See Eye Stela

See Eye Stela
Hancurnya karier ku.


__ADS_3

Dedrick menatap tampan wajahnya dilayar televisi yang ada dihadapan Samuel saat selesai melakukan shooting bersama Stela istrinya. Setelah perjuangannya penuh canda tawa bersama Stela menghapal dialog yang ternyata tak mudah, ditambah beratnya menghadapi dunia baru didepan camera untuk berdialog, menghasikkan sebuah karya yang luar biasa indahnya.



Cover film Life and Rain in Buhl 3.


Pemeran utamanya adalah Brian dan Chesie keponakan Nichole. Samuel merasa lega, akhirnya bisa menyelesaikan pekerjannya. Walau ada troble, setidaknya tidak menghentikan semangatnya menjadi seorang produser dan sutradara yang berpengalaman.


"Terimakasih Dedrick! Setidaknya kau telah bertanggung jawab pada ku! Walau diawal kau masih terlihat kaku!" Jelas Samuel menepuk bahu Dedrick.


Dedrick tersenyum lega, setidaknya dia bisa melakukan hal yang berbeda. "Ya Uncle, Stela yang membantuku!" Ucap Dedrick memeluk mesra Stela.



Dedrick dan Stela saat wawancara.


Lois bahagia menatap Samuel sudah bisa tersenyum.


Hari itu mereka kembali ke Los Angeles, tidak lupa Adrian dan Fene. Tentu membawa Brian bersama mereka.


Miller dan Veni segera menyusul Adrian, setelah urusannya selesai. Tentu bertanggung jawab penuh pada Mario Valverde yang terluka karena ulah putranya Dedrick.


Mario melanjutkan perjalanannya ke Berlin tidak mau menyapa Keluarga Visser yang sedang bersamanya. Sangat sakit, karena dipaksa menanda tangani surat tidak akan menuntut Keluarga mereka.


"Aku do'ain Stela dan Dedrick berpisah beneran! Biar aku bisa merebutnya! Aku yakin Stela sangat menyukai ku!" Batinnya menggeram menyentuh hidungnya yang baru selesai menjalani operasi di Berlin.


"Dasar pemuda menyebalkan, aku fikir mereka sudah berpisah, karena 2 bulan lebih Stela di lokasi shooting tanpa suaminya. Ternyata Visser lebih mengerikan menghajar ku!" Kembali merungut.


Mario tengah bersantai diatas ranjang rumah sakit sambil menonton televisi, tiba tiba.


CEKREEK, seorang pemuda berwajah oriental menggunakan jas hitam masuk tanpa izin dari Mario.


"Selamat siang Tuan! Kami harus membawa anda kembali ke Spain hari ini juga! Ini cek untuk anda meninggalkan Berlin." Tegas pria sipit yang menyebalkan itu.


"What? Aku ada urusan disini untuk mengambil berkas ku! Kenapa kalian memaksa ku?" Teriak Mario.

__ADS_1


Pria sipit itu menaikkan alisnya, memberi berkas yang dimaksud kepada Mario, "Semua sudah diselesaikan! Silahkan meninggalkan Berlin, tentu bersama kami!" Jelasnya lagi.


"Aaaagh! Aku masih ingin disini!" Jawab Mario membentak.


"Lebih baik anda menuruti semua ucapan kami! Sebelum anda kami seret secara paksa!" Tegas pria berjas bak pembunuh berdarah dingin itu.


"Sebentar, aku akan berkemas! silahkan tunggu di luar!" Kesal Mario turun dari ranjangnya.


Mereka tak bergeming, tetap menunggu didalam, membalikkan tubuhnya tak melihat Mario. "Silahkan bersiap!" Tegasnya lagi.


"Huuuufgh! Siapa mereka ini? Kenapa aku seperti jadi tawanan?" Kesalnya merungut dalam hati.


"Dasar Keluarga nggak pernah bahagia! Semua pakai pihak ketiga! Nggak bisa menyelesaikan masalah dengan kepala dingin? Aku sudah menyetujui tidak menuntut mereka, sekarang aku seperti diawasi oleh mereka! Iiiighs!" Sungutnya lagi semakin menggeram.


Mario menyentuh hidungnya, menatap cermin yang ada dikamarnya, "setidaknya wajahku masih terlihat tampan!" Kekehnya membatin.


Setelah mengemasi barang barangnya, Mario dengan terpaksa meninggalkan Berlin menggunakan jet pribadi Keluarga Lincoln.


Selama diperjalanan Mario hanya diam, tidak mau berbasa basi dengan orang suruhan Edward Lincon. "Hmmm! Ternyata mereka takut, Stela jatuh hati benaran sama aku!" Mario Tersenyum tipis.


"Tuan, untuk setahun kedepan, anda tidak bisa meninggalkan Spain! Kami sudah memblok izin anda! Jika anda keluar, akan ditangkap oleh negara yang anda kunjungi." Jelas pria itu lagi memberikan semua bukti pada Mario.


