera bergegas kembali ke kamar untuk bersiap naik ke Dunia atas.


"Aku harus tetap menyamar jika naik Ke dunia Atas, yang pertama aku harus menyembunyikan mahkota dan warna rambutku ini". Gumam Ah Ying sembari menyiapkan pewarna rambut yang ia racik sebelumnya.


"Ehh, tapi bagaimana melepas mahkota ini". Gumam Ah Ying lagi.


"Nona, kau bisa menggunakan kekuatan pikiran untuk menyembunyikan mahkota itu, seperti kau menyembunyikan aura Dewimu". Ucap Qiqi yang kini menjadi manik manik di telinga.


Ah Ying pun segera menyembunyikan mahkota itu dengan cara yang qiqi ajarkan. Setelah selesai bersiap, Ah Ying pun perlahan keluar dari kediaman untuk menemui Su Lian di istana.


Sebelum benar benar berjalan mendekati Isyana Kerajaan Qin, Ah Ying pun dikagetkan oleh sosok pria tampan yang sudah bersiap menggunakan pakaian serta jubah senada berwarna biru tua.


"Astaga kau mengagetkanku Lian". Ucap Ah Ying sambil memukul pelan lengan Su Lian.


"Heheh, maaf.. Apa kau sudah siap?".


"Tentu saja, kalau belum bersiap untuk apa aku datang menemuimu". Jawab Ah Ying.


"Kalau begitu, pegang tanganku agar lebih cepat sampai".


Ah Ying pun segera menggenggam tangan Su Lian dengan erat hingga memunculkan perasaan tak karuan di hatinya.


Kenapa harus sekencang ini sih, hei jantung.. kumohon jangan membuatku malu.. Gumam Ah Ying di dalam hati.


Setelah sepersekian detik , mereka pun sampai di tebing tengah Hutan Kematian yang dulunya awal mula Ah Ying datang ke Dunia Kultivasi ini.


"Kita sampai". Ucap Su Lian.


"Dimana Gerbangnya?". Tanya Ah Ying sambil celingukan melihat sekeliling hingga ke dasar tebing.


"Arahkan tanganmu ke pinggir tebing seperti ini, maka akan ada sebuah tangga menuju Dunia Atas". Jelas Su Lian.


"Baiklah, Ayo cepat".


"Tunggu!!".


"Apa lagi??".


"Apa kau tidak ingin menggunakan cadar atau topeng Ying'er?". Tanya Su Lian.


"Kau benar, astaga lupa aku.". Jawab Ah Ying sembari menepuk jidatnya yang kemudian segera mengambil cadarnya dan memakainya.

__ADS_1


"Sudah, ayo". Ajak Ah Ying kemudian.


Mereka pun segera menempelkan telapak tangannya ke pinggir tebing hingga muncul cahaya menyilaukan tanda terbukanya pintu perbatasan dua dunia.


Setelah terbuka lebar, mereka segera memasukinya hingga pintu itu tertutup kembali. Mereka menaiki tangga melayang tersebut secara perlahan sembari membahas rencana mereka selanjutnya.


"Pertama kita harus menemui Tetua Ji dahulu Ying'er, karena dialah yang mengetahui awal mula dan rencana kita".


"Baiklah, ku serahkan padamu saja". jawab Ah Ying Santai.


Merekapun akhirnya sampai di pintu gerbang Dunia atas dan disambut baik oleh penjaga Dunia Atas tersebut.


"Selamat datang Tuan muda dan Nona, pasti kalian orang berbakat dunia bawah yang berhasil naik kedunia atas". Ucap Penjaga tersebut sembari tersenyum ramah.


Mereka berdua tidak menjawab melainkan menganggukan kepala dengan sopan kepada penjaga tersebut.


Penjaga itu segera membukakan gerbang besar Dunia Atas dengan perlahan.


Terlihat pemandangan serta suasana berbeda di dunia atas saat ini.


Dari segi pakaian, bangunan serta tumbuhan yang tumbuh disekitarnya.


"Hmm, sudah lama aku tidak menikmati suasana asri Dunia Atas ini". Gumam Ah Ying.


"Hmm yayayay, kau tunjukan jalannya".


Mereka segera berjalan menjauh dari pintu gerbang Dunia atas menuju Kediaman Tetua Ji yang tak jauh dari Pintu gerbang tersebut.


Sesampainya di depan pintu Gerbang, Su Lian segera mengeluarkan Token Gioknya yang kemudian ditunjukkan kepada penjaga pintu kediaman Tetua Ji tersebut.


