
Dengan laju kuda yang cukup kencang akhirnya sebelum petang mereka menemukan sebuah kota kecil yang bernama Kota Yu, Kota penghasil bijih besi terbanyak di kekaisaran Qin.
"Kota Yu, akhirnya kita bisa beristirahat". Ucap Haocan dengan penuh semangat.
"Baiklah kakak, kau majulah dulu karna aku dan adik ke empat tidak membawa token giok kerajaan". Ucap Tianzi kepada Su Lian.
Akhirnya mereka segera berjalan hingga gerbang masuk Kota Yu, suasana yang masih begitu ramai walau sekarang sudah petang , masih saja banyak warga yang mengantri untuk masuk kedalam kota, baik itu warga lokal ataupun pendatang.
Ketiga pangeran yang bersama Ah Ying segera melewati pintu satunya yang dikususkan oleh para bangsawan , sehingga tidak perlu mengantri seperti warga lainnya.
"Selamat malam Yang mulia pangeran, Kalian langsung bisa masuk kedalam kota , silahkan". Ucap penjaga gerbang yang kemudian segera membukakan pintu gerbang untuk dilalui Su Lian dan yang lain.
Tak lupa Su Lian dan kedua pangeran memberikan masing masing satu koin emas untuk para penjaga gerbang tadi, yang membuat para penjaga semakin segan dengan ketiga pangeran itu.
"Para pangeran itu murah hati sekali ya, seandainya Pangeran Su Lian lah yang menjadi Kaisar,mungkin banyak rakyat yang tidak disepelekan dan ditindas". Ucap penjaga gerbang itu yang diangguki oleh temannya.
Ya benar adanya, para rakyat yang sebenarnya lebih mendukung pangeran Su Lian untuk menduduki tahta, tapi apa daya mereka hanya rakyat biasa sedangkan pendukung dari Su Hao adalah orang orang dengan jabatan yang tinggi.
Ketiga pangeran itu dan Ah Ying sudah memasuki Kota Yu, lampu lampu jalan tertata rapi dengan bangunan yang bersih dan rapi sehingga enak untuk dipandang.
Mereka bertiga segera mencari penginapan yang juga sekalian bisa menitipkan kuda kuda mereka.
"Kakak, sepertinya aku ingat di sebelah sana ada penginapan yang cukup besar dan bisa menitipkan kuda kuda kita ini". Ucap Tianzi sambil menunjuk arah penginapan yang dimaksud.
"Baiklah kita akan kesana, Bagaimana menurutmu Ying'er??". Ucap Su Lian yang membuyarkan lamunan Ah Ying yang sedari tadi hanya diam .
"Terserah kau saja, aku tidak tahu apapun". Jawab Ah Ying dengan nada Yang begitu malas.
"Baik kita ke penginapan itu, hari sudah semakin larut dan kita belum mengisi perut malam ini". Kata Su Lian.
"Aku sudah tak sabar ingin merebahkan punggungku, sakit sekali". Kata Houcun sembari mengusap usap pinggang dan punggungnya.
"Cihh, seperti pertama kalinya kau pergi seperti ini". Ucap Tianzi mengejek.
"Hei kenapa kau selalu mengomentari ku kakak ketiga, huhh menyebalkan".
"Kau yang menyebalkan, selalu menggerutu tidak jelas". ucap Tianzi
"kau". Ucap Haocun lagi.
"Kauuuuu".
"Berhentii,, bisa tidak kalian berdua tidak berdebat sebentar saja, bagaimana kita segera mendapatkan penginapan jika kalian berdebat?". Ucap Ah Yong sembari berkacak pinggang hingga membuat kedua saudara itu saling membuang muka.
__ADS_1
Mereka segera meneruskan perjalanan menuju penginapan yang di tuju, tanpa ada yang berani membuka suara .
Su Lian yang selalu memperhatikan Ah Ying dari belakang membuat Qiqi yang berada di dalam Dunia Artefak Ah Ying segera bertelepati dengan Ah Ying.
"Nona, kenapa kau diam saja, apa kau tidak tahu kalau pangeran menyebalkan itu melihatmu seperti melihat daging panggang, rasanya ingin memakanmu?". Ucap Qiqi.
"Biarlah Qiqi, aku tidak ingin berdebat untuk saat ini, aku lelah".
"Untuk apa nona mencari penginapan, bukankah bisa beristirahat di Dunia Artefak ini?".
"Hemm kau ini Qiqi, jika aku beristirahat disana bagaimana ketiga orang ini?".
