
Hari pertunangan akhirnya tiba, Hadiah pertunangan berjajar dengan rapi di Istana Ah Yue. Berbagai Hadiah langka berkualitas tinggi, seperti perhiasan, kain dan lain lain.
Ah Yue kini berdandan sangat cantik, dengan dandanan sedikit dewasa serta rambut putih yang disanggul rumit separuh dan sisanya dibiarkan menjuntai kebawah.
Ia mengenakan Pakaian berwarna Putih dengan motif berwarna emas serta Jubah emas menghiasi tubuhnya.
Ah Yue berjalan di pelataran untuk menuju aula pelaksanaan, tak sedikit orang yang terpesona dengan kecantikan alami Dewi Agung itu. Bahkan mereka sangatlah mengidolakan kecantikan luar biasa itu.
Dengan langkah yang sangat Anggun, Ah Yue melangkahkan kakinya memasuki Aula Pelaksanaan sehingga menyita perhatian banyak tamu undangan yang hadir.
Su Qiang yang sudah ada di Altar pun juga terpesona dengan calon istrinya, Ia sebenarnya juga tak kalah menawanya. Dengan pakaian senada dengan Calon istrinya, rambut yang di kucir kuda menggunakan tali berwarna perak serta mahkota kecil berwarna emas.
"Dewi Agung telah tiba". Teriak Sang kasim memberitahukan kedatangan Ah Yue .
semua tamu berdiri dan memberi hormat kepada Dewi Agung mereka dengan sangat khidmat.
Setelah Ah Yue duduk di tempatnya, semua tamu segera kembali duduk di tempat masing masing.
"Karena semua telah hadir, maka acara pertunangan ini akan kita mulai.".
"Mari kita tentukan tanggal pernikahan anak anak kita". Sahut Su Caihong .
Keluarga kedua belah pihak segera berdiskusi tentang hari pernikahan yang sebentar lagi harus diadakan.
Sedangkan para tamu menikmati hidangan demi hidangan yang di siapkan oleh pelayan Istana secara bergantian.
Ah Yue dan Su Qiang saling memandang satu sama lain di tempat masing masing, mereka saling bertukar kode menggunakan gerakan tangan dan sesekali mereka tertawa saat melihat salah satu dari mereka memperagakan lelucon.
Diskusi pun berakhir, dan hari pernikahan pun telah di tetapkan. Kaisar bersiap mengumumkan kepada seluruh orang yang berada di Aula tersebut.
"Ehem.... Maaf menunggu lama... Karena diskusi kita selesai, maka Hari pernikahan Dewi Ah Yue dan Dewa Su Qian akan dilaksanakan satu minggu lagi. ". Ucap Kaisar yang mendapatkan sorak gembira dari seluruh orang yang mendengarnya.
Begitupun Ah Yue dan Su Qiang yang tidak menyangka akan secepat itu.
....
__ADS_1
Hari hari menjelang pernikahan, Hadiah dari keluarga Su selalu datang silih berganti. Di Istana Ah Yue sudah di penuhi kotak kotak hadiah dengan isi yang beraneka ragam sehingga Para pelayan kuwalahan menata Hadiah hadiah itu.
Tak hanya itu, Gaun Pernikahan pun sudah berjajar dengan rapi. Sedangkan Mempelai wanita kini sedang merawat diri bersama saudara Perempuannya yang lain.
Mereka saling bersenda gurau bertukar lelucon semacamnya, rasa kebersamaan para Dewi itu menambah nuansa hangat dalam kekeluargaan.
Su Qiang pun tak kalah sibuknya, Para Pelayan yang mempersiapkan Hadiah pun sampai kuwalahan karena permintaan Sang Tuan.
Paman Su Caihong kini menatap bangga kepada Keponakannya itu, ada rasa bersalah di hatinya karena sempat melarang ia untuk menikahi Dewi Agung. Tetapi untuk sekarang Su Caihong lebih berpikir panjang dan tidak akan mengekang yang tidak di kehendaki Su Qiang.
Tak hanya di Istana dan Di Kediaman Dewa Su, Para Warga pun ikut menyibukkan diri untuk mendekorasi Desa masing masing untuk menyambut pernikahan Dewa Dewi Hebat di Kekaisaran Langit.
Pernikahan antara Dewa Perang dan Dewi Agung itu akan di rayakan selama Tujuh hari tujuh malam , tak hanya merayakan pernikahan tetapi juga merayakan kemenangan Kekaisaran Langit dari para musuh yang akan memberontak.
