
Kediaman Fernanando dan Carlos di Spanyol.
Mario menyambangi kediaman Arlan yang berada di Spain. Rumah yang luas dan tebuka, menambah kesan bahwa Fernando bukanlah orang yang kejam. Dia hanya pria kesepian, karena rumah sebesar ini hanya dihuni dua orang keluarga inti, Carlos dan Fernando. Selebihnya pelayan dan pengawal.
"Katanya horang kayah! Tapi kesepian tanpa istri!" Kekeh Mario saat memasuki kediaman Fernando.
Fernando menyambut Mario dengan hangat, "hola, actor papan atas yang hancur karena seorang Stela!" Goda Fernando memeluk keponakan jauhnya itu.
Mario semakin kesal, "kok malah menggoda aku Uncle!" Rengek Mario manja memeluk erat Fernando.
Fernando tertawa keras, "begitu banyak orang mengagumi Stela! Dia hanya memiliki paras cantik dan tubuh se*xy saja, didukung dia terlahir dari keluarga kaya raya. Pedro juga hampir mati di tangan Stela." Jujur Fernando.
Mario sedikit kaget mendengar kalimat Pedro hampir mati. "Bisa di ulangi Uncle? Kenapa Stela ingin membunuh Pedro?" Tanya Mario menatap serius.
Deg, Fernando hanya menepuk bahu Merio. "Duduklah, kau akan aku kenalkan dengan gadis cantik ku!" Kekeh Fernando mengalihkan pembicaraan awal mereka.
Mario tersenyum, duduk disofa menikmati keindahan kediaman Fernando.
Mata Mario tertuju pada sosok seorang gadis dewasa yang menghampiri mereka. "Ini kan selingkuhan Tuan Adrian?" Batin Mario.
"Mario, kenalkan! Camille, kekasih ku!" Kecup Fernando pada punggung tangan Camille.
Camille mengulurkan tangannya, bersalaman dengan anggunnya, kemudian duduk disebelah Fernando.
Tanpa perasaan canggung, Fernando mencium lembut bibir Camille dihadapan Mario.
Tentu Mario merasa sesak nafas, untung Carlos menghampiri mereka. Jadi Mario tidak merasa seperti kambing congek bahkan pemukul nyamuk, hehehe.
"Sejak kapan Uncle Fernan menjalin hubungan dengan wanita itu Uncle?" Tanya Mario mulai penasaran.
Carlos tertawa, "semenjak kami di cekal!" Carlos menepuk bahu Mario.
Mario tersenyum, "nasib kita sama Uncle!" Jujur Mario membuat Carlos mengerti arah pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Apa kau benar benar mencium Stela, Istri Dedrick?" Tanya Carlos ingin tahu kisah mereka.
Mario menarik nafas dalam, "Uncle tahu siapa aku! Bagaimana aku, aku tidak mungkin melakukan hal keji itu! Berapa banyak wanita yang aku dekati, aku tidak akan berani melakukannya Uncle! Apalagi Stela istri orang! Tapi mereka tidak percaya pada ku! Malah percaya dengan pemberitaan di media." Jelas Mario panjang lebar.
"Ya, mereka lebih mengamankan saham mereka dari hal murahan Mario! Kau harus mengerti bagaimana Keluarga Lim melindungi keluarganya." Carlos membawa Mario duduk di pinggir kolam menikmati segelas kopi dan beberapa cemilan.
Fernando dan Camille tengah asyik saling menikmati tubuh masing masing tanpa rasa malu.
Mario geleng geleng kepala, "apakah kalian sering melakukan seperti ini Uncle?" Kekeh Mario menunjuk Fernando.
"Aaach, mereka lebih tidak tau malu! Sering seperti itu, bahkan lebih dari itu. Menurut mereka, sensasinya beda jika melakukannya dihadapan kita!" Kekeh Carlos.
Mario merebahkan tubuhnya agar lebih santai disamping Carlos. "Uncle, bagaimana hubunganmu dengan Marelin?" Tanya Mario benar benar tidak mengetahui tentang Brian dan Marelin.
"Bukankah sahabatmu Brian menikahinya? Tapi mereka telah berpisah karena Fene tidak merestui hubungan keduanya." Jelas Carlos.
"Realy? Aku justru tidak mengetahui semua cerita ini Uncle! Brian tidak pernah cerita pada ku! Kami hanya menghabiskan waktu bercerita tentang butiknya dan fashion keluarga mereka, bahkan kami berencana membuka butik di sini saat shooting di Buhl 3." Kenang Mario.
Carlos menyetujui rencana Mario, "Katakan berapa kau butuh dana! Camille akan membantumu! Kita jual brand Camille yang telah di tutup Pak tua itu sebelum kematiannya." Ide Carlos menyemangati Mario.
