
Setelah menyelesaikan makan malamnya, Ah Ying segera menyenderkan badannya pada kursi yang ia duduki saat ini.
Dengan perlahan memposisikan dirinya untuk memulai pembicaraan dengan Su Lian.
"Kakakmu itu sudah memulai rencananya". Ucap Ah Ying.
"Siapa? Kaisah B*d*h itu?".
"Tentu saja, siapa lagi". Jawab Ah Ying.
"Lalu apa Rencananya?". Tanya Su Lian sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Ah Ying.
"Ishh, jauhkan dulu wajahmu itu". Ucap Ah Ying sembari mendorong wajah tampan Su Lian.
"Baik baik, tapi setelah mengobrol, bolehkan aku meminta bibirmu itu". Ucap Su Lian terang terangan.
Ah Ying yang mendengar Su Lian dengan terang terangan meminta ciuman darinya kini wajahnya bersemu merah seperti kepiting rebus .
"Dasar Genit!". Ucap Ah Ying malu malu.
"Ceritakan semuanya Ying'er".
"Huhh baiklahh..".
Ah Ying pun segera menceritakan semua rencana Su Hao kepada Su Lian, tetapi dia tidak menceritakan Rencanannya sendiri. Karena tidak mau kalau Su Lian terlibat dengannya.
"Lalu apa Rencanamu jika Sekte Naga Putih akan diserang Prajurit Su Hao ?". Tanya Su Lian.
Ah Ying pun terdiam mencari kata kata yang cocok untuk di bicarakan kepada Su Lian.
"Aku belum mempunyai Rencana. Mungkin setelah berbicara dengan kakek".
"Baiklah, sekarang beristirahatlah Ying'er. ".
"Tentu, kau juga Lian".
Ah Ying pun segera meninggalkan Su Lian sendiri di ruang makan tanpa mengajaknya masuk . Tetapu Su Lian dengan Jahilnya mengikuti Ah Ying dalam diam, hingga dia tidak mengetahui bahwa dia diikuti oleh Su Lian.
Ah Ying yang sudah sangat lelah pun segera merebahkan badannya ke ranjang besarnya itu. Tanpa waktu yang lama Ah Ying Pun segera terlelap dalam mimpinya.
Sedangkan Su Lian yang mengetahui bahwa Ah Ying sudah benar benar tertidur kini ia juga ikut merebahkan badannya di samping Gadis pujaanya itu yang kemudian segera terlelap menyusul Ah Ying yang sudah dulu tertidur .
Pagi hari telah tiba, Ah Ying segera membuka matanya. Saat dia benar benar sudah terbangun ,dia pun dikejutkan oleh tangan kekar yang kini melingkar di pinggang rampingnya.
__ADS_1
Saat menoleh, Tatapanya terkunci pada Pria Tampan yang kini masih terlelap di sampingnya.
Ah Ying pun memandangi wajah tampan Su Lian hingga tanpa ia sadari senyum simpulnya mulai terlihat saat memandangi lekuk wajah Su Lian.
"Ternyata kau ini tampan juga Ya". Gumam Ah Ying.
Kemudian perlahan-lahan Ah Ying segera memindahkan tangan kekarnya agar dia bisa beranjak dari ranjang besarnya itu.
"Biarkan seperti ini sebentar". Ucap Su lian yang masih menutup matanya.
"Hei, bangunlah penyusup. ". Ucap Ah Ying sembari menggoncang tubuh kekar Su Lian.
Karena saking kerasnya goncangan yang Ah Ying buat. Tak sengaja baju Su Lian terbuka hingga memperlihatkan Roti sobeknya dan dada bidang impian para wanita.
Spontan Ah Ying segera menutupi wajahnya setelah melihat roti sobek itu. Sedangkan Su Lian yang terbangun pun segera tersenyum menggoda.
"Ying'erd, bukankah kita belum menikah. Lalu kenapa kau ingin memperkosaku seperti ini? Tidak perlu memperkosa pun aku akan memberikannya padamu".Goda Su Lian.
"Kau ini menyebalkan,,, cepat bangun dan pergi dari kamarku!!". teriak Ah Ying sembari melempari bantal Su Lian yang semakin tersenyum menggoda .
