
Stela menghabiskan waktu bersama Dedrick selama dua minggu di rumah sakit setelah siuman. Satu kebahagiaan untuk Dedrick melihat cintanya kembali bersemangat dan semakin lucu dimatanya.
Adrian dan Fene memutuskan untuk kembali ke Jakarta karena pekerjaan mereka, tentu menitipkan anak menantunya dalam pantauan Miller dan Veni.
Dean dan Dedrick semakin akrab demi kesembuhan Stela, tapi Pedro yang baru mendengar kondisi Stela dari Lois, bergegas mengunjungi Netherland tanpa pengawasan Keluarga Arlan.
Tentu satu kejutan bagi Keluarga Visser.
CEKREEK, Pedro masuk ke kamar Stela saat mereka sedang bermesraan.
"Siapa kamu?" Bentak Stela saat melihat kehadiran Pedro dihadapannya.
Dedrick terdiam, menenangkan Stela. "Aku urus dia dulu wife." Bisik Dedrick menarik tangan Pedro keluar kamar Stela.
Dedrick menggeram menarik lengan Pedro sangat kasar.
"Lepasin aku! Aku ingin menjenguk Stela! Kenapa kau tidak memberi tahu ku tentang keadaan Stela? Haaaah?" Kesal Pedro.
"Dengar, jika dia tidak mengingatmu, jangan berharap lebih Ped! Stela kehilangan memory terhadap kita. Tolong jangan memaksa!" Jelas Dedrick menggeram.
"Aaagh! Kau sengaja kan? Mengatakan dia hilang ingatan! Sebenarnya kau takut Stela akan mengingatku!" Ejek Pedro membuat Dedrick kesal.
"Aku tidak ingin menjadi seperti ini Ped! Pergilah! Aku tidak mau dia seperti kemaren. Aku mohon! Jangan ganggu kami!" Mohon Dedrick menatap Pedro agar mengerti.
"Jika dia melupakanku! Kenapa dia mengingatmu?" Sarkas Pedro menatap Dedrick.
"Dia istriku Ped! Aku akan berusaha agar dia selalu mengingatku! Aku mohon, pergilah! Bawa buket mu ini ke tempat lain. Jangan ganggu istriku." Jelas Dedrick.
"Ck! Akan aku buat dia mengingatku! JELEK!" Kesal Pedro meninggalkan Dedrick.
Dedrick menarik nafas kesal, kembali masuk ke kamar, menghampiri Stela yang tengah kebingungan. "Wife! Ada apa?" Tanya Dedrick mendekat pada Stela.
"Aku melupakan handphoneku! Aku melupakan orang terdekatku! Aku hanya mengingatmu, Mami dan Daddy! Aku tidak mengenal Uncle Miller, Aunty Veni, Uncle Kevin, Brian, who are they Dedrick?" Tanya Stela dipelukan Dedrick.
Dedrick memeluk erat Stela. 'Oh My God!' Dedrick memejamkan matanya. "Mereka bukan siapa-siapa sayang! Tenanglah, mereka hanya teman kita!" Senyum Dedrick menghibur Stela, menangkup pipi istrinya mengecup dengan mesra. "Hmmm! Kita pulang yah?" Dedrick memeluk, mengusap lembut punggung Stela.
Tok tok tok,
Dean membuka pintu membawa buket mawar putih.
Mata Dedrick menatap sinis pada Dean. "Isn't this Pedro's bouquet? Do you know him?" Geram Dedrick menatap Dean.
Dean hanya menjawab lewat mata, tersenyum kearah Stela. "Haii Girl! Kamu sudah bisa pulang! Apakah kau akan pulang ke apartemen Dedrick?" Tanya Dean memberikan buket pada Stela.
Stela menerima buket, menatap Dean. "Thankyou Dean! Aku menyukai bungamu!" Senyum Stela mencium aroma mawar putih yang sangat segar.
