Rengkarnasi Sang Dewi Agung

Rengkarnasi Sang Dewi Agung
49. Pria bertopeng


__ADS_3

Di dalam Istana,


Kaisar Hao berjalan mondar mandir di dalam kamarnya. Perasaan bimbang , bingung meliputi pikirannya.


"Aku harus mendapatkan Nona Ying bagaimanapun caranya, tapi bukankah dua minggu lali Nona Ying pergi bersama Su Lian. Apa dia sudah kembali?". Gumam Su Hao sambil terus berjalan mondar mandir.


"Anakku, kenapa kau begitu gelisah seperti itu?". Tanya Ibu suri dari luar kamar .


"Ahh tidak apa apa ibu".


"Jangan berbohong pada ibumu ini, ibu paham jika kau berjalan mondar mandir seperti itu. Pasti ada yang kau pikirkan Ah Hao". Desak Ibu suri.


"Hmm baiklah, aku akan bercerita pada ibu. Ini semua tentang Nona Ying bu.".


" Ada Apa dengan gadis tak jelas itu?".


"Ibu.. Janganlah seperti itu. Ibu aku ingin menjadikanya selirku bu, jika tidak bisa menjadi Permaisuri.".


"Apa kau benar benar ingin dia menjadi Selirmu? apa kau tahu latar belakang atau seluk beluk gadis itu? Coba pikirkanlah kembali Ah Hao". Ucap Ibu suri.


"Aku sudah menyelidikinya bu, kalau dia adalah gadis dari kekaisaran lain yang mengembara, berkasnya pun sudah berada di lemariku bu. lalu apa lagi yang harus aku selidiki". Ucap Kaisar Su Hao sedikit merengek.


"Terserah padamu, tapi ingat.. Hanya selir.. Tidak boleh lebih". Kata Ibu Suri yang kemudian berlenggang pergi dari kamar Kaisar Su Hao.


Kaisar Su Hao yang mendapat lampu Hijau dari sang ibu pun segera mempersiapkan beberapa rencana untuk bisa mendapatkan sang pujaan hati.


Su Hao pun segera merencanakan jamuan makan malam yang akan di hadiri para bangsawan yang akan membawa putra putri mereka.


Tujuan lainnya untuk melamar Ah Ying di Jamuan tersebut.


Pikirannya, jika ia melamar di depan orang banyak maka Gadis pujaanya tidak akan enak hati menolak lamaranya.


Dengan begitu rencana Mempersunting Nona Ying akan sangat berjalan lancar.

__ADS_1


Kaisar Su Hao segera memerintahkan bawahannya untuk membuat undangan dan akan diantarkan ke kediaman para bangsawan di Negara Qin ini.


"Nona Ying, Aku akan memberikanmu kejutan diperjamuan nanti". Gumam Kaisar Su Hao.


................


Waktu perjamuan makan malam pun telah tiba, Kaisar Su Hao dengan tidak sabar sudah duduk di Singgasananya lebih awal hanya untuk menunggu para tamu menghadirinya.


Satu persatu keluarga bangsawan yang diundang segera menduduki meja yang telah ditentukan. Semakin malam para tamu semakin ramai , Kaisar Su Hao sedari tadi mengedarkan pandangannya untuk mencari Ah Ying apakah sudah datang atau belum.


"Dimana Nona Ying, kenapa dia belum datang?". Gumam Kaisar Su Hao sembari mencari keberadaan Sang gadis.


Tak lama kemudian Sosok gadis yang ia tunggu kini memasuki Aula acara, Ah Ying yang mengenakan pakaian berwarna kuning bermotif bunga tulip dengan aksen yang glamor membuat seperti Dewi bunga apa lagi dipadukan dengan cadar berwarna emas membuat begitu sangat mewah dan berkelas. Rambut yang disanggul rumit dan tak lupa Jepit rambut sebagai pusaka langit yang selalu ia bawa kemana mana.


Melihat kecantikan Ah Ying walaupun masih menggunakan cadar , kaisar Su Hao tidak hentinya memuji Ah Ying dari singgasananya.


Tetapi saat Ah Ying benar benar memasuki Aula, terlihat Seorang pria tampan berada di sisi kiri sang gadis, diikuti seorang gadis cantik yang berada di sisi kanan Ah Yinv yang tak lain adalah Qiqi dan Bai Lu membuat orang orang yang berada di dalam Aula dengan otomatis pandangan mereka mengarah kepada ketiga orang yang menjadi pusat perhatian tersebut . Kaisar Hao pun sama dengan para tamu yang lain, yang juga memperhatikan Ah Ying dan dua lainnya.


