
Su Lian yang terusik tidurnya dengan sepontan memegang tangan Ah Ying yang mencubit pipinya, hingga keudua tatapan insan tersebut bertemu.
Su Lian tersenyum tepat di depan wajah Ah Ying hingga membuat wajah Ah Ying bersemu merah dan segera memalingkan wajahnya.
"Awww.. kenapa kau mencubit pangeran ini Ying'er?".
"Itu karena kau menyebalkan.. bukankah semalam kau bilang akan tidur di kursi".
"Hehehe,, karena aku ingin menemanimu Ying'er". Jawab Su Lian sembari tertawa pelan.
Belum sempat mereka terbangun dari ranjang, tiba tiba Ribuan anak panah menghujam Penginapan Yang mereka tempati. Dengan cepat Su Lian segera membuat arai pelindung di sekitar Ranjang sehingga anak panah tersebut tidak bisa memasuki Arai tersebut.
"Sial, siapa yang menyerang sepagi ini". Ucap Ah Ying.
"Aku juga tidak tahu Ying'er lebih baik kita waspada dan bersiap".
"Kau benar".
Ah Ying pun segera menjentikan jarinya untuk mengganti pakaian yang lebih nyaman untuk bertarung begitupun dengan Su Lian.
Setelah selesai mereka berdua segera mengendap endap untuk melihat apa yang terjadi di luar Penginapan tersebut.
"Kenapa banyak sekali Tentara Kegelaapan ". Gumam Su Lian tetapi masih bisa di dengar Ah Ying.
"Tapi siapa yang mereka serang?". Tanya Ah Ying.
"Kau tahu, Di dunia Gelap ini di pimpin oleh dua Raja. Yang pertama Raja kegelapan utara dan Raja Iblis pamanmu itu Ying'er". Jelas Su Lian.
"Apa mungkin perebutan Kekuasaan?". Tanya Ah Ying.
"Kau benar Ying'er, kita harus cepat pergi dari tempat ini sebelum mereka menyadari kedatangan kita".
"Kalau begitu ayo kita pergi".
Mereka berdua pun segera pergi meninggalkan Penginapan tersebut dengan berlari di atap atap Rumah warga, Karena jika berteleportasi akan mengundang kecurigaan penduduk sekitar.
Belum jauh mereka melarikan Diri, tiba tiba sekumpulan Tentara Hitam( Biasa disebut Tentara Kegelapan) menghadang langkah mereka. Tanpa berbasa basi mereka segera menyerang kedua Dewa Dewi tersebut.
__ADS_1
Dengan Sigap Su Lian dan Ah Ying pun segera meladeni sekumpulan tentara Hitam tersebut yang berjumlah Delapan orang.
Tak butuh waktu lama mereka berhasil melumpuhkan delapan tentara tersebut, karena takut jika akan mengundang lebih banyak musuh ,mereka berdua memutuskan melarikan diri dengan kecepatan Penuh. Hingga berhenti di pinggiran Hutan Berdarah. Hutan Berdarah adalah Hutan yang tumbuhannya pemakan makhluk hidup, jadi banyak orang tidak berani memasuki Hutan Tersebut, karena setiap Tumbuhan menyukai Darah segar.
Su Lian Dan Ah Ying pun sempat bingung, akankah mereka melewati Hutan itu atau memutarinya.
"Jika kita melewati hutan Berdarah ini, kita akan lebih cepat sampai di kerajaan Raja Iblis, tapi jika kita melewati Jalan memutar, maka akan memakan waktu lebih lambat".
"Hufh, tapi kalau kita melewati Hutan ini kita harus selalu waspada".
Mereka berdua tampak berpikir hingga Akhirnya Gofu keluar dari tempat persembunyiannya dan berubah menjadi Burung putih kecil.
"Nona, kau tenang saja. Selagi ada aku, mereka tidak akan berani mengusik kalian". Ucap Gofu yang bertengger di pundaknya.
"Baiklah, kalau begitu kita lewati Hutan Berdarah ini saja. Cukup lelah jika harus mengambil jalan memutar". Ucap Ah Ying akhirnya.
Akhirnya mereka segera memasuki Hutan Berdarah tersebut sembari menautkan kedua tangan mereka satu sama lain agar tidak tertinggal.
Para Pohon dan Tumbuhan di dalam Hutan berdarah tersebut segera terbangun setelah mencium bau makhluk hidup yang memasuki hutan tersebut . Tetapi setelah mencium bau Gofu mereka mengurungkan niatnya untuk menjebak Ah Ying dan Su Lian.
