
Pasangan baru Dedrick dan Stela menghabiskan waktu dipantai saling berpelukan mesra, tak memikirkan apapun. Mereka sangat menikmati suasana Hawaii yang sangat indah. Dedrick mencumbui tubuh istrinya sangat mesra, "I love you wife!" Kecup Dedrick dibibir Stela sambil mengeluskan tangannya dipaha mulusnya. Stela mendekap erat tubuh Dedrick, seolah-olah Hawaii milik mereka berdua.
Adrian menyaksikan anaknya menantunya mendengus kesal. "Mesum banget Dedrick pada Stela!" bisiknya pada Fene sambil menggigit bahu istrinya gemas.
"Aaaugh Dri! Sakit!" Fene membesarkan bola matanya. Fene menatap kearah Dedrick dan Stela saling memcumbu mesra. "Biarin deh! Mereka lagi menikmati sayang!" Jawab Fene mengusap manja punggung Adrian.
Banyak orang yang menyebut Hawaii sebagai classic honeymoon destination. Four Season Resort Maui berada di depan laut yang menghadap ke pantai pasir emas yang indah di Wailea. Sebuah area resor mewah di sisi pulau Maui yang menyediakan lapangan golf, perbelanjaan mewah, dan pemandangan pantai yang membentang di sepanjang lautan. Hotel ini bergaya layaknya sebuah istana klasik Hawaii, mereka memesan kamar suite yang luas dan terletak di bangunan 8 lantai menghadap ke laut. Setiap kamar memiliki lanai atau teras pribadi, kamar mandi marmer mewah, dan mini bar. Mereka juga bisa menghabiskan waktu berjalan-jalan di antara pohon-pohon plumeria yang harum dan area publik lainnya dengan pasangan untuk menambah kesan romantis.
"Hmmm, bunga apa itu Dri?" Bisik Fene pada Adrian, saat melihat seorang pria memberikan buket bunga mawar merah pada Stela yang sedang bermesraan.
Dedrick menatap kaget pada pria yang mengantar bunga untuk istrinya, "Who?" Tanya Dedrick pada pria itu.
"Maaf Tuan Muda! Saya hanya memberikan titipan seseorang untuk Nona Stela Moreno Lim. Petugas hotel mengatakan Nona Stela sedang berada disini. Saya permisi Tuan!" Tunduk Pria setelah memberikan buket pada Stela.
Stela menatap bunga digenggamannya, sangat wangi dan indah.
Dedrick mengambil buket dari tangan Stela membuangnya dengan perasaan kesal, "Aaaagh!" Dedrick menginjak bunga tersebut dihadapan Stela.
"Hubby, you ruined my flower! are you jealous?" Kesal Stela pada Dedrick.
"Ya! Aku cemburu, karena kamu istriku!" Ucap Dedrick meninggalkan Stela sendiri hanya menggunakan bikini bunga-bunga berwarna navi.
Stela menghela nafas dalam, menatap punggung Dedrick dengan kesal, tak mengejarnya. Stela menatap seorang pria mapan tengah menatapnya. Menggunakan kaca mata hitam, baju pantai, celana pendek, di balut dengan jam Rolex pria yang memukau.
"Heeei! Apakah pacarmu cemburu?" Goda pria membuka kaca mata Dior yang menutup matanya menatap Stela.
"Bukan urusanmu!" Stela melenggak lenggok menuju Fene dan Adrian yang dari tadi memperhatikan putrinya.
"Aaaugh shiit! **** girl! I like that!" Bisik pria itu berlalu meninggalkan pantai.
Stela merungut kesal dihadapan Fene dan Adrian, tentu Miller dan Veni turut menyaksikan menantu baru mereka.
"Apakah Dedrick tipe pria pencemburu girl?" Goda Miller menatap Adrian.
__ADS_1
"Ck! Aku belum mengenalnya lebih jauh! Kami hanya mencintai tanpa harus mengenal lebih dulu. Aku kesal Mom!" Tangis Stela merengek dibahu Fene.
"Hei, menantuku! Dedrick itu cemburu karena istrinya diberi buket bunga indah oleh orang lain! Dia mampu membelikan pabriknya untuk mu girl, jika kau menyukai bunga mawar!" Ucap Veni mengusap punggung Stela yang sangat mulus.
"Hmm! Aku akan kekamar mencarinya!" Stela berlalu, sebelumnya dia melilitkan kain pantai yang diberi Fene menutup keindahan tubuhnya.
"Jangan berantem lama-lama! Nanti akan ada pria lain menggodamu!" Goda Miller menatap punggung terbuka menantunya.
"Siapa Pria itu Miller? Apa kau mengenalnya?" Tanya Adrian menatap Miller dingin.
"Huufh! Aku sudah mendapatkan siapa yang mengirimkan buket itu pada menantuku. Aku akan bicara pada Dedrick dan Stela." Jelas Miller.
Adrian dan Fene saling tatap, merasakan sesuatu yang sedang mengancam keluarga mereka.
