
Setelah peristiwa dengan Pangeran Su Lian, Ah Ying pu kembali melakukan perjalanan untuk ,mencari Assosiasi Bula Putih yang tadi sempat tertunda.
"Qiqi ayo kita llanjutkan mencari Assosuasi Bulan Putih".
"Tentu nona".
Mereka pun berjalan menuju arah yang Qiqi ketahui, tak berlangsung lama merekapun menemukan tempat yang mereka cari
"Ini dia Assosiasi Bulan Putih". Gumam Ah ying .
"Ayo kita masuk ..". Sorak Ah Ying yang begitu antusias saat melihat tempat yang dia cari - cari.
Merekapun memasuki tempat tersebut dan disambut hangat oleh pelayan di depan meja kasir.
"Selamat siang nona ada yang bisa saya bantu??". Tanya ramah pelayan itu.
"Saya ingin membuat tanda pengenal". Ucap Ah Ying tanpa berbasa basi.
"Baiklah anda harus mengisi identitas anda nona". Ucap pelayan tersebut sambil menyodorkan secarik kerts untuk diisi.
Ah Ying mulai mengisi daam diam, tak lupa dia tidak mengisi marganya karena takut jika ada yang tahu kalau dia anak dari Jenderal Besar Wu.
Setelah selesai Ah Ying pun menyodorkan kertas yang berisi identitasnya kepada pelayan kasir itu.
"Apa nona tidak mempunyai keluarga??".
"Keluargaku semua sudah mati jad tidak perlu mencantumkan marga keluarga saya". Jawab Ah Ying jujur.
"Baiklah , mohon anda tunggu sebentar kurang lebih 30 menit, jika anda berkenan anda bisa melihat lihat assosiasi kami atau berjalan jalan disekitar assosiasi".
"Kami akan melihat lihat assosiasi saja".
" baiklah nona mohon ditunggu".
Ah Ying pun mulai melihat lihat Assosiasi diikuti oleh Qiqi.
"Qiqi, apakah ada pil obat yang menurutmu penting dan berguna??".
"Kita cari dulu nona".
Mereka berdua mulai mencari cari pil atau racun yang akan berguna dimasa depan .
Saat sedang melihat lihat pil an racun tiba tiba kalung naga yang dikenakan Ah Ying menyala dengan mengeluarkan cahaya warna warni membuat Qiqi dan Ah Ying panik.
"Astaga, ada apa ini, kenapa kalungku menyala dengan warna berubah ubah seperti ini, bukankah kalung ini tempat persembunyian Bai Lu??". Ucap Ah Ying sambil megernyitkan dahinya heran.
"Nona kalung anda merasakan senjata anda berada disekitar assosiasi ini, mungkin mereka menjualnya".
"Senjata... Ahh akhirnya aku mempunyai senjata.. Ehh tapi senjata seperti apa itu ?".
"Kalung itu akan menuntun nona ketempat senjata sepiritual nona".
"Cahaya yang dikeluarkan dari kalung ini sangat mencolok bagimana agar tidak begitu mencolok Qiqi??".
__ADS_1
"Nona hanya perlu mengusap tiga kali kalung itu maka cahayanya akan sedikit meredup". Jelas Qiqi
"Oh begitu, ehh tunggu Qiqi kau belum menjawab pertanyaanku, dimana Bai Lu? Bukankah dia bersembunyi di kalung ini?".
"e...anu.... Nona ... Bai ..Bai Lu memang berada di kalung itu". Jawab Qiqi gugup, seperti ada sesuatu yang disembunyikan.
"Kau menutupi sesuatu dariku Qiqi......huhhhhh baiklah aku akan menanyaimu nanti sekarang kita cari senjata itu".
"Ba... Baik nona". Ucap qiqi sedikit lega kaeran nonanya tidak meanyai masalah Bai Lu.
Kalung yang dienakanya pun menuntun ke tempat banyak sekali senjata sepiritual untuk kultiator, Kalung Ah Yingtidak berhenti di senjata seperti edang,panah , tombak atau semacamya.
Melainkan berhenti di sepasang tusuk konde yang sangat cantik.
"Kau bilang tadi senjata sepiritual Qiqi?". Ucap Ah Ying sedikit kesal.
"Benar nona, itu memang senjata sepiritual mu nona".
"Tapi i..itu sepasang tusuk konde , bagaimana bisa menjadi senjata sepiritual, aku kira senjata itu seperti pedang atau semacanya atau juga kipas yang mempunyai berbagai macam senjata tersembunyi tapii.... Ini sepasang tusuk konde Qiqi??!!".
Qiqi bingung bagaimana dia akan menjelaskan kepada Ah Ying , dan akhirnya dia menghela nafas panjang dan bersiap menjelaskan kepada nonanya itu.
Sebelum Qiqi menjelaskan, Pemilik Assosiasi menghampiri mereka dan mulai mejelaskan tenta dua tusuk konde tersebut.
"Dua tusuk konde itu memang senjata sepiritual nona".
Mendengar ada orang berbicara sontak Ah Ying menoleh kearah sumber suara.
"Menolak baaimana tuan??".
"Dia tidak bergerak dari tempatnya, "
"Kenapa bisa seperti itu ?". Tanya Ah Ying yang semakin penasaran.