"Siapa Lelaki itu? kenapa dia dekat sekali dengan Nona Ying ku". Gumam Kaisar.


Ibu suri yang melihat anaknya seperti itu segera memperingatkannya agar tidak gegabah.


"Ah Hao, jangan terpancing emosi seperti itu! bagaimana reaksi dari para pejabat bangsawan nantinya". Ucap Ibu suri lirih yang hanya terdengar ia dan sang anak saja.


Kaisar Su Hao yang mendengar peringatan sang ibu pun segera menurunkan Auranya agar lebih tenang kembali.


Di Sebrang sana.. Ah Ying dan Kedua binatang Spiritualnya asik memakan makanan yang disiapkan diatas meja sembari mengobrol asik satu sama lain.


"Nona, apa rencanamu kali ini?". Tanya Bai Lu.


"Kau tunggu saja nanti, aku sudah mempersiapkan semuanya". Ucap Ah Ying sembari tersenyum licik.


"Kau memang pintar dan Licik Nona, aku tak sabar melihat pertunjukkan yang akan terjadi". Ucap Qiqi kemudian.

__ADS_1


" Makanan di istana memang enak enak ya". ucap Ah Ying sembari memasukan kue bulan ke mulutnya.


"Dasar tukang makan". Gumam Qiqi yang masih terdengar oleh Ah Ying.


"Biarin.. yang penting walaupun makanku banyak, aku kan tidak gemuk tau".


"Terserah padamu Nona".


"Hei sudah sudah, kalian selalu saja berdebat". Ucap Bai Lu sembari menutup kedua mulut gadis di depannya.


"Bai Lu.. Lepaskan tanganmu... Aku susah mengunyahnyaa". Kata Ah Ying yang memang kesusaham mengunyah karena di bekap Bai Lu.


Bai Lu pun segera melepaskan bekapanya dan mulai Fokus pada acara, karena acara akan dimulai.


Sang Kaisar pun segera memulai acaranya dengan berpidato di tempatnya. Para tamu yang hadir dengan khidmad mendengarkan pidato dari Sang Kaisar. Berbeda dengan Ah Ying yang malah asik bertelepati dengan kedua hewan kontraknya yaitu Qiqi dan Bai Lu , hingga tidak menyadari bahwa Pudato dari Kaisar Muda sudah selesai.


"Eh sudah selesai kah? cepat sekali". Gumam Ah Ying.


"Nona, kau ini tidak mendengarkan malah bertelepati dengan kita". Protes Bai Lu.


"Bukankah kalian dulu yang mulai, aku kan hanya mengikuti kalian". Ucap Ah Ying tak mau kalah.


Karena tidak mau berdebat, akhirnya mereka pun diam dan mulai melihat pertunjukan yang disuguhkan oleh para putra putri anak dari bangsawan yang hadir.


Ada yang menari, menyanyi, memainkan alat musik bahkan ada yang memamerkan seni bela diri dan kultivasinya.


Tidak ada satupun yang membuat Ah Ying tertarik, hingga sosok pria bertopeng muncul diatas panggung membawakan pertunjukan pedang dengan pakaian yang sedikit terbuka hingga menampilkan roti sobek yang membuat para wanita terpesona.


Ah Ying yang awalnya tidak tertarik dengan semua pertunjukan kini terpesona dengan pertunjukan pedang oleh pangeran bertopeng diatas panggung. Matanya tak berkedip melihat begitu lincahnya Pria itu memainkan pedangnya.


Sepuluh menit berlalu, pertunjukkan pedang sang pria bertopeng pun telah usai, tepuk tangan yang meriah mengiringi sang pria bertopeng itu membuat semua orang bertanya tanya siapa Pria bertopeng berbakat tersebut tak terkecuali Ah Ying yang masih terhipnotis pertunjukkan Pria bertopeng tersebut .


"Sia pa pria bertopeng itu, kenapa tidak begitu asing bagiku". Gumam Ah Ying.

__ADS_1


Ah Ying pun larut dalam lamunan dan imajinasi yang ia buat buat sendiri.


__ADS_2