
Kevin menggenggam kepalan tinjunya, sedikit lecet setelah memukul anak Pengusaha Miller, yang masih muda, tampan dan berkelas. 'Dedrick itu ganteng, tajir, pantes Stela suka, intinya laki banget deh!" batinnya.
Kevin menghubungi Nichole, menceritakan kejadian hari ini. “Aku tidak mengerti dengan Adrian, honey! Menurutku Stela butuh hiburan, wajar dia hangout!” jelas Kevin pada Nichole.
“Aaagh, mereka terlalu egois Vin! Sangat menyebalkan! Jika nanti semakin nekat bagaimana?” kesal Nichole.
“Aku berfikir juga begitu! Pantes Brian dan Jasmine sampai saat ini masih jomblo sejati! Mereka terlalu banyak larangan!” kekeh Kevin.
“Jasmine itu dia Dokter! Tentu maunya dengan pria mapan, berkarier, seperti Holi dan Petter!” jelas Nichole.
“Ya! Mereka mendidik anak juga terlalu over honey! Apa lagi Stela dan Chay-in. Semua mereka protect. Padahal dulu mereka lebih sadis kan!” kenang kevin terkekeh.
“Iya! Udah aagh! Aku mau istirahat! Salam buat keponakan ku! Bye Kevin Stuard suami ku!” goda Nichole manja.
“Bye Nichole Stuard.” Kevin menutup telfon, setelah memberi kecupan hangat dari kejauhan.
Kevin melihat keponakannya tiba-tiba duduk, menanyakan Adrian. "Huufgh! bakal tempur lagi ni!" bisiknya.
“Daddy mana? Daddy menemui Dedrick yah uncle! Uncle jangan diam! Jawab aku! Daddy kemana? Aku nggak mau daddy terlalu sama Dedrick! Daddy seperti tidak pernah jatuh cinta!” teriak Stela masih terdengar manja.
Kevin memahami anak ketiga Adrian, masih labil, dia hanya butuh teman, sahabat, Kevin mendekati Stela, “cup cup, kita ke resto bawah yah, daddy disana!” peluk Kevin pada Stela dengan mata berkaca.
“Uncle bawa aku kesana! Aku nggak mau daddy jahat sama Dedrick! Daddy tu egois! Egois.” Isaknya.
“Hmm!” Kevin mengusap wajah Stela tertutup rambut, “cuci muka dulu! Biar Dedrick makin cinta sama kamu!” pujuk Kevin.
Stela melakukan semua perintah Kevin, demi ingin bertemu Dedrick.
Stela berjalan lebih cepat dari Kevin, saat melihat Adrian memukul Dedrick, perasaan Stela makin hancur, semakin kecewa.
‘Apa betul salah anak muda ini! Kalau hanya ciuman, itu hal wajar! Bahkan jika mereka melakukan hal lebih itu wajar, karena kita dibarat bro!’ batin Kevin menggeram.
Saat melihat Stela membawa Dedrick ke kamar, kemudian Adrian menghubungi pengawal Kevin semakin merasa lucu pada sikap Adrian, sungguh terlalu, 'kenapa bukan dia mengawasi putrinya! Dia kan ayahnya!' Kesal Kevin.
__ADS_1
Kevin menatap Miller sangat kesal, dari Adrian, menyaksikan anaknya dipukulin, ‘kenapa Miller diam? Apakah dia sedang menguji putranya!’ batin Kevin.
Menurut Kevin, Miller sangat baik, sama seperti Dedrick. Pria gentle mampu membawa keponakannya melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.
Kevin sudah mendapatkan berita tentang keluarga Miller, ternyata istri Miller adalah Veni Smith. Wanita bahagia mengikuti keluarga suami, mengubah nama menjadi Veni Van Visser. Yaah, mantan Adrian masa lalu.
Kevin sengaja tidak memberi tahu pada Adrian dan Fene, biar Adrian yang mencari tahu sendiri, batin Kevin.
Kegelisahan Adrian terlihat saat Kevin mengutarakan untuk segera menikahkan mereka, tapi Adrian masih terlalu takut. 'Kalau dibilang ni yah! Adrian bukan tipe bapak yang tinggal di Amerika, kalau Stela melapor ke Komnas HAM, bisa kenak pasal berlapis! Merampas kebebasan anak sendiri, apa lagi masalah hati! Duuh, runyam!' Kevin makin terkekeh sendiri. ‘Apa yang dia takutkan menikahkan anak gadisnya? Bukankah Dedrick pria mapan, kaya juga! Dari usia dia cukup, memang masih terlalu muda, 18 tahun! Tapi orang tuanya memberi tanggung jawab padanya untuk menyelesaikan semua masalahnya. Makanya Miller datang ke Las Vegas, mungkin untuk membicarakan masalah ini pada anaknya! Terlalu cepat Adrian menutup hatinya.’ Batin Kevin jengkel.
Kevin juga tak menyangka, secepat ini mereka ingin melakukan hubungan terlarang itu, ‘buseet! baru digebukin diresto, udah buat ulah! Nekat juga ni bocah! Berarti dia memang tipe pria *****-an!’ kekeh Kevin dalam hati.
