
Stela menuju kamar dengan rona wajah sangat bahagia, "aagh! Indahnya cinta!" bisiknya menatap wajah Dedrick dihandphone miliknya.
Tok tok tok...
Fene membuka pintu kamar, membawa titipan Dedrick untuk putrinya.
"Mami! Jangan main masuk aja!" Teriak Stela manja.
Fene tak menghiraukan, meletakkan titipan Dedrick dinakas.
Stela duduk dipinggir ranjang melihat isi paperbag, "apa ini mi?" tanya Stela penasaran.
"Hmm! Ini dari cintamu, dia memberikan beberapa waktu lalu. Bukalah!" Senyum Fene masih menemani Stela.
"Maksudnya? Kapan mami bertemu Dedrick?" tanya Stela semakin penasaran.
"Hmm! Nggak penting! Yang penting Dedrick menitipkan ini pada mami untuk kamu!" Jelas Fene.
Stela menelan salivanya, melihat keindahan Bvlgari-B Zero 1 buatan Italy, "ooh my God! Ini Dedrick yang ngasih ke mami? buat aku?" tanya Stela meyakinkan.
"Hmm! Apa kamu suka?" tanya Fene menjentik pelan hidung Stela.
"Suka banget mi! Semua yang dikasih Dedrick, pasti aku suka!" Jelasnya. "Pakein!" pinta Stela manja pada Fene.
Fene menyematkan pada leher Stela, "Wooow!" Fene terkagum melihat putrinya.
"Cantik yah mi!" Kekeh Stela memandang kecermin.
"Sangat cantik!" ucap Fene lembut. Memeluk Stela.
"Makasih mami! Besok aku boleh ketemu Dedrick untuk ngucapin makasih?" Tanya Stela polos.
Fene menaikkan alisnya, "dikawal?" goda Fene.
"Iiigh mami!" Stela memanyunkan bibir mungilnya.
"Ck! Mami males kalau kamu begini!" Omel Fene.
"Aku kan udah besar, udah mau 17, masak dikawal terus! Palingan juga ketemunya diresto, nggak tempat sepi!" rungut Stela.
"Hmm! Iya, boleh!" Jawab Fene tersenyum.
"Aaaagh! Makasih mami! I love you! I love you so much!" Ciuman Stela mendarat kewajah Fene hingga basah.
"Udah aaagh! Mami mau istirahat." Geram Fene mengusap wajahnya.
"Bye mami!" Stela menutup pintu kamar, tak lupa menguncinya dan teriak kegirangan hingga terlelap.
Pagi yang cerah di Bel Air, sinar cahaya perlahan menerangi kamar Stela, "hmmm!" geliat Stela. Melihat suasana pagi sangat indah.
__ADS_1
Stela menatap layar handphone miliknya, ternyata ada beberapa pesan melalui email dan DM akan merayakan ulang tahun Stela yang ke 17. "Hmm! So sweet!" Senyum Stela, melangkahkan kaki mulusnya memasuki kamar mandi.
Dikampus, Dovi dan Lois saling tatap dan tertawa, “oya! Ada undangan ulang tahun Stela yang ke 17! Sweet seventen! Udah boleh dikawinin tuh!” kekeh Lois.
“Hmm!” Dedrick memilih berlalu tanpa memperdulikan sahabatnya.
Tiiing,
Message for Stela, “dear! Aku akan keresto!” ucap Stela melalui wattshap.
‘Ck! Kenapa dia membuat aku menjadi salah tingkah gini! Menginginkan lebih sama istriku sendiri!” batin Dedrick berontak.
Dedrick menuju restoran, ditemani sahabatnya Lois dan Dovi. Seperti biasa melakukan perkerjaannya disela-sela kesibukan kuliahnya, menunggu istri tersayangnya.
Lebih dari 2 jam Dedrick menunggu Stela, akhirnya Ferrari Hanz Parker terparkir didepan resto. Stela menggunakan celana jeans buatan desaigner ternama, dan baju kaos pink menutupi tubuh yang semakin berisi, mata Dedrick semakin terpesona ingin memeluk istri kini ada dihadapannya.
Dedrick menelan salivanya menatap gadis dengan rasa ingin lebih.
“Hai!” Senyum Stela terlihat gugup.
“Oogh! Hai!” balas Dedrick memandang leher Stela sangat indah menggunakan pemberiannya.
Stela memeluk Dedrick, menatap wajah Dedrick tanpa rasa malu pada Lois dan Dovi.
Lois dan Dovi saling menggoda tanpa bersuara. Dovi menaikkan bahunya, menatap dua insan yang haus akan kerinduan.
“I miss you dear!” bisik Stela dapat didengar oleh Lois dan Dovi.
“I miss you too hun!” ucap Dedrick mengecup puncak kepala Stela.
Stela mengusap rahang Dedrick dengan lembut, jujur Dedrick terlena, Dedrick mencium lembut bibir Stela, membuat sahabatnya terbelalak.
“Ooogh my God ini restoran boy!” bisik Dovi menelan salivanya mencari para pengawal Stela.