Pria sipit itu tersenyum, "Perkenalkan saya Liu! Sahabat Samuel! Cek ini diberikan kepada anda dari Samuel! Ini perintah Samuel, demi rumah tangga anak sahabatnya. Kau telah menggoda Stela istri dari Tuan Muda Dedrick Visser! Apa kau tau siapa mereka? Berani sekali kau mencium Stela Moreno Visser dan dipublish di media! Kau tau siapa keluarga mereka Tuan?" Jelas Liu pada Mario.


"Ooough shiit! Fu*ck!" Geram Mario. "Dengar Tuan Liu! Aku tidak mencium Stela kala itu! Kami hanya menghabiskan malam! Aku akan membuka semua kebenarannya! Aku tidak mencium Stela! Aku hanya membantunya menggunakan sarung tangan Tuan, tidak menyentuhnya! Aku tau siapa keluarga mereka! Makanya aku menjaganya. Aaaaagh!" Kesal Mario mengepal tangannya.


"Hmmm, sepertinya semua telah tersebar Tuan! Jadi lebih baik anda istirahat dulu setahun! Samuel memberikan anda cek bernilai fantastis! Setidaknya anda yang menghancurkan karier anda! Sehingga anda tidak bisa hadir dalam peluncuran film anda minggu depan!" Ejek Liu membuat Mario menunduk kesal.


"Orang kaya seperti apa kalian? Menanggapi gosip murahan saja seperti ini!" Kesal Mario sarkas pada Liu.


"Gosip murahan menurut anda Tuan! Tapi anda hampir menghancurkan rumah tangga putri sahabat kami!" Jelas Liu.


"Heii, dengar! Jika aku mau aku bisa meminta Keluarga sepupuku menghabisi kalian!" Tegas Mario menatap Liu.


"Ooough, siapa Keluarga sepupumu? Aku jadi takut!" Kekeh Liu lagi.

__ADS_1


"Kau tau! Aku adalah sepupu dari Fernando dan Carlos Arlan! Jika mereka tau kalian seperti ini pada ku, kalian akan dihabisi mereka!" Tegas Mario sarkas tersenyum tipis.


Liu menaikkan alisnya, mengambil handphone miliknya, membuka galery mencari wajah Fernando dan Carlos saat disiksa oleh Keluarga Lincoln dan Adrian.


"Apakah mereka keluargamu?" Ejek Liu.


Mario membelalakkan matanya, menelan salivanya berkali kali, seperti jantungnya berhenti berdetak. "Apakah mereka mengenal keluarga ku?" Tanya Mario dalam hati masih menelan salivanya susah payah.


"Apa yang keluarga ku lakukan?" Tanya Mario penasaran.


"Bukan urusanmu! Lebih baik kau menuruti semua ucapanku! Demi kebaikkan mu!" Senyum Liu tipis, memijat pelan pelipisnya.


Mario tetegun, menyandarkan tubuhnya. Pikirannya traveling kemana mana. "Pantes mereka tidak pernah keluar dari Spain! Akhirnya mereka juga bermasalah dengan keluarga garang ini! Aaaaaagh, gara gara Stela karier ku hancur! Wanita menyebalkan, tapi aku sangat menyukai cara bicara dan manjanya." Mario terkenang masa masa indah saat mereka menghabiskan malam kala itu.


"Semoga saja semua cepat berlalu, setidaknya wajah ku ada di film itu. Adegan aku mencium bibir Stela semoga tidak dipotong oleh Samuel!" Kekehnya tersenyum picik dalam hati.


Matanya terus menatap Liu yang tengah fokus pada layar handphone miliknya.


"Apa kau akan menginap di Spain Tuan?" Tanya Mario basa basi.


Liu menatap Mario, kemudian menggeleng. "Aku hanya memastikan kau sampai dengan selamat tanpa terluka. Nikmati hari mu! Semoga kau menemukan gadis lain yang sejajar dengan mu!" Tegas Liu.


Mario menyatukan alisnya, "apa kau sedang menghinaku? Apa aku tidak pantas berdampingan dengan Stela? Setidaknya Dedrick lebih cepat merampas gadis muda itu! Jika tidak, aku jamin 1000% Stela aka menjadi milikku! Karena aku tau apa yang dia butuhkan!" Jelas Mario sombong.


Liu tertawa, "Lupakan wanita itu. Kau cari wanita lain!" Liu mengingatkan kembali.


Mario merungut sendiri dalam hati, hingga jet pribadi mereka mendarat dengan selamat di Spanyol.


Liu mengantarkan Mario hingga apartemen miliknya. Memberi kabar pada Samuel dan Adrian bahwa Mario baik baik saja.


Sakitnya mencintai Stela, semua membatasi geraknya.😔


____________*************


Like and Vote, jangan lupa comment yah... ❤️

__ADS_1


Happy Monday and Happy reading. ❤️🔥


Terimakasih, Fillen danke, Thankyou...🙏


__ADS_2