"Hmm!" Jawab Dean. "Apa kalian akan berbulan madu?" Goda Dean menatap Dedrick.
"Ya! Aku akan ke Italy." Kekeh Stela menatap Dedrick dengan manja, meletakkan buket diatas ranjang tanpa menghiraukan lagi.
Deg, Dean menatap Stela semakin memburuk, batinnya.
__ADS_1
Drrrt, drrrt.
"Aunty Nichole!" Bisik Dedrick.
"Ya!"-Stela.
"Stela! Aku Nichole! You remember? Kita akan mengadakan Fashion week di New york!" Jelas Nichole.
Dedrick mengambil handphone dari tangan Stela. "Ya Aunty!" Dedrick menatap Stela dengan tatapan manja.
"Hmm! Bisakah kita bertemu di New york Dedrick?" Tanya Nichole.
"Ya! Kita akan bertemu di New york!" Jawab Dedrick merapatkan giginya.
"Oke! See you!" Nichole menutup telfonnya.
Dedrick mengelus punggung Stela, agar dia lebih tenang.
"Siapa sayang? Apa aku mengenalnya?" Tanya Stela.
"Tidak! Dia hanya model, sama dengan mu!" Kecup Dedrick menatap nanar ke arah Dean.
Dean mengangguk mengerti. "Happy girl! Nikmati hari mu! Semoga kau selalu bahagia, dan cepat punya baby!" Goda Dean berusaha tersenyum.
Di luar kamar Stela, sudah ada Miller dan Veni menunggu menantu kesayangan mereka.
Brian duduk dikursi koridor, ingin memeluk Stela, tapi tidak mungkin karena Stela tidak mengingatnya.
Stela tersenyum, menerima pelukan hangat dari Veni. "Kamu masih tetap menjadi putri ku yang sangat menggemaskan!" Goda Veni membatin.
Stela hanya menggandeng Dedrick tanpa melepaskan tangan suaminya.
Miller dan Brian sangat mengerti kondisi Stela saat ini. dilubuk hati terdalam, ingin rasanya memberontak agar Stela mengingat mereka, tapi semua sia-sia. Stela tidak mengingat apapun. Dia hanya mengingat Dedrick, Fene dan Adrian.
Sakit, ya sangat sakit. Saat Dokter mengatakan Stela seperti bayi baru lahir, kapasitas memory otaknya sangat kecil untuk kembali mengingat semua. Dedrick lah satu-satunya harus berjuang demi kesembuhan Stela saat ini. Tidak ada yang tidak mungkin. Jika kita mau berusaha berjuang untuk sembuh. Tentu didukung dengan doa, suport keluarga dan semua sahabat.
Dedrick membawa Stela kembali ke apartemen pemberian Adrian. Dedrick telah menata semua ruangan, meletakkan foto-foto kebersamaan keluarga mereka dia ruang tamu, ruang keluarga dan kamar pribadinya.
"Sayang, apakah ini foto sahabat mu?" Kenang Stela menunjuk salah satu foto keluarga besar.
"Ya! Nanti kita akan berkenalan dengan sahabat ku disini!" Senyum Dedrick.
Stela mengusap lembut pipi Dedrick, "Aku merindukan mu hubby! Berapa lama aku tertidur? Tidak merasakan belaianmu! Cumbuanmu! Semua tentang mu!" Tatapa mata Stela penuh dengan hasrat yang memohon.
Dedrick menelan salivanya, ada rasa ingin, ada rasa takut, jika dia melakukan itu Stela akan melupakannya. Batinnya berfikir.
"Hubby!" Tatapan Stela tak lepas dari Dedrick.
"Hmm! Ya! I miss you! Apa kamu mau kita lakukan sekarang?" Dedrick menutup matanya, seketika dia tak ingin disituasi sulit ini.
Stela menempelkan hidung mereka yang mancung, tersenyum mengalungkan tangannya dileher suami tercinta. Menutup pelan matanya menanti bibir Dedrick menyentuh bibirnya.