"Karena susuk konde ini sudah ada pemiliknya nona, tusuk konde ini adalah milik seorang dewi alam atas yang tak sengaja terjatuh di dekat Assosiasi kami. Kami berharap dapat menemukan pemilik sejata ini".
"milik seorang dewi ya.. Mungkin bukan saya. Apakah tusuk konde itu sudah lama disini tuan? Kaena tempatnya tidak terlihat di depan asosiasi?".
" Senjata unik ini sudah berada di assosiasi ini mungkin sudah 100 tahun lebih nona , sejak kakek buyut saya mendirikan assosiasi ini".
"Bagaimana cara menggunakan senjata ini?".
"Maaf nona untuk itu tidak tahu, karena sayapun tidak dapat memindahkan itu nona".
"Lalu jika anda tidak bisa memindahkan bagaimana kakek buyut anda memindahkan ke etalase ini tuan?". Tanya Ah Yig yang kembali di buat bingungg,
"I...itu sayaa juga tidak tahu nona, hehe".
jawab pemilik assosiasi yang seperti menutupi sesuatu.
" Sudahlah tuan aku akan mengambil senjata ini siapa tahuberjodoh denganku". Ucap Ah ying kemudian.
Pemilik assosiasi pun merasa lega dan menuntun Ah ying untuk mengambi sendiri kedua susuk konde tersebut.
__ADS_1
"berapa harganya tuan??". Tanya ah Ying sambil perlahan mengambl susu konde tersebut.
Pemilik assosiasi yang melihat Ah ying bisa mengangkat tusuk konde itu tidak terkejut sama sekali, entah apa yag disembunyikan pemilik assosiasi tersebut.
"Andatidak perlu membayarnya nona, karea ini milik anda".
"Tapi inikan anda jual diassosiasi anda tuan".
"Saya benar benar memberi anda gratis karena memang ini milik anda nona, mungkin setelah memiliki tusuk konde ini sedkit ingatan anda akan segera pulih nona". Ucap pemilik assosiasi.
Ah Ying semakin bingung dengan kata kata yang di ucapkan pemilik assosiasi itu akan tetapi dia tidak menjawab atau bertanya lagi melainkan menerima tusuk konde itu dalam diam.
Ah Ying pun kembali berkeliling meihat pil dan juga racun yang dijual di assosiasi, hingga salah satu pil berbentuk merah darah membuat perhstisn Ah Ying tertju paa pil itu.
"Qiqi apa kkau tahu ini pil kegunaanya untuk apa?".
"Itu pil langka nona, namanya adalah pil pembuat ilusi jadi siapapun yang meminumnya akan merasakan sebuah ilusi tergantung ilusi apa yang akan diberikan oleh pemberi pil. Carnya dengan meneteskan darah pada pil itu kemudian kau hanya berucap ilusi apa yang akan muncul nona, sepertinya cukup berguna nona".
"Kalau begitu aku beli semua pil berwarna merah darah ini tuan"
"Baik nona,apa ada yang lain?". Tanya pemilik assosiasi memastikan.
"Nona kau bisa membeli pil biru itu dan pil pemulihan berwarna coklat itu dan racun es itu mungkin berguna nona dan ituu emm,, racun laba laba merah dan racun tak berwarna itu nona". Kata Qiqi panjang lebar sambil menunjuk pil pil dan racun racun yang akan dibeli Ah Ying.
"Begitu ya, ahh aku bingung, ya sudah tuan tolong bungkus yang saudaraku katakan tadi".
"Baik nona". Pemilik assosiasi pun memerintahkan para pelayan itu untuk membungkus psemua pesanan Ah Ying, dan Ah Ying menunggu di depan kasir assosiasi.
Setelah 10 menit berlalu, akhirnya token atau tanda pngenal Ah Ying pun sudah jadi.
"Ini nona tanda pengenal anda , mohon dicek, dan maaf nona anda harus menunggu lama". Ucap pelayan tersbut dengan tersenyum ramah.
"Tidak ada yang salah, dan berapa biaya semuanya?".
"Sebentar nona saya tanyakan tuan pmilik dahulu karena barang psanan nona baru akan selesai sebentar lagi".
Setelah selang sekitar lima menit semua pesanan Ah ying sudah selesai dikemas, dankemudian dengan lambaian tangan pilldan racun tersebut sudah tersipan dalam cincin penyimpanan Ah Ying.
"Berapa total semua?". Tanya Ah Ying kebali.
"Totalnya dua ratus koin perak nona atau sekitar dua koin emas". Jawab pelayan tersbut.
Ah Ying segera mengeluarkan 3 koin emas dan diberikan kepada pelayan tersebut.
"Nona ini terlalu banyak".
"Simpan saja kembalianya".
Pelayan itu segera membungkuk dan mengucapkan terimakasih kepada Ah Ying,dan Ah Ying hanya mengangguk dan kemudian undur diri.
"Nona bukankah ini sudah hampir sore sebaiknya kita mencari kedai makan kemdian istirahat lebih awal, bukankah besok kita keluar dari desa tongfu ini".
"Kau benar , baiklah ayo kita makan lalu kita kembali kepenginapan". Kata Ah Ying sedikit lesu karna belum makan dari tadi siang.
__ADS_1