"Silahkan Masuk Dewa Dewi". ucap penjaga tersebut mempersilahkan masuk.


Kediaman mewah yang lantainya sudah terbuat dari marmer pilihan dengan pilar pilar sedang, serta tembok dan atap yang berbeda dari Dunia Bawah terlihat seperti istana. Padahal ini hanyalah sebuah kediaman seorang tetua, jika di Dunia bawah adalah istana kekaisaran yang mereka tempati.


"Akhirnya kalian Naik juga". Ucap Tetua Ji yang ternyata sudah menunggu cukup lama di depan kediamannya.


"Kami baru selesai menyelesaikan urusan kami di Dunia bawah Tetua". Jawab Su Lian.


"Salam tetua Ji". Salam Ah Ying kepada Tetua Ji.


"Mari, masuklah, jangan sungkan". Tetua Ji pun segera menyuruh kedua tamunya untuk memasuki kediamannya tersebut.

__ADS_1


Mereka segera duduk di sofa melingkar di dalam kediaman Tetua Ji tersebut.


"Sudah Lama tidak bertemu denganmu Tetua Ji". Ucap Su Lian.


"Haha, kau benar Dewa Qiang. Bagaimana kabarmu di Dunia Bawah sana? Kudengar kau menjadi pangeran di negara Qin?".


"Awalnya sangat buruk, hingga akhirnya aku menemukan Ah Yue dengan tidak sengaja Tetua".


"Hahaha, bagus bagus, lalu bagaimana denganmu Yue'er?". Tanya Tetua Ji.


"Aku baik Tetua, seperti yang kau lihat".


"Lalu bagaimana Kaisar Tua disana? apakah kau sudah menemukan kakekmu?" Tanya Tetua Ji lagi.


"Kakek baik baik saja tetua, dia menjadi tetua sekte terkenal di Dunia Bawah".


"Sudah kuduga, Kakekmu pasti tidak tinggal diam dan ingin memimpin sebagian kecil manusia manusia itu".


"Tetua Ji, apakah kau mengetahui dimana paman Hong Fei berada?". Tanya Ah Ying.


"Paman pemberontak itu ya, hmm... dia menjadi Raja Iblis setelah gagal merebut tahta kerajaan Langit". Jelas Tetua Ji.


"Lalu, apakah Tetua mengetahui tentang keluarga Fang?".


"Tentu aku mengetahui seluruh keluarga besar di dunia atas ini. Ada apa kau bertanya seperti itu Yue'er?".


Ah Ying pun perlahan menceritakan tentang keluarga Fang, penyerangan, dan penghianatan serta terbunuhnya Fang Liwei kepada Tetua Ji tanpa menambahi atau mengurangi kata kata yang ia ucapkan.


Tetua Ji yang mendengar tidak terkejut sama sekali karena ia ternyata sudah mengetahui semua dari Su Lian serta mengawasi setiap proses melalui Cermin ajaibnya.


"Aku tahu, kalian harus berhati hati dengan keluarga Fang. Dan kalian pasti tahu Keluarga Hong tidak hanya Hong Fei saja yang masih hidup . Saranku, kalian menyamarlah dengan baik sebelum balas dendam kalian terbalaskan". Jelas Tetua Ji panjang lebar.


"Tentu saja Tetua, mohon bimbingannya". Jawab Ah Yung dengan Sopan, serta diangguki Tetua Ji sembari mengusap jenggot panjang putihnya itu.


"Tetua Ji, kau bisa memanggil kami dengan nama Kami di Dunia Bawah, agar tidak ada yang mencurigainya". ucap Su Lian.


"Kau tenang saja, aku sudah mengaturnya. Lalu, bagaimana dengan Ayahmu Yue'er?".


"Ayah?, emm.. jangan beritahu keluargaku tentang kembalinya diriku Tetua. Biarlah aku sendiri yang memberi tahu mereka". Ucap Ah Ying.


"Baiklah, aku akan merahasiakan kembalinya kalian berdua. Sekarang kalian beristirahatlah di kamar yang sudah disiapkan. Kalian tidak perlu pergi mencari penginapan, jadi tinggalah menemani Kakek Tua Ini".

__ADS_1


"Terimakasih Tetua Ji". Ucap Ah Ying dan Su Lian bersamaan.


"Tolong antarkan mereka ke kamar yang sudah disiapkan". titah Tetua Ji kepada para pelayannya.


__ADS_2