Kevin menggeram, karena berani-beraninya dia menyentuh dada keponakannya yang tampak berisi dan padat, pentingnya kalau bicara body, Stela memang sempurna, sama seperti Nichole istriku, hehehe. Anak muda mana yang tidak tertarik dengan Stela Moreno Lim, gadis muda energik dan berprestasi. Usia 16 tahun dia sudah kuliah, terjun di dunia modeling. Otaknya pinter, sama seperti Fene, secara keturunan kami kan emang pintar, makanya sukses, batin Kevin.
Stela sangat menonjol dari Jasmine dan Chay-in, Adrian lebih menjaga ketat Stela, memilih mencintai Dedrick, huffh. Kenapa mereka bertemu? Kenapa mereka jatuh cinta? Kenapa mereka memberikan sinyal bahwa mereka memang saling membutuhkan? Karena mereka saling mengisi, aura keduanya lebih sempurna jika bersama.
Menurut data yang didapat oleh Kevin, Dedrick tumbuh di keluarga broken yang kaya, stay di Beverly Hills real estate, Pemilik Restoran Van Visser.
Kevin mendengar kekecewaan Stela, karena tumbuh dari keluarga yang super sibuk. Kevin lebih memilik menghindari perasaan anak dan orang tua.
Stela terlalu dini mengikuti ambisi orang tuanya, saat menunggu Stela berdandan, Adrian mengabari Kevin segera menyusul, untuk menghibur Stela.
‘Kenapa mesti ngajakin gue seeh! Padahal itu time Adrian dan Stela agar lebih dekat, Adrian terlalu mencampuri semua urusan jadi ketoprak. Dia nggak peka dalam menghadapi anak-anaknya satu persatu. Jasmine terlalu fokus di dunia kedokteran, Brian terlalu sibuk dengan dunia keartisannya, hingga mereka lupa bagaimana memiliki pasangan. Naah, Stela terlalu muda untuk dipetik cintanya Dedrick.’ Batin Kevin.
Drrt, drrt...
“Fene!” bisik Kevin, "Ya!"
“Lo dimana? Kenapa mendadak lo ke Vegas?” tanya Fene penasaran.
“Hmm! Ada urusan!” jawab Kevin terkekeh.
“Adrian gue telfon nggak diangkat Vin! Stela baik-baik aja kan? Gue jadi curiga ama kalian.” rungut Fene.
__ADS_1
“Ck, gue lagi nemanin Stela, mau nonton and ngemall, ala-ala anak abege!” goda Kevin mengalihkan pembicaraan mereka.
“Aagh! Gue serius Vin! Kalian baik-baik ajakan? Perasaan gue nggak enak!” desak Fene kesal.
“Jujur ada troble! Tapi bisa kita hadapi!” jawab Kevin tenang.
“Dedrick?” Fene menggebu.
“Ya! Dia melamar anak lo buat jadi istri! Dah, gue udh jujur! Jangan mikirin aneh-aneh! Besok kami pulang.” Kevin menutup telfonnya.
Kevin semakin kesal dengan sikap Fene, terlalu, sangat terlalu. "Mungkin karena Stela anak mereka berdua! Makanya over! huufh." bisik Kevin, berlalu meninggalkan kamar menuju restoran yang dishare Adrian.
Kevin melihat dari kejauhan Stela Moreno Lim, 'emang cantik banget ponakan gue! Pantas pria Netherland itu ngotot minta kawin!' kekehnya dalam hati.
Stela tersenyum mendengar rayuan Adrian, sangat romantis. Sejenak dapat melupakan semua pertikaian mereka.
“Apa kalian melupakan aku?” bisik Kevin pada telinga Stela.
Stela terlonjak kaget, menepuk lengan Kevin. Kevin mengecup puncak kepala keponakannya, duduk manja disebelah Stela.
“Ck! Uncle mesti minta maaf sama Dedrick! Dia kekasih ku!” rungutnya manja.
“Iya! Aku akan menemuinya!” pujuk Kevin mengecup punggung tangan Stela.
“Hmmm! Kalau ada maunya deket-deket!” ejek Stela.
Adrian menggenggam jemari Stela, “aku akan mengizinkan mu, menghabiskan waktu bersama kekasihmu saat weekend. Jangan setiap hari, karena aku tidak mau kau melupakan tanggung jawabmu pada ku!” jelas Adrian sedikit mengalah.
“Serius? Daddy nggak bohong? Aku boleh holiday and kemana aja?” teriak Stela senang.
“Ya! Yang penting jaga dirimu, hingga saat itu tiba!” pesan Adrian.
“Aaaagh! Thankyou dad! I love you! You my best daddy!” Stela memeluk tubuh Adrian mencium berkali-kali.
__ADS_1
“Hmm! Setidaknya mengalihkan pikirannya!” batin Adrian.
Kevin menaikkan alisnya sebelah, menatap Adrian menaikkan bahu memberikan senyuman tergaringnya, yaaah, lumayan baik untuk saat ini.***