"Biarlah mereka mencari sendiri tempat penginapannya".ucap Qiqi merajuk.
"Ssstt.. sudahlah, aku tidak mau membuat masalah, apa lagi Su Lian tahu semua gerak gerikku".
"Huhh baiklahh".
"Nanti kalau sudah ada waktu yang tepat aku akan masuk ke dunia Artefak".
Ah Ying segera memutuskan telepatinya karena merasa terus diperhatikan Su Lian yang selalu tersenyum saat melihatnya.
"Itu dia penginapan yang ku maksud tadi gage". ucap Houcun sembari menunjuk penginapan tersebut.
"Penginapan Yu yin, nama yang bagus". Gumam Ah ying.
"Selamat datang tuan ada yang bisa kami bantu?". Ucap ramah pelayan penginapan.
"Kami ingin memesan kamar , berikan dua kamar VVIP". Ucap Su Lian.
"Baik Tuan, ini kuncinya".
"Hei kenapa dua kamar saja?". Tanya Ah Ying.
"Ya , kenapa harus lebih, dua saja cukup Houcun dan Tianzi dan kau denganku ". Ucap Su Lian sambil tersenyum menggoda.
"Apa!! tidak tidak,, aku akan memesan kamar sendiri".
"Kamarnya sudah habis, hanya tersisa itu saja, bukankah begitu Nona?". Ucap Su Lian sambil berkedip pada pelayan yang memberikan kunci kamar tadi.
"Nona, aku ingin pesan kamar sendiri". Ucap Ah Ying.
"Maaf nona, kamar di penginapan kami hanya tersisa itu saja nona, maafkan saya".
__ADS_1
"Sudah kubilang kan kalau kamarnya sudah habis kan". Ucap Su Lian sambil tersenyum jahil.
"Berikan kuncinya padaku". Ucap Ah Ying yang kemudian merebut kunci yang di pegang Su Lian.
Su Lian segera mengikuti gadis itu dari belakang dengan senyum penuh kemenangan.
"Heii kakak, kakak ipar tunggu kami". Ucap Haocun sembari berlari kecil dengan meraih tangan Su Tianzi.
Mereka semua segere memasuki kamar masing masing untuk membersihkan diri, sedangkan Ah ying langsung memasuki kamar tanpa menunggu Su Lian masuk, pintu kamarnya langsung dikunci dari dalam oleh Ah Ying karena terlalu kesal dengan Su Lian.
"Heii,, bukakan pintunya Ying'er, aku belum masuk.".
"Kau tunggu saja disitu aku ingin membersihkan badanku dulu".
"Biarkan aku masuk saja Ying'er".
"Tidak, kau menungguku di sana saja, aku akan mandi, nanti aku akan bukakan , jika sekarang kau masuk nanti kau akan mengintipku".
"Hemm baiklah, jangan lama lama".
Tidak Ada sahutan lagi dari dalam Su Lian segera menuju kamar kedua adiknya untuk sekedar beristirahat .
"Hei kakak,, kenapa kau kekamar kami?, apa kau tidak diberikan pintu oleh kakak ipar? hahahaj". Ucap Houcun yang tertawa lepas.
Su Lian tidak menjawab ocehan adiknya itu dan hanya duduk di kursi yang disediakan di kamar penginapan.
"Kakak kedua, ada apa? kenapa kau datang kemari?". Tanya Tianzi yang baru keluar kamar mandi selesai membersihkan diri.
"Tidak Ada, aku hanya menunggu Ying'erku selesai mandi".
"Kenapa tidak di dalam kamar saja kak?". Tanya Tianzi lagi.
"Dia tidak mengizinkanku masuk". Ucap Su Lian datar.
"Pfft ... hahahhaha". Houcun yang tidak bisa menahan tawanya akhirnya tertawa terbahak bahak sembari memegang perutnya yang sakit akibat tertawa terlalu keras.
Su Lian yang ditertawakan hanya diam dan diam diam mengepalkan kertas yang kemudian dilemparkan tepat kemulut Houcun hingga terdiam .
"Bbbhahahahahahha". Kini giliran Tianzi yang tertawa lepas melihat sang adik yang terlihat sangat lucu.
"Itu karma untukmu karena menertawakanku". Ucap Su Lian sembari memakan cemilan diatas meja.
"Jahat sekaliii". Kata Houcin dengan wajah sedihnya.
__ADS_1
"Kakak Ku akan membersihkan diri dulu, kau tunggulah disini dengan kakak ketiga".
"Baiklah,, sebentar lagi aku juga akan kembali kekamarku, pasti Ying'er sudah selesai".