"Samuel sepertinya sibuk dengan anak gadismu Adrian!" Miller menunjuk kearah Samuel sedang sibuk mengambil gambar Chay-in dan Lois untuk menjadi cover film terbarunya.
"Ck! Hidupnya hanya untuk film saja!" Kekeh Adrian.
Stela menuju kamar miliknya yang berada dilantai 8, membuka pintu secara perlahan. Menutup pintu, menatap Dedrick tengah bersantai di linai pribadi kamar miliknya. Stela mendekatinya, "hubby! Kenapa kamu meninggalkan aku?" Tanya Stela jemarinya mengusap dada Dedrick.
"Aku cemburu sayang! Maafkan aku! Aku akan mengirimkan bunga setiap pagi untuk mu, jika kau menyukai bunga mawar." Ucap Dedrick dengan mata tertutup menikmati sentuhan jemari Stela. "Hmmm! Aku sangat mencintaimu wife!" Dedrick sudah tidak dapat menahan sentuhan jemari Stela berusaha duduk, mengecup bibir yang terasa sangat manis dihadapannya.
"Huufgh! Hubby!" Bisik Stela menikmati ciuman dan sentuhan tangan Dedrick mengexplore di seluruh tubuhnya.
"Aku menginginkan mu setiap waktu wife!" Dedrick menggendong tubuh Stela, untuk mencumbunya diatas ranjang. Mereka bercinta, saling bercumbu hingga sore. Gairah muda tak pernah ada kata-kata lelah. Dedrick meninggalkan tanda merah dibelahan dada Stela. Sehingga mencapai pelepasan yang tak tahu yang keberapa, membuat keduanya sama-sama terlelap hingga malam.
Dedrick terjaga mendengar deringan telfon miliknya, menatap Stela yang masih terlelap tanpa sehelai benangpun. Dedrick menutup tubuh istrinya, mengecup kening Stela. Memasang boxer, melihat handphone.
"Hmm! Private nomber! Who?" Dedrick menghubungi Miller menceritakan semua keanehan yang terjadi hari ini.
Miller mengundang Dedrick agar menemuinya direstoran. Kebetulan Miller, Adrian, Lois dan Samuel tengah berada direstoran menghabiskan malam.
Dedrick bergegas, menulis pesan disecarik kertas pada Stela, jika istrinya terjaga tidak mencarinya atau khawatir.
__ADS_1
Dedrick memberitahu pada Fene dan Veni, karena kamar mereka bersebelahan. Fene justru menemani Stela dikamar, tentu ditemani Veni sahabat lama sekaligus besannya.
Dedrick menyapa Lois dan Samuel. Tentu dia dihadiahi guyonan sangat mengerikan sebagai pengantin baru yang tak pernah lepas dari seputar kegiatan ranjang anak muda. Wajah Dedrick memerah malu, terus digoda Samuel dan Lois.
"Ck! Uncle, aku hanya menikmatinya!" Kekeh Dedrick menatap malu pada Adrian.
"Oke boy! Apakah kau mengenal Pedro?" Tanya Miller.
"Pedro? Pedro anak Fernando, Dad? Dia di Spain? Beberapa kali aku bertemu dengannya di Barcelona." Jelas Dedrick penasaran.
"Ya! Pedro ada disini! Aku mendapat kabar mereka mengetahui kabar pernikahanmu. Pedro juga mengirimkan buket pada Stela." Jelas Miller menatap Adrian dan Samuel.
"Apakah mereka akan mengganggu hidupku?" Tanya Dedrick geram.
"Tentu, karena kau menikahi Keluarga Lincoln! Marelin direbut oleh Brian dari tangan Fernando." Tambah Miller membuat semua yang mendengar geram.
"Kita tidak aman disini! Kita akan kembali besok ke La!" Jelas Samuel.
"No! Aku akan membawamu ke Jakarta Dedrick. Disana akan lebih aman. Kalian lanjutkan kuliah disana!" Pinta Adrian.
"Dad! Kami akan membuka butik di La! Tidak mungkin kami meninggalkan hanya karena seorang Pedro!" ucap Dedrick menolak ajakan Adrian.
"Kau akan dikawal ketat boy! Apalagi Stela, saranku kau tinggal bersama Hanz Parker di Bel Air." Tambah Miller.
"Aku setuju! Kau bisa menjaga Chay-in untuk ku!" Kekeh Lois.
"Aaagh! Seribet inikah urusan bisnis keluarga?" Geram Dedrick menatap Miller dan Adrian.
"Setahuku Pedro akan lebih berani mengganggu kalian jika kalian masih di La. Mereka tidak akan tinggal diam Dedrick." Ucap Miller menasehati putranya.
"Aku akan tetap di Beverly Dad! Aku yakin Kakekku akan mengirim pengawal untuk istriku disana." Tunduk Dedrick.
"Ya! Aku hanya menyarankan! Jika terjadi sesuatu segera hubungi kami, orang tuamu! Kalau Adrian menghajarmu lebih baik kau selesaikan sendiri!" Goda Miller terkekeh menatap Adrian dan Dedrick.***
__ADS_1