
Dedrick meminta Lusi dan Dovi agar menghubungi Fene, menyatakan mereka menghabiskan waktu bersama di Atherton, tanpa banyak bertanya Lusi membantu Dedrick atas permohonan Dovi. Fene mengerti karena alasan kampus dan perkerjaan hingga larut. Fene tidak menaruh curiga atas sinetron yang mereka ciptakan, asal Dedrick dan Stela jujur, menurut Dedrick semua akan dia ceritakan asal mau membantunya kali ini.
Setelah semua beres, Dedrick masuk kekamar membawakan makanan untuk istri tercintanya, "Morning dear!" senyum Dedrick.
"Morning!" Stela menyambut Dedrick dengan rona bahagia.
"You happy?" Dedrick mencium punggung Stela.
"I'm very happy, jika bersamamu!" Stela berusaha duduk dengan sempurna, "augh! Sakit!" bisiknya manja.
Dedrick menghampiri Stela, membawakan makanan dan menyuapkannya diatas ranjang, "maafkan aku, karena aku tak bisa menahan semua ini." Jelasnya.
Stela tersenyum membelai lembut wajah Dedrick, "aku halal untuk mu dear! Aku mencintaimu! Jangan pernah tinggalkan aku, karena daddy akan mencarimu!" Godanya pada Dedrick.
"Ck! Kamu juga jangan tinggalkan aku, karena Miller juga akan mencarimu disudut dunia ini!" kekehnya.
"Hmm! Ternyata kamu orang yang sangat humble, tidak tampak kaya, aku menyukaimu. Aku akan membeli mercy terbaru untuk kita berdua." ucap Stela.
"Kamu mau mercy? Aku akan mengantarkan hari ini untukmu!" wajah Dedrick serius.
"No! Bawa aku kehidupmu! Itu sudah sangat cukup bagiku!" jelas Stela jujur.
"Oke! Kita akan menakhlukkan dunia bersama." Kecupnya pada punggung tangan Stela.
Selesai sarapan, Stela bermanja-manja di tubuh Dedrick, meminta lagi dan lagi, seperti orang kecanduan bagi pasangan muda ini, tanpa ada rasa lelah. Mereka seperti kehausan akan hal itu.
"Dear, aku antar kamu pulang yah!" Kecup Dedrick.
"Ya, besok aku akan kesini lagi!" Janji Stela manja.
"Besok keresto saja! Kebetulan ada tamu." Jelas Dedrick.
"Ya! Hari ini aku mau istirahat! I love you, thankyou for everythink!" Senyum Stela.
"Aku yang mesti ucap makasih sama kamu, kamu sudah mau menjadi istriku." senyum Dedrick sangat menyejukkan jiwa Stela.
Dedrick mengantarkan Stela pulang ke Bel Air, Fene menyambut putrinya sedikit curiga. Dedrick memohon izin kembali ke mansion milik Lois.
Diam-diam paparazi telah meliput kebersamaan Stela Moreno Lim dan Dedrick Visser saling bermesraan, di California dan Beverly Hills.
Lusi membaca semua berita membuat geram melihat foto kemesraan mereka. Lusi mendatangi Lois dan Dovi dimansion, menggeram atas berita sepupunya.
“Mana Dedrick?” Lusi melemparkan foto dimeja kediaman Lois.
“Apa ini?” Kejut Dovi.
“Kau baca! Kau lihat kemesraan mereka! Ini akan merusak reputasi Fene Group!” Sarkas Lusi.
“Wooow!” Lois memperhatikan tiap lembar foto.
“Aku mencari Dedrick! Dia telah menghancurkan hati keluargaku!” geram Lusi.
__ADS_1
“Hmm! Kenapa kau mencariku!” Dedrick muncul dari arah belakang Lusi.
“Apa kau tidak membaca media? Kemana kau bawa Stela? Kau ingin mempermainkan perasaan Stela? Hmm?” sinis Lusi.
“Hei! Kami ngedate biasa! Itupun atas permintaan Stela! Siapa yang mempermainkan keluargamu? Hah?” tegas Dedrick.
“Ck! Dari awal sudah ku ingatkan! Kalau kau mau hidup lama disini, kau harus menjaga sikap mu pada Stela! Tidak mengumbar kemesraan seperti ini didepan umum!” kesal Lusi.
“Hmm!” Dedrick mendudukkan bokongnya ke sofa mansion milik Lois.
“Aku geram pada mu, Dedrick! Aku pastikan kau akan dibelah oleh Adrian daddy Stela!” tegas Lusi masih kesal.
“Dia telah memberi izin pada kami! Jika kau tidak percaya, silahkan kau hubungi uncle mu!” jelas Dedrick.
“Aku muak dengan kelakuanmu! Seperti pecundang!” sarkas Lusi.
“Jaga ucapanmu! Aku mencintai sepupumu, aku sudah menikahinya! Kau dengar, aku sudah menikahinya!” tegas Dedrick.
“Aaagh!” kesal Lois menatap Lusi.
“Haaah?” kaget Lusi.
"Ya! Aku sudah menikahi Stela Moreno Lim, resmi, di Netherland! Ngerti!" Sarkas Dedrick.
Dovi dan Lois mengangguk dihadapan Lusi meyakinkan.
"Oogh my God! You crazy Dedrick!" Kesal Lusi.
Dedrick menghubungi salah seorang temannya, berlalu meninggalkan kediaman Lois.
"Bro! Mau kemana?" tanya Lois berteriak.
"Membelikan mercy untuk istriku, karena dia telah membahagiakan ku!" Jawab Dedrick kemudian menghilang.
"What? Mercy?" Teriak Dovi menatap Lusi dan Lois.
"Ck! Apakah Dedrick serius dengan ucapannya? Dia sudah menikahi Stela?" Tanya Lusi menatap Lois dan Dovi.
"Ya! mereka sudah sah! Kami sudah mengingatkan mereka saat diresto, jangan terlalu mesra! Beberapa hari ini paparazi terlalu sering muncul." Jelas Lois.
"Hmm! Kenapa mereka tidak memberi tahu keluarga?" Pikiran Lusi traveling kemana-mana, "semoga Stela dan Dedrick bahagia Tuhan! Aku takut terjadi sesuatu pada mereka! Bisik Lusi pada Dovi.
"Ya, kita doakan saja! Mereka sangat serasi dan Dedrick tidak pernah segila ini terhadap gadis!" Kenang Lois.
"Dia tidak bernafsu terhadap wanita! tapi dia bisa cinta mati pada Stela! tambah Dovi.
"Hmm! Aku akan digantung uncle jika mereka tau aku membohongi mereka!" rungut Lusi.
Dedrick memberi perintah pada salah satu pengawalnya mengirim kado terindah untuk istrinya Stela Moreno Lim.
Sebuah truck masuk keperkarangan Hanz Parker, dikawal beberapa pengawal.
__ADS_1
"Stop! Ada apa ini?" tanya pengawal Hanz didepan.
"Kami ingin mengantarkan kado dari Willems Dedrick Visser Tuan untuk Nona Stela Moreno Lim." Jelas pengawal tampan dihadapan pengawal Hanz.
"Silahkan masuk! Hanz Parker telah menunggu diluar." Jelas salah satu orang Hanz.
Mereka memasuki kawasan rumah Hanz Parker.
Hanz dan Irene terkejut melihat kehadiran pengawal Keluarga Van Visser mengantarkan sesuatu di Bel Air.
"Selamat siang Tuan Hanz!" Sapa pengawal Visser.
"Ya!" Hanz dan Irene tampak bingung.
"Ini titipan dari Tuan Willems Visser, Tuan, untuk cucu anda Stela Moreno Lim!" ucap pengawal pada Hanz.
Fene dan Stela berlari keluar rumah, mendengar suara sedikit brisik ditelinga mereka.
"Ada apa pi?" Kejut Fene.
"Tuan Willems Dedrick Visser memberikan ini pada Nona Stela, Nyonya!" Tunduk pengawal.
"What! Oogh my Good! Mami!" ucap Stela memeluk Fene, melihat Marcedez Benz-AMG GT R terparkir dihadapannya.
Hanz, Irene dan Fene tak menyangka mendapat kejutan luar biasa ini dari orang lain.
"Baik Nona, silahkan tanda tangani ini! Kami hanya mengantarkan pesanan Tuan muda!" ucap pengawal dihadapan Stela.
"Aaaaagh! Dedrick sangat romantis! Dia selalu membuat aku bahagia." Teriak Stela kegirangan.
Fene memeluk putrinya, Hanz memeluk Irene.
Stela menandatangani semua berkas dengan tangan menggigil yang diberikan pengawal Visser.
"Kami permisi Tuan, Nyonya dan Nona!" Tunduk pengawal hormat, kemudian meninggalkan kediaman Hanz Parker.
Hanz dan Irene tertegun menatap takjub mobil dihadapannya, sangat mewah dan sporty sesuai keinginan Stela cucunya.
"Apa kau meminta padanya dear?" goda Hanz.
"No! Aku tidak pernah meminta apapun padanya!" Jelas Stela.
"Apa kau akan menikahi pria yang kau benci sayang?" tambah Irene sedikit menggoda Stela.
"Ck! Come on! Aku memang jatuh cinta padanya, dia sering memberi kejutan pada ku!" Peluk Stela manja pada Hanz dan Irene.
Fene mengusap punggung putrinya, "kau mendapatkan pria yang sempurna sayang!" ucap Fene.
"Aaagh! Mami! Aku akan selalu bersamanya!" Jujur Stela memindahkan pelukannya pada Fene.
Fene mengusap sudut matanya penuh haru, "Dedrick begitu memanjakan Stela." batinnya.***
__ADS_1