See Eye Stela

See Eye Stela
Kambuh.


__ADS_3

Pagi yang indah menyinari kamar Stela diapartemen pemberian Adrian. Dia tidak mendengar suara siapapun diluar sana. Hanya terdengar suara Adrian dan Fene yang tengah membicarakan pernikahan Mesi dan Jasmine, secara samar.


Dedrick masih tertidur tanpa sehelai benangpun. "Hubby, wake up! Aku tidak enak badan," Ucap Stela dengan suara teramat pelan tak dapat di dengar oleh Dedrick.


PRAANK,


BHUUK, Stela terjatuh pingsan tidak sadarkan diri.


Dedrick terlonjak kaget, mendengar vas bunga pecah menjatuhkan mawar putih berada didalamnya.


"Stela!" Dedrick memakai baju dan boxernya secara cepat, merangkul dan menggendong tubuh Stela menaikkan ke ranjang mereka. "Dad! Daddy! Mommy! Mom!" Teriak Dedrick dengan suara baritonnya.


Dedrick terus memeluk tubuh Stela, "Mommy! Daddy!" Teriaknya lagi.


Adrian dan Fene yang mendengar teriakan Dedrick berlari dengan cepat menuju kamar putrinya. Membuka pintu yang belum diatur passwordnya oleh Stela ataupun Dedrick.


"Stela!" Adrian cemas melihat putrinya, mendekati dan mengusap keningnya, "Stel, Stela! Please wake up dear! Daddy disini." Ucap Adrian lembut dengan wajah tampak khawatir.


"Ada apa Dedrick?" Tanya Fene tak kalah khawatirnya.


"Aku nggak tau! Biasanya dia lebih terakhir terjaga, ini dia udah turun dari ranjang." Jelas Dedrick mencari nomor telfon Dokter pribadi dilayar handphonenya. Meminta segera kekediaman mereka.


Stela masih belum sadar, "Stela, please! Wake up wife! Aku khawatir sayang! Please!" Ucap Dedrick dengan mata basah.


Adrian menelfon Dokter pribadi keluarga di Los Angeles yang biasa menangani Stela, menanyakan riwayat putrinya.


Adrian tertegun, "kenapa Papi tidak pernah memberi tahu riwayat penyakit Stela pada ku, kini penyakitnya kambuh?" Batin Adrian, saat menutup telfonnya.


Fene terus mengusap kepala Stela, meminta pelayan membawakan minyak angin atau apapun agar Stela siuman.


Setelah menghubungi Dokter, Adrian menghubungi Miller. Tentu Veni panik seketika, mendengar kondisi Stela.


Adrian juga menghubungi Edward, bertanya rumah sakit terbaik di Berlin, karena Stela mengalami penurunan memory.


Doketer di La menjelaskan bahwa Stela mengalami Transient global amnesia kondisi gangguan memori ingatan baik memori yang baru atau memori jangka panjang karena yang hanya berlangsung dalam jangka waktu yang singkat jika masalah dapat diatasi. Beberapa penyebabnya dikarenakan kecerdasan diatas kemampuannya disebut dengan ensefalitis.


Ensefalitis merupakan peradangan pada jaringan otak yang disebabkan oleh infeksi, biasanya akibat virus. Peradangan pada otak yang terjadi akibat kondisi ini bisa memicu kerusakan pada pusat memori di otak, sehingga membuat penderitanya mengalami hilang ingatan yang cukup membahayakan.

__ADS_1


Richard dan Sandra berada lebih dekat dengan kediaman Adrian segera menghampiri mereka, menyarankan agar Stela dibawa Rumah Sakit.



Rumah sakit Sint Lucas Andreas.


Richard menyarankan membawa ke Sint Lucas karena Deanil putranya ada disana. setidaknya bisa mengawasi Stela dengan baik.


Adrian dan Miller segera membawa Stela, tentu dengan kepanikan yang berkecamuk di kepala kedua orang tua ini, karena putrinya tak kunjung sadarkan diri.


Setelah melakukan beberapa pemeriksaan selama 2 jam lebih, Dean keluar dari ruangan Stela.


"Bagaimana Stela, Dean?" Tanya Fene sangat panik.