Dengan adanya Gofu yang bertengger di bahu Ah Ying para Pohon dan tumbuhan yang menghalangi jalan mereka tiba tiba beringsut mundur untuk memberi mereka jalan.
"Kau Lihat Nona, mereka memberi kita jalan". Ucap Gofu dengan membusungkan dada kecilnya itu.
" Yah, mungkin karena kau terlalu kecil jadi mereka malas untuk menangkapmu". Jawab Ah Ying sembari memukul pelan kepala kecil Gofu.
"Ck, biarlah. Yang terpenting wujud asliku sangatlah cantik". Ucap Gofu yang masih menyombongkan dirinya.
Mereka berjalan dengan tenang di dalam Hutan berdarah tersebut, hingga mereka sampaii di tengah hutan yang kini ditumbuhi ribuan Bunga aneh berwarna ungu.
"Bunga apa ini? kenapa bentuknya aneh sekali". Ucap Ah Ying.
"Ini bunga beracun, Racunnya bisa membuat orang yang terkena bisa merasakan Halusinasi hingga kematian menjemputnya. Jadi kita harus berhati hati jangan sampai menghirup serbuk sarinya". Jelas Su Lian.
"Kenapa ada bunga menakutkan seperti itu". Jawab Ah Ying.
"Tapi kau bisa memanfaatkannya untuk melawan musuhmu Nona". Ucap Gofu.
__ADS_1
"Caranya? bukankah serbuk sarinya berbahaya?". Tanya Ah Ying.
"Kau benar, bukankah kau punya Bunga Plum biru di dalam cincin penyimpanan mu Nona? Jika kau punya kau bisa menggunakan bunga plum biru itu untuk membungkus serbuk sari Bunga ini. Hanya saja kau harus menutupi hidungmu Nona". Jelas Gofu.
"Atau kau bisa menggunakan kantung ini Ying'er". Ucap Su Lian sembari memberikan kantong sepesial kepada Ah Ying.
"Terimakasih, kalau begitu aku akan memetik beberapa , siapa tau akan berguna nantinya".
Ah Ying pun segera memetik beberapa tangkai yang kemudian memasukannya ke dalam kantong sepesial yang di berikan Su Lian kepadanya tadi. Setelah selesai, ia pun segera mencuci tangannya dengan Air Surgawi yang ia simpan di dalam botol porselen miliknya.
"Sudah selesai". Ucap Ah Ying yang kemudian segera menyimpan semuanya ke dalam Cincin spesialnya..
"Kalau begitu, mari kita lanjutkan perjalanan". Ucap Su Lian.
"Baiklah, ayo".
Mereka melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda hingga akhirnya mereka tiba di ujung Hutan berdarah dengan selamat tanpa ada halangan apapun.
tiba di luar Hutan, mereka disuguhkan oleh Gunung berapi yang seolah olah akan meletus hingga suasana di sekitarnya sangatlah panas dan gersang.
"Istana Kerajaan Iblis berada di kaki gunung Berapi itu". Ucap Su Lian sembari menunjuk kaki gunung berapi itu.
"Kelihatannya, penjagaan cukup ketat. Dan sepertinya ada sesuatu yang terjadi di istana itu". Ucap Ah Ying sembari mengamati dari kejauhan gerak gerik di istana Iblis tersebut.
"Kalau begitu, kita harus melewati jalan yang berbeda, agar mereka tidak menyadari kita". Ucap Gofu yang diangguki oleh Su Lian.
Mereka berjalan mengendap endap, hingga mereka menemukan sebuah Goa kecil yang muat untuk satu orang.
"Sepertinya Goa ini menuju Kerajaan itu". Gumam Ah Ying.
"Kalau begitu, mari kita lewat sini saja". Ucap Su Lian.
Hingga akhirnya mereka berjalan bergantian di dalam Goa kecil itu. Terlihat Lorong Goa yang terdapat Lilin lilin kecil di dinding Goa tersebut, hingga mereka dipertemukan oleh jalan yang bercabang menjadi tiga bagian.
"Sial, kenapa jalanya banyak sekali". Ucap Ah Ying.
"Kita coba salah satu jalan di depan sana, jika ada masalah kita bisa kembali di titik ini". Jelas Su Lian.
__ADS_1
"Kalau begitu, kita ambil yang kanan terlebih dahulu". Ucap Ah Ying