
Brian tidak melanjutkan hubungannya dengan Chese keponakan Nichole. Dia justru kembali kepelukan Marelin. Bagi Brian memperjuangkan cintanya walau tanpa restu akan memberi kisah yang berbeda. Menghadapi Fene dan Adrian yang berkali kali tak ingin Berjumpa dengan Brian Lincoln.
Brian memilih stay di Paris bersama Marelin. Kembali memperjuangkan cinta ini sangat tak mudah, justru butuh proses yang panjang. Brian harus menghadapi pertikaiannya dengan Edward Lincoln dan Fene. Sulit bukan? Sangat sulit. Marelin hampir bunuh diri karena frustasi. Beberapa kali kehidupan mereka terancam di Paris, membuat Brian benar benar berlutut dihadapan Fene. Agar memberi dia ruang untuk mempertahankan Marelin dan membuktikan bahwa istrinya wanita baik.
"Aku mohon Mami! Biarkan aku bahagia! Jangan buat aku seperti ini! Aku ingin menikmati rumah tangga yang bahagia Mi!" Mohon Brian di pangkuan Fene.
"Kenapa sulit sekali bagi mu untuk lepas dari perempuan murahan ini? Apakah tidak ada gadis lebih baik dari dia? Kau tau Brian, dia dalang pembunuh Grandpa Hanz!" Tegas Fene menuduh Marelin.
"Tidak Nyonya! Saya tidak terlibat atas kematian Grandpa Hanz! Saya tidak tau Pedro melakukannya. Saya mohon maafkan saya nyonya! Jangan pisahkan saya dari Brian." Bela Marelin pada dirinya untuk memperjuangkan cintanya.
"Sampai kapanpun saya tidak akan menyetujui kalian. Pergilah!" Tegas Fene pada Brian dan Marelin.
"Jangan pernah menemui aku! Aku kecewa sama mami dan juga daddy! Apa salah Marelin? Hingga sulit sekali bagi keluarga kita menerima Marelin." Tangis Brian dihadapan Fene, Adrian dan Alberth.
BRAAAK...
Tiba tiba Edward hadir dihadapan anak anaknya. "Kau tau kenapa Brian?" Tanya Edward menatap sinis pada Brian dan Marelin.
"Karena dia anak dari Mark Claire Zurk dan Adriana orang tua kandung Daddy Adrian. Kau tau siapa pembunuh Bram Lincoln? Haaaah?" Jelas Edward menggeram menahan emosinya.
Brian terdiam, menatap Marelin. Wajah cantik yang polos itu adalah adik dari daddy tirinya? batin Brian.
Brian benar benar pergi meninggalkan keluarganya. Kecewa ya, dia harus menelan pil pahit atas kekecewaannya. "Kenapa aku harus jatuh cinta pada gadis itu? Pantas saja Grandpa tidak keberatan membiayai kehidupan Marelin, begitu juga daddy!" Batin Brian.
Brian menangis sejadi jadinya, merasa putus asa, karena kebodohannya. Baru kali ini dia menghadapi kisah cinta yang rumit. Hubungannya dengan Chese kandas karena gadis itu terlalu cemburu dengan Marelin. Selalu mengungkit yang tidak pernah terjadi. Bahkan tidak pantas untuk dijadikan bahan cemburu, hehehe.
Semua rahasia sudah terbongkar, kebahagiaan sudah didapatkan... Indahnya cinta pertama dengan kisah perngkhianatan yang dilakukan Adrian. Kekejaman Stela memperlakukan Dedrick sebagai suami yang baik.
Hikmahnya adalah, apapun keputusanmu hari ini akan berdampak untuk masa depanmu. Syukuri, hargai semua perbedaan. Kisah ini mempersempit dunia yang tampak luas. Cintai pasanganmu, sayangi anak anakmu, beri mereka waktu untuk bersama, karena mereka hanya butuh kamu, kamu, kamu, yaaaah kamu, untuk hadir bersama keluarga tanpa ada alasan, "Papi mau meeting!"
"Sory mami sibuk!" Please... yang anak butuhkan itu waktunya kamu bersama mereka agar mereka tumbuh lebih percaya diri tidak penuh drama melulu. Seperti kisah novel...π€
Yang penting kisah ini Never die di hati Author.
πππππππππ
Pekanbaru, 21 Februari 2022.
Jujur ini karya author yang sangat luar biasa menguras energy, beberapa kali author ingin stop, hanya karena nggak ada pembaca.
Next....
Karya author yang akan realis....
Part 1,
Kenalkan ini karya author paling seru yah. π€
Cerita ini mengandung makna hubungan yang tak sesuai dengan hati.
Update setiap hari yah....π€
Sebelum baca, jangan lupa favorite Like and Vote. Kita saling mendukung.. dan sama sama berkarya.
Happy reading...π₯°
πππππππππ
"Ambu, aku berangkat yah?" Pamit Tio bersalaman pada Evi ibunya, orang tua satu satunya yang masih tersisa dimuka bumi ini. Tio mencium punggung tangan Evi untuk mengemban tugas negara disalah satu daerah konflik sebagai perawat pilihan. Perawat yah, bukan Dokter, hehehe.
"Ingat, jangan deket deket sama wanita lain. Kamu sudah Ambu dan Abah nikahkan!" Jelas Evi mengingatkan Tio.
"Iiighs, iya! Ambu jangan bahas bahas nikah yah! Aku nggak mau bahas pernikahan saat ini. Berapa kali aku gagal menjalin hubungan, karena Ambu bilang aku udah nikah sama cewek yang aku bawa kerumah, tapi wujud istriku sampai detik ini aku nggak pernah lihat Ambu!" Godanya pada puncak hidung Evi.
"Ck! Kamu jangan gatel aja! Kayak ulet nangka!" Kekeh Evi menjawab candaan Tio.
"Iya Ambu sayang, yang penting aku pergi selama 3 bulan, Ambu harus jaga kesehatan. Jangan capek capek apalagi strees! Yah, kangenin aku saja." Kekeh Tio.
"Hmmm," Jawab Evi melepas kepergian putra satu satunya itu.
Brum brum brum...π
Mobil dinas sudah menjemput Tio didepan rumah keluargannya. Tio memeluk Evi, seragam putihnya sempat basah karena deraian air mata sang ibu.
__ADS_1
Tio mengusap bahu Evi agar jangan menangisi kepergiannya. "Ini hanya 3 bulan Ambu! Bukan 3 tahun!" Bisik Tio pada Evi.
"Tetep weeeh Ambu kangen hikz!" Isaknya.
Tio mengusap airmata sang ibu, mengecup keningnya kemudian berlalu meninggalkan kediamannya.
Disisi lain, 3 gadis cantik menuju lokasi yang menakutkan bagi mereka.
"Iiighs, kalau gue mati deluan doain gue yah guys! Taburin bunga setiap hari, nyanyiin gugur bunga saat pemakaman!" Kekeh Deny sahabat Tia menuju lokasi mereka.
Ya, Tia, Deny dan Uli akan berangkat ke daerah konflik selama 3 bulan. Mereka bertiga adalah Kowad Pasukan Elite.
Tia berpangkat Mayor karena meliki otak yang sangat genius dalam mengatur strategi. Dia wanita anggun jika dikantor, tapi menjadi macan asia jika berada dilapangan.
3 dara muda negeri ini sangat berani dalam menghadapi pertempuran. Mereka ditugaskan hanya karena tidak ada yang bisa menkahlukkan musuh di daerah konflik itu. Ditambah kurangnya tenaga wanita untuk menyelamatkan ibu ibu dan anak anak. Setidaknya bisa mengajarkan anak anak yang tidak beruntung didaerah tersebut.
β³βοΈMereka melakukan perjalanan lebih kurang 2 jam 45 menit. Tia, Deny dan Uli turun dari pesawat tempur menuju bedeng yang telah disiapkan warga.
"Silahkan mba! Semoga bisa beristirahat!" Jelas kepala desa meninggalkan 3 wanita itu didalam kamar pengap dan sempit.
"Iya Pak, terimakasih!" Ucap Tia, Deny, dan Uli secara serempak.
Kepala desa berlalu meninggalkan 3 gadis itu, menuju kediamannya. Suara jangkrik dan sahutan cicak saling menyapa kehadiran 3 dara dari pasukan elite. Mereka hanya beristirahat sambil duduk dipinggir kasur, mesti berjaga jaga di sekeliling kamar.
"Kita gantian aja kalau mau tidur!" Ucap Tia pada Deny dan Uli.
"Siap!" Ucap Deny.
"Gue kemaren beli ini lhoo Ul!" Tia menunjukkan sempi seri terbaru yang dia punya.
"Lo beli dimana Ti? Bagus, lebih kecil dari yang kemaren!" Senyum Uly melihat sempi seri terbaru milik Tia.
"Bokap gue yang ngasih! Gue terima aja!" Jelasnya terkekeh.
"Iya, lupa gue! Bokap lo kan Jendral!" Kekeh Uly ngeledek Tia yang tengah bersandar didinding kayu.
"Enak aja lo! Bokap gue maaah Jendral doang, tapi kolot." Curhat Tia pada Uli dan Deny.
"Kenapa lagi? Bukannya kemaren udah kelar masalah dengan si Doni? Cowok lo yang kere dan nggak ada penghasilan itu!" Kekeh Uli menggoda Tia.
"Iiighs! Seneng banget ngegodain gue! Kan gue nggak tau! Jadi santai aja!" Tawa Tia pecah membangunkan seisi rumah.
Dor dor dor....
Terdengar suara tembakan dari luar kamar, mengenai lengan Deny yang tengah terlelap sambil duduk.
"Auuuugh Tuhan, sakitnya!" Isak Deny.
Tanpa menunggu lama Tia dan Uli membawa Deny ke klinik terdekat.
Dor dor dor...
"Tunduk!" Teriak salah satu pria tegap.
Tia menyesiasati sekelilingnya, sambil membopong Deny menuju rumah sakit terdekat. 3 gadis itu memang hanya menggunakan baju kaos coklat dan celana panjang hitam tanpa menggunakan atribut kesatuan. Tia membawa Deny, sementara Uli menunggu di luar rumah sakit berjaga jaga dengan seorang pria dari kesatuan yang berbeda.
Tia memanggil Dokter atau perawat yang bertugas malam itu. "Mas, tolong selamat kan teman saya." Tegas Tia pada pemuda kaku seperti maliakat subuh itu.
"Maaf mba! Saya bukan Dokter! Tunggu Dokter aja sampai besok pagi." Tegas Pria itu kembali ke posisi semula.
Kreeek Kreeek...
Tia mengokang sempi terbarunya mengarahkan pada pria sekaku malaikat pencabut nyawa itu. "Lo kerjain, atau gue dor sekarang!" Sarkas Tia menatap pria itu langsung mengambil peralatan untuk melakukan tindakan.
Tia menatap name tag bertuliskan Tio didada pria dingin itu. "Hmmm! Cepat lakukan, sebelum warga bangun!" Tegas Tia.
"I i iya mba! Kalian ini ternyata preman warga sini yah?" Tanya Tio pada Tia tanpa menatap.
"Diam aja! Nggak usah ngurusin kami! Cepet keluarkan pelurunya." Tegas Tia.
"Hmm, ini bakal sakit lhoo! Kasihan temennya." Ucap Tio.
"Lakukan saja!" Sarkas Tia.
"Hmmm," Tio hanya mendehem, tanpa melihat Tia kembali. Mereka saling mengutuk satu dan lainnya didalam hati masing masing.
__ADS_1
Tia menunggu Deny hingga pukul 04.00 dini hari waktu setempat.
Uli masih berada diluar bersama pria dari kesatuan berbeda. "Semoga Deny nggak apa apa deh!" Batin Uli menatap jam yang melingkar ditangan kanannya.
πͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺπͺ
Sebelum kita lanjut ke cerita, kita kenalan dulu yah... buat cuci mata sampai bersih...π€
Nama: Sersan Deny Angraini
Usia: 25 tahun
Pekerjaan: Kowad Pasukan Elite TNI AD
Status: Single
Karakter: Baik, perhatian dan keras kepala
Berdarah Sunda
Hubungan dengan karakter lain: Sahabat satu kesatuan Tia.
Nama: Letkol Uli Artha
Usia: 27 tahun
Pekerjaan: Kowad Pasukan Elite TNI AD
Status: Single
Karakter: Baik, perhatian dan egois
Berdarah Sunda
Hubungan dengan karakter lain: Sahabat satu kesatuan Tia.
Nama: Mayor Cut Mutia/ Tia
Usia: 25 tahun
Pekerjaan: Kowad Pasukan Elite TNI AD
Status: Single
Karakter: Keras kepala, baik, perhatian.
Berdarah Aceh Sunda
Hubungan dengan karakter lain: Istri dari Bambang Sulistio/ Tio dari perjodohan kawin gantung.
Nama: Bambang Sulistio/ Tio
Usia: 26 tahun
Pekerjaan: Perawat pasukan elite
Status: Single
Karakter: Keras kepala, penyayang, egois dan perhatian.
Berdarah Sunda
Hubungan dengan karakter lain: Suami dari Cut Mutia/ Tia dari perjodohan kawin gantung.
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
Semoga suka dengan visualnya, mohon dukungan Like dan Vote pada karya ku, jangan lupa comment yah...π
__ADS_1
Setidaknya kalian penyemangatku!
Tarimokasih, khamsiah, hatur nuhun....π€π₯