See Eye Stela

See Eye Stela
Menahan 2.


__ADS_3

Dedrick tak henti-hentinya menggoda Stela didalam kolam, terus mengejar Stela tanpa rasa lelah, "apa kau ingin menghabiskan waktu bersama ku minggu depan?" tanya Stela pada Dedrick mengalungkan tangannya keleher Dedrick dipinggir kolam.


Dedrick menaikkan alisnya, "apa mami dan daddy sudah pulang?" tanya Dedrick penasaran.


"Sudah, daddy sudah berangkat ke Jakarta, why?" tanya Stela penasaran.


"No, aku hanya ingin memastikan jika kita pergi tanpa pengawal!" tawanya.


"Ck, mereka itu penjahat yang mengatur langkahku!" cemberut Stela masih memeluk manja Dedrick.


"Dear, apa kau siap hidup bersama ku? Kita akan hidup berdua tanpa mereka!" Jelas Dedrick.


"Ya, tentu aku mau! Aku akan terus bersama mu! tapi, tidak untuk memasakkan mu!" kekeh Stela.


"Ooogh sayang! Aku hanya ingin bersama mu! Bukan memakan masakanmu, karena masakan ku akan lebih enak dari masakanmu!" Godanya.


Stela memeluk Dedrick tak ingin melepasnya, ******* mesra bibir kekasihnya.


"Ck, udah nggak kuat aku dekat kalian!" teriak Lois menggoda.


Dedrick terus mendekap Stela, tanpa memperdulikan Lusi dan Dovi yang sedikit mengejutkan pemandangan mereka. "Apakah kau akan menghabiskan waktu bersama kami minggu depan Dovi?" teriak Dedrick melihat Dovi tengah menikmati ciumannya dengan Lusi. Dovi hanya memberikan jempolnya.


Stela geleng-geleng kepala melihat kemesraan sepupunya, "ternyata Lusi diam-diam mencintai Dovi! Sial!" batin Stela merasakan ketidak jujuran Lusi.


Stela naik keatas, Dovi kembali kekolam meninggalkan Lusi.


Stela menghampiri Lusi. "Kenapa kau tidak mengatakan pada ku jika kau dan Dovi?" tanya Stela agak terpotong sedikit berbisik.


"Hmm! Sorry dear! Aku menyukainya, tapi aku takut mami tak menyukai Dovi." Curhatnya.


"Apa pelayan tidak akan melaporkan pada mami dan papi?" bisik Stela.


"Itu yang aku kawatirkan Stel! Tapi ini ciuman pertama kami, aku menyukainya." Bisik Lusi meyakinkan Stela.


"Kita akan dibunuh keluarga Parker dan Helberg!" bisik Stela sedikit horor pada sepupunya.


"Aaagh! Aku takut!" Rengek Lusi mendekati Stela.


"Aku akan pergi bersama Dedrick, apa kau mau ikut minggu depan?" tanya Stela.


"Apa alasanku? Aku mau, tapi aku takut." Rengek Lusi.


"Nanti kita fikirkan! Karena mami akan mengajakku ke Swiss visit hotel daddy, kalau nggak jadi, kita pergi bersama, oke dear!" Pujuk Stela mengusap lembut punggung Lusi.


Lusi mengangguk. Mereka menghabiskan waktu, tanpa menghiraukan apapun, karena pengawal lebih sering berada di luar, cukup pelayan yang ditakuti, akan melaporkan kegiatan mereka pada orang tua.

__ADS_1


Setelah lelah berenang, mereka masuk keruang keluarga, mengambil beberapa makanan. Dedrick, Lois dan Dovi menunggu Stela dan Lusi hadir ditengah mereka.


Stela dan Lusi hadir ditengah canda tawa sahabatnya. "Kita pulang? udah malam!" tanya Stela pada Dedrick.


"Oke! Aku akan mengantarmu." Dedrick memeluk Stela dari belakang.


Stela sangat gugup diperlakukan sangat mesra dihadapan teman-temannya, terutama Lusi. "Dear," Stela melepas pelukan Dedrick dari perutnya.


Dedrick tersenyum, menahan keinginan untuk mencumbu Stela.


Dovi dan Lois berpelukan pada Lusi memberikan salam perpisahan, disusul Dedrick dan Stela.


"Aku akan mengabari mu besok!" Kecup Stela pada kepala Lusi.


Lusi sangat berat ditinggal sendiri, hanya ditemani pelayan.


"Oke, see you dear! I love you!" teriak Stela, saat sudah berada di mobil.


"I love you to!" Lusi memberikan kecupan melayangkan keudara.


Dedrick mengantarkan Stela hingga kerumah. Disusul Dovi dan Lois.


"Apakah ini kediaman Hanz Parker?" bisik Dovi pada Lois.