"Ying'er, kenapa kau jahat sekali. Tidak bertanggung jawab seperti itu". Ucap Su Lian yang pura pura tersakiti.
"Baiklah, aku saja Yang Pergi". Ucap Ah Ying yang sudah sangat kesal.
Hingga pandangan mata mereka bertemu satu sama lain.
Suara detak jantung Su Lian kini terdengar jelas oleh Ah Ying yang berada di depan Su Lian. Jantung Ah Ying pun tak kalah berdebar saat berada di posisi seperti itu saat ini.
Ahh sial.. jika terus seperti ini wajahku sudah dipastikan akan memerah sampai keubun ubun. Ucap Ah Ying dalam hati.
"Ying'er, apa kau terpesona dengan ketampanan pangeran ini?". tanya Su Lian.
Ah Ying yang terkejut pun dengan spontan mendorong Su Lian hingga tubuh Ah Ying terjembab ke lantai.
Awalnya Ah Ying terpesona dengan Su Lian. Kini ia berubah menjadi sangat marah kepada Pangeran tampan itj di tambah dirinya terjatuh ke lantai karena Su Lian juga.
"Awas saja kau Su Lian!!". Teriak Ah Ying.
Su Lian pun berlari meninggalkan kamar Ah Ying untuk membersihkan diri. Begitu juga dengan Ah Ying yang kini masih dalam keadaan yang tidak begitu baik.
Setelah selesai membersihkan diri, para pelayan sudah mempersiapkan sarapan di meja depan Kamar mereka berdua.
Mereka pun sarapan bersama dalam diam, karena Ah Ying yang masih marah dengan Su Lian.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, mereka pun berencana menemui Kakek Wu Yen untuk membicarakan masalah yang mereka bicarakan semalam.
Mereka berjalan beriringan, hingga membuat para Murid Sekte menjadi iri karena kekompakan Su Lian dan Ah Ying. Berbeda dengan Chen Feng yang mengepalkan tangannya di balik lengan baju yang besar itu.
" Paman, apa kakek ada di dalam ?". Tanya Ah Ying kepada Penjaga senior di depan pintu masuk ke ruangan kerja Kakek Wu Yen.
" Tetua berada di dalam Nona".
"Baiklah, katakan bahwa aku akan membicarakan sesuatu pada Kakek".
"Baik Nona, mohon ditunggu sebentar".
Penjaga itu segera memasuki Ruangan Kakek Wu Yen untuk melaporkan kedatangan dan tujuan Ah Ying dan Su Lian yang kini sedang menunggu di depan Ruangan.
"Ying'er apa kau masih marah padaku?". Bisik Su Lian.
"Tidak". Singkat Ah Ying.
Saat Su Lian akan berbicara lagi, Penjaga itu sudah keluar dari dalam dan berkata ...
"Yang Mulia, Nona, Tetua mempersilahkan masuk kalian berdua". Ucap penjaga Itu.
"Terimakasih paman". Ucap Ah Ying ramah.
Mereka berdua pun segera memasuki Ruang kerja Kakek Wu Yen, yang sudah di tunggu oleh kakek Wu.
"Ada apa Cucuku". Tanya Kakek Wu Yen.
Tanpa berbasa basi Ah Ying segera duduk di depan Kakek Wu Yen dan kemudian segera menceritakan semuanya kepada Sang kakek.
"Hmm Kaisar Muda itu sudah memulai permainannya, kalau begitu mari kita menyusun rencana". Ucap Kakek Su Hao.
Mereka bertiga pun sibuk menyusun rencana dan serangan balik untuk Menghabisi Su Hao dan Ibunya yang ternyata dari alam atas itu.
Ah Ying masih juga tidak memberitahu rencananya sendiri , sehingga mereka hanya menyusun rencana saat penyerangan itu sampai di sekte .
"Baiklah cucuku, kakek akan memperingati seluruh penghuni Sekte".
"Baik kek, aku serahkan padamu.". Ucap Ah Ying.
"Ying'er, aku akan ikut padamu". Bisik Su Lian.
"Apa maksudmu?' Tanya Ah Ying kebingungan.
__ADS_1
"Bukankah kau mempunyai rencana?". Tanya Su Lian sembari tersenyum penuh kemenangan.