Mario merasa ada satu peluang, tersenyum senang. "Uncle serius?" Tatap Mario.
"Oke Uncle! Kapan kita akan memulainya?" Tanya Mario semangat 45.
"Kapan kau mau? Hari ini? Atau lusa? Aku akan mempersiapkan semuanya." Jelas Carlos membuat Mario tersenyum lebar penuh harap.
"Besok kita akan bertemu dimana Uncle?" Tanya Mario.
"Kau aku jemput diapartemenmu! Tolong kau buang mobil rongsokan mu itu! Jika kau berkerja sama dengan mu mesti menggunakan mobil yang lebih bagus, jangan itu!" Goda Carlos membuat Mario menunduk malu. "Buat malu Keluarga Arlan saja kau! Pedro akan kembali 2 bulan lagi! Yaaah, selama kau tidak ada kegiatan, kau bisa membantu ku!" Jelas Carlos mendekati Mario.
"Syukurlah Uncle, setidaknya aku ada kegiatan yang berarti! Tidak pengangguran kelas kakap!" Kekehnya.
"Ck, kenapa keluarga kita mengagumi keluarga yang sama? Saat ini aku tengah mendekati jandanya Hanz! Tapi aku tidak berani." Jelas Carlos membuat bola mata Mario membulat besar.
"Apa Uncle siap kehilangan nyawa?" Kekeh Mario menggoda Carlos.
__ADS_1
"Tentu aku akan siaga, sebelum Adrian memotong kem*aluanku!" Tawanya pecah seketika, membuat kedua insan yang tengah berbuat mesum menatap kearah mereka.
Mereka saling menggoda, tak membayangkan jika Carlos berani mengganggu Irene. Pasti akan membuat semua keluarga kembali murka dan pecah temberang.
Setidaknya saat ini mereka masih bisa bernafas lega, walau tidak bisa keluar dari Spanyol, tapi masih bisa menjalankan bisnis haram dan harumnya. Ntah sampai kapan.
Fernando dan Camille melanjutkan adegan mesum mereka dikamar. Tidak memperdulikan Mario masih memperhatikan keduanya.
Ada hastrat terpendam di kepala Mario, agar mencari pasangan hidup setelah mengalami kegagalan beberapa kali di dunia percintaan.
Carlos menepuk bahu Mario. "Lanjutkan kariermu. Kau akan mendapatkan wanita lebih baik dari gadis yang kau incar itu. Stela telah dimiliki oleh Dedrick Visser! Kita nggak bisa mengganggu mereka, kecuali mereka yang meminta!" Nasehat Carlos.
"Tapi Uncle, Stela wanita yang berbeda! Dia mampu membiusku!" Rungut Mario.
"Hmm, Pedro merasakan hal yang sama! Putraku itu sahabat Stela masa kecil, tapi harus kehilangan karena kecelakaan mereka dikolam renang! Stela kehilangan memory masa kecilnya sejak kecelakaan itu," Jelas Carlos pada Mario.
Mario tertegun, jujur kekagumannya sangat membekas dilubuk hatinya. Dia mencintai Stela dan Mario yakin Stela juga memberi sinyal itu. Dedrick lebih dulu mencuri pesona gadis belia itu, membuat beberapa pria menjadi patah hati berkeping keping menjadi serpihan abu.
"Aku akan coba move on Uncle, menutup hati ku dari Stela. Awal aku berfikir akan merebutnya, tapi disana ada Edward Lincoln, Adrian Lim dan Miller Visser. Ditambah Samuel mendukung mereka hingga dia melepasku!" Rundung Mario tertunduk sedih.
Ada perasaan kesal, ada perasaan kecewa, karena Stela sempat memberi harapan. "Kenapa dia hamil? Kenapa Samuel tidak percaya pada ku? Aku sama sekali tidak menciumnya, tapi tak ada seorangpun yang percaya pada penjelasanku! Aku rela, melakukan klarifikasi agar nama keluarga mereka tetap baik, tapi mereka tidak memberi kesempatan itu. Sakit sangat sakit!" Sungutnya dalam hati dengan mata berkaca kaca mengenang kariernya.
"Kenapa kau diam? Apa kau mau kita jalan jalan ke kebun anggur ku?" Ajak Carlos.
"Hmm, aku hanya berfikir Uncle!" Senyum Mario mengalihkan wajahnya dari Carlos.
"Ooogh God! Dia bersedih!" Batin Carlos.
Hikz...
Carlos adalah pria yang hangat, bahkan mampu mencairkan kegalauan hati keponakannya. Walau sebenarnya sebelas dua belas nasib percintaan mereka, hehehe.
____________*******
Like and Vote, jangan lupa comment yah... ❤️
__ADS_1
Happy Sunday and Happy reading. ❤️🔥
Terimakasih, Fillen danke, Thankyou...🙏