
Pemandangan siang hari desa Tongfu terlihat sangat jelas di lantai dua kedai , Ah Ying dan Qiqi pun larut pemikiranya masing masing hingga pesanan makanan mereka sudah tiba.
"Nona, ini pesanan anda".
Ucap salah satu pelayan , dan beberapa pelayan sudah meletakan berbagai jenis makanan di atas meja.
"Terimakasih, bolehkah saya meminta bilnya dulu".
"Tentu nona, jadi total semua adalah Dua ratus koin perak".
"Dua ratus koin perak ya". Tanya Ah ying lagi.
Para pelayan mengernyit heran mendengar Ah ying bertanya lagi tentang harga makanan yang dipesan, Dua ratus koin setara penghasilan satu bulan para buruh di desa. Pelayan tersebut mulai menatap remeh kepada Ah Ying yang dikira tidak sanggup membayar uang makan yang dipesan. Tapi setelah beberapa saat Ah ying mengeluarkan 1 koin emas dan diberikan kepada pelayan , membuat pemikiran pelayan seketika berubah.
" nona , ini terlalu banyak, sebentar saya akan mengambil kembalian dahulu".
"Tidak perlu, kembalianya ambilah". Jawab Ah Ying dengan wajah acuh tak acuh sambil perlahan menyantap makananya, tidak peduli dengan para pelayan kedai yang masih di dalam ruangan.
" Terimakasih nona terimakasih". ucap pelayan itu sambil membungkukan diri lalu pergi keluar ruangan vip yang dipesan Ah Ying.
Tanpa ragu Ah Yong dan Qiqi mulai berebut menghabiskan makanan yang mereka pesan.
" Sayang sekali ya Bai Lu tidak ikut menikmati nona".
"Kau benar,Apakan jika dia keluar sekarang akan terdeteksi?"
"Benar nona, karena para kultivator diluar sana akan sangat mudah mendeteksi kami".
"Tapi jika kalian berpisah seperti ini apakah benar tidak bisa terdeteksi?".
" Tentu masih bisa nona tapi mereka tidak akan mengetahui kalau kami adalah naga mitologi ying dan yang . melainkan binatang spiritual biasa".
"emm begitu, ya sudah ayo selesaikan makannya, lalu kita cari penginapan di desa ini setelah itu aku akan membuat tanda pengenal di desa ini".
" Baik nona, tapi apakah nona tidak menginginkan membuat senjata atau pedang semacamnya?".
"Aku akan fikirkan nanti, ".
Merekapun mulai memakan makanan tersisa dalam diam hingga semua makanannya habis hanya tersisa tulang tulang ikan dan ayam saja.
" Aku sudah kenyang, ayo kita pergi".
"Aku juga nona,Ayo".
Mereka pun keluar dari kedai tersebut disambut baik oleh pelayan kedai yang berjaga di depan pintu.
" Terimakasih nona karena sudah mampir di kedai kami".
Ah Ying pun mengangguk dan tersenyum ramah kepada pelayan kedai kemudian dia pergi meninggalkan kedai makan bersama dengan Qiqi.
Mereka berdua berjalan jalan berkeliling mencari penginapan terdekat hingga tak terasa mereka memasuki pasar desa tongfu yang masih lumayan ramai walaupun sore hari.
Setelah berkeliling akhirnya mereka menemukan sebuah penginapan yang bertuliskan Penginapan Cahaya, akhirnya mereka memutuskan untuk menginap kepenginapan itu.
"Selamat sore nona, ada yang bisa saya bantu". ucap pelayan yang bertugas menerima tamu.
"Apakah masih ada kamar kosong?"
"Penginapan kami masih banyak memiliki kamar kosong nona".
" baiklah untuk kami berdua Satu kamar saja untuk dua malam".
"Baik ini kuncinya nona, biayanya 2 koin perak".
"ini 2 koin peraknya, oh ya apakah disini menyediakan makan malam?".
__ADS_1
"Maaf nona , kami tidak menyediakan makanan tapi jika nona ingin maka disebelah penginapan ada sebuah kedai makan yang lumayan terkenal di desa kami".