“Thankyou, aku suka pemberianmu, sangat indah?” ucap Stela melepaskan ciumannya.
"Ya, kamu sangat cantik menggunakannya!" Kecup Dedrick pada kening Stela.
“Kamu mau menemani ku hari ini!” senyum Stela.
“Oogh! Aku tidak bisa, nanti pengawalmu menggigitku!” goda Dedrick.
Stela mengalungkan tangannya dengan manja di leher Dedrick, “pengawalku tidak akan mengikuti ku!” jelas Stela.
“Ogh!” Mata Dedrick melihat sekeliling resto, dia tidak yakin Stela tanpa pengawal. Adrian tidak akan semudah itu melepas putri cantiknya, batin Dedrick.
“Hmm! Oke!” Dedrick setuju, menerima kunci mobil dari istrinya.
Melirik kepada dua sahabatnya, “bye!” kekeh Dedrick berlalu merangkul mesra Stela, membukakan pintu mobil untuk istrinya, masih menggoda Lois dan Dovi.
__ADS_1
Lois dan Dovi memberi jempol agar Dedrick menghabiskan waktu bersenang-senang.
Mereka berdua menghabiskan waktu disebuah tempat di California, berdua, tanpa helder, tanpa deringan telfon.
Dedrick sangat baik memperlakukan Stela dan dia meminta, "dear, aku tak sanggup menahan semuanya!" bisik Dedrick ditelinga Stela.
"Hmm! Aku juga menginginkannya!" jawab Stela tak mampu menahan rasa itu.
"Apa kamu mau kita mengahabiskan waktu dirumah ku?" tanya Dedrick meyakinkan.
Stela mengangguk pelan.
Dedrick melajukan kecepatannya, menuju Beverly Hills CA Real Estate, kediaman para Pengusaha dan artis Hollywood.
"Woow! Apakah kamu seorang artis papan atas?" Goda Stela mengagumi kediaman Dedrick.
Dedrick memeluk Stela mengecup puncak kepalanya, memarkirkan mobilnya dihalaman yang luas dan asri.
Suasana yang indah memberi makna, jika Dedrick bukan pria biasa, dia exekutif muda yang humble, batin Stela.
Stela mengagumi tiap sudut rumah mewah milik Dedrick, "apakah daddy Miller seorang pengusaha sukses di Netherland?" tanya Stela saat memandang fhoto keluarga Dedrick.
Dedrick memeluk Stela dari belakang, "kita akan ke Netherland!" Dedrick membelai kepala Stela.
"Woow! Kapan?" tanya Stela bahagia.
"Kapan kamu mau?" bisik Dedrick pada telinganya.
"Setelah ulang tahun ku?" Stela membalikkan tubuhnya menatap kearah Dedrick.
Dedrick mengangguk, "Ya! Kita akan segera menemui keluargaku!" Dedrick mendekap erat tubuh Stela, menggendong tubuh istrinya kekamar miliknya yang luas, mencium, memperlakukan Stela seperti ratu, sangat hati-hati dan lembut, "aku sangat mencintaimu dan ingin hidup bersama mu!" Kecup Dedrick tanpa memperdulikan perjanjian keluarga mereka, Dedrick tak mampu menahan semua perasaan.
Dedrick dan Stela melakukan semua, tanpa melewatkan sedikitpun Dedrick mencumbui tubuh Stela yang sudah sah menjadi istrinya sejak dua bulan lalu. Stela meremas bahu Dedrick erat saat penyatuan cinta mereka dan menangis dipelukan suaminya, setelah mencapai pelepasan.
"Dear, aku takut!" Isaknya memeluk Dedrick masih berada diatasnya.
"Sst, kamu istriku sayang! Dady telah menikahkan mu saat di Netherland. Apa kamu marah pada ku?" tanya Dedrick mencium lembut kening Stela.
"What? Menikah? Oogh! Kita sudah menikah!" Stela memeluk erat Dedrick. "Kenapa kamu nggak cerita sama aku? Kenapa kita nggak melakukannya dari dulu! Aku mencintaimu sayang, sangat mencintaimu!" ucap Stela merasakan bahagia tanpa mau melelaskan Dedrick dari pelukannya. Mereka terlena, menghabiskan waktu hingga larut dan terlelap setelah merasakan keindahan dunia yang baru.
Dedrick terjaga, menatap Stela masih berada dipelukannya, melirik handphone miliknya pukul 08.30 waktu Los Angeles.
"Eeegh!" Erang Stela dibahu suaminya.
"You oke dear!" Kecup Dedrick pada bahu mulus Stela.
"Sakit, perih!" bisiknya manja.
"Kamu istirahat dulu, aku akan meminta maid memasakan sesuatu buat kamu, kita sarapan dikamar aja." Kecup Dedrick, menyelimutkan tubuh Stela agar nyaman.
__ADS_1
Stela mengaktifkan handphone miliknya, beberapa pesan masuk, termasuk dari Fene dan Adrian. "Aaagh, mami!" batin Stela tak menghiraukan, tak ada perasaan takut dihatinya.***