"Aunti, Stela mengalami, Ensefalitis virus adalah kondisi di mana terdapat pembengkakan pada otak yang disebabkan oleh virus ini, baik hanya satu jenis virus atau beberapa jenis virus sekaligus. Penyakit ini termasuk kejadian yang langka, ensefalitis virus dapat mengancam nyawa penderita. Ensefalitis virus dibagi dalam dua kategori, yaitu primary encephalitis atau ensefalitis primer dan secondary encephalitis atau ensefalitis sekunder. Pada ensefalitis primer, virus menyerang otak dan sumsum tulang belakang secara langsung. Sementara pada ensefalitis sekunder, virus akan menyerang bagian lain dari tubuh terlebih dahulu dan selanjutnya menuju ke otak. Untuk kasus Stela sudah lama menyerang tubuh, saat ini sudah menuju otak Aunty." Jelas Dean pada Fene, Adrian dan Dedrick.


Dedrick shook, termenung menangis mendengar penjelasan Dean. "Sembuhkan istriku! Berapapun aku akan membayarnya." Ujar Dedrick menatap Dean.


Adrian dan Fene yang mendengar ucapan Dedrick sangat terkejut. "Begitu cintakah dia pada putriku?" Batin Adrian dan Fene.


Dean menatap Stela yang berbaring, "Pantas dia tidak mengingat ku! Ternyata dia mengalami sakit luar biasa. Aku akan membantumu Stel, bangunlah!" Batin Dean.


Adrian dan Fene hanya bisa saling memeluk, "Kenapa semua terjadi saat usia dia masih belia Dri? Kenapa Papi tidak pernah bicara tentang riwayatnya pada kita? Mereka hanya mengatakan Stela depresi, tidak pernah terbayangkan oleh aku dia separah ini. Ini akan berakibat lumpuh Dri!" Tambah Fene lagi pada Adrian masih terisak.


"Tenanglah! Aku akan memberi yang terbaik pada putri kita." Usap lembut Adrian pada punggung Fene.


"Aku sudah menelfon Mami, meminta segera menyusul kita kesini. Petter juga segera kesini, padahal mereka sudah di bandara mau ke Berlin." Jelas Fene menyeka air matanya.


"Ya! Kita punya rumah sakit, kita pula yang gagal dalam menangani putri kita sendiri." Rundung Adrian.


Jasmine dan Mesi mengurungkan niatnya, untuk ke Berlin. Mereka justru memilih menemani Stela.


Brian dan Kevin yang mendengar kabar kondisi Stela memburuk, langsung terbang ke Netherland.


"Kenapa aku mencintai gadis sesempurna dia Ya Allah!" Tangis Dedrick, "jika di izinkan waktu berputar kembali, akan aku manjakan dia seperti awal menikah dulu! Takkan ku sia-siakan waktuku bersamanya! Sembuhkan istriku Ya Allah! Aku sangat mencintainya." Dedrick semakin larut dalam kesedihannya.


"Son! Tenanglah! Dokter sudah melakukan yang terbaik, semoga Stela lekas pulih!" Hibur Miller pada Dedrick.

__ADS_1


Dedrick menatap seluruh foto-foto di handphone milik istrinya.



Stela Moreno Visser @I love you wife. Dedrick menggugah foto Stela pada akun media sosialnya, tentu di tag pada akun Stela Moreno Visser.


Semua mata tertuju pada kecantikan Stela.


Sahabat Dedrick memberi ucapan bahagia selalu, tentram hingga maut memisahkan. Mata Dedrick semakin basah saat menatap wajah cantik istrinya yang cantik sanggup membius semua mata kaum Adam.



Dedrick menggugah saat kebersamaannya di Universsity of Southern California yang dicuri Lusi dan Dovi kala itu.


Semua sahabat kampus Dedrick comment tentu dengan hal-hal lucu karena mereka saling membenci, dan tak ingin saling mengenal.


"Ternyata mereka jodoh yang terlucu." Kekeh salah satu kawan kampus Dedrick dan Stela.


Dovi dan Lois terkekeh baca story Dedrick.


"Kenapa dia tiba-tiba jadi alay lebay super begini bro?" Ucap Lois.


"Hmm! Banyak hal membuat dia berubah bro!" Senyum Dovi yang tidak mau membuka aib temannya sendiri.


"Ck! Semoga dia bahagia selalu yah Bro!" Bisik Lois.


"Ya iyalah! Harus bahagia. Emang kamu! Long distance terus!" Kekeh Dovi.


"Kan ada Tifani!" Canda Lois.


"Siap-siap kau di penggal Tuan Adrian!" Kekeh Dovi menggoda sahabatnya.


Lusi menelfon Dovi menceritakan kondisi Stela saat ini, membuat mereka mengurungkan niatnya untuk kembali ke La.


Mohon doa, agar Stela cepat pulih. Tidak melupakan Dedrick dan Keluarga tercinta. ❤️😇


...Like and Vote...❤️

__ADS_1


__ADS_2