__ADS_1
Dedrick me lu mat bibir Stela dengan lembut, menikmati setiap keadaan atas anjuran Dokter. Setidaknya Dedrick telah kuat menjalani hari yang berat dua bulan ini. Tidak ada salahnya dia melepaskan rasa rindu pada Stela.
Mereka saling mende cap mesra, perlahan Dedrick menggendong tubuh Stela membawa kekamar mereka yang telah dirubah suasananya oleh Adrian atas persetujuan Dedrick.
"Aku merindukan mu hubby!" Stela mengalungkan kembali tangannya ke leher Dedrick bersandar mesra didada bidang milik kekasih hati.
"Me to! I miss you so much!"
Dedrick membaringkan Stela di ranjang melanjutkan ciu man nya yang tertunda di ruang keluarga, mem belai tubuh itu dengan lembut.
Stela men de sah, saat Dedrick memberanikan diri membuka dress Stela secara perlahan. Terlihat bulu halus di tubuh putih itu sangat merindukan sen tuhan.
Dedrick menatap mata Stela, "Ni k mati! Aku akan melakukan semua dengan sangat lembut!" Bisik Dedrick.
"Hmm!" Stela tersenyum, menerima perlakuan Dedrick di atas tubuhnya.
Perlahan Stela terdengar mende sah, saat Dedrick memainkan li dahnya di atas pu ting milik Stela, mer emas lembut bagian kenyal itu. "Aaaagh!" Stela meng geliat ge li. Merasakan aliran darahnya memanas dengan sempurna.
Dedrick yang sudah lama tidak menikmati tubuh istrinya, tidak melewatkan sedikitpun di tiap inci tubuh indah itu.
"Aaafgh! Huuufgh! Hubby!" Desa han Stela terdengar jelas saat Dedrick mema inkan bagian in timnya yang sudah ba sah.
"Oogh wife! Aku sangat merindukan mu!" Dedrick mengangkat sedikit bo kong Stela, memainkan cukup lama di bagian itu.
Dengan nafas terengah Stela men desah hebat. "Ooogh! Please hubby! I want it!" Suara erangan Stela sangat indah terdengar di telinga Dedrick kala memohon.
Dedrick kembali keleher, men ciumi bibir yang terbuka, me ***** lebih dalam, mulai mengarahkan pesawat airbusnya kelandasan dengan sempurna.
"Aaaagh! Huuufgh! I love you! ucap mereka saling bersahutan. Stela me lu mat bibir Dedrick yang berada di atasnya, menikmati saat Dedrick mulai menggerakkan bagian ba wah mereka.
"Hmmfh! Aaagh!" Stela ter buai sangat men ikmati permainan Dedrick.
Dedrick sangat merindukan Stela seperti saat ini, yang manja dan terlihat membutuhkannya.
"Oogh! Hubby! Aaaagh! Aaaah!" Stela Men egang, m em el uk erat tubuh Dedrick, meng gigit bahu suaminya saat men capai pele pas annya.
Dedrick tersenyum, mengusap lembut keringat yang ada di wajah istrinya, menambah ritme, meng hentakkan lebih dalam, men yem burkan aftur cintanya dilandasan yang sangat indah itu.
"I lave you Stela! I love you so much!" Bisik Dedrick.
Stela mengusap lembut punggung suaminya, "I love you to hubby! Aku sangat bahagia." balas Stela dengan berbisik.
"Bahagi mu, bahagia ku sayang! Bahagia kita!" Kecup Dedrick pada cerug leher Stela, tentu meninggalkan jejak disana.
Stela tersenyum bahagia, mendengar ucapan suami yang sangat menenangkan baginya.
Love you deh...❤️❤️🥰🥰
Jika kurang khayalan author mohon dimaklumi...🥰🤭
Like and Vote...❤️❤️
__ADS_1