....
Tak terasa, Hari pernikahan pun telah tiba. Para warga berjejer di pinggir jalan untuk melihat Sang pengantin yang akan melewati tempat itu.
Istana Langit kini terlihat penuh dengan para tamu undangan dan beragam hidangan yang sudah berjajar rapi di meja yang ditentukan. Dekorasi yang estetik tetapi mewah, dengan Nuansa Putih yang dipadukan warna Perak Dan emas membuat enak dipandang mata.
Pengantin Pria kini lebih dahulu datang di Altar pernikahan yang disampingnya di dampingi oleh Paman satu satunya Su Caihong.
Gaun yang sangat panjang yang sangat memerlukan banyak pelayan untuk membawanya , sehingga Ah Yue tidak kesulitan berjalan.
Perlaham tapi pasti, Ah Yue melangkah memasuki Aula menuju Altar pernikahan diiringi para Pelayan yang sudah berdandan rapi membawa gaun panjangnya, membuat semua mata memandang kearah Mempelai Wanita.
"Mempelai Wanita telah tiba". Ucap Kasim memberi tahukan kedatangan Ah Yue.
Su Qiang kini tersenyum lebar saat melihat calon istrinya yang selama ini ia nantikan, akhirnya hari ini benar benar akan menjadi Istrinya.
Setelah Sampai di Altar, Pendeta memberi tahukan mempelai untuk saling berhadapan dan mengikat janji suci.
"Baiklah mari kita mulai, apa kalian berdua sudah siap?". Tanya Pendeta.
"Sudah , Kami sudah siap". Ucap mereka berdua.
__ADS_1
"Baik, Dewa Su Qiang silahkan berikrar".
Su Qiang pun mengambil nafas panjang untuk memulai mengucapkan ikrar pernikahan.
"Wahai Dewi Agung Xuang Ah Yue, di hadapan Hyang Widhi dan juga para saksi, saya akan genggam tanganmu bagi kemakmuran. Semoga engkau bisa menjadi pendamping hidup saya, sebagai istri, sampai akhir hayat". Ucap Su Qiang.
"Apakah Kau menerima Dewa Perang Su Qiang menjadi Suamimu Dewi?". Tanya Pendeta.
"Ya Saya menerimanya". Jawab Ah Yue dengan mantap.
"Kalau begitu balas lah Ikrar Suamimu Dewi".
"Untuk Hyang Widhi dan semua para saksi, saya akan berdoa semoga dirimu, suami saya Dewa Perang Su Qiang agar selalu diberi usia yang panjang dan bisa hidup bersama dengan saya penuh setia hingga akhir hayat".
Suara tepuk tangan meriah menghiasi Aula pernikahan, Kaisar dan keluarga kerajaan lainya saling berpelukan mengucap syukur terhadap sang Maha .
Sedangkan Su Qiang kini mengecup kening sang istri yang masih tertutup cadar, rasa bahagia yang menyelimutinya sehingga ia tidak sabar untuk melihat wajah Istrinya tetapi di cegah oleh Sang Paman.
"Ehh ehh, pengantin baru tidak sabaran ya. Tunggu nanti di kamar pengantin, jangan di sini". Ucap Su Caihong dengan nada menggoda.
Su Qiang tertawa kaku saat mendengar ucapan Sang paman, Hingga ia memberanikan bertanya kepada Pendeta.
"Maaf Pendeta, bolehkah kami ke kamar pengantin?". Tanya Su Qiang malu malu, begitupun Ah Yue yang sudah seperti kepiting rebus.
"Tentu Yang Mulia, kau bisa memulainya".
Setelah mendengar Ijin dari pendeta, Su Qiang segera menggendong Ah Yue ala bridal menuju Kamar pengantin yang sudah di siapkan.
Pesta pernikahan begitu meriah membuat Kaisar yang sudah lama tidak merasakan kebahagiaan kini merasakan sangat bahagia hingga ia melupakan bahwa dirinya seorang kaisar.
Tak hanya Su Qiang dan Ah Yue yang menikah, melainkan Qiqi dan Bai Lu juga menikah di Dunia Artefak dengan cukup meriah , karena mereka juga mengundang para binatang spiritual yang kenal dengan mereka.
Ah Yue versi rambut hitam
__ADS_1
Su Qiang