"Baiklah tak apa, nanti kami akan ke kedai sebelah penginapan saja".
Setelah menerima kunci mereka berdua menaiki lantai dua untuk segera beristirahat di kamar mereka.
Pintu pun dibuka perlahan setelah mereka masuk kedalam kamar merekapun mulai membersihkan diri masing masing kemudian pergi keluar kembali untuk mencari makan malam.
Di dalam kedai makan mereka disambut baik oleh para pelayan kedai , merekapun memilih duduk di pojok ruangan yang dekat dengan jendela, tak lama kemudian datanglah seorang pelayan menanyai makanan yang akan dipesan.
" Nona kalian ingin makan apa".
"Aku ingin ayam kukus, sayur, dan juga ikan bakar.. Aa ya satu lagi jangan lupa buah buahan".
"Nona aku ingin ayam bakar". Rengek Qiqi yang malah terlihat menggemaskan.
"Dan tambah lagi satu ayam bakar".sambung Ah Ying yang diangguki oleh pelayan.
"Baiklah nona mohon tunggu sebentar".
Pelayan itupun pergi meninggalkan mereka berdua untuk menyiapkan pesanan mereka.
........
Setelah 15 menit menunggu akhirnya pesanan mereka sudah datang, tanpa basa basi mereka berdua memakan dengan lahap tanpa memperhatikan orang disekitar yang melihat mereka.
Akhirnya mereka selesai menyantap semua makanan yang berada di atas meja dengan bersendawa kecil tanda mereka sudah benar benar kenyang.
Sedang asyiknya mereka menikmati buah buahan yang disajikan tiba tiba terdengar para warga yang berlari terbirit-birit sambil berteriak menandakan ada sesuatu mengejar mereka.
Ah Ying pun berdiri dan menghampiri salah satu warga yang panik.
" Maaf Tuan, ada apa kenapa kalian berlari?".
"Ada binatang buas nona mereka memporak porandakan di sisi barat desa tongfu ini , dan mereka sudah akan memasuki pasar ini nona, nona cepatlah lari". terang salah seorang warga yang kemudian melanjutkan berlari menghindari serangan binatang buas yang ia ceritakan tadi.
"Kenapa harus berlari sih, bukankah banyak para kultivator yang ada di desa ini?".
"Aku mencium bau binatang buas tingkat dua puncak nona, dan mereka hanya para kultivator ranah bumi puncak , yang berada di ranah langit sepiritual sangat sedikit, wajar mereka melarikan diri".
"Ayo kita lawan para binatang itu Qiqi".
"Ayo nona".
Akhirnya mereka menemukan segerombol serigala putih bertanduk yang sedang mengamuk di desa Tongfu. tanpa basa basi Ah Ying segera mengumpulkan Qi nya untuk menyerang mereka.
Karena Ah Ying belum mempunyai senjata , jadi dia hanya menyambar sebuah tongkat disampingnya untuk melawan para serigala.
Begitupun Qiqi yang sudah siap dengan Cakar Naganya.
" Dasar binatang rendah beraninya kalian mengamuk dipemukiman warga".
"hiyyyatttt".
Pertempuranpun tak terelakan , beberapa serigala sudah tumbang dan hanya tersisa tiga serigala yang bertubuh besar dan mempunyai dua tanduk, berbeda dengan serigala yang sudah terkalahkan.
" Nona mereka serigala yang sudah bermutasi menjadi siluman jadi kau harus berhati hati". ucap Qiqi sambil terus fokus kepada ketiga serigala yang lumayan besar, lebih tepatnya tingginya dua kali lipat dari serigala biasa.
Rrrrrrrrraaaww.....
Tiba tiba ketiga serigala berkumpul menjadi satu, entah apa yang mereka lakukan.
Akan tetapi tak selang berapa lama tiba tiba terdengar suara dentuman diantara ketiga serigala tersebut.
Dduuuaaarrrr
__ADS_1
Sekumpulan asap tebal mulai muncul mengelilingi serigala.
Ah ying mulai mengeluarkan elemen anginya untuk membuka kumpulan asap yang menghalangi pandanganya.
Whuuuuuusssshhhh.....
"AAPAAA!!, MEREKA MENJADI SATU?".
teriak Ah Ying yang terkejut melihat ketiga serigala tadi yang ber evolusi menjadi serigala berkepala tiga yang kini tingginya setinggi rumah penduduk.
"Sialll... mereka bermutasi kembali nona, dan anda tidak mempunyai senjata apapun".Ucap Qiqi khawatir.
"nona *ini aku GoFu, kau bisa menggunakan darah phoenixmu untuk membuat senjata sementara".
"Bagaimana caranya Gofu?".
"Kau hanya perlu mengeluarkan sedikit darah dari jarimu , kemudian kumpulkan seluruh Qi elemen yang kau kuasai , setelah itu arahkan darahmu ke lantai maka akan muncul senjata sementara , setelah kau mengalahkan mereka maka senjata itu akan hilang dengan sendirinya".
"Baik, terimakasih GoFu*".
Ah Ying mulai menggigit jarinya hingga mengeluarkan darah, kemudian dia melanjutkan seperti apa yang dajarkan GoFu tadi. Tiba tiba......
Swusssshhhhh
Keluarlah sebuah pedang transparan yang panjangnya hampir menyamai tinggi dari Ah ying.
"Lihat saja aku akan menghabisi kalian". Gumam Ah Ying sambil mengambil pedang di depanya kemudian berlari kearah serigala berkepala tiga itu dengan sangat gesit.
crassssshhh
Satu kepala berhasil dipotong oleh pedang transparan dari Ah Ying, membuat binatang itu semakin marahh dan semakin mengamuk hingga ruma rumah didekan medan pertempuran hancurr tak ada yang berdiri.
rrrraaawww
Salah satu kepala yang masih ada tiba tiba mengeluarkan api dari mulutnya.
Ah Ying pun segera mengelak serangan demi serangan dari serigala itu, dan akhirnya dia berhasil memotong satu kepala lagi dan membuat tubuh besar binatang itu limbung ke kanan.
Darah mengalir deras membuat serigala itu tidak bisa bergerak hingga mati karena kehabisan darah.
Tepuk tangan para warga mulai terdengar karena Ah Ying sudah membunuh dengan mudah binatang yang meresahkan warga.
"Nona , apakah kau tidak ada niatan untuk mengambil batu roh mereka?". Tanya Qiqi yang tidak menghiraukan para warga yang bersorak gembira.
"Bagaimana caranya Qiqi?"
"Hanya dengan membuka bagian tengah kepalanya nona, biarkan aku memberimu contoh".
"Tunggu, kau kumpulkan saja batu roh itu, aku akan menemui warga disana".
"Baiklah nona".
Mereka berdua pun berpisah, Qiqi mengumpulkan batu roh sedangkan Ah Ying menghampiri para warga.
"Nona ku sangat hebat, kau pasti orang yang kuat kan nona". puji salah satu warga yang menyaksikan pertarungan tadi.
"Nona terimakasih, anda telah membantu kami membunuh binatang buas itu, saya selaku kepala desa mewakili para warga betul betul mengucapkan terimakasih kepada anda nona". ucap kepala desa yang tiba tiba datang dari balik kerumunan.
"Sama sama tuan, saya hanya tidak mau sampai binatang itu menghancurkan desa yang nyaman ini".
"Bolehkah saya tahu nama anda nona, dan apakah anda bukan dari desa ini?".
"Nama saya Ah Ying, dan benar saya bukan dari desa ini tuan ".
"Pantas saja saya baru melihat anda nona".
__ADS_1
Mereka pun berbincang dengan begitu ramah dan tanpa disadari ada sosok lelaki berambut perak yang sedari awal memperhatikan Ah Ying dari kejauhan.
"Gadis yang misterius". ucapnya sambil memandang lekat Ah Ying dari kejauhan.