"Ya! Kediaman mafia Vegas!" kekeh Lois.


"Come on! Adiknya Chay-in lebih sombong dari Stela! Jangan kau suruh aku mendekati adiknya! Masih kecil! Bisa-bisa aku dibunuh Tuan Lim!" Kekeh Lois memukul lengan Dovi.


"Hmm! Kau tak sama seperti Dedrick!" Tawa mereka pecah.


Mereka melihat Dedrick menunduk hormat dihadapan Fene telah mengantarkan Stela dengan selamat sampai kerumah.


"Hmm! Sepertinya benar Dedrick telah, hmmm!" Lois tak melanjutkan kalimatnya.


"Telah apa? Telah tidur dengan Stela?" sambunng Dovi.


"Iiigh! Hilangkan otak mesummu!" Kekeh Lois.


Tin tin, terdengar suara klakson Lamborghini masuk keparkiran. Chay-in membuka jendela, "bisa parkir didalam bro, kalian menghalangi jalanku!" tegas Chay-in mengejutkan Lois.


Lois dan Dovi saling tatap, "ajiiib! sombong bener!" Ucap Dovi.


"Anak kecil bro!" bisik Lois mengurut dadanya.


Mereka menyaksikan Chay-in keluar dari mobil, tak kalah mengejutkan, "kenapa anak-anak Tuan Adrian sangat menarik dan berkelas! Apakah makanan mereka berlian dan emas?" Kekeh Lois menepuk kepala Dovi.

__ADS_1


"Apa kau tertarik?" goda Dovi.


"Ck! Aku lebih tertarik pada Stela!" Jujurnya.


"Anjing, Stela milik Dedrick! Dedrick akan membunuhmu!" kekeh Dovi.


"Hmm, ya!" ucap Lois memijat pelipisnya, mereka tertawa menunggu Dedrick.


Dedrick menunduk dihadapan Fene, memberikan pelukan hangat pada Fene dan Stela, berlalu ke mobilnya.


"Ciiieee! Sepertinya lancar PDKT sama mertua!" Kekeh Lois.


"Ck! Basa basi doang!" Jawab Dedrick malas.


"Kemana kita?" Tanya Dovi.


"Restoran!" Jawab Dedrick berlalu meninggalkan keluarga kediaman Parker.


Dedrick menghabiskan malam menyelesaikan perkerjaannya bersama Dovi dan Lois, dia akan fokus pada saham Keluarga Visser, dan mulai berhemat untuk istrinya Stela, batinnya tertawa.


"You oke?" Tanya Lois.


"Ya!" Jawab Dedrick.


"Apakah kau serius dengan ucapanmu tadi? Kau dan Stela menikah?" tanya Lois serius, membuat bola mata Dovi membesar.


"Ya! Dua bulan lalu aku menikahi Stela Moreno Lim! Tapi aku mohon jangan kalian bongkar termasuk sama Stela dan Lusi. Please!" Mohon Dedrick dihadapan sahabatnya.


"Oogh my God! Apakah Parker dan Lincoln tidak tahu?" tanya Dovi.


"Tidak ada yang tau kecuali keluarga ku dan Lim! Please jangan d buka! Aku ada perjanjian, jujur ini sangat berat! Menahan perasaan aku ingin bersamanya." Bisik Dedrick pada sabatnya.


"Hmm! Berat!" Jawab Dovi lemas.


"Tapi, Stela udah resmi istri mu! Kamu berhak atas Stela, bro!" Jelas Lois.


"Iya tau! Tapi ini akan memberatkan orang tua ku Lois. Adrian akan membunuh ku jika aku melanggar perjanjian mereka." Jawab Dedrick malas.


"Tapi, di agama dan negara kalian sah bro! Kau punya hak atas istrimu! Pikirkanlah! Sebentar lagi Stela akan merayakan ulang tahun ke 17! Kau harus melakukan sesuatu." Jelas Lois penuh semangat.


"Kau mau memasukkan aku kedalam penjara? Membuat sensasi di media! Gitu maksud mu?" tanya Dedrick penasaran.


"Bukan bro! Dihukum dan agama kalian berhak bahagia, Keluarga Lim tidak berhak melarangmu! Justru dia berdosa telah menjauhkan anaknya dari suaminya!" Jawab Lois cukup dimengerti.


"Hmm! Akan aku fikirkan! Aku berharap Stela mampu berjuang dan hidup bersama ku!" Curhat Dedrick.

__ADS_1


"Ya mampulah! Kau anak Miller Van Visser! Pengusaha kelas atas Netherland." tegas Lois.


"Ck!" Dedrick menghela nafas dalam. Membayangkan dia akan senekat itu pada Adrian dan Fene, mungkin ada benarnya ucapan Lois, Dedrick berhak atas Stela, tapi dia bingung harus memulai dari